Kamis, 26 April 2012

Angkat Tarekat Syattariyah di Cirebon, Disertasi Mahrus Raih Summa Cumlaude

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Wakil Sekretaris PP LP Maarif NU Mahrus mengajukan disertasinya di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB)Program Studi Ilmu Susastra Universitas Indonesia (UI). Ia berhasil mempertahankan disertasinya di depan lima penguji ? dengan predikat summa cumlaude. Dalam karya tulis doktoralnya, Mahrus mengangkat karakteristik taerkat Syattariyah dan Muhammadiyah di Keraton Keprabonan Cirebon.

Angkat Tarekat Syattariyah di Cirebon, Disertasi Mahrus Raih Summa Cumlaude (Sumber Gambar : Nu Online)
Angkat Tarekat Syattariyah di Cirebon, Disertasi Mahrus Raih Summa Cumlaude (Sumber Gambar : Nu Online)

Angkat Tarekat Syattariyah di Cirebon, Disertasi Mahrus Raih Summa Cumlaude

Mahrus meneliti enam naskah yang berkaitan dengan tarekat Syattariyah di Cirebon khususnya di lingkungan keraton. Menurutnya, silsilah tarekat Syattariyyahdi Cirebon memiliki jalur yang berbeda dari tarekat Syattariyah lainnya di Indonesia.

Dari salah satu naskah yang diteliti, ia tidak menemukan nama Syekh Abdurrauf Singkel dan Abdul Muhyi Pamijahan. Tarekat Syattariyah di Cirebon tersambung melalui Abdullah bin Abdul Qahhar yang mengajarkan tarekat tersebut kepada H Muhammad bin Mu’tashim pada abad 18-19 M.

Syattariyah di Cirebon juga berjejaring dengan Syattariyah lainnya di Indonesia terutama melalui Syekh Abdullah bin Abdul Qahhar dan Ahmad Qusyasyi atau Syekh Alam Rabbani.

Berdasarkan naskah yang ditelitinya, Mahrus tidak hanya melihat silsilah Syattariyah, tetapi juga ilustrasi atau diagram iwak telu sirah sanunggal (tiga ikan satu kepala) yang dianggap sebagai suluk Syattariyah di Cirebon.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Suluk inilah yang barangkali bisa dikaitkan dengan tradisi walimahan yang selalu menyertakan ikan dalam ‘berkat’-nya”. begitu juga dengan ikan yang digunakan dalam bendera Kacirebonan dan di beberapa tempat lain seperti di pintu gerabng Kepatihan , dan beberapa tembok sekitar keratin,” kata Mahrus.

Namun, ilustrasi tiga ikan satu kepala ini tidak hanya hadir di Cirebon. Simbol tiga ikan satu kepala (trimina) ini juga ditemukan di dalam naskah milik KH M Bakrin di Desa Drajat, Paciran, Lamongan, sebuah naskah yang ditulis sekitar abad ke-17.

Mahrus juga menemukan aksara pegon yang digunakan dalam naskah-naskah yang ia teliti. Ia menyimpulkan tradisi pegon ini sebagai pengaruh dari tradisi pesantren khususnya dialek lokal Cirebon. Keberadaan bahasa Arab, aksara Arab, dan aksara pegon di keraton Cirebon tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan pondok pesantren yang ada sejak abad ke-18-19 terutama Pesantren Buntet, Babakan Ciwaringin, dan Balerante.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Mahrus mengajukan disertasinya di FIB UI dengan Program Studi Susatra pada Kamis (14/1) siang. Ia adalah pengajar tetap di Jurusan Filsafat Agama di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ia pernah mondok di Pesantren As-Salafiyah Kauman, Pemalang, dan Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap AlaSantri Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 19 April 2012

Ansor Krejengan Libatkan Anak RA Lomba Mewarnai

Probolinggo, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Siswa dan siswi TK dan RA perwakilan seluruh yayasan sekecamatan Krejengan kabupaten Probolinggo mengikuti lomba mewarnai yang diadakan GP Ansor Krejengan, Ahad (15/11) pagi. Dalam rangka memeriahkan Hari Pahlawan, para siswa yang terbagi menjadi dua kategori berdasarkan usia ini mencoba menuangkan imajinasi mereka melalui warna.

Ansor Krejengan Libatkan Anak RA Lomba Mewarnai (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Krejengan Libatkan Anak RA Lomba Mewarnai (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Krejengan Libatkan Anak RA Lomba Mewarnai

Kelompok kategori A untuk anak usia 4-5 tahun. Sementara kategori B untuk anak usia 6 tahun. Ketua GP Ansor Krejengan Ahmad Anshori mengatakan lomba mewarnai ini bertujuan untuk mengenalkan semangat tokoh-tokoh pahlawan sejak usia dini.

“Inilah usaha yang dilakukan oleh pemuda Ansor Krejengan dalam membantu suksesnya pendidikan kepada penerus bangsa. Karena banyak sekali orang saat ini tidak tahu bahkan tidak kenal dengan pahlawannya,” ujarnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menurut Anshori, lomba ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemuda Ansor Krejengan dalam rangka meningkatkan kreativitas anak yang akan berdampak pada peningkatan rasa percaya diri dalam menghadapi masa depannya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Kegiatan lomba ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan anak didik baik secara mental maupun IQ serta jiwa keseniannya. Sehingga anak-anak mampu menyalurkan bakat dan kemampuan yang dimilikinya,” jelasnya.

Anshori mengharapkan lomba mewarnai ini nantinya akan memunculkan para bibit-bibit muda yang mampu mengharumkan nama bangsa terutama di bidang kesenian. Lomba mewarnai ini sangat berguna bagi kreativitas anak.

“Mewarnai merupakan salah satu bagian dari dunia pendidikan anak sehingga butuh suatu perhatian, bukan saja dari orang tua tetapi juga dari semua pihak,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Ulama Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 18 April 2012

Upacara HUT RI, Pesantren Salafiyah Parappe Baca Yasin untuk Pejuang

Polewali Mandar, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, Campalagian, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, turut merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar upacara bendera, Senin (17/8). Dengan mengenakan sarung, kopiah dan baju koko, sekitar 600 an santri dan pengurus pesantren setempat pagi itu antusias mengikuti jalannya upacara.

Ketua Dewan Pengurus Harian Pondok Pesantren Salafiyah Parappe Muhammad Yasin saat menjadi inspektur upacara mengatakan, Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 atau 9 Ramadhan 1364 pukul 10.00 WIB merupakan puncak keberhasilan perjuangan kaum santri dan para ulama dalam upaya membebaskan bangsa dari penjajahan.

Upacara HUT RI, Pesantren Salafiyah Parappe Baca Yasin untuk Pejuang (Sumber Gambar : Nu Online)
Upacara HUT RI, Pesantren Salafiyah Parappe Baca Yasin untuk Pejuang (Sumber Gambar : Nu Online)

Upacara HUT RI, Pesantren Salafiyah Parappe Baca Yasin untuk Pejuang

Menurutnya, atas dorongan para ulama, sang proklamator berani membacakan teks proklamasi bersejarah itu. "Oleh karena itu salah besar bila bangsa ini melupakan pondok pesantren, melupakan santri dan kiai, karena mereka memiliki hubungan yang dekat dengan sejarah kemerdekaan bangsa ini," ujarnya yang disaksikan langsung Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Parappe AG Abdul Latif Busyra.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kegiatan yang digelar sebagai ekspresi kecintaan santri terhadap NKRI ini diakhiri dengan pembacaan surat Yasin oleh peserta upacara untuk para pejuang yang jihad demi kemerdekaan Indonesia. (Red: Mahbib)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Nusantara Ceramah Felix Siauw Lengkap