Minggu, 20 November 2011

PCINU Hongkong Minta PBNU Perjuangkan Nasib TKI

Jombang, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Hongkong meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperjuangkan nasib tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mayoritas adalah warga NU. Hal ini disampaikan Fatimah Angelia, pengurus PCINU Hongkong saat ikut hadir menjadi peserta Muktamar Ke-33 NU di Jombang.

PCINU Hongkong Minta PBNU Perjuangkan Nasib TKI (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Hongkong Minta PBNU Perjuangkan Nasib TKI (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Hongkong Minta PBNU Perjuangkan Nasib TKI

"Kita meminta PBNU memperjuangkan agar tenaga kerja Indonesia (TKI) terutama di Hongkong agar bisa kembali dan kemudian bekerja di Tanah Air," ujarnya saat ditemui di sela-sela pendaftaran Muktamar di GOR Merdeka Jombang, Sabtu (1/9).

PCINU Hongkong mengaku kehadirannya dalam forum permusyawaratan tertinggi di NU ini membawa aspirasi untuk bisa dipikirkan dan diperjuangkan PBNU. "Perempuan TKW (tenaga kerja wanita) ini di sana enggan kembali ke Indonesia. Ini pandangan kurang pas karena jauh dengan suami dan anak-anaknya. Seharusnya kalau sudah punya uang banyak, mereka kembali ke Tanah Air dan bekerja di Tanah Air," kata Fatimah.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Karenanya, Fatimah yang menjadi pengusaha katering di Hongkong akan meminta PBNU mengirimkan para ustadz ke Hongkong guna memberikan bimbingan dan wawasan keagaman Islam kepada TKI di Hongkong.

"Agar mereka tidak menetap di Hongkong. Saya berharap PBNU bisa memberikan pencerahan dan jalan keluar, kalau sudah punya uang banyak, mereka kembali ke Indonesia dan membuka usaha atau bekerja di Tanah Air saja," kata perempuan asal Surabaya ini. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Syariah, Ulama Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 11 November 2011

MA Al Irsyad Gajah Juara 1 Film Dokumenter

Demak, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Batikku Sudah Tak Bermotif Lagi adalah judul film dokumenter karya Yatimul Chotimah yang memenangi lomba film dokumenter se Kabupaten Demak. Sang sutradara merupakan utusan Madrasah Aliyah Al Irsyad Gajah, sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Demak.

MA Al Irsyad Gajah Juara 1 Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Al Irsyad Gajah Juara 1 Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Al Irsyad Gajah Juara 1 Film Dokumenter

Film yang naskahnya ditulis M. Azhar --siswa kelas XI IPA Madrasah Aliyah Al Irsyad Gaja-- itu berkisah tentang perjuangan seorang anak yang memperjuangkan batik, menguatkan usaha orang tuanya. 

Guru pembimbing Nurul Asror menuturkan pembuatan film ini merupakan kali kedua setelah anak-anak membuat film pendek dengan judul Bejo. Bejo berkisah tentang salah satu anak MA Al Irsyad Gajah Demak yang bernama Bejo dengan prestasinya sehingga mampu mendapatkan beasiswa di Yaman untuk dilombakan tingkat Nasional dengan mendapat juara harapan I.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Kami patut bangga karena karya anak-anak kami menang dalam lomba yang diadakan dinas pariwisata Demak. Perlu diketahui anak-anak itu tidak hanya kali ini saja dulu juga pernah juara harapan satu tingkat nasional,” tutur Asror yang juga ketua Ansor Mijen.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selain itu, lanjut Asror, pembuatan film di samping sebagai latihan bermain peran dan berkreasi kegiatan ini diharapkan dapam mengasah kemampuan anak-anak melihat dan menterjemahkan kondisi sosio kultural dilingkungan masyarakat sekitarnya.Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah Al Irsyad Gajah H Fachrurrozi meminta anak-anak tidak puas hanya sampai di sini, terus bakatnya perlu dikembangkan. 

“Keberhasilan anak-anak NU yang ndesa-ndesa jangan dilihat dengan sebelah mata, dikarenakan prestasinya tidak kalah dengan sekolah negeri maupun swasta yang di kota dan bayarnya mahal,” ujarnya berbangga.

“Syukur alhamdulillah dengan diraihnya juara satu film dokumenter tingkat kabupaten Demak ini akan lebih memantapkan kedudukan madrasah di kalangan LP Maarif sejajar dengan sekolah sekolah yang ada,” sambung Fahrurrozi.

Di tempat terpisah Kepala Dinparbud Kabupaten Demak HM Ridwan menjelaskan, lomba karya film dokumenter merupakan tindak lanjut dari program serupa yang selenggarakan Dinbudpar Jateng. “Ini upaya mengekspos sekaligus publikasi potensi unggulan daerah, sehingga bisa terangkat atau lebih dikenal masyarakat luas,” katanya.  

Pemenang kedua didapat oleh SMK Negeri 1 Demak berjudul Primadona yang Terlupakan. Sementara juara ketiga utusan dari SMA Negeri 1 Karanganyar dengan film Puing-puing Kertas

Kontributor : A. Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Nusantara, Jadwal Kajian Ceramah Felix Siauw Lengkap