Sabtu, 27 Oktober 2007

Ikuti Lomba Karya Tulis tentang NU Se-Jawa Timur

Sampang, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-87 Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Cabang Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam ) NU Sampang, Jawa Timur, bersama Surat Kabar Harian Bangsa menggelar? Lomba Karya Tulis tentang NU.

"Peserta? yang bisa mengikuti lomba ini khusus warga Jawa Timur baik yang berprofesi sebagai pelajar,mahasiswa, wartawan? maupun berasal dari warga umum lainnya," kata Ketua Lakpesdam NU Sampang Faisol Ramdhoni? di Sampang, Rabu (15/01).

Ikuti Lomba  Karya Tulis tentang NU Se-Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti Lomba Karya Tulis tentang NU Se-Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti Lomba Karya Tulis tentang NU Se-Jawa Timur

Menurut dia, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan menggali pemikiran para pelajar, mahasiswa? dan masyarakat tentang ke-NU-an, di samping mendorong peningkatan tradisi tulis menulis sebagai bagian dari pengembangan intelektualisme di Jawa Timur.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Target kami adalah selain masyarakat lebih mengenal tentang NU, melalui lomba ini akan didapatkan gagasan-gagasan terkait peran NU di masa depan melalui tulisan peserta," tutur aktivis muda NU lulusan Universitas Negeri Jember ini.

Ketentuan

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Tentang ketentuan lomba, ia mengatakan, artikel ditulis dalam bahasa Indonesia dan harus karya asli baik sebagian maupun seluruhnya. Penulisan artikel menggunakan font? Times New Roman ukuran 12 pt, margin by default,? dan spasi 1,5 dengan panjang 5 sampai 10 halaman. ?

Artikel? dikirim melalui email ke sejumlah dewan juri, yakni mmasudadnan@yahoo.com atau bangsa2000@yahoo.com, masdukibaidlowi@gmail.com, maksum03@yahoo.com dan hidayat@nujatim.or.id.? Selain berisi artikel, kiriman juga dilampiri dengan biodata penulis.

"Semua karya harus dilengkapi dengan data diri yang jelas, yakni nama, alamat, nama instansi sekolah, kampus, atau pondok pesantren, email, nomer handphone," papar Faisol.

Ia juga menerangkan ketentuan lain bahwa setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu atau maksimal dua artikel terbaiknya paling lambat 20 Februari 2014. ?

Selain itu, Faisol menambahkan bahwa dalam lomba ini akan dibagi menjadi tiga kategori pemenang yakni kategori khusus pelajar, kategori mahasiswa dan kategori wartwan/umum.Pemenang akan mendapatkan hadiah dengan total jutaan rupiah dan tropi Mahfud MD dengan dewan Juri terdiri dari Drs. Masduki Baidowi, M.Pd (Wasekjen PBNU), H.EM. Masud Adnan, S.Sos, M.Si (Direktur Harian Bangsa), Drs. Maksum M.Si ( Mantan Redaktur Jawa Pos) dan Nur Hidayat ( Peneliti JPIP/wasekjen PWNU Jatim).

? “Pengumuman Pemenang akan dimuat di Harian Bangsa edisi 01 Maret 2014,” tandasnya.

Ditemui secara terpisah, H.EM Masdu Adnan, Direktur Harian Bangsa, selaku salah satu penyelenggara berharap waktu satu setengah bulan ini cukup bagi setiap peserta untuk menghasilkan artikel-artikel ilmiah yang bermanfaat bagi NU, agama dan bangsa. Hasil karya terbaik peserta akan diterbitkan menjadi buku dan tidak mentup kemungkinan? peserta akan mendapatkan royalti dari buku-buku tersebut.

"Mudah-mudahan, tulisan para pemenang nanti bisa menjadi buku NU yang cukup bagus untuk dipublikasikan dan distribusikan ke seluruh Indonesia,” ujarnya. (Imron/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Ubudiyah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 20 Oktober 2007

Yayasan Muslimat NU Pamekasan Rangsang Kreativitas Balita

Pamekasan, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Pengurus Muslimat NU Kabupaten Pamekasan tampak memiliki kepedulian tinggi terhadap bayi di bawah lima tahun (balita). Kreativitas para balita digali melalui program Muslimat NU yang dikemas dalam wujud lomba.

Hal itu kerap dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Muslimat NU Pamekasan. Terbaru, Muslimat NU bakal menyelenggarakan kegiatan lomba mewarnai bagi murid TK/RA/TPQ se-Kabupaten Pamekasan.

Yayasan Muslimat NU Pamekasan Rangsang Kreativitas Balita (Sumber Gambar : Nu Online)
Yayasan Muslimat NU Pamekasan Rangsang Kreativitas Balita (Sumber Gambar : Nu Online)

Yayasan Muslimat NU Pamekasan Rangsang Kreativitas Balita

"Itu dalam rangka menggali kreativitas balita yang mengenyam pendidikan di TK/RA/TPQ. Lebih dari itu, tujuannya juga guna mengasah semangat bersaing secara positif dalam diri mereka," kata Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU Bina Bakti Wanita Perwakilan Pamekasan Hj Shufiatur Rizqiyah.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sekretaris Yayasan Muslimat NU Siti Aminah Rais menambahkan, lomba ini disesuaikan dengan momentum hari besar Islam, yakni dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Juga untuk memeriahkan Hari Ibu yang jatuh pada hari pelaksanaan," terangnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kegiatan tersebut bakal dilangsungkan pada Ahad (17/12) pukul 07.30 WIB di halaman Pesantren Nasyrul Ulum Selatan Sungai Bagandan Pamekasan. Rute mobil meliputi pendopo kabupaten-Jalan Basyar-Jembatan Basyar ke selatan (ikuti umbul-umbul).

"Kami berharap lembaga pendidikan TK/RA/TPQ se-Kabupaten Pamekasan bisa mendelegasikan siswa-siswinya untuk mengikuti lomba ini. Lebih-lebih TK/RA/TPQ yang dinaungi oleh lembaga pendidikan NU maupun pesantren," kata Aminah. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Budaya, Syariah, Nusantara Ceramah Felix Siauw Lengkap

Gus Mus: Kiai Sahal Sempat Tak Berkenan Jadi Rais Aam

Pati, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Musthofa Bisri (Gus Mus) menyampaikan kata sambutan atas nama keluarga saat menghadiri acara mitung dino (tujuh hari) wafatnya Rais Aam KH MA Sahal Mahfudh di kompleks Pesantren Maslakul Huda Kajen, (28/1) Selasa malam.

Dalam sambutannya yang disampaikan dengan bahasa Jawa halus, Gus Mus memberikan testimoni terkait sosok Rais Aam yang dikaguminya itu.

Gus Mus: Kiai Sahal Sempat Tak Berkenan Jadi Rais Aam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Kiai Sahal Sempat Tak Berkenan Jadi Rais Aam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Kiai Sahal Sempat Tak Berkenan Jadi Rais Aam

“Suatu ketika, pada forum Munas NU di Lampung Mbah Sahal hampir dipastikan jadi Rais Aam menyusul wafatnya Kiai Ahmad Shiddiq. Sayangnya beliau tidak berkenan menjadi Rais Aam. Akhirnya, ulama di bawah beliau pun pada tidak mau. Saya saksi hidup di forum itu,” kata Gus Mus.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kiai Sahal, lanjut Gus Mus, pada era KH Wahab Chasbullah dan KH Bisri Syansuri bahkan sering dilibatkan dalam bahtsul masail karena para kiai sepuh tahu kualitas Kiai Sahal yang sangat mumpuni. Murid Syeikh Muhammad Yasin bin Isa Al-Fadani ini, tambah Gus Mus, telah terbukti kealimannya di forum-forum internasional.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Salah satu ciri ulama yang nyegoro (ilmunya bak seluas lautan) ilmu agamanya itu tidak kagetan. Sampeyan pernah lihat Mbah Sahal kaget? Tidak pernah to..?! Tidak seperti kiai-kiai lainnya. Ada Syiah kaget, ada Ahmadiyah kaget. Ada Ulil Abshar Abdalla kaget,” ujarnya yang langsung disambut tawa hadirin. Menantu Gus Mus, Ulil Abshal Abdalla juga hadir malam itu dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam.

Lebih lanjut Gus Mus menyampaikan, Kiai Sahal merupakan kiai terakhir di lingkungan Nahdlatul Ulama yang memiliki keilmuan yang sejajar dengan Hadratussyekh Kiai Hasyim Asyari, Kiai Wahab Chasbullah, dan Kiai Bisri Syansuri

“Bahkan Kiai Sahal satu-satunya faqih (ulama ahli fiqh) yang tidak hanya menguasai ilmu fiqh dan ushul fiqh, beliau juga sangat menguasai ilmu kemasyarakatan. Dengan penguasaan ini, Kiai Sahal mampu membawa kitab yang disusun pada zaman Rasullah, para sahabat dan tabiin untuk disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini”, tambah Gus Mus.

Gus Mus bercerita, Kiai Sahal muda juga merupakan sosok organisatoris yang handal. Beliau sangat aktif di organisasi NU. “Saya kenal Kiai Sahal itu pada era 1980-an. Saat beliau menjadi katib syuriyah PWNU Jateng, saya wakilnya. Beliau lalu menjadi Rais, saya katib. Hingga beliau masuk jajaran Rais di PBNU saya masih tetap katib mawon,” terang Gus Mus yang lagi-lagi diiringi derai tawa.

Hadir dalam tahlilan malam itu Bupati Pati H Hariyanto, Wakil Bupati H Boediono dan Kapolres Pati Dr Baharuddin beserta jajarannya. Hadir juga Rais Syuriah PCNU Pati KH Aniq Muhammadun dari Pakis dan Habib Muhammad bin Abdullah al-Aidid dari Tayu yang didaulat memimpin tahlil. Para kiai dan ribuan warga Nahdliyin turut serta memenuhi halaman kediaman Rais Aam. (Ali Musthofa Asrori-Muslimin Abdilla/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Olahraga, Nasional Ceramah Felix Siauw Lengkap