Selasa, 13 September 2011

10 Alasan Pentingnya Memperingati Maulid Nabi (4 Habis)

Alasan kedelapan adalah alasan yang bersifat sosiologis. Peringatan maulid nabi merupakan wasilah untuk melaksanakan berbagai macam kebaikan, apalagi tradisi masyarakat kita yang selalu melaksanakan bersama-sama.

Secara otomatis hal ini akan menambah syiar agama Islam itu sendiri sebagaimana dengan shalat Jum’ah. Dan lebih dari itu perkumpulan ini selalu menuntut berbagai macam kegiatan yang baik-baik. Sebut saja pengajian, majlis ta’lim, berdzikir, bersedekah dan yang pasti adalah membaca shalawat dan menutur cerita kehidupan Rasululllah saw. Seperti yang diperintahkan oleh Allah swt dalam Surat al-Ahzab ayat 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً 

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu sekalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (Al-Ahzab: 56) 

10 Alasan Pentingnya Memperingati Maulid Nabi (4 Habis) (Sumber Gambar : Nu Online)
10 Alasan Pentingnya Memperingati Maulid Nabi (4 Habis) (Sumber Gambar : Nu Online)

10 Alasan Pentingnya Memperingati Maulid Nabi (4 Habis)

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menerangkan makna ayat tersebut bahwa Allah swt menunjukkan kepada manusia derajat tingginya Rasulullah saw sehingga Allah swt membacakan shalawat kepadanya. Dan memerintahkan semua manusia dan juga para malaikat untuk bershalawat juga.

Perintah bershalawat kepada Rasulullah saw dan bukanlah sesuatu yang dilarang bahkan Rasulullah saw memperbolehkannya. Demikian yang diceritakan oleh sebuah hadits sebagaimana disebut dalam shahih al-Bukhari yang diriwayatkan oleh Salmah bin al-Akwa’ “kami berperang bersama Rasulullah saw dalam perang Khaibar. Saat itu kami berangkat pada malam hari. Lalu ada seorang lelaki berkata kepada Amir bin Akwa’ “maukah kamu memperdengarkan kepada kami bait-bait syairmu?” Amir adalah seorang penyair. Lalu dia tinggal beberapa waktu dan bersyair:

Tidak kami maupun mereka akan mendapatkan petunjuk jika bukan karenamu

Ceramah Felix Siauw Lengkap

 Tidak juga kami akan bersedekah atau bersembahyang

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Maka maafkanlah kami ketika membelamu

Dan tetapkanlah kaki kami ketika bertemu musuh

Berikanlah ketenangan atas kami

Sungguh jika kami diseur, kami akan datang

 

Alasan kesembilan adalah Surat Yunus ayat 58 yang berbunyi

قل بفضل الله وبرحمته وبذلك فليفرحوا هو خير مما يجمعون

Katakanlah dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmatNya itu adalah lebih baik dari pada apa yang merek kumpulkan. (Yunus: 58)

Apakah yang dimaksud dengan rahmat dalam ayat di atas? Apakah bentuk rahmat itu? Para mufassir berbeda pendapat mengenai hal ini. Namun dalam ulumul qur’an diterangkan bahwa menafsirkan ayat dengan ayat al-Qur’an yang lain merupakan bentuk penafsiran yang paling kuat. Karenanya as-Suyuthi dalam ad-Durrul Mantsur menafsirkan kata rahmat dengan Surat al-Anbiya ayat 107:

وماأرسلناك إلا رحمة للعالمين. Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (al-Anbiya: 107)

Sebagaimana dikutip dari Ibnu Abbas:

وأحرج أبو الشيخ عن ابن عباس فى الأية قال: فضل الله العلم ورحمته محمد صلى الله عليه وسلم : قال الله (وما أرسلنك إلا رحمة للعالمين)   

Bahwa yang dimaksudkan dengan karunia Allah swt adalah ilmu dan rahmat-Nya adalah Nabi Muahammad saw. Allah swt telah berfirman (Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam) (al-Anbiya: 107)

Maka menjadi jelas bahwa Rasulullah saw memang diciptakan oleh Allah sebagai rahmat bagi alam jagad raya. Maka kalimat selanjutnya dalam Surat Yunus di atas yang berbunyi ‘hendaklah mereka bergembira’ secara otomatis memerintahkan kepada umat muslim menyambit gembira atas rahmat tersebut. bukankah ini alasan yang sangat penting mengapa kita harus bergembira menyambut maulidurrasul?

Sedangkan alasan yang kesepuluh pentingnya memperingati maulidurrasul adalah tidak adanya hukum yang jelas-jelas melarangnya. Meskipun melaksanakan peringatan maulid juga bukanlah termasuk ibadah tauqifiyah. Namun peringatan ini seringkali menjadi wahana mendekatkan diri kepada Allah swt. yang sangat dianjurkan.

Oleh karena itu, jika kacamata syari’at mengategorikan berbagai macam praktek ibadah menjadi dua yaitu yang disenangi dan dibenci, maka memperingati hari maulid dapat dikategorikan sebagai ibadah yang disenangi syariat.

Demikianlah sepuluh alasan mengapa umat muslim perlu memperingati hari kelahiran Rasulullah saw yang dijabarkan oleh Omar Abdullah Kamel dalam kitabnya Kalimatun Hadi’atun fil Bid’ah, Kalimatun Hadi’atun fil Ihtifal bi Maulid, Kalimatun Hadi’atun fil Istighatsah.

 

Redaktur: Ulil Hadrawy . Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Ulama Ceramah Felix Siauw Lengkap

Penyebaran Hoax adalah Sebuah Kekejian

Pati, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Di era digital seperti saat ini arus informasi dinilai menjadi begitu mudah didapatkan. Hanya saja ironisnya tidak semua informasi tersebut bisa dipercaya kebenarannya. Bahkan berita sesungguhnya dan berita hoax atau bohong itu semakin sulit untuk dibedakan.

Anis Sholeh Baasyin, saat membuka Suluk Maleman pada Sabtu (24/12) kemarin bahkan menyebut perilaku penyebar hoax itu adalah sesuatu yang keji. Dirinya menilai hoax adalah bagian dari fitnah.

Penyebaran Hoax adalah Sebuah Kekejian (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyebaran Hoax adalah Sebuah Kekejian (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyebaran Hoax adalah Sebuah Kekejian

Berita bohong itu berdampak begitu besar. Mampu memalsukan realitas dan memalsukan kesadaran. Salah satu yang mengacaukan bangsa ini dianggapnya berasal dari berita hoax tersebut.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Di situlah kita harus mencari titik tengah. Harus ada kesadaran dan keadilan dalam melihat sesuatu. Jangan sampai dengan salah melihat kita justru berbuat ketidak-adilan,” ujarnya pada acara yang digelar di Rumah Adab Indonesia, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, itu.

Dirinya juga mengingatkan, untuk dapat bersikap adil pertama-tama orang harus berhati-hati dalam membuat penilaian. Termasuk adil dalam mengumpulkan segala perspektif. Dan jika dirasa tidak bisa adil maka sebaiknya menutup mulut atau tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Sebenarnya saat ini pun tidak ada masalah yang serius terkait toleransi antaragama. Yang ada hanya orang yang sengaja membesar-besarkan permasalahan di media sosial,” terangnya.



Saling Memahami


Bagi Anis, salah satu kunci solusi dalam menghadapi kondisi seperti saat ini adalah dengan menumbuh-kembangkan sikap saling memahami, sikap ta’aruf yang tidak sekedar saling mengenal di lapis permukaan, tapi harus menukik ke kedalaman. Jika itu bisa dilakukan, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi mercusuar kemajuan dunia.

“Kalau orang Islam dengan orang Islam saja tidak bisa saling memahami, lantas bagaimana dengan golongan atau penganut agama lain?” demikian ujarnya.

Dirinya juga menegaskan, jika seseorang ingin menilai orang atau sebuah gejala atau suatu peristiwa, seharusnya orang tersebut harus sudah bisa merdeka dari daya tarik kepentingan-kepentingan dirinya sendiri, baik yang disadari atau tidak.

Menurut Anis, hanya dengan cara itu, baik sebagai individu maupun sebagai ummat, kaum muslimin mampu menjadi wasit yang adil bagi seluruh manusia.

“Rasulullah adalah teladannya. Bayangkan saja jika Rasul punya kebencian, pasti hanya memiliki sedikit sekali pengikut. Karena hampir semua sahabat Nabi, awalnya adalah sekaligus orang atau pihak yang pernah memusuhi bahkan berencana membunuhnya,” tambahnya.

Gus Nuril Arifin yang turut hadir dalam ngaji ngAllah bertajuk “Tengah Tegak Lurus Langit” itu juga mengingatkan agar jangan mudah berbicara sesuatu jika ternyata masih ada kepentingan diri. Dirinya mengingatkan agar jangan sampai bergerak lantaran dituntun oleh nafsu, karena hal tersebut bukannya akan menurai masalah tapi justru akan merumitkannya.

“Sebagai orang yang lahir di Indonesia, kita juga harus bersikap tanpa dipengaruhi orang lain. Harus adil. Saya orang Islam, saya orang Jawa dan saya juga orang Indonesia. Kalau yang Hindu seperti India, yang Budha seperti Cina, yang Kristen seperti barat, dan yang Islam seperti Arab; lalu yang seperti Indonesia yang mana? Yang seperti Jawa yang mana?,” tambahnya.

Hal itulah yang dikatakannya menjadikan masalah di bangsa ini. Menurutnya saat ini orang beragama hanya dilihat dari pakaiannya saja. Orang mengganggap atribut begitu mewakili keimanan seseorang.

“Coba kalau diingat sejak kapan kupluk atau peci itu beragama? Seharusnya kita bangga menjadi Indonesia. Tidak kebarat-baratan dan tidak ke arab-araban,” ujarnya.

Padahal kalau disadari banyak pula orang Indonesia yang menjadi tokoh agama di Mekkah dan Madinah. Orang-orang barat juga begitu serius belajar kebudayaan di Jawa. Hal itulah yang membuatnya menyayangkan orang Jawa yang justru kehilangan kejawaannya, orang Indonesia kehilangan keindonesiaannya.

“Saat ini banyak yang terjebak dalam agama formal, sehingga yang dibicarakan hanya sebatas fiqih saja,” tambahnya.

KH Abdullah Umar Fayumi atau yang biasa di sapa Gus Umar menambahkan dalam Jawa sebenarnya terdapat ajaran luhur. Orang biasa menyebutkan otak atik gatuk. Meski seperti bermain-main, kalau dilihat dengan lebih dalam hal tersebut sebenarnya bisa menjadi panduan yang baik.

“Dalam ajaran itu kita diajarkan untuk menggunakan otak dan ati (hati) hingga akhirnya gathuk (sesuai),” demikian ujarnya

Dirinya juga menyebutkan bahwa dalam diri manusia ada pancaran cahaya-cahaya Allah. Sehingga dengan mengenali diri maka bisa menjadi langkah untuk mengenali Tuhannya.

“Hidup yang baik adalah yang mengalir bagaikan gelombang. Bisa mengalir masuk kemana-mana,” tuturnya.

Selain Gus Nuril dan Gus Umar, dalam pagelaran Suluk Maleman yang jatuh tepat di perjalanannya yang ke lima tahun itu juga turut menghadirkan Kiai Budi Harjono dan juga Dalang Sigit Ariyanto dari Rembang.

Begitu hangatnya diskusi itu membuat acara itu baru dirampungkan pada Ahad (25/12) sekitar pukul 02.30 kemarin. Pagelaran musik dari Sampak GusUran membuat dialog itu kian mencairkan situasi dialog yang dihadiri ratusan orang itu. Bahkan meski sempat diguyur hujan namun tidak sampai menyurutkan minat peserta. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Santri Ceramah Felix Siauw Lengkap