Sabtu, 30 September 2017

Kaum Beragama “Tak Beragama”

Oleh: Slamet

Pelbagai kasus kekerasan, anarki dan teror atas nama agama atau yang dilakukan oleh kaum beragama sebenarnya menunjukkan bahwa mereka bukanlah kaum “beragama”. Kesimpulan singkat ini merupakan analisis dasar dari pemahaman makna agama sebagai sebuah institusi yang mengatur kehidupan manusia untuk menuju kedamaian abadi.

Namun sayangnya, banyak kaum-kaum beragama yang justru memanfaatkan dalil-dalil agama untuk melakukan kekerasan. Bahkan, lebih spesifik lagi untuk kepentingan-kepentingan politik. Tragedi Muslim Rohingya, Bom di Gereja Oikumene Samarinda dan tragedi-tragedi kekerasan atas nama agama lainnya menjadi contoh tentang masih banyaknya kaum beragama yang tak “beragama”.

Kaum Beragama “Tak Beragama” (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaum Beragama “Tak Beragama” (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaum Beragama “Tak Beragama”

Padahal, hakikat beragama bukan terletak pada pengakuan seseorang bahwa ia telah memeluk agama tertentu, kemudian menuliskannya di kartu identitas sebagai bukti ia telah beragama. Begitu pula, dalam beragama juga tidak cukup sekadar membaca terjemah kitab suci, kemudian menelan mentah-mentah tanpa melihat aspek historis dan sosiologis yang melatar belakangi ayat tersebut diturunkan.

Namun, hakikat beragama terletak pada seberapa jauh pemeluk agama mengetahui makna dasar agama itu sendiri. Hal ini sangat penting untuk menjadikan kaum yang—mengaku—beragama menjadi benar-benar “beragama.” Oleh karena itu, pemahaman terhadap makna dasar agama adalah prasyarat mutlak bagi kaum beragama untuk memahami agama secara hakiki.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menilik pengertian agama dari sudut pandang bahasa, maka agama berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “a” dan “gama”. Huruf “a” berarti tidak dan “gama” berarti kacau. Lebih gampangnya, agama berarti kedamaian atau menghilangkan kekacauan.

Dari pengertian dasar ini saja, manusia yang mengaku sebagai kaum beragama tidak akan mungkin melakukan kekacauan, karena bertentangan dengan makna agama itu sendiri. Maka, hanya dengan melihat makna agama dari sudut pandang etimologisnya, pantaskah kaum beragama melakukan kekacauan? Atau bahkan lebih dari itu, bolehkan kaum beragama melakukan tindakan anarkis dan teror?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Tentu jawabannya tidak. Karena dengan melakukan hal-hal itu, maka kaum beragama telah mengotori hakikat “agama” itu sendiri. Namun sayangnya, justru yang terjadi hari ini adalah tindak kekerasan, anarkis dan teror yang menggunakan dalil agama, khususnya dalil tentang jihad. Salah kaprah pemahaman tentang jihad inilah yang kemudian membuat makna jihad menjadi sesuatu yang dikonotasikan pada aktivitas yang berbau kekerasan bahkan hingga memunculkan the Holy War Doctrine.

Doktrin “Holy War”

Doktrin ”Holy War” adalah sebuah doktrin yang mengajarkan tentang perang yang dilakukan atas perintah Tuhan. Bahkan, lebih jauh lagi kelompok yang meyakini bahwa Tuhan memerintahkan perang ini menganggap aktivitas ini sebagai sebuah tugas suci dan mulia demi mendapatkan derajat tinggi di sisi Tuhannya. Doktrin ini akan mudah sekali dicerna oleh kaum-kaum tekstualis yang hampir selalu mengabaikan latar belakang sebuah ayat diturunkan.

Singkatnya, kaum tektualis memahami sebuah teks ke dalam alih bahasa yang itu pun sebenarnya tidak mesti sama maknanya. Kelompok-kelompok ini pula yang memahami bahwa perang adalah bagian tak terpisahkan dari jihad. Akibatnya, pemahaman ini seolah membuat relasi antara “jihad” dan “perang” sebagai satu kesatuan yang utuh. Padahal tidak demikian adanya. Jihad tidak semata-mata menyoal perang, namun juga perjuangan intelektual (al Ijtihad) dan perjuangan sprititual (al Mujahadah).

Keberadaan kelompok tekstualis yang pada perjalanannya menjadi kaum ekstrimis tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Kesadaran yang sangat rendah terhadap kesetaraan manusia di mata hukum, HAM maupun Tuhan menjadikan mereka gelap mata dengan tidak mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan. Padahal, memanusiakan manusia adalah salah satu tujuan utama adanya agama di muka bumi. Sebaliknya, manusia yang tidak mampu memanusiakan manusia sejatinya belum mampu memahami tentang makna agama yang sesungguhnya.

Kondisi ini masih diperkuat dengan akses informasi tentang pemahaman-pemahaman doktrin ekstrimis yang sangat mudah dijangkau oleh masyarakat melalui teknologi informasi. Blog-blog hingga portal-portal berita yang menyajikan referensi tentang doktrin-doktrin kelompok ekstrimis masih terus bertebaran dan jumlahnya terus meningkat.

Hal ini masih diperparah dengan ketiadaan batas usia untuk bisa mengakses informasi tersebut, sehingga upaya filterisasi terhadap informasi sangatlah rendah. Alhasil, informasi yang didapat langsung ditelan mentah-mentah tanpa melihat dari mana sumbernya, siapa yang menyampaikan dan dari media apa.

Oleh karena itu, demi menjaga toleransi yang sudah sekian lama dibangun di Indonesia sekaligus menjadi kekuatan bangsa, pemerintah harus tegas terhadap aktivitas-aktivitas yang membahayakan keutuhan bangsa, baik dalam dunia nyata maupun dunia maya. Keterbukaan informasi memang sudah menjadi hal yang wajib di era globalisasi. Begitu pula dengan kebebasan berpendapat yang menjadi nilai utama dari berdemokrasi.

Namun, jangan sampai keterbukaan informasi dan kebebasan berpendapat justru menjadi bumerang bagi bangsa ini. Khusus untuk hal ini, Indonesia perlu mengingat kembali sejarah Uni Soviet yang justru hancur karena kebijakan Glasnost di masa pemerintahan Mikhail Gorbachev pada pertengahan 1980-an. Kebijakan tentang keterbukaan informasi (Glasnost) ini justru menjadi bumerang hingga menyebabkan runtuhnya Uni Soviet pada 26 Desember 1991 selain kebijakan Perestroika (restrukturisasi ekonomi) dan Uskoreniye (percepatan pembangunan ekonomi).

Jika pemerintah Indonesia belum juga bertindak tegas pada aktivitas-aktivitas kelompok ini yang sudah semakin merajalela dalam arus informasi digital, maka bukan tidak mungkin kelompok-kelompok ekstrim yang menganggap aktivitas teror sebagai bagian dari Holy War akan terus bertambah. Termasuk ancaman terhadap toleransi dan keberagamaan di Indonesia akan semakin pudar. Sekali lagi, bahwa pemerintah memiliki peran vital dalam mengontrol dan mengatur aktivitas kehidupan masyarakatnya demi menjaga keutuhan bangsanya.

Penulis adalah Direktur NU Care – LAZISNU dan Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Islamic Studies UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.



Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pesantren, Ulama, Bahtsul Masail Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 29 September 2017

Hilal Terlihat, Bulan Maulid telah Tiba

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Rukyatul Hilal atau pengamatan bulan sabit untuk penentuan awal Rabiul Awal atau bulan Maulid 1434 H, Sabtu (12/1) telah berhasil melihat hilal di sejumlah daerah, antara lain di Gresik Jawa Timur, dan Sukabumi Jawa Barat.

Di Gresik, rukyat dilakukan di Bukit Condrodipo. Laporan rukyat disampaikan oleh H M. Inwanuddin. Sementara di Sukabumi, rukyat dilakukan di Pelabuhan Ratu, antara lain KH Muhammad Anshori, KH Emoh, dan KH Masyhud.

Hilal Terlihat, Bulan Maulid telah Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Terlihat, Bulan Maulid telah Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)

Hilal Terlihat, Bulan Maulid telah Tiba

Berdasarkan data hisab dalam almanak NU, posisi hilal pada saat dilakukan rukyat, Sabtu petang memang sudah cukup tinggi, lebih 5 derajat di atas ufuk.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Alhamdulillah almanak kita cocok. Kami ucapkan terimakasih kepada jajaran Lajnah Falakiyah NU di berbagai daerah yang telah menyelenggarakan rukyat,” kata KH A. Ghazalie Masroeri, dihubungi Ceramah Felix Siauw Lengkap.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Karena hilal telah terlihat maka tanggal 1 Rabiul Awal 1434 akan jatuh pada hari Ahad, bertepatan dengan 13 Januari 2013. Terhitung mulai Sabtu malam, umat Islam sudah berada di bulan maulid.

“Mari kita syiarkan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk menggerakkan roda dakwah, seperti dulu dilakukan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi,” kata Kiai Ghazali.

Menurutnya, peringatan hari kelahiran baginda Nabi dan pembacaan shalawat tidak harus dilakukan pada tepat tanggal 12 Rabiul Awal, tetapi bisa dilakukan di sepanjang bulan ini.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap RMI NU, Amalan, Makam Ceramah Felix Siauw Lengkap

IAIMNU Metro Lampung Bedah Buku "Demokrasi Muka Dua" Karya Wasekjen PBNU

Lampung,? Ceramah Felix Siauw Lengkap. Istilah demokrasi bukan merupakan barang baru, istilah ini sudah cukup familier di tengah-tengah masyarakat. Setelah bergulirnya agenda reformasi 1998, kran demokrasi di Indonesia terbuka begitu luas dan bahkan Indonesia mendapatkan predikat negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

Terkait hal tersebut dalam rangka membaca perjalanan demokrasi melalui pembacaan ulang terhadap Pilkada di Indonesia, Wakil Sekjen PBNU Muhammad Aqil Irham menulis buku Demokrasi Muka Dua. ? Buku ini dibedah di Aula Institut Agama Islam Ma’arif NU Kota Metro Lampung, Sabtu (28/5).

“Ini adalah bedah buku pertama kali yang saya alami setelah diterbitkannya buku saya Demokrasi Muka Dua. Sebenarnya sekjen PBNU, kemudian Universitas Lampung juga minta untuk dapat membedah buku ini, namun IAIMNU Metro Lampung mendapatkan kesempatan yang pertama,” kata Irham membuka diskusi.

IAIMNU Metro Lampung Bedah Buku Demokrasi Muka Dua Karya Wasekjen PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
IAIMNU Metro Lampung Bedah Buku Demokrasi Muka Dua Karya Wasekjen PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

IAIMNU Metro Lampung Bedah Buku "Demokrasi Muka Dua" Karya Wasekjen PBNU

“Buku ini saya sajikan melalui analisis atas seluk-beluk Pemilukada yang telah berlangsung sejak tahun 2005,” ujarnya.

Demokrasi yang terjadi di Indonesia saat ini, kata Irham, masih jauh dari cita-cita reformasi. Demokrasi baru kuat dari unsur kratos dan kurang diimbagi dari unsur demosnya, sehingga demokrasi menemukan relevansinya dengan praktik-prektik korupsi, karena para koruptor mudah berlindung di balik demokrasi institusi yang dibuatnya.?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Irham merekomendasikan kepada masyarakat melalui berbagai macam cara dan lembaga untuk tetap mengawasi perjalanan demokrasi. “Penguatan civil society ini wajib adanya,” kata doktor bidang Sosiologi Universitas Indonesia ini.?

Rektor IAIM NU Metro Lampung, Mispani mengungkapkan agenda seperti ini harus sering dilakukan di lingkungan perguruan tinggi. Ia berharap dengan kegiatan ini civitas kampus mendapatkan pengetahuan baru, sekaligus menjadi media klarifikasi terhadap teori-teori yang di lahirkan oleh para penulis. Disamping memberikan rangsangan kepada para audien untuk dapat menulis.

Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya para dosen, mahasiswa, ketua-ketua partai, beberapa angota DPRD, Ketua KPU dan pimpinan Ormas yang ada di eks Lampung Tengah Kota Metro, Lampung Timur dan Lampung Tengah. (Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap Nasional, IMNU Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 28 September 2017

Ancam NKRI, Pagar Nusa Siap Bubarkan Konferensi HTI

Tasikmalaya, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat siap membubarkan Konfereni Islam dan Peradaban yang akan dilaksanakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Asia Plaza Kota Tasikmalaya pada Ahad 1 Juni 2014 besok. Konferensi tersebut rencananya akan dihadiri anggota HTI se-Priangan Timur.

“Jika aparat, baik pemerintah Kota Tasikmalaya, Polri maupun TNI tidak mampu membubarkan Konferensi HTI tersebut, maka kami PC Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya siap membubarkan acara tersebut dengan segala resikonya,” tegas Yoga Arif Maulana, salah seorang koordinator aksi saat melakukan aksi pembubaran Konferensi Peradaban Islam HTI di Tugu Adipura Kota Tasikmalaya tadi siang.

Ancam NKRI, Pagar Nusa Siap Bubarkan Konferensi HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ancam NKRI, Pagar Nusa Siap Bubarkan Konferensi HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ancam NKRI, Pagar Nusa Siap Bubarkan Konferensi HTI

Aksi pembubaran acara HTI tersebut dilakukan, lanjut Yoga, karena jelas mereka merupakan aliran yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan membiarkan acara tersebut berlangsung, katanya, berarti kita membiarkan mereka merongrong keutuhan bangsa.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Ya jelas, mereka itu melakukan makar terhadap keutuhan NKRI dan persatuan bangsa. HTI ingin merubah dasar negara kita, mereka tidak mengakui Pancasila, UUD 45. Maka, sudah merupakan kewajiban kita sebagai penerus perjuangan para ulama pendiri bangsa untuk mengusir dari bumi Indonesia,” paparnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Yang paling menyakitkan, dia menambahkan, pelaksanaan konferensi tersebut bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila. “Ini bentuk pelecehan terhadap bangsa. Ini ada apa? Masa aparat pemerintah, TNI maupun Polri membiarkan para pelaku makar melakukan acara tepat di hari kelahiran Pancasila, 1 Juni. Apakah mereka tidak mengetahui perjuangan para pahlawan pendiri bangsa kita,” ucap Yoga.

Ditemui di sela-sela aksi, Ketua Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya, Moch An’am Nazily menambahkan, jika HTI tetap melaksanakan acara tersebut, maka Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya akan turun lagi dengan jumlah pasukan lebih banyak. “Harap dicatat, aksi hari ini tidak akan berhenti sampai di sini. Target kita acara HTI harus bubar. Selamatkan NKRI, selamatkan Pancasila dan kita selamatkan Aswaja,” tegasnya.

Sementara itu, dalam aksi tersebut, peserta aksi memasangkan spanduk penolakan bertuliskan “Bubarkan Hizbut Tahrir Indonesia” di lokasi aksi dan Asia Plaza, tempat yang akan dijadikan lokasi acara HTI tersebut. (Asep Sufian Sya’roni/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Sejarah, Kiai Ceramah Felix Siauw Lengkap

Atribut Parpol di Area Muktamar NU Tambakberas Dibersihkan

Jombang, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Kalangan pengasuh muda Pesantren Bahrul Ulum (BU) Tambakberas menurunkan spanduk partai politik PKB yang berada di lingkungan pesantren. Pasalnya pesantren BU menjadi salah satu lokasi Muktamar ke-33 NU agar even limatahunan NU ini tidak menjadi ajang kampanye partai politik.

Dipimpin langsung Gus Latif Malik, Humas Pesantren BU, beberapa santri dan pengurus melakukan sweeping dikawasan pesantren yang memiliki  sekitar 7 ribu santri itu. Saat menemukan adanya spanduk PKB. Mereka langsung menurunkannya.

Atribut Parpol di Area Muktamar NU Tambakberas Dibersihkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Atribut Parpol di Area Muktamar NU Tambakberas Dibersihkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Atribut Parpol di Area Muktamar NU Tambakberas Dibersihkan

"Seluruh pengurus sudah sepakat bahwa kawasan pesantren yang ditempati kegiatan Muktamar ke-33 NU harus bebas aktribut partai. Makanya kita hari ini melakukan sweeping," ujarnya didampingi Gus Wahab Yahya, Sabtu (25/7) siang keamrin.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pesantren BU Tambakberas lanjutnya tidak ingin, selama Muktamar NU digelar dijadikan ajang kampanye partai politik tertentu. Hal ini sesuai rapat keluarga besar Bahrul Ulum. "Ini keputusan musyawrah keluarga pesantren. Meski spanduk sebagai ucapan selamat juga harus dibersihkan," imbuhnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Spanduk yang diturunkan itu antara lain bertuliskan Selamat dan Sukses Muktamar ke-33 NU terdapat gambar Partai PKB dan foto Wakil Bupati bangkalan H Mondzir Rofii. Spanduk itu terpampang di tembok salah satu madrasah yang berada di pintu masuk Pesantren Bahrul Ulum.

Pesantren bahrul Ulum merupakan salah satu lokasi Muktamar ke-33 NU. Di pesantren ini nanti akan digunakan kegiatan tiga komisi Bahtsul Masail Diniyah. Sekitar 1200 peserta Muktamar dari berbagai daerah akan hadir di pesantren ini. (Muslim Abdurrahman/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Ubudiyah, Pendidikan, AlaNu Ceramah Felix Siauw Lengkap

Mendikbud Bakal Sertakan Madrasah di Tiap Ajangnya, Ini Kata Ma’arif NU

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Mendikbud Anies Baswedan akan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh peserta didik dari jalur pendidikan manapun untuk mengikuti setiap ajang lomba yang diselenggarakan oleh pihaknya. Selain madrasah dan sekolah kedinasan, Kemdikbud juga akan mengakomodir sekolah dari jalur pendidikan nonformal dan informal, seperti sekolah alam dan sekolah rumah.

Mendikbud Bakal Sertakan Madrasah di Tiap Ajangnya, Ini Kata Ma’arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendikbud Bakal Sertakan Madrasah di Tiap Ajangnya, Ini Kata Ma’arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendikbud Bakal Sertakan Madrasah di Tiap Ajangnya, Ini Kata Ma’arif NU

“Kami mengapresiasi niatan tersebut, karena menurut kami, segala sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan kualitas peserta didik, tidak relevan lagi mempermasalahkan hal-hal teknis,” ujar Sekretaris PP LP Ma’arif NU, Zamzami, SAg, MSi saat dihubungi lewat telepon, Jum’at (13/3) di Jakarta.

Seperti, tambah Zamzami, kasus ‘pembegalan’ madrasah baru-baru ini di ajang OSN, itukan teknis, karena selama ini ajang-ajang kompetitif saling terpisah sejak tahun 2009 antara Kemenag (KSM) dan Kemdikbud (OSN). Oleh karena itu, kata dia, kualitas peserta didik melalui lomba-lomba kompetitif jangan dipilah-pilah seperti itu.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Sesungguhnya kami sangat menyayangkan langkah Kemenag untuk mengadakan ajang sendiri, karena kalau satu sama lain menyelenggarakan sendiri-sendiri, buat apa kami menyelenggarakan pendidikan nasional,” ucapnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Perlu diketahui, tambahnya, tahun 2002, kompetisi seperti OSN itu diikuti oleh seluruh peserta didik dari jalur pendidikan manapun. “Kami protes kasus ‘pembegalan’ MI di Semarang itu atas dasar kepentingan peserta didik, meskipun kami tahu Kemenag dan Kemdikbud sebetulnya mempunyai ajang masing-masing,” terangnya.

Seperti diinformasikan, tahun 2015 ini, Kemdikbud akan menyelenggarakan berbagai macam ajang kompetisi dan festival, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional (LCSPN), Kuis Kihajar (Kita Harus Belajar), Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomojari), Lomba Karya Jurnalistik Siswa Nasional (LKJS), Lomba Cipta Puisi, Cipta Lagu, Melukis, Membatik, dan lain sebagainya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap RMI NU Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 26 September 2017

Oman Ingin Bertukar Produk Perdagangan dengan Pengusaha NU

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pemerintah Oman melalui kementerian perdagangan dan pertaniannya tertarik untuk bertukar produk perdagangan dengan para pengusaha di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Demikian dalam pertemuan dengan delegasi pemeritah Oman di kantor PBNU, Jakarta, Jum’at (10/10) siang.

Oman Ingin Bertukar Produk Perdagangan dengan Pengusaha NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Oman Ingin Bertukar Produk Perdagangan dengan Pengusaha NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Oman Ingin Bertukar Produk Perdagangan dengan Pengusaha NU

Dalam pertemuan itu delegasi Oman diwakili oleh Al-Gheilani ghaith Ali Mubarak Mohammed (utusan menteri perdagangan oman), Al-Maqbali Naif Abdullah (utusan menteri perdagangan oman), Kharusi Said Abdullah (kementrian pertanian wilayah timur Oman), Al-Hajri Mohammed Badr Salim (kementrian pertanian wilayah tengah Oman), yang didampingi atase ekonomi KBRI Oman Bayu dan Jubir KBRI Oman untuk Indonesia Samsul Bahrain.

Delegasi Oman disambut langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekjen PBNU Marsudi Syuhud beserta Ketua Lembaga Perekonomian NU (LPNU) Mustholihin Madjid dan sejumlah pengurus LPNU yang didampingi staf PBNU untuk urusan luar negeri Ajat Sudrajat.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menurut Ajat Sudrajat, dalam kesempatan itu pihak Oman berharap pengusaha NU bisa menyuplai berbagai produk makanan kemasan kering, buah-buahan yang dikeringkan serta jangung dan beberapa hasil-hasil pertanian, serta produk makanan ternak.

“Sementara pihak Oman ingin memasarkan korma Oman ke Indonesia melalui NU,” katanya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam kesempatan itu mengatakan, NU membuka seluas-luasnya kersajama dengan pihak luar untuk membangkitkan pengusaha NU dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi warga NU secara lebih luas. Selebihnya Ketua Umum lebih dalam pertemuan itu banyak bercerita tentang berbagai hal terkait organisasi NU. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap RMI NU, News, Hikmah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Belum Menunaikan Zakat Fitrah, Wajib Qadla?

Assalamu alaikum wr. wb. Pengasuh rubrik bahtsul masail yang semoga senantiasa dimuliakan dan? dirahmati Allah swt. Bagaimanakah zakat fitrah yang belum dibayarkan sampai melewati shalat? Idul Fitri (tahun lalu), apakah tetap wajib dibayar? Apakah wajib mengqadla? Terimakasih atas penjelasannya. Wassalamualaikum Wa rohmatullahi Wa barokatuh. (Zuhdi Arifin, Joho Wates Kediri)

?

---

Belum Menunaikan Zakat Fitrah, Wajib Qadla? (Sumber Gambar : Nu Online)
Belum Menunaikan Zakat Fitrah, Wajib Qadla? (Sumber Gambar : Nu Online)

Belum Menunaikan Zakat Fitrah, Wajib Qadla?

Waalaikum salam wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Sebagaimana yang telah kami jelaskan dalam rubrik Bahtsul Masail tanggal 23/07/2014 bahwa hukum zakat fitrah itu adalah wajib. Salah satu hadits yang menjadi dasarnya adalah hadits berikut ini:

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Dari Ibnu ‘Umar ra ia berkata, Rasulullah saw mewajibkan zakat fithr satu sha` dari kurma atau satu sha` dari gandum baik kepada budak, orang merdeka, laki-laki, perempuan, anak kecil dan orang dewasa dari kalangan orang muslim. Dan Rasulullah saw memerintahkan zakat tersebut ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk menunaikan sahalat ‘id." (Muttafaq ‘alaih).

Kewajiban menunaikan zakat fitrah harus memenuhi tiga syarat. Yaitu, Islam, terbenamnya matahari pada akhir puasa Ramadlan (meskipun hukumnya boleh disalurkan di bulan Ramadhan), dan adanya kelebihan makanan pokok baginya dan keluarganya pada hari itu (malam idul fitri).

Sebagai sebuah kewajiban maka zakat fitrah harus ditunaikan sesuai dengan aturan dan waktu yang telah ditentukan. Dengan demikian apabila orang muslim yang memang sudah memenuhi ketentuan untuk menunaikan zakat fitrah kemudian mengakhirkannya sampai melewati hari raya Idul Fitri maka tindakan tersebut adalah perbuatan yang diharamkan dan ia mendapatkan dosa. Hal ini seperti orang yang meninggalkan shalat. ?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Adapun mengakhirkan zakat fitrah sampai melewati hari raya Idul Fitri maka menurut Ibnu Ruslan adalah haram sebagaimana kesepakatan para ulama karena merupakan zakat. Karenanya, pengakhiran zakat fitrah sampai melewati hari raya Idul Fitri mengharuskan adanya dosa sebagaimana mengeluarkan (meninggalkan, pent) shalat sampai melewati waktunya”. (lihat al-Azhim Abadi, ‘Aun al-Ma’bud Syarh Sunani Abi Dawud, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1415 H, juz, 5, h. 4) ? ? ?

Mengakhirkan pembayaran zakat fitrah sampai melewati hari raya Idul Fitri adalah diharamkan. Hal ini harus dipahami dalam konteks ketika tidak ada alasan syar’i atau yang dikenal dengan sebutan al-‘udzr asy-syar’i.

Lantas apakah wajib mengqadlanya? Jawabanya yang tersedia dalam pelbagai kitab fikih, terutama dalam madzhab syafi’i yang kami temukan adalah wajib untuk segera mengqadlanya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Dan tidak boleh mengakhirkan zakat fitrah sampai melewati hari raya Idul Fitri, karenanya jika seseorang mengakhirkannya maka ia berdosa dan wajib mengqadlanya” (Abu Ishaq as-Syirazi, at-Tanbih fi Fiqh asy-Syafi’i, Bairut-Alam al-Kutub, 1403 H, h. 61)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Dan wajib mengqadla (bagi orang yang mengakhirkan pembayaran zakat fitrah sampai melebihi hari raya Idul Fitri, pent) dengan segera karena kesalahannya (maksiat) dengan melakukan pengakhiran tersebut. Dan dari sini juga dapat dipahami bahwa seandainya pengakhiran tersebut bukan karena kesalahan yang sengaja dibuat? seperti karena lupa maka tidak harus segera mengqadlanya” (Lihat Ibnu Hajar al-Haitsami, Tuhfah al-Muhtaj ila Syarh al-Minhaj, Mesir al-Maktabah at-Tijariyah al-Kubra, 1357 H/1983 M, juz, 4, h. 381)

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Bagi yang berkewajiban menunaikan zakat fitrah segeralah memberikan kepada yang berhak dan jangan menundanya. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamualaikum wr. wb

Mahbub Maafi Ramdlan

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kajian Sunnah, Pertandingan, Ubudiyah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 25 September 2017

Ini Cara Tobat Anak Durhaka Setelah Orang Tua Tiada

Kisah anak durhaka identik dengan cerita Malin Kundang. Terlepas dari benar atau tidak kisah itu, pastinya cerita Malin Kundang sangat mempengaruhi pikiran anak supaya tidak melawan orang tuanya. Kalau ada anak nakal, biasanya dikatakan, “Kamu mau kayak Malin Kundang?” Sontak si anak diam dan takut.

Namun pada zaman modern ini, kisah Malin Kundang tampaknya tidak sakti lagi. Malah yang terjadi, munculnya Malin Kundang baru yang diperankan oleh aktor yang berbeda-beda. Bahkan kelakuan sebagian anak sekarang, lebih parah dari Malin Kundang. Bila Malin Kundang hanya tidak mengakui orang tuanya di depan kekasihnya, anak sekarang tega membunuh orang tuanya sendiri. Ini tidak terjadi satu-dua kali, tetapi berulang kali.

Ini Cara Tobat Anak Durhaka Setelah Orang Tua Tiada (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Tobat Anak Durhaka Setelah Orang Tua Tiada (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Tobat Anak Durhaka Setelah Orang Tua Tiada

Durhaka kepada orang tua termasuk kategori dosa besar. Durhaka dosa besar kedua setelah syirik. Saking murka-Nya, Allah SWT tidak hanya menyiksa anak durhaka di akhirat, tetapi juga di dunia. Dalam Al-Mustadrak karya Al-Hakim, Abu Bakrah mendengar Rasulullah SAW berkata:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Artinya, “Allah SWT akan mengakhirkan balasan setiap dosa hingga hari kiamat kelak, kecuali dosa durhaka kepada orang tua. Dia mempercepat balasannya pada waktu masih hidup atau sebelum meninggal,” (HR Al-Baihaqi).

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Makna durhaka di sini lebih umum. Apapun bentuk perbuatan yang menyakiti orang tua dapat dikategorikan sifat durhaka. Taqiyuddin As-Subki, seperti dikutip Badruddin Al-‘Ayni dalam ‘Umdatul Qari, mengatakan, “Yang dimaksud durhaka ialah segala tindakan yang menyakiti hati orang tua, baik sedikit maupun banyak”. Karenanya, jagalah hati orang tua dan ikuti nasihatnya. Jangan sampai tindakan yang kita lakukan membuat dia marah dan tersakiti.

Andaikan pernah membuat hati orang tua tersakiti, segeralah minta maaf dan memohon ampun kepada Allah SWT. Akan tetapi persoalannya, bagaimana bila kedua orang tua sudah meninggal. Semisal anak yang membunuh orang tuanya, apakah diterima tobatnya? Apalagi orang tuanya meninggal dalam keadaan marah atau tidak ridha dengan yang dilakukan anaknya.

Al-Nawawi dalam kumpulan fatwanya, Fatawa al-Nawawi, berpendapat:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Tuntutan kedua orang tua kepada anak durhaka di akhirat, tidak ada jalan untuk membatalkannya. Tapi sebaiknya, anak durhaka yang sudah tobat dan menyesal, memperbanyak istighfar (minta ampun) dan berdo’a untuk kedua orang tuanya. Kalau mampu, perbanyak sedekah atas nama orang tua, mengormati orang yang dihormati oleh kedua orang tua semasa beliau masih hidup, seperti temannya. Menyambung tali silaturahmi (dengan saudara atau teman orang tua), membayar hutangnya, atau melakukan apapun yang mudah baginya.”

Kesempatan bertobat dibuka lebar bagi siapapun, termasuk anak durhaka. Rasul SAW mengatakan, “Orang yang benar-benar bertobat seperti orang yang tidak berdosa,” (HR Ibnu Majah). Selain meminta ampun atas kedurhakaannya kepada Allah SWT, ia juga dianjurkan untuk berbuat baik kepada orang tuanya meskipun sudah meninggal. Cara berbuat baik kepada orang meninggal ialah dengan cara melakukan amalan, semisal bayar hutang, sedekah, silaturahmi, dan lain-lain, sembari menghadiahkan pahalanya untuk mereka.

Seseorang dari Bani Salamah pernah menanyakan hal ini kepada Nabi Muhammad SAW. Ia bertanya, “Apakah mungkin saya melakukan kebaikan untuk kedua orang tua, sementara mereka sudah meninggal?” Rasulullah SAW menyarankan kepadanya agar memperbanyak istighfar dan do’a untuk mereka, menunaikan janji dan menyambung tali silaturahmi yang belum terpenuhi pada waktu mereka masih hidup, serta menghormati teman-teman mereka, (HR Abu Dawud).

Maka dari itu, selagi orang tua masih hidup, perbanyaklah berbuat baik kepada mereka. Apabila keduanya sudah meninggal, seorang anak masih dimungkinkan berbuat baik kepada mereka sebagaimana yang dikatakan Rasulullah SAW. Terlebih lagi bagi orang yang pernah menyakiti hati kedua orang tuanya semasa keduanya hidup. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kyai Ceramah Felix Siauw Lengkap

Minggu, 24 September 2017

Gus Yusuf: Tak Hanya Semangat, Berjuang Butuh Ilmu

Sleman, Ceramah Felix Siauw Lengkap. KH Yusuf Chudlori, pengasuh PP API Tegalrejo Magelang memberikan taushiyah kepada para jama’ah pada kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1434 H yang diselenggarakan GP Ansor , Fatayat NU dan Banser Kecamatan Sleman, Sabtu (2/2) lalu.

Dalam kesempatan tersebut Gus Yusuf, panggilan kiai muda Asal Magelang itu, memberikan nasihat kepada ribuan hadirin yang memadati komplek Masjid Agung Kabupaten Sleman. 

Gus Yusuf: Tak Hanya Semangat, Berjuang Butuh Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yusuf: Tak Hanya Semangat, Berjuang Butuh Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yusuf: Tak Hanya Semangat, Berjuang Butuh Ilmu

Gus Yusuf menekankan bahwa berjuang di dalam menegakkan agama khususnya aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah merupakan perbuatan yang mulia. Para pejuang dalam menegakkan Islam akan selalu berada di bawah naungan Allah SWT.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Namun fenomena saat ini banyak perjuangan yang hanya berbekal semangat saja tanpa dilandasi dengan ilmu. Semangat itu penting namun lebih indah lagi apabila dilandasi dengan ilmu,” ujar Gus Yusuf .

Gus Yusuf memberikan nasihat kepada seluruh hadirin agar selalu tidak bosan guna mencari ilmu khususnya ilmu agama. Dikatakannya, dengan ilmu segala sesuatu akan lebih bermanfaat dalam menjalankan roda organisasi Ansor, Fatayat NU dan Banser yang berupa keistiqomahan didalam berjuang.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selain itu ia juga mengingatkan, untuk mencari ilmu khususnya ilmu agama wajib kepada orang yang benar-benar menguasai ilmu agama. Jika belajar agama bukan kepada ahlinya makan kehancuran akan menunggu di depan mata.

“Lebih baik apabila dalam mempelajari agama di pondok-pondok pesantren yang berbasis Ahlussnunnah wal Jama’ah, karenda di dalam pesantren kesanadan ilmu terjaga dan bersambung sampai Rasulullah SAW,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut hadir Ketua PW GP Ansor DIY Sahabat Fairuz, Ketua PCNU Sleman KH Nurjamil Dimyati, anggota DPRD Sleman Sahabat Nurus Saifudin dan ribuan Jama’ah yang mengiring lantunan sholawat yang dibawakan oleh Al Habib Agil Bin Umar Al Quthban.

Di akhir acara yang diselenggarakan oleh GP Ansor, Fatayat NU dan Banser Kecamatan Sleman, Rais Syuriyah PCNU Sleman KH Masud Masduqi memimpin do’a.

Redaktur  : A. Khoirul Anam

Kontributr: Muhammad Nuur Rohmaan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Cerita, Warta Ceramah Felix Siauw Lengkap

Zawawi Imron: Bacalah Kehidupan dengan Hati!

Pamekasan, Ceramah Felix Siauw Lengkap

Orang-orang banyak korupsi dikarenakan pengetahuan agamanya hanya dari mata dengan kertas, tidak menggunakan mata hati dengan kehidupan. Untuk mencegah dan menghindari perilaku korup, salah satu caranya ialah melalui membaca kehidupan dengan hati.

Demikian ditegaskan budayawan D Zawawi Imron saat menjadi pembicara dalam pengukuhan dan ceramah kebudayaan serta santunan anak yatim oleh Forum Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (FAPMII) Universitas Islam (UI) Madura di SMKN 3 Pamekasan, Ahad (27/3).

Zawawi Imron: Bacalah Kehidupan dengan Hati! (Sumber Gambar : Nu Online)
Zawawi Imron: Bacalah Kehidupan dengan Hati! (Sumber Gambar : Nu Online)

Zawawi Imron: Bacalah Kehidupan dengan Hati!

Penyair berjuluk “Celurit Emas” ini mengamini betapa para pejabat yang terjerat kasus korupsi di negeri ini, nyaris semuanya berasal dari orang-orang yang pernah mengenyam pendidikan. Itu menandakan bahwa mereka tidak pernah menjalani kehidupan ini dengan hati.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Salah satu ciri seseorang yang selalu membaca kehidupan dengan hati ialah menghayati betapa masih banyak kaum dluafa yang terabaikan, kemiskinan menerpa banyak anak bangsa di negeri ini. Dengan begitu, untuk melakukan korupsi, mereka bakal berpikir seribu kali. Muaranya, urung melakukan perilaku tidak suci itu," urai Zawawi.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Acara yang dihadiri oleh beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan ini, dihibur oleh RMC Music Group dan Paduan Suara Bintang Sembilan PMII UI Madura. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Sunnah, Nahdlatul Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 23 September 2017

Pesan KH Usamah Manshur di Konfercab NU Kabupaten Cirebon

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Rais Syuriyah Pengururs Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon periode lalu, KH Usamah Manshur menyampaikan bahwa perkembangan Islam sangat cepat karena muballigh dan Walisongo dilakukan dengan pendekatan yang sopan dalam menghormati budaya dan kearifan lokal.?

Pesan KH Usamah Manshur di Konfercab NU Kabupaten Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan KH Usamah Manshur di Konfercab NU Kabupaten Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan KH Usamah Manshur di Konfercab NU Kabupaten Cirebon

Perkembangan tersebut sampai kepada Mbah Kholil Bangkalan, lalu tongkat estafet nilai-nilai aswaja diserahkan ke Mbah Hasyim Asy’ari lewat Mbah As’ad Syamsul Arifin, nilai-nilai Aswaja tersebut ? kemudian menjelma menjadi Nahdlatul Ulama.

Dulu, kata Kiai Usamah, saat Mbah Hasyim mendirikan NU, virus-virus yang mengganggu Ahlussunnah Waljamaa’ah An-Nnahdiyah masih terkonsetrasi di Hijaz.?

“Tapi saat saya memimpin NU Cirebon bersama kiai Ali Murtadlo ini virus-virus yang akan menggerogoti nilai-nilai ASWAJA sudah ada di teras-teras rumah kita,” ujarnya pada acara Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Cirebon yang bertempat di Susukan, Cirebon, Sabtu (25/2).

Munculnya kelompok-kelompok ekstrem, kelompok takfiri mulai mengganggu keberislaman di Indonesia karena kelompok-kelompok tersebut suka mengklaim dirinya yang paling benar.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menurutnya, kelompok-kelompok tersebut yang suka menyudutkan NU, karena NU mengayomi bahkan mempelopori hal-hal yang mereka anggap bid’ah.?

Juga soal propaganda-propaganda yang terus didengungkan mereka, katanya, mereka menuduh presiden, menteri, bupati sampai kuwu, RT/RW adalah pemerintahan yang toghut yang harus diperangi dan harus diganti dengan sistem pemerintah khilafah.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Dan mereka menganggap musuh yang utama adalah NU, sebab NU semboyannya dimanapun dan kapan pun NKRI harga mati,” tegasnya diikuti tepuk tangan peserta Konfercab.

Maka kemudian seperti HTI, Salafi Wahabi ini akan menjadi virus-virus yang akan menggerogoti nilai-nilai NU. “Maka saya berpesan siapapun yang terpilih harus mengawal nilai ideologi NU,” ujarnya. (Husni Sahal/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pahlawan, Doa Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 22 September 2017

Selamatkan Lingkungan, LPBINU Serukan Perubahan Perilaku

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Menyambut Hari Lingkungan Hidup, Ahad (10/5), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) melakukan kampanye perubahan perilaku dan pola konsumsi untuk selamatkan lingkungan.

“Dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup tahun ini, kami menjalankan komitmen lembaga kami dalam pelestarian lingkungan hidup melalui program kampanye perubahan perilaku dan pola konsumsi demi kelestarian lingkungan,” kata Ketua Pengurus Pusat LPBINU Avianto Muhtadi.

Selamatkan Lingkungan, LPBINU Serukan Perubahan Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamatkan Lingkungan, LPBINU Serukan Perubahan Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamatkan Lingkungan, LPBINU Serukan Perubahan Perilaku

Avianto juga mengatakan bahwa ini merupakan program tahunan dari LPBINU sebagai wujud keikutsertaan untuk menjaga kelestarian lingkungan. LPBINU sendiri telah menerapkan berbagai kebijakan untuk kantor yang hijau dan bersahabat dengan lingkungan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pengurus Pusat LPBINU menyerukan kepada seluruh LPBINU di daerah untuk melakukan kampanye ke pesantren dan masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dengan berbagai cara sesuai kearifan lokal masing-masing.

“Di setiap daerah binaan, kami melakukan pelatihan dan penguatan kelembagaan, sehingga masyarakat dan pesantren di daerah siap siaga dalam menghadapi segala bencana dampak dari kerusakan lingkungan,” kata Avianto.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sebagai lembaga di bawah Nahdlatul Ulama (NU), LPBINU memberikan perhatian khusus pada kelestarian lingkungan hidup. Hal ini tertuang melalui program-program jangka pendek dan jangka panjang sebagai wujud tata kelola berkelanjutan pada aspek lingkungan.

“Kelestarian lingkungan merupakan kepentingan bersama yang juga berdampak luas pada kehidupan masyarakat, sehingga LPBINU merasa perlu untuk ikut ambil bagian dalam pemeliharaannya,” tutup Avianto. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kiai, Sejarah, Doa Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 21 September 2017

Kala Gus Dur Beri Gelar ‘KH’ Sastrawan Ahmad Tohari

Pada tahun 1988, sastrawan Ahmad Tohari (AT) berada di Tanah Suci Mekkah bersama Gus Dur, Cak Nur, juga Prof Quraish Shihab. Bersama-sama mereka menunaikan ibadah haji. Di Masjidil Haram, usai melaksanakan Thawaf Wada, Gus Dur mendekati Pak AT, dan terjadilah percakapan.

"Ehmm, ehmm, Sampeyan sekarang sudah bergelar KH ya, Kang?" Tutur Gus Dur, sambil mengulum senyum.

Kala Gus Dur Beri Gelar ‘KH’ Sastrawan Ahmad Tohari (Sumber Gambar : Nu Online)
Kala Gus Dur Beri Gelar ‘KH’ Sastrawan Ahmad Tohari (Sumber Gambar : Nu Online)

Kala Gus Dur Beri Gelar ‘KH’ Sastrawan Ahmad Tohari

"Ah, bisa saja Sampeyan ini, Gus," timpal AT.

"Eh, Sampeyan jangan Ge-eR dulu!"

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Kenapa, Gus?"

"Gelar KH buat Sampeyan itu bukan Kiai Haji, tapi Kang Haji," seloroh Gus Dur, yang kemudian dilanjut tawa keduanya. (Wahyu Noerhadi)

*Kisah di atas diceritakan langsung oleh Pak AT ketika beliau sedang di Jakarta, sebelum menghadiri undangan dari Sekretaris Negara pada Selasa (3/05/2017).



Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Berita, Quote, AlaNu Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kepiawaian Kiai NU Membaca Situasi Bangsa Harus Diteruskan

Blitar, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Resolusi Jihad NU yang dikeluarkan pada tanggal 22 Oktober tahun 1945 merupakan kepawaian pembacaan para kiai NU terhadap situasi bangsa saat itu. Keberhasilan itu harus diikuti NU pada situasi sekarang ini.

Kepiawaian Kiai NU Membaca Situasi Bangsa Harus Diteruskan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepiawaian Kiai NU Membaca Situasi Bangsa Harus Diteruskan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepiawaian Kiai NU Membaca Situasi Bangsa Harus Diteruskan

Menurut Ach. Dofir Zuhri, bahwa semua kader NU harus mengembalikan nalar kritis dalam mebaca situasi bangsa ini, karena pada zaman sekarang tantangan NU dan bangsa ini sangat kompleks, mulai ekonomi, budaya, politik dan lain sebagainya.

“Untuk itu mengembalikkan nalar kritis sangat penting dalam kondisi saat ini yakni perang dingin atau perang ideologi,” katanya pada Bedah Film dan Refleksi Sejarah peringatan Resolusi Jihad NU yang digelar Lakpesdam NU Kota Blitar di Aula Masjid Agung, Sabtu, (26/10).

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selain itu menurut narasumber Drs. Syaiful Maarif, bahwa NU sekarang belum memiliki ulama yang memiliki ketokohan dan kewaro’an seperti KH. Hasyim Asyari, KH. Wahab Hasbullah dan KH. Wahid Hasyim.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Untuk itu kader-kader NU khususnya ulama-ulama sekarang harus merefleksikan dan mencontoh? ketokohan ulama-ulama tersebut,” imbaunya.

Gigih Wardana selaku Sekretaris PC Lakpesdam NU Kota Blitar mengatakan, peringatan Resolusi Jihad NU harus menjadi agenda rutinan tiap tahun. “Peringatan ini sebagai momentum refleksi kader-kader NU untuk senantiasa meneruskan perjuangan ulama dan santri memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Kegiatan bertema “Resolusi Jihad NU Melawan Penjajah: Peran NU Bagi NKRI” dibuka Ketua PCNU Kota Blitar KH. Ahmad Subakir.

Hadir dalam acara tersebut Ketua GP Ansor Kota Blitar Drs Ahmad Harir, Ketua Umum PC PMII Blitar Mahathir Muhammad serta kader-kader PMII, dan anggot banom-banom NU seperti GP Ansor dan Banser, Musimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, ISNU dan lainnya. (Imam Kusnin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pertandingan, Olahraga Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 20 September 2017

Lakpesdam NU Cirebon Gelar Safari Khittah dan Halaqah Kaum Muda

Cirebon, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Dalam rangka memeriahkan bulan harlah ke-82 Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Cirebon menyelenggarakan serangkaian acara, antara lain Safari Khittah NU dan Halaqah Kaum Muda NU.

Acara lainnya adalah bedah buku "Islam, Pesantren dan Pesan Kemanusiaan", launching pengajian dua bulanan, dan pengkaderan aktivis muda NU Cirebon. Sementara beberapa perlombaan seperti Cerdas Cermat ke-NU-an, karya tulis, marhabanan, dan musabaqah qiraatul kutub (MQK) dilaksanakan oleh Muslimat  NU dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cirebon.

Lakpesdam NU Cirebon Gelar Safari Khittah dan Halaqah Kaum Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Cirebon Gelar Safari Khittah dan Halaqah Kaum Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Cirebon Gelar Safari Khittah dan Halaqah Kaum Muda

Acara safari khittah NU adalah kunjungan beberapa tokoh tua NU Cirebon bersama Para pengurus Lakpesdam NU Cirebon ke beberapa Majelis Wakil Cabang (MWC) atau kepengurusan NU di tingkat kecamatan. Sedikitnya ada 40 MWC di Cirebon.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Para kiai tua yang akan turut serta dalam rombongan bersama PC Lakpesdam NU Cirebon antara lain KH. Hasanudin Kriyani (Rais Syuriah), KH Syarif Utsman Yahya, KH Ibnu Ubaidillah Syatori, KH Hussein Muhammad, dan KH Aqsol Amri bersama PC lakpesdam NU Cirebon.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Di tingkat Cirebon safari ini adalah yang kedua. Rombongan safari khittah nanti akan mengunjungi beberapa MWC yang sudah siap," kata Ketua PC Lakpesdam Cirebon Ali Mursyid.

Safari ini nanti akan membincang beberapa hal penting seperti Khittah NU 1926 atau seputar asas dan cita-cita pendirian NU, tentang faham Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia, dan sejarah gerakan sosial NU.

Sementara itu halaqoh kaum muda NU yang diadakan PC Lakpesdam NU Cirebon akan bersifat Nasional yang akan mengundang para aktivis muda NU dari berbagai daerah. Konsep halaqoh tidak jauh berbeda dengan acara musyawarah warga NU dan muktamar pemikiran seperti sempat diakan beberapa waktu lalu.

Namun menurut koordinator acara halaqoh Nuruz Zaman, pertemuan kaum muda NU kali ini lebih khusus akan membincang gerakan-gerakan NU berkaitan dengan peran sosial-kemasyarakatan. Halaqah nasional ini akan diadakan pada puncak harlah ke-82 NU pada 31 Januari 2008 mendatang.(nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap News Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 19 September 2017

Antisipasi DBD, GP Ansor Gerokgak Kirim Surat ke Dinas Kesehatan Buleleng

Buleleng, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Dalam rangka mengantisipasi jatuhnya korban demam berdarah di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng, GP Ansor Gerokgak mencoba menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng pada Jumat (29/1). Mereka melayangkan surat ke Dinas Kesehatan Buleleng.

Dalam surat itu, mereka setidaknya mengajukan dua hal dalam rangka pencegahan demam berdarah. Mereka mengharapkan dinas kesehatan melalui petugas medis melakukan sosialisasi bahaya demam berdarah, mulai dari sebab, gejala, dan cara pencegahannya.

Antisipasi DBD, GP Ansor Gerokgak Kirim Surat ke Dinas Kesehatan Buleleng (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi DBD, GP Ansor Gerokgak Kirim Surat ke Dinas Kesehatan Buleleng (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi DBD, GP Ansor Gerokgak Kirim Surat ke Dinas Kesehatan Buleleng

Kedua, karena banyaknya genangan air dan tumpukan sampah plastik akibat intensitas hujan yang begitu tinggi, GP Ansor meminta dinas terkait mengadakan pengasapan pada wilayah-wilayah yang rawan penyakit demam berdarah.

Ketua GP Ansor gerokgak Abdul Karim Abraham mengatakan, selama tahun 2015, di kecamatan Gerokgak ada seratus lebih kasus demam berdarah.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Banyaknya kasus pada tahun sebelumnya setidaknya menjadi peringatan bagi petugas kesehatan untuk dapat meminimalisasi kasus DBD dengan cara antisipasi sejak dini,” ujar Karim. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap Olahraga, Pesantren, Daerah,Attijani Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 18 September 2017

Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa?

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke Ceramah Felix Siauw Lengkap, Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) menerangkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 41 ayat (1) dan (2) dinyatakan bahwa guru membentuk organisasi profesi yang bersifat independen. ?

Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa?

Pengertian independen antara lain:

1. Organisasi profesi tidak berafiliasi atau merupakan kelengkapan aparatur pemerintah,?

2. Keberadaan masing-masing organisasi profesi guru, seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Guru Indonesia (IGI), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), dan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) adalah setara. Dengan demikian, pemerintah harus memperlakukan semua organisasi profesi guru harus adil dan tidak memihak (equal treatment).

Ceramah Felix Siauw Lengkap

3. Pemerintah tidak diperbolehkan memberikan fasilitas secara sepihak kepada organisasi profesi guru tertentu, misalnya: melakukan pemotongan gaji para guru untuk kepentingan organisasi profesi guru tertentu, memberikan kemudahan kepada pihak tertentu, sementara lainnya tidak, dan sebagainya.

Ketika perayaan Hari Guru Nasional (HGN) 2016 ini, ternyata pemerintah (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) memberikan keistimewaan pada PGRI dengan menuliskan Hari Ulang Tahun PGRI pada logo HGN 2016, maka sudah barang tentu hal ini bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagaimana tersebut di atas.

Jika dalam penulisan “HUT PGRI ke 71” pada logo HGN 2016 tersebut, pemerintah mendasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang penetapan Hari Guru Nasional (HGN), maka hal ini adalah tidak benar, karena:

Ceramah Felix Siauw Lengkap

1. Dalam tata hukum di Indonesia, kedudukan Undang-Undang sudah barang tentu adalah lebih tinggi daripada Keputusan Presiden.

2. Disamping itu, dalam Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tersebut, ternyata dari 3 amar atau poin keputusannya tidak satupun menyebutkan “HUT PGRI”, kecuali pada aspek pertimbangan/konsideran saja.

3. Pemerintah tidak boleh merayakan HUT sebuah organisasi profesi tertentu, yaitu PGRI (yang berdasarkan Undang-Undang seharusnya independen) dengan menggunakan fasilitas negara, baik sumber-daya uang maupun lainnya yang memberati keuangan negara. ? Dengan kata lain, biarkan PGRI merayakan sendiri hari ulang tahunnya, seperti halnya organisasi profesi guru lainnya, bukan dengan membebani sumber-daya negara.?

Berdasarkan hal tersebut, kami Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Ikatan Guru Indonesia (IGI), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), dan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) meminta kepada pemerintah (cq. Ketua Panitia Hari Guru Nasional 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) untuk segera mencabut kalimat atau frase “HUT PGRI ke 71” pada logo HGN 2016.?

Demikian pula halnya dengan berbagai atribut, dokumen, rekaman suara, dan lainnya dalam event HGN 2016 yang mengindikasikan tentang HUT PGRI ke 71.

Dalam kesempatan ini, Pergunu yang kembali dinahkodai oleh Dr KH Asep Saifuddin Chalim mengusulkan perlunya dilakukan peninjauan kembali terhadap Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional agar tidak terjadi salah tafsir bagi sebagian pihak.?

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Halaqoh, Kajian, Aswaja Ceramah Felix Siauw Lengkap

RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Lomba Karaoke Antarunit

Sidoarjo, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Sebanyak 40 peserta mengikuti lomba karaoke yang diadakan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar di halaman rumah sakit sebelah barat parkir motor RSI Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur pada Kamis (28/1).

Ketua panitia lomba karaoke, Mudakkir (37) mengatakan, lomba karaoke ini diadakan dalam rangka memperingati HUT RSI Siti Hajar Sidoarjo yang ke 53 tahun. Peserta lomba terdiri dari setiap unit yang ada di RSI Siti Hajar.

RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Lomba Karaoke Antarunit (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Lomba Karaoke Antarunit (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Lomba Karaoke Antarunit

"Pesertanya pegawai dan karyawan rumah sakit sendiri. Mereka bersaing melawan antarunit yang ada. Dan masing-masing unit mewakili satu orang. Meskipun tidak bisa menyanyi, wajib hukumnya untuk mengikuti acara ini," katanya.

Mudakkir menambahkan, disamping saling menampilkan suara khasnya, peserta juga bebas memilih lagu, baik lagu pop, dangdut atau lagu lainnya. Asalkan lagu tersebut bersifat santun dan religi.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Yang terpenting adalah untuk menjalin kekompakan dan kebersamaan. Karena semua unit berperan aktif dalam lomba karaoke ini. Tak hanya itu saja, semua unit juga turut serta di dalam menjalankan tugas sehari-sehari untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat luas," imbuh pria yang juga sebagai kepala sistem informasi manajemen rumah sakit NU itu.

Di tempat yang sama, salah satu peserta lomba karaoke, Gunadi (41), mewakili unit tempat pelayanan pendaftaran rawat inap/jalan (TPPRJ) mengaku senang bisa berpartisipasi dalam acara tersebut.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Disinggung soal juara, pria yang melantunkan lagu Tobat Maksiat (Tomat) dari Wali Band itu mengatakan, soal juara tidak menjadi masalah. Yang paling utama adalah keikut sertaannya dalam acara tersebut.

"Soal juara itu nomor sekian, Mas. Karena banyak peserta yang suaranya enak. Yang jelas, Alhamdulillah saya bisa ikut berpartisipasi. Semoga, ke depannya lebih maju lagi. Tapi kalau seandainya jadi juara ya Alhamdulillah," ucapnya sembari tersenyum. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pesantren Ceramah Felix Siauw Lengkap

Minggu, 17 September 2017

Said Aqil: NU Kehilangan Tokoh

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap . Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memberi pesan terakhir sebelum jenazah H Slamet Effendy Yusuf diberangkatkan ke Purwakarta. Ia mengatakan bahwa NU kehilangan salah satu tokoh yang selama ini berjuang untuk NU. 

Secara pribadi, ia mengaku merupakan kader Slamet karena saat belajar di Yogyakarta, ia diajak oleh Slamet untuk masuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Disitulah ia digembleng menjadi aktivis olehnya. 

Said Aqil: NU Kehilangan Tokoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: NU Kehilangan Tokoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: NU Kehilangan Tokoh

Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin juga menyatakan bahwa Slamet Effendy Yusuf merupakan tokoh yang memiliki ketrampilan organisatoris. Ia bukan hanya aktif di lingkungan NU, tetapi juga aktif di MUI serta berbagai organisasi lainnya. Di jajaran MUI, ia menjadi salah satu wakil ketua umum. Ia merupakan orang yang sangat menaruh perhatian terhadap isu-isu perdamaian. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap Ahlussunnah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 15 September 2017

Alissa Wahid: Gagasan Gus Dur Bersumber dari Ajaran Aswaja

Cirebon, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Para pecinta Alm. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menamakan diri Gusdurian di wilayah Cirebon, Jawa Barat, menggelar acara pertemuan di Pesantren Majelis Tarbiyah Hidayatul Mubtadiin (MTHM) Ketitang, Cirebon Kamis (7/7) kemarin. ? Pertemuan mengangkat tema “Implementasi Pemikiran Gus Dur dalam Mengawal moral Remaja Indonesia”.

Alissa Wahid: Gagasan Gus Dur Bersumber dari Ajaran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Gagasan Gus Dur Bersumber dari Ajaran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Gagasan Gus Dur Bersumber dari Ajaran Aswaja

Di hadapan para Gusdurian yang terdiri dari aktifis muda NU dan pesantren, mahasiswa, dan masyarakat Cirebon dan sekitarnya, Koordinator Gusdurian Alissa Qotrunnada Wahid yang hadir dalam acara ini mengatakan, semua gagasan Gus Dur, bersumber dari ajaran Aswaja atau Ahlussunnah wal jama’ah.

“Segala apa yang telah digagas oleh seorang Gus Dur semenjak awalnya, baik tentang keIslaman ala pesantren, kemanusiaan, kesetaraan, pembebasan, keadilan, dan lain-lain sebenarnya hanya mengembangkan dari ? apa yang telah menjadi prinsip pokok dari ajaran Ahlus-sunnah wal Jamaah dan NU,” papar Alissa Qotrunnada Wahid dalam acara temu Gusdurian Cirebon di Pesantren Majelis Tarbiyah Hidayatul Mubtadiin (MTHM) Ketitang, Cirebon, Kamis (7/7).

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Remaja dipilih sebagai topik khusus pada diskusi kali ini karena dipandang perlu untuk mengawal ke-Aswaja-an sebagai prinsip kebangsaan ? sejak dini, yakni semenjak ? masa remaja.?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Seorang remaja harus disiapkan dengan prinsip-prinsip Aswaja yang kuat sebelum mereka memasuki tataran luar yang lebih beragam, karena setelah ini mereka akan menemui beberapa pilihan corak keagamaan Islam yang sesuai dengan konteks keIndonesiaan, adapula yang sebenarnya kurang pas untuk diterapkan di negeri seberagam Indonesia ini,” tambah puteri sulung Gus Dur ini yang berkesempatan menjadi pembicara pertama.

Hal senada disampaikan Marzuki Wahid dari Fahmina Institute. Menurutnya, penting sekali untuk mengawal para generasi remaja dengan prinsip-prinsip keIndonesiaan yang telah digariskan NU dan Gus Dur.?

“Para remaja harus ditanamkan dengan kuat prinsip-prinsip luhur yang diamanatkan oleh NU, Pesantren, dan Gus Dur sendiri. Sehingga dalam satu sisi mereka akan siap untuk membaca berbagai corak yang terdapat di dunia luar, akan tetapi mereka akan tetap berbangga dan kuat memegang teguh tradisi dan prinsip kepesantrenan," kata Marzuki yang juga pengurus pusat Lakpesdam NU.

Diskusi kebangsaan yang dimoderatori oleh Sobih Adnan (ISIF Cirebon) ini termasuk dalam rangkaian peringatan haul al-marhumin KH Salwa Yasin, KH Asror Hasan, dan KM Adnan Asror serta Imtihan ke-34 Pesantren MTHM Ketitang, Japurabakti, Cirebon.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kajian Sunnah, Ahlussunnah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 13 September 2017

Peringati Harlah ke-13, KMNU UNY Gelar Bakti Sosial

Yogyakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Negeri Yogyakarta menggelar tasyakuran harlahnya ke-13. Dalam rangka itu, mereka menyalurkan bantuan berupa uang, alat tulis, dan pakaian layak pakai untuk 31 santri panti asuhan Nailunnajah Srimartini, Piyungan, Bantul, Ahad (6/4) siang.

Peringati Harlah ke-13, KMNU UNY Gelar Bakti Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah ke-13, KMNU UNY Gelar Bakti Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah ke-13, KMNU UNY Gelar Bakti Sosial

Tasyakuran ini diawali penampilan hadroh dari para santri panti asuhan berkolaborasi dengan grup hadroh El-Maqoshid, badan semi otonom KMNU UNY yang bergerak di bidang seni musik rebana. Sementara penyerahan simbolis bantuan dilakukan oleh Ketua KMNU UNY Miftahul Mujib kepada pengasuh panti asuhan KH Soleh Marchaban.

Sementara senior KMNU UNY Fathurrohman memimpin mujahadah yang ditutup dengan doa kelancaran dan keberkahan bagi para hadirin oleh Kiai Soleh. Menurut ketua panitia Ahmad Taufik, “Kegiatan ini mencerminkan perwujudan aksi sosial dan budaya KMNU UNY. Dengan cara seperti ini, silaturahmi KMNU UNY dan panti asuhan tetap terjaga.”

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senada dengan Taufik, Miftachul mengatakan, “Tasyakuran ini dapat menjadi wasilah kelancaran, kemajuan, dan daya guna KMNU UNY ke depan sesuai visi kepengurusan yang telah dicanangkan.” (Muslim Fidia A/Alhafiz K)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Warta Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 12 September 2017

PMII Kutai Kartanegara Gelar Aksi Damai Pemilu Bersih

Kutai Kartanegara, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Puluhan mahasiswa PMII Kutai Kartanegara Kalimantan Timur  berencana menggelar aksi damai menjelang pemilu di bundaran Jembatan Bongkok, Kamis (3/4).  Aksi damai yang dimulai pukul 14.00 akan mengusung isu tentang pemilu bersih, jujur dan adil untuk Kutai Kartanegara.

PMII Kutai Kartanegara Gelar Aksi Damai Pemilu Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kutai Kartanegara Gelar Aksi Damai Pemilu Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kutai Kartanegara Gelar Aksi Damai Pemilu Bersih

Dalam aksi ini PMII Kutai Kartanegara berencana membagikan brosur yang berisi tentang masalah yang dihadapi dalam pemilu kali ini.

Koorlap aksi M Ali Akbar menjelaskan, apabila proses kampanye dan pencoblosan terdapat kecurangan atau tindakan buruk, maka pemilu akan menghasilkan anggota DPR yang hanya memikirkan kepentingan pribadi atau golongan saja.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Apabila ada caleg yang menjanjikan uang, tolak uangnya, jangan pilih orangnya, dan laporkan!” tutur M Ali Akbar.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sedangkan Ketua PC PMII Kutai Kartanegara Muhammad Sulaiman dalam orasi nanti akan memaparkan masalah-masalah pemilu yang dihadapi.

“Pemilu kali ini tidak akan jauh berbeda permasalahanya dari pemilu-pemilu sebelumnya, yakni masalah golput yang tinggi, kampanye hitam yang makin marak, jumlah DPT bermasalah dan politik uang yang seakan sudah melekat pada proses pemilu di Indonesia,” kata Sulaiman dalam pers rilisnya.

PMII Kutai Kartanegara juga mengimbau warga untuk tidak golput, menolak politik uang, dan meminta KPU dan aparatur Negara (PNS) untuk tetap menjaga netralitas dalam pemilu kali ini.

“Kita juga mengingatkan masyarakat, ketika sudah mencoblos dan mendapati wakil mereka duduk di kursi DPR untuk jangan melupakan janjijanji caleg saat kampanye. Kita tagih janji mereka ketika mereka terpilih!” tegas Sulaiman.

PMII Kutai Kartenegara juga menegaskan akan mengawasi dan memantau pileg kali ini. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Syariah, Bahtsul Masail, Lomba Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Kaum Sarungan Menjadi Kaum Urban

Oleh Aswab Mahasin

Saya sering mengatakan bahwa peran santri begitu besar bagi bangsa ini. Memang perjuangan santri di masa kolonial dan setelah kemerdekaan, tidak main-main. Kiai dan santri berjuang dengan seruan meraih kemerdekaan mutlak dari penjajah. KarenaKemerdekaan sebagai jalan mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Bagaimana kabar kaum sarungan sekarang? Apakah sumbangsih santri masih besar untuk bangsa ini? Dan bagaimana tingkat kesejahteraan kaum sarungan?

Tulisan ini sebenarnya kelanjutan dari tulisan saya dengan judul “Kemanunggalan Kiai, Santri, dan Pesantren”, juga di publish pada opini Ceramah Felix Siauw Lengkap. Dalam hal ini, saya tidak ingin mendekonstruksi pendidikan pesantren atau tradisi pesantren. Saya hanya ingin memberikan gambaran jelas terhadap pesantren, bahwa dunia hakikatnya tidak menyempit, tetapi meluas—pada semua aspek.

Dari Kaum Sarungan Menjadi Kaum Urban (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Kaum Sarungan Menjadi Kaum Urban (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Kaum Sarungan Menjadi Kaum Urban

Tidak ada yang salah dari pendidikan pesantren, pendidikan pesantren seperti pernah saya tulis adalah pendidikan alternatif yang mengedepankan pendidikan moral dan karakter. Ini merupakan keunggulan dari pesantren dibandingkan dengan pendidikan lainnya.

Dalam hal mendidik, pesantren mempunyai tanggung jawab lebih berat daripada pendidikan formal. Karena di pesantren seorang di asramakan, jauh dari orang tua dan saudara. Ia mandiri dan kuat.Lulusan pesantren diharapkan masyarakat, khususnya sebagai penyeimbang kondisi zaman yang semrawut. Lulusan pesantren juga diharapkan mampu mengimbangi kemungkaran-kemungkaran yang terjadi dibangsa ini, seperti; korupsi, politik tidak sehat, dan menutup celah terlahirnya generasi amatir.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Namun, apakah hal tersebut terjadi dalam kaderisasi generasi di pesantren? Lebih dulu kita lihat, bagaimana wajah pesantren sekarang ini. Satu hal tidak bisa dipungkiri adalah, tumbuhnya pesantren dengan berbagai imagenya melahirkan kesan bahwa pesantren telah menjadi “industri pendidikan”. Di mana setiap ajaran baru, pesantren-pesantren berebut siswa, dengan berbagai iming-iming kemampuan yang akan diterima oleh santri. 

Bagi dunia pesantren, ini memang kemajuan di satu sisi namun di sisi lain kemajuan ini tidak dibarengi dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Seringnya, pesantren yang berbasis “ini-itu” menawarkan pendidikan dengan mahar yang cukup “fantastis”. Saya tidak akan menyebutkannya secara spesifik.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menjadi masalah dalam hal ini, pesantren-pesantren notabene tidak mempunyai kemampuan dana berlebih, otomatis tertinggal dari segi fasilitasnya. Dengan demikian, yang harus dipikirkan, bagaimana membuat sistem pendidikan pesantren, sekiranya mampu menopang para santri dari berbagai macam pengetahuannya dan mampu menampung para santri dari berbagai macam minatnya. Dengan kadar “mahar” yang biasa-biasa saja. 

Jika hal tersebut dibiarkan, maka seperti apa kata Gus Dur, bahwa fungsi pesantren hanya sebagai “pencetak ulama”. Artinya, akan terjadi kriterium-kriterium terhadap calon santri. Menurut data di Kemenag, jumlah total santri se-Indonesia sekarang kurang lebih 4 jutaan, jumlah ini tentunya tidak termasuk santri-santri yang sudah keluar dari pesantren. Dari angka itu, khususnya santri yang sudah tidak menetap di pesantren dan akan keluar dari pesantren, berapa mereka yang telahmenjadi kiai, berapa mereka yang sudah jadi pendakwah/imam masjid, dan berapa jumlah mereka yang ahli agama, dengan kata lain terjun di masyarakat. 

Apakah mencapai setengahnya? Menurut berita tertanggal Selasa, 30 Mei 2017, yang dirilis pada situs resmi Kemanag, Kementrian Agama pada tanggal 2 juni baru saja akan mengumumkan santri-santri yang lolos Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), dari 5.000 santri pendaftar hanya diambil 270 santri yang dinyatakan lolos untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi di Indonesia. 

Jumlah kelulusan santri setiap tahunnya (dalam hal ini saya belum menemukan data yang jelas) kalau kita terka, dari setiap pondok pesantren dengan jumlah santri 200 putra/putri, 50 santri sedang menempuh Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, dengan jumlah pesantren se-Indonesia ada 25.000, maka rata-rata lulusan pertahun adalah 25.000 x 50 = 1.250.000 santri (ini hasil terkaan, belum jumlah pasti, bisa kurang dari angka itu, atau mungkin bisa lebih).

Memang jumlah yang tidak begitu banyak kalau dihitung dari total penduduk Indonesia. Namun, jumlah tersebut terus menambah setiap tahunnya. Seandainya dari jumlah tersebut 50% melanjutkan studi-nya ke perguruan tinggi, 20% terus di pesantren, dan 30% boyongan. Maka ada sekitar 375.000 santri (30% dari jumlah) yang menetap di rumah (tidak kuliah dan tidak lanjut tinggal di pesantren). Mereka ada yang menjadi ustadz di desanya, ada yang langsung menikah, dan ada juga yang menganggur. Artinya, tidak sedikit lulusan pesantren (kalau dia terlahir dari keluarga biasa, bukan dari trah pesantren atau keluarga kaya) mencari penghidupan yang layak.

Saya punya terkaan (walaupun masih data awang-awang, dan harus diteliti lebih lanjut secara lapangan) lulusan dari pesantren menyumbangkan tidak sedikit dari mereka “merantau” atau menjadi “kaum urban” di kota-kota besar, demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Seperti kesaksian Gus Abrar, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Banyumas, dalam liputan Majalah Cahaya Nabawi, Edisi No. 101 Safar 1433 H/Januari 2011, “Santri lulusan pesantren harus pandai membaca dan memanfaatkan peluang usaha agar bisa hidup mandiri. Jangan sampai para santri kena cap jelek oleh masyarakat, dianggap parasit karena tidak bisa bekerja. Ia juga meresahkan teman-temanya yang dulunya sama-sama belajar di pondok. Karena tak punya kemampuan membaca peluang dan minimnya pengetahuan usaha, akhirnya mereka merantau (menjadi kaum urban) ke Jakarta untuk menjadi pekerja kasar.”

Lanjutnya, sembari menceritakan kondisi di daerahnya, “Di sini banyak Madrasah dan Majlis Taklim yang terbengkalai karena ditinggal ustadznya ke Jakarta.” Fenomena ini, kalau kita mau terbuka, menjadi pemandangan yang umum dalam masyarakat, begitupun dengan apa yang saya tahu, tidak sedikit “kaum sarungan” yang merubah diri menjadi “kaum urban”.

Kalau kita runtut muasalnya, perubahan menjadi “kaum urban” itu kebanyakan diawali dari kebingungan mereka setelah keluar dari pesantren; minimnya modal, pengetahuan usaha pas-pasan, dan mental yang belum terlatih. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mencari pekerjaan di luar sana, bahkan tidak sedikit teman-teman saya lari ke Jakarta, Bandung, Kalimantan untuk menjemput penghidupan.

Memang, tidak ada yang salah dalam hal ini. Dan urbanisasi/merantau adalah tindakan wajar. Namun, pada taraf ini, bukan masalah wajar atau tidak wajarnya. Lebih kepada, bagaimana selanjutnya pesantren menanggapi ini? Kesiapan pesantren untuk meminimalisir santri yang seharusnya memberikan manfaat terhadap masyarakat.

Bukan berarti pada kesempatan ini, saya mengarahkan pesantren untuk menjadi matrealistis, khususnya terhadap arah kehidupan santri. Melainkan, realitas di luar sana membentang begitu hebatnya. Semakin bertambah-tahun kebetuhan segala rupanya menambah tidak karuan. Ini hanya baru dari sisi ekonomi saja. 

Menurut laporan dari Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) M. Jusuf Kalla, di Indonesia ini ada 800.000 masjid, berarti kebutuhan masjid terhadap santri sebegai regenerasi kiai-kiai masjid sebelumnya sangatlah urgent. Karena tidak sedikit masjid (kita dari kalangan Nahdlatul Ulama sama-sama ketahuai), telah dikuasai oleh kelompok-kelompok radikal, yang tidak ramah secara pemikiran keagamaan. 

Akibatnya, ritual-ritual keagamaan yang telah menjadi pondasi kerukunan di masyarakat, sedikit demi sedikit terkikis. Nah, kalau semisal santri-nya, lulusan pesantren yang memegang kuat prinsip ahlussunnah wal jama’ah lantas kemudian menjadi “kaum urban”, bagaimana masjid-masjid kita kedepannya? (ini hanya keresahan, boleh di “amini” atau diacuhkan). Tapi, ini realitas, silakan Anda bisa baca buku “Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia” dieditori oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Dengan demikian, ini bagian dari tanggung jawab pesantren sebagai institusi pendidikan yang dipercaya merawat wajah keIslaman Indonesia. Pesantren harus melakukan terobosan-terobosan yangsetidaknya memberikan solusi bagi perpindahan dari “kaum sarungan” menjadi “kaum urban”. Ini harus kita kikis jumlah kaum urban pesantren. Kecuali urbanisasi masalah intelektual, menimba ilmu—itu harus kita dukung.

Mengikis kaum urban pesantren

Sekali lagi saya ingin mengatakan, bukan maksud saya untuk menjadikan pesantren pada aktifitas komersil, apalagi santri menjadi matrealistis.Namun, mengajak pesantren untuk mandiri dalam berkembang. Diharapkankedepannya bisa menjadi jawaban keresahan-keresahan para santri setelah mereka keluar dari pesantren.

Apa yang telah di lakukan oleh Pesantren Sidogiri sangat luar biasa, bisa dikatakan Pesantren Sidogiri menjadi mercusuar dalam pengembangan ekonomi syariah. Pesantren Sidogiri Pasuruan melalui jalur Baitul Mal wa Tamwil (BMT) Maslahah Mursalah lil Ummah. 

Koperasi Syariah tersebut pada tahun 2015 seperti yang dilansir oleh Ceramah Felix Siauw Lengkap, pada pemberitaan Pesantren Sidogiri Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah, tertanggal Selasa, 03 November 2015 “telah memiliki anggota 8.871 orang, 256 cabang, di 10 Provinsi, jumlah simpanan 165 miliar, aset 1,2 triliun, dengan omset 13,6 triliun. 

Di awali dari keresahan KH. Nawawi Thoyib terhadap masyarakat yang terjerat hutang dan tentu masa depan santri, pada tahun 1997 lembaga syariah di Pesantren Sidogiri ini berdiri, pelan tapi pasti, merambat tapi hebat, sekarang Lembaga Syariah Pesantren Sidogiri telah menjadi lembaga ekonomi dan sosial di bawah payung Sidogiri Network Forum (SNF) dengan serangkaian usaha yang meliputi (1) koperasi pesantren, (2) BMT Maslahah, (3), BMT UGT Usaha Gabungan Terpadu (4) BPR Syariah Ummu (jasa Keuangan), (5) koperasi Agro, (6) SBC Sidogiri (Diklat Profesi Jasa Keuangan Syariah), (7) LAZ Sidogiri (Lembaga Amil Zakat), (8) L-KAF Sidogiri (Lembaga Wakaf), (9) IASS Sidogiri (Ikatan Alumni Santri), (10) majalah Buletin Sidogiri, dan (11) Penerbitan Pustaka Sidogiri. 

Tidak sedikit mahasiswa, dosen, dan peneliti yang ingin mengetahui lebih banyak kesuksesan dari Pesantren Sidogiri membangun ekonomi. Yang menarik adalah, pesantren ini sangat meyakini, dakwah tidak sekedar bil lisan, tapi bil hal (dengan aksi nyata), model ini yang kedepannya akan menjadi manfaat. 

Dari contoh Pesantren Sidogiri tersebut, bisa kita jadikan sebagai barometer pesantren dalam mengembangkan dirinya. Saya berkeyakinan, konsep/ide/gagasan/kurikulum yang akan diterapkan di pesantren mampu berjalan dengan baik ketika pesantren tersebut sudah terlebih dahulu memikirkan kemandirian secara ekonomi, tidak melulu “menengadahkan tangan” terhadap lembaga-lembaga negara maupun swasta dengan jalur “proposal”. Kadangkala dananya difungsikan tidak sesuai dengan pengajuan.

Dengan dibangunnya usaha milik pesantren, atau kemandirian ekonomi pesantren, dengan sendirinya santri terdidik jiwa kewirausahaanya. Santri terlibat dan melihat, serta menerima pendidikan kewirausahaan di lingkungan pesantren, apalagi jika pesantren kedepannya memiliki ekonomi yang kuat. Tidak menutup kemungkinan pesantren memberikan pinjaman permodalan terhadap santri tanpa bunga, dan melakukan pendampingan secara nyata supaya usaha santri berkembang dan maju.

Bukanlah hal yang bururk, ini adalah kebaikan yang dilakukan oleh sebuah institusi terhadap anak didiknya. Apalagi kenyataan yang terpampang di depan mata kita, tidak semua santri ahli agama. Kadangkala santri butuh motivasi, sebagai sangu menatap hidup yang lebih realistis. Kata Gus Dur, di sinilah kita mehami “arti agama”, tidak melulu “ajaran agama”. Artinya, masyarakat dan santri benar-benar merasakan kehadiran agama sebagai jembatan kebahagian di dunia dan akhirat.

Dengan itu, mari kita bersama-sama memutus rantai kebiasan “kaumsarungan” menjadi “kaum urban” agar lulusan pesantren anteng mengasuh masyarakat, tidak grasa-grusu melulu memikirkan masa depan hidup yang tak menentu. Pesantren sekiranya membimbing untuk memunculkan gambaran masa hidup santri lebih konkret lagi. Ribuan jalur usaha yang bisa ditempuh oleh pesantren, bisa tanpa modal atau ada modal. Modal usaha bukan alasan dasar. Bisnis jasa melimpah sekarang ini. Model bisnis tidak hanya satu atau dua.

Saya mengakhirinya, dengan kata “Pesantren dilarang gengsi”. Usaha/mencari pendanaan untuk kemandirian pesantren tidak akan meruntuhkan singsana kiai atau singgasana pesantren. Karena usaha/berdagang sudah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. 

Penulis adalah Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kajian Islam, Bahtsul Masail, Pesantren Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 09 September 2017

Kiai Mustain Tolak Tawaran Jabatan Residen

Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda untuk memecah belah kekuatan bangsa Indonesia, salah satunya dengan cara menggaet para tokoh bangsa, termasuk para kiai.

Cara kasar maupun halus mereka lakukan agar para kiai yang dicintai rakyat ini tunduk dan menuruti pada kepentingan mereka. Cara halus, semisal dengan pemberian jabatan kekuasaan atau berupa penghargaan bintang, seperti yang pernah dialami Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari yang pernah ditawari bintang perak oleh kolonial Belanda, melalui Van der Plas.

Kiai Mustain Tolak Tawaran Jabatan Residen (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Mustain Tolak Tawaran Jabatan Residen (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Mustain Tolak Tawaran Jabatan Residen

Nah, salah satu kiai yang mendapat godaan tersebut adalah salah satu tokoh yang pernah menjadi Wakil Rais ‘Aam PBNU, KH Raden Mustain. Pada tahun 1948, KH R Mustain, masih menjabat sebagai Bupati Tuban, ikut bergerilya bersama pejuang lainnya menghadapi Agresi Militer Belanda II. Sementara ia bergerilya, istri dan keluarganya dititpkan di rumah KH Dahlan, kakak ipar Kiai Mustain.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Utuk meredam perlawanan yang dipimpin Kiai Mustain itu, Belanda kemudian mengutus (lagi-lagi) Van der Plas, untuk menemui Kiai Mustain dan membujuknya agar menghentikan perlawanan kepada Belanda.

Bagi Van der Plas sendiri, nama Mustain bukanlah asing baginya, sebab semasa Mustain menuntut ilmu di Mekkah, kebetulan ia juga bertugas di sana sebagai Konsulat Jendral. Makanya, tak heran pihak Belanda mengutus Van der Plas yang juga mahir berbahasa Arab untuk membujuk para kiai.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Setiap dua minggu sekali, Van der Plas datang ke kediaman KH Dahlan, untuk menyampaikan pesannya kepada Kiai Mustain. Kepada istri Kiai Mustain, ia menawarkan jabatan residen, yang tentu lebih tinggi dibandingkan bupati.

“Kalau mau kompromi, nanti akan dijadikan Residen,” demikian tawaran dari Van der Plas.

Namun, bagi Kiai Mustain tawaran jabatan tersebut tak meluluhkan hatinya. Meski, setiap dua minggu sekali Van der Plas terus datang dan menawarkan hal serupa, namun ia tetap kokoh pada pendiriannya, untuk bersama ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan bangsa ini.

Setahun berselang, pendiriannya yang gigih ini membuahkan hasil. Bangsa Indonesia berhasil mempertahankan kemerdekaannya, dan Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia.

Hingga tahun 1956, Kiai Mustain tetap dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Bupati Tuban. Pada tahun 1952, ia bersama 10 tokoh lainnya, menginisiasi lahirnya partai NU di Tuban, selepas dari Masyumi. (Ajie Najmuddin)

Sumber terkait: Ahmad Mundzir dan Nurcholis. Perjalanan NU Tuban Dari Masa ke Masa (1935-2013). PCNU Tuban. 2014.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Bahtsul Masail, Lomba Ceramah Felix Siauw Lengkap

20 Menit Bersama Ahmad Tohari

Terus terang saja, sastrawan besar Ahmad Tohari sebetulnya bukan teman ngobrol yang asyik. Dia seperti tidak suka basa-basi. Sepengetahuan saya, jarang juga ngobrol ngalor ngidul. Kalimat-kalimat yang keluar dari mulutnya tidak deras. Meskipun tawanya bisa tiba-tiba meledak, tapi tampak tidak sumringah. Apalagi jika berada di Jakarta, langsung mumet dia.

Namun demikian, saya tak bosan menemuinya. Malah, saya sering kangen. Kangen dia melontarkan kata bangsat dengan gayanya yang khas. Bangsat?

20 Menit Bersama Ahmad Tohari (Sumber Gambar : Nu Online)
20 Menit Bersama Ahmad Tohari (Sumber Gambar : Nu Online)

20 Menit Bersama Ahmad Tohari

Ya, dia tak ewuh teriak bangsat, misalnya untuk orang-orang yang dolim kepada rakyat, kepada orang-orang yang tidak punya kemampuan memimpin, tapi bernafsu diakui pemimpin. "Pemimpin itu haram punya sifat nafsu. Wong bernafsu menjadi pemimpin itu sejatinya bukan pemimpin. Menurutmu bangsat tidak orang-orang begitu?"

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Begitulah retorika sang pengarang kitab Ronggeng Dukuh Paruk. Jiwa merdekanya, pikiran kritisnya, sikap independennya, dan hidup mandirinya, semua bikin kangen. Atas nama kangen yang begitulah, seminggu lalu saya menemuinya di Cikini. Ia berada di Jakarta untuk mengurus visa. Tanggal 9 bulan ini, ia akan ke Jerman bersama 25 orang dalam rangka misi kebudayaan, atas biaya pemerintah.

Dan seperti pertemuan-pertemuan yang sudah-sudah, pertemuan kali ini juga, bagi saya, amat singkat, 20 menit. Ahmad Tohari melontarkan dua pertanyaan. Dua pertanyaan inilah materi pembicaraan kami.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Bagaimana Surah?" Begitu ia memulai pembicaraan, sambil menaruh bokongnya di sofa lobi hotel Alia. Dia tidak menanyakan saya. Cuaca Jakarta yang baru saja diguyur hujan tak menarik perhatiannya.

"Kabar Surah belum mati, meski belum terbit lagi. Habis pergantian pimpinan, Pak, agar segar. Dan pimpinan yang baru ini sudah menerbitkan satu edisi," ucap saya.

"Ya baguslah. Menerbitkan majalah itu harapan, apalagi bagi santri kayak kalian. Saya tahu kalian getir. Tapi teruslah," respon Ahmat Tohari, datar-datar saja.

Surah adalah majalah sastra yang dikelola teman-teman alumni pesantren, terbit di Jakarta. Di majalah itu, Ahmad Tohari tercatut (bukan tercatat) sebagai salah seorang anggota. Meskipun dicatut, ia bersedia berpidato saat peluncuran Surah, 28 Februari 2013, di LKiS Jogjakarta. Malam itu, kami anak-anak santri penggemar sastra merasa masa depan begitu cerah, kepercayaan diri bertambah bertingkat-tingkat. Saking bahagianya, kami nyaris kehilangan kesadaran bahwa peluncuran majalah ini numpang di acara teman-teman LKiS. Acaranya memang pas dan klop, yakni baca pusi Acep Zamzam Noor, yang juga tercatut sebagai dewan redaksi Surah. Sekarang, jika teman-teman Surah ketemu, lebih banyak untuk mendaftar kegetetiran.

Ahmad Tohari memang perhatian pada Surah. Ia menulis pengantar di edisi pertama. Tiap terbitan baru, ia mengirim pesan pendek, mengapresiasi, usul begini, usul begitu. Baru-baru ini, ia menyumbang uang sepuluh juta untuk Surah. Perhatian Tohari bikin lupa bahwa kami telah mencatut namanya. Aji Fikri, yang sudi berbagi separuh tempat tinggalnya untuk kantor Surah, sepertinya punya ratusan halaman berisi keluh kesah teman-teman.

Setelah bicara sekadarnya terkait Surah, obrolan berganti topik. Kali ini tentang kiai. Ahmad Tohari memang dekat dengan dunia kiai, bapaknya sendiri seorang kiai di kampungnya. Adiknya kiai pengasuh pesantren. Ia punya banyak koleksi cerita kiai. Mulai dari kesabarannya hingga politiknya. Mulai dari ilmunya hingga poligaminya. Mulai dari NU-nya hingga rokoknya. Mulai dari pesantrennya hingga humornya.

Misalnya, saat masih muda, dia bercerita Kiai Fuad Hasyim Buntet yang berceramah di kampungnya tahun 60-an. Tohari yang saat itu masih muda mengaku menyiapkan panggung Kiai Fuad Hasyim yang pada waktu itu juga masih muda.

"Hebat sekali Kiai Fuad. Masih muda, pandai, ganteng, ceramahnya bagus dan berani. Pengajian inilah awal mula saya terlibat di NU," kenang Tohari. Cerita dia tentang menata panggung ini sudah saya dengar beberapa kali.

Suatu hari, Tohari juga bercerita saat pesantren yang diasuh adiknya hendak dapat bantuan dari keluarga Cendana. Keluarga pesantren tidak satu suara. Bantuan jadi soal di keluarga ini, sebagian menerima dan sebagian lagi, Ahamd Tohari masuk di sini, menolak. Keluarga pesantren buntu. Namun mereka satu kata dalam memecahkan soal duit Cendana ini, yakni menunjuk satu kiai untuk jadi hakim.

Lantas, dari Banyumas mereka bareng-bareng berangkat menuju Jakarta, Ciganjur tepatnya. Tak lain dan tak bukan, kiai itu bernama Abdurrahman Wahid. Apa jawaban Kiai Durahman atau Gus Dur ini?

"Terima sajalah. Nanti kalau ada urusan, saya yang menghadapi," Ahmad Tohari menirukan Gus Dur. Di hadapan Gus Dur, kata Tohari, soal yang yang diperdebatkan berhari-hari di keluarga kami, selesai lima menit. "Pertemuan di Ciganjur dilanjutkan dengan cerita-cerita, makan-makan, dan tertawa-tawa. Saya yang tidak setuju duit Cendana, harus legawa menerima duit Cendana untuk pesantren," cerita Tohari.

Sebagaimana orang pesantren pada umumnya, Ahmad Tohari punya banyak cerita tentang kiai. Kiai siapa yang pernah mampir makan dan tidur di rumahnya, diceritakan. Dan jika sudah bicara kiai, tiba-tiba dia jadi asyik diajak ngobrol. Emosinya --baik gembira, sedih, atau marah-- tiba-tiba muncul. Tapi sudahlah, kita kembali ke topik kiai yang hadir di obrolan kami di Cikini.

Sebenarnya saya tidak ingin menuliskan topik kedua lontaran sastrawan yang sukses mengelola lembaga keuangan untuk para pedagang pasar ini. Sebab, dia hanya bertanya. Cilakanya, saya tidak mampu menjawab. Namun, barangkali ada baiknya saya tulis. Barangkali Saudara dapat menjawabanya.

Ini pertanyaan beliau yang mengakhiri perjumpaan 20 menit kami, "Mengapa kesederhanaan dan kegigihan para kiai jaman dulu tak banyak terlihat pada anak-anaknya?" (Hamzah Sahal)

Tambun, 8 Maret 2015

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Sunnah Ceramah Felix Siauw Lengkap