Minggu, 10 Agustus 2008

Pesantren dan Nahdliyin Punya Tugas Besar Majukan NU di Jawa Barat

Bandung, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Seorang Kolumnis asal Jawa Barat, Asep Salahuddin menyatakan, Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Barat dewasa ini mengalami disorientasi kultural, baik dari sisi jam’iyah atau struktural maupun garis kebijakan.

Selain itu menurut Asep, beberapa literatur keislaman Sunda justru banyak ditulis oleh orang di luar Sunda. Pesantren dan warga NU di Jawa Barat tidak ada yang berupaya menuliskannya secara mendalam dalam perspektif Sunda sendiri.

Pesantren dan Nahdliyin Punya Tugas Besar Majukan NU di Jawa Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren dan Nahdliyin Punya Tugas Besar Majukan NU di Jawa Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren dan Nahdliyin Punya Tugas Besar Majukan NU di Jawa Barat

“Selanjutnya, ini tugas warga NU dan pesantren agar NU di Jawa Barat mewarnai dunia keislaman dan wacana keagamaan moderat sehingga Islam dengan karakteristik Sunda mampu diwujudkan,” ujar Ketua Lakpesdam PWNU Jawa Barat ini, Sabtu (13/1) dalam pertemuan penulis NU se-Jawa Barat yang digagas Ceramah Felix Siauw Lengkap dan Rumah Kebangsaan.

Menurutnya pria yang aktif menulis di sejumlah media massa ini menilai, saat NU menggagas wacana Islam Nusantara, maka dalam perspektif Sunda, Islam Nusantara tidak lain adalah islam Sunda itu sendiri.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sebab itu menurut Asep, semakin banyak tulisan-tulisan Islam Sunda, semakin dikenal juga Islam berbasis Sunda tersebut. Karena, sambungnya, wacana keagamaan saat ini jauh dari nilai-nilai tradisi dan budaya yang banyak diwariskan oleh para pendahulu.

“Bahkan kalau mau jujur, saat ini tidak sedikit orang Sunda yang memahami Islam secara hitam dan putih,” ucap pria kelahiran Garut ini.

Padahal menurut Asep, karakter orang Sunda dikenal sangat luwes seperti karakter orang NU pada umunya. Namun belakangan ini, tegasnya, orang Sunda mengalami disorientasi kultural. (Fathoni)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Khutbah, Doa, Amalan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 04 Agustus 2008

Melacak Islam Moderat Lewat "Kitab Digital"

Surabaya, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Percaya atau tidak, manuskrip (naskah kuno) keislaman di Indonesia justru lebih mudah ditemukan di Eropa, karena manuskrip itu memang didokumentasikan peneliti Eropa.

"Kultur kita memang menganggap dokumentasi itu tidak penting, karena itu manuskrip Islam klasik justru banyak ditemukan di Eropa," ujar peneliti IAIN Surabaya, Dr Thoha Hamim.

Melacak Islam Moderat Lewat Kitab Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Melacak Islam Moderat Lewat Kitab Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Melacak Islam Moderat Lewat "Kitab Digital"

Pembantu Rektor I IAIN Sunan Ampel Surabaya itu mengatakan manuskrip pemikiran Islam justru banyak tersebar di berbagai lembaga di Berlin, Paris, London, dan lainnya.

"Pemikiran Islam klasik itu agak lengkap mulai dari abad permulaan pada abad 7-13 masehi hingga abad pertengahan mulai dari abad 13-19 masehi," tegasnya.

Oleh karena itu, pihaknya tertarik saat diajak Depag untuk bekerjasama dalam mendokumentasikan manuskrip keislaman di Indonesia secara digital. "Itu bukan berarti kita tertinggal, tapi kami justru ingin menampilkan nilai lebih dari apa yang sudah dilakukan orang-orang Eropa tersebut," ucapnya.

Senada dengan itu, ketua panitia pelatihan digitalisasi manuskrip dan situs peradaban Islam kuno IAIN Surabaya, M Khodafi, menyatakan pihaknya sudah menemukan 13 manuskrip berusia 100 tahun lebih.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Manuskrip digital itu nantinya dapat diakses secara online melalui laman IAIN Surabaya," ungkapnya, didampingi dosen IAIN Walisongo Semarang Drs H Anasom M.Hum.

Menurut dia, 13 manuskrip keislaman yang ditemukan itu berasal dari museum, pesantren, dan rumah masyarakat umum yang tersebar di Jatim dan Jateng, kemudian rencananya juga ke NTB.

"Tapi, kami tidak mendigitalisasikan kitab kuning, karena usianya relatif belum tua, melainkan manuskrip tentang sejarah, tauhid, fiqih, syair, dan ilmu tata bahasa," ucapnya.

Dengan cara itu, tegas dosen Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya itu, pihaknya dapat menyelamatkan manuskrip dan mendorong manuskrip sebagai bahan kajian ilmiah dan penelitian.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Langkah yang mirip adalah Maktabah Syamilah (Pustaka Lengkap) yang merupakan Kitab Kuning (KK) versi Software (perangkat lunak). Software KK yang diterbitkan jaringan Dakwah Islamiyah Al-Misykat itu terdiri atas 1.800 kitab yang dikelompokkan dalam 29 bidang.

Islam moderat

Menurut Khodafi, tujuan yang lebih penting dari digitalisasi manuskrip keislaman, termasuk KK, adalah merekonstruksi pola keberagamaan di Indonesia.

"Islam moderat yang dibilang orang selama ini hanya klaim politis, tapi manuskrip keislaman yang ada akan menjadi bukti tak terbantahkan bahwa hal itu benar-benar ada dalam realitas," ungkapnya.

Ia mencontohkan manuskrip yang ditemukan antara lain "Serat Kandhaning Ringgit Purwo" (tulisan tentang wayang purwo) yang menceritakan sejarah wayang purwo dalam bahasa Jawi (bahasa Jawa tapi tulisannya Arab atau pegon).

"Itu manuskrip yang ditulis dengan tulisan tangan pada tahun 1315 hijriyah atau sekitar tahun 1870-an masehi, sehingga usianya mencapai 100 tahun lebih, tapi kami belum tahu penulisnya," ungkapnya.

Manuskrip tentang wayang dalam bahasa Jawi, katanya, membuktikan bahwa Islam di Indonesia itu berbeda dengan negara lain, karena Islam berkembang dengan menyadap tradisi lokal.

"Kami sudah menyelesaikan digitalisasi sebanyak 1.000 halaman manuskrip keislaman, tapi kami juga berharap 25 dosen peserta pelatihan akan melakukan pelacakan serupa," katanya.

Hingga kini, katanya, Departemen Agama (Depag) RI sudah mengucurkan anggaran sebesar Rp400 juta untuk melacak manuskrip keislaman.

Tak jauh berbeda dengan langkah itu, Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama (NU) Jepang telah bekerjasama dengan Pimpinan Wilayah (PW) Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah (RMI, asosiasi pesantren di lingkungan NU) Jawa Timur untuk mendistribusikan software KK. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Hikmah, Pahlawan Ceramah Felix Siauw Lengkap