Minggu, 22 Februari 2015

Tiba di Subang, Pasutri NU akan Sampaikan Islam Nusantara ke 11 Negara

Subang, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Hakam Mabruri (34) dan Rofingatul Islamiah (34), pasangan suami istri asal Malang, Jawa Timur berinisiatif menyosialisasikan corak khas Islam Nusantara ke 11 Negara.

(Baca: Untuk Apa Pasutri NU Asal Malang Ini Bersepeda Keliling Dunia?)?

Tiba di Subang, Pasutri NU akan Sampaikan Islam Nusantara ke 11 Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiba di Subang, Pasutri NU akan Sampaikan Islam Nusantara ke 11 Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiba di Subang, Pasutri NU akan Sampaikan Islam Nusantara ke 11 Negara

Saat melakukan Start pada 17 Desember 2016 lalu, Pasutri yang diketahui anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Malang ini tiba di Kabupaten Subang, Jawa Barat dan disambut oleh ratusan Banser Subang di perbatasan Indramayu-Subang tepatnya di jalan Pantura Pusakajaya sejak Sabtu (7/1) kemarin. Saat ini keduanya tengah berisitirahat di kediaman Ketua PAC GP Ansor Pamanukan untuk persiapan menuju Kabupaten Karawang.

Dihadapan ratusan kader Ansor dan Banser Subang, keduanya mengaku akan mengelilingi 11 negara menggunakan sepeda ontel tersebut dengan misi sosialisasikan kepada masyarakat konsep Islam Nusantara yang terimplikasikan terhadap ajaran Islam yang penuh kedamaian dan kasih sayang.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Hari ini sering kita temukan bahwa ajaran Islam itu identik dengan kekerasan. Nah misi kita ingin menginformasikan bahwa Islam itu agama yang damai, toleran dan penuh kasih sayang," ujar Hakam, Ahad (8/1).

Terkait dengan sepeda ontel, Hakam beserta istrinya menilai jika sepeda yang ditumpanginya tersebut sebagai kendaraan yang ramah lingkungan. “Ini juga mengisyaratkan jika ajaran Islam itu ajaran yang ramah, bukan ajaran yang marah-marah,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Hakam, dirinya sengaja mengambil rute ziarah di Pulau Jawa yang tujuannya ke beberapa makam wali sanga. Hal itu dilakukan untuk mengambil kesempatan bias berziarah kepada para penebar Islam di Indonesia dengan konsep Islam Rahmatan Lil Alamien.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Apa yang dilakukan oleh Wali Songo dalam menyebarkan ajaran Islam yakni dengan penuh hikmah dan bijaksana. Lebih toleran dan lebih menghargai terhadap sesama,” jelasnya.

Sementara Ketua PC GP Ansor Subang, Asep Alamsyah Heridinata menyambut baik atas kedatangan Pasutri yang merupakan keluarga besar GP Ansr NU tersebut. Bersama anggota Ansor dan Banser Subang, dirinya menerima dan menjamu serta disiapkan tempat untuk beristirahat.

“Semoga keduanya selamat sampai tujuan serta tidak terjadi hal-hal yang bias menghambat perjalanannya. Sehingga mereka berdua bias mengibarkan dan mentransformasikan kepada masyarakat tentang ajaran Islam Rahmatan lil Alamin,” pungkasnya. (Ade Mahmudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pahlawan, Daerah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 17 Februari 2015

Hukum Rambut Rontok saat Junub

Kalau mau bersih, mandi tentu pakai air dan sabun. Air harus dibeli. Ini tidak harus. Tetapi bagi sejumlah penduduk, air harus dibeli. Urusan sabun ini mutlak harus dibeli. Meskipun yang mewarung itu tetangga baik kenal maupun tidak, sabun tetap harus dibayar baik kontan maupun hutang.

Demikian persiapan mandi. Setidaknya demikian disebutkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Hukum Rambut Rontok saat Junub (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Rambut Rontok saat Junub (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Rambut Rontok saat Junub

Adapun hukum mandi menurut syar‘i terbagi dua. Wajib dan sunah. Sunah bilamana mandi itu diniatkan untuk menghadiri sembahyang Jum‘at, istisqa, sembahyang gerhana, usai memandikan jenazah, wukuf, thawaf, atau masuk kota Mekkah.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sementara mandi wajib diperuntukkan bagi mereka yang dalam keadaan junub karena keluar mani sebab jimak atau lainnya, usai haid, atau nifas.

Baik mandi wajib atau sunah, seseorang harus niat mandi wajib atau mandi sunahnya di awal basuhan. Persoalan niat ini sebuah kewajiban. Berikutnya meratakan tubuh dengan air. Segala permukaan dan lipatan di tubuh mesti secara rata terbasuh air baik berbentuk bulu, kuku, maupun kulit. Perataan air ini tidak terkait sama sekali dengan sabun. Yang penting rata dengan air.

Bagaimana kalau sejumlah bagian itu terlepas seperti rambut rontok, kuku yang terpotong, amputasi beberapa bagian tubuh? Apakah bagian yang terlepas wajib dibasuh? Imam Nawawi dalam kitab Raudlatut Thalibin wa Umdatul Muftiyin mengatakan seperti di bawah ini.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

ولو غسل بدنه إلا شعرة أو شعرات ثم نتفها، قال الماوردي: إن كان الماء وصل أصلها، أجزأه، وإلا لزمه إيصاله إليه. وفي فتاوى ابن الصباغ: يجب غسل ما ظهر، وهو الأصح. وفي البيان وجهان. أحدهما يجب. والثاني لا، لفوات ما يجب غسله، كمن توضأ وترك رجله فقطعت. والله أعلم.

“Andaikan seseorang membasuh seluruh badannya kecuali sehelai atau beberapa helai rambut (bulu) kemudian ia mencabutnya, maka Imam Mawardi berpendapat, Jika air dapat sampai ke akar helai itu, maka memadailah. Tetapi jika tidak, maka ia wajib menyampaikan air ke dasar bulu itu. Sedangkan fatwa Ibnu Shobagh menyebutkan, Wajib membasuh bagian yang tampak saja. Pendapat ini lebih sahih. Sementara kitab Albayan menyebut dua pendapat. Pertama, wajib (membasuh bagian tubuh yang terlepas-pen). Kedua, tidak wajib. Karena, telah luput bagian yang wajib dibasuh. Ini sama halnya dengan orang yang berwudhu tetapi tidak membasuh kakinya, lalu diamputasi.”

Jadi seseorang yang junub tidak perlu berpikir meskipun sekali untuk menyisir rambut karena takut rontok, memotong kuku, atau membersihkan bulu lainnya. Ia pun tidak perlu mengumpulkan rambut rontok dan potongan kukunya untuk dimandikan wajib bersama. Tetapi ada baiknya kalau ia menyisir atau memotong rambut, dan menggunting kuku setelah mandi wajib. Wallahu A’lam.

(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Tegal Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 11 Februari 2015

Masdar Farid: Nabi Juga Mencoret Tujuh Kata

Denpasar, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pengalaman NU menyetujui penghapusan tujuh kata dalam sila pertama Pancasila juga pernah terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW. Atas tuntutan sejumlah musyrikin Mekkah, Rasulullah rela mencoret tujuh kata yang tertuang dalam Perjanjian Hudaibiyah.

“Ini luar biasa. Ada kesamaan antara sejarah umat Islam dan Nahdlatul Ulama,” terang Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dalam sambutan Rapimnas LTMNU Region VIII PWNU Bali, Senin (9/7), di Denpasar.

Masdar Farid: Nabi Juga Mencoret Tujuh Kata (Sumber Gambar : Nu Online)
Masdar Farid: Nabi Juga Mencoret Tujuh Kata (Sumber Gambar : Nu Online)

Masdar Farid: Nabi Juga Mencoret Tujuh Kata

Masdar menjelaskan, sebelum dicoret Perjanjian Hudaibiyah memuat kata-kata “bismillahir rahmanirrahim” dan “rasulillah”. Sejumlah orang Mekah yang tidak terima menuntut penghapusan tujuh kata itu (bi, ism, Allah, ar-rahman, ar-rahim, rasul, Allah) untuk digantikan dengan redaksi yang lebih netral.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Penggalan sejarah ini, menurutnya, membuktikan bahwa sikap NU terhadap ideologi kebangsaan NKRI sudah ada di jalur yang tepat. KH Hasyim Asy’ari sendiri yang memberikan keberanian moral kepada putranya KH Wahid Hasyim untuk mencoret tujuh kata Pancasila yang berbunyi “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknyanya”.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Melalui istikharah dan inayah dari Allah SWT, Hadratus Syaikh mengikhlaskan untuk mencoret tujuh kata. Ini adalah amal jariyah NU kepada bangsa ini,” tuturnya.

Kiai asal Purwokerto ini menambahkan, sikap ini berpijak pada ajaran pokok NU yang dalam hal kenegaraan di antaranya menganut prinsip keadilan dan permusyawaratan.?

“Bagi warga NU secara konseptual Pancasila sudah Islami,” tandasnya.

Redaktur : Syaifullah Amin

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Ubudiyah, Olahraga, Halaqoh Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 09 Februari 2015

PMII dan Kesetiaan terhadap Pancasila

Oleh Falihin Barakati



Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia merupakan suatu organisasi kader yang di dalamnya diisi para mahasiswa Muslim yang landasan teologinya Ahlusunnah wal Jama’ah (Aswaja). Selain menggunakan paham Aswaja, PMII juga menetapkan Pancasila sebagai asas organisasinya. Pancasila diyakini sebagai suatu komitmen bersama the founding fathers bangsa Indonesia yang harus tetap terjaga keutuhannya sebagai dasar Negara. Karena PMII merupakan organisasi kepemudaan yang lahir di bumi Pancasila, maka PMII pun wajib membela dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia yang mampu menyatukan seluruh rakyat Indonesia di tengah kemajemukan dan kepluralan masyarakat Indonesia.

PMII dan Kesetiaan terhadap Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII dan Kesetiaan terhadap Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII dan Kesetiaan terhadap Pancasila

Jika kita kembali pada sejarah lahirnya Pancasila, sebelum Pancasila ditetapkan sebagai landasan atau dasar Negara, berbagai benturan pandangan terjadi. Dalam sidang BPUPKI misalnya, peserta sidang terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu kalangan nasionalis dan kalangan agamis. Kedua kelompok ini masing-masing memiliki pandangan berbeda terhadap gagasan Soekarno yang menawarkan Pancasila sebagai ideologi Negara. Yang paling menonjol dalam perdebatan tersebut adalah terkait apakah Negara Indonesia akan menjadi negara sekuler atau negara agama. Namun di tengah perdebatan panjang diambilah suatu kesepakatan bersama, bahwa Indonesia dengan Pancasilanya bukanlah negara sekuler dan juga bukan negara agama. Dari kesepakatan ini dapat diambil suatu kesimpulan bahwa Indonesia adalah Negara Pancasila.

Sungguh menakjubkan, ide pemikiran politik yang terkandung di dalam Pancasila merupakan ramuan sempurna dan solutif. Para pendiri Negara mampu meramunya dengan sangat kreatif, dengan mengambil jalan tengah antara dua pilihan ekstrem, Negara sekuler atau negara agama. Mereka menyusunnya dengan rumusan yang begitu imajinatif di mana negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Coba bandingkan dengan Turki, di mana saat mencari jalan keluar dari kemerosotan Dinasti Utsmani yang berkuasa selama hampir delapan abad, akhirnya memilih negara sekuler yang ditandai dengan runtuhnya kekhalifahan pada Maret 1924. Turki pun menjadi negara sekuler pertama di tengah masyarakat Muslim.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Begitu pun di Pakistan. Negeri yang berdiri di atas bekas wilayah Dinasti Mogul itu, dari dua arus pemikiran politik yang bersaing saat menuju kemerdekaan, antara Ali Jinnah sebagai representasi gagasan negara sekuler dan Maududi sebagai representasi gagasan negara agama, toh akhirnya memilih jalan sebagai Negara Islam, setelah gagal mensenyawakan format yang solutif untuk sebuah dasar negara modern.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pancasila, sebagai jalan tengah antara dua pemikran apakah Indonesia sebagai negara sekuler atau negara agama. Inilah konsensus bersama para pendiri bangsa saat menetapkan dasar atau ideologi Negara Indonesia. Kesepakatan yang mampu menyatukan pendapat dua kelompok baik kelompok nasionalis dan keslaompok agamis. Tidak ada satu pun kelompok yang dikecewakan dengan ditetapkannya Pancasila sebagai ideologi Negara.

Itulah sedikit petikan sejarah pergulatan tentang penetapan Pancasila sebagai ideologi Negara. PMII sebagai organisasi kepemudaan yang tidak bisa terlepas dari sejarah Indonesia tentu harus wajib mempertahankan Pancasila. Apalagi melihat realitas sekarang Pancasila begitu dikerdilkan bahkan terlupakan. Meski tak dapat dipungkiri trauma Orde Baru masih ada dalam bayang-bayang di segenap pemikiran rakyat Indonesia bagaimana Pancasila begitu ditegakkan dan dimasyarakatkan tetapi berdasarkan pengertian penguasa kala itu sehingga hanya dijadikan alat untuk memperthankan kekuasaan. Tetapi bukan karena itu kemudian kita meninggalkan Pancasila, karena Pancila adalah kesepakatan, komitmen dan konsensus bersama pendiri bangsa kita yang mampu menyatukan beragam pemikiran pendiri bangsa Indonesia sehingga Indonesia tetap kokoh sampai hari ini.

Setelah terbukanya kran demokrasi yang ditandai dengan reformasi, saat inilah kebebaasan begitu diagung-agungkan sehingga kebebasan pun mulai kebablasan, Pancasila mulai digoyang kembali oleh beberapa pemikiran ideology baik dari liberalism dan kapitalisme ataupun sosialisme-komunisme serta ideology islam radikal. Pancasila sudah dimasuki dengan neoliberalisme, sehingga kebijakan pemerintah pun terkadang lebih condong dari dasar neoliberalisme dari pada Pancsila itu sendiri. Begitupun ideologi Islam radikal, yang mulai tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Teroris di mana-mana, tindakan kekerasan atas nama Islam merajalela dan penanaman pemikiran Islam yang tekstual dan inkontekstual yang begitu jauh dari semangat dan nilai-nilai Pancasila.

PMII dengan pemikiran Pancasilais dan nasionalisnya harus melawan pemikiran neoliberalisme yang merongrong bangsa Indonesia, begitupun dengan Islam radikal. PMII harus kembali membumikan Islam Indonesia di bumi Nusantara. Begitulah yang dikehendaki Pancasila dan para pendiri bangsa kita. Harus tetap menjaga orisinalitas bangsa di tanah air kita, jangan sampai terongrong oleh ideologi-ideologi yang begitu bertentangan dengan Pancasila. Pancasila lah pemersatu bangsa, Pancasila lah yang menjaga keutuhan NKRI, ini lah warisan luhur kita yang harus tetap kita jaga dan pertahankan sebagai ideologi Negara. Ketika Pancasila sudah terganti oleh ideologi-ideologi lain, maka NKRI bubar, perjuangan para pahlawan dan the founding fathers kita untuk memerdekakan dan membentuk bangsa dan negara ini sia-sia. Kita sebagai kader PMII yang berasaskan Pancasila tentu tidak mau hal itu sampai terjadi. Pancasila dan NKRI adalah Final.

Penulis adalah Wakil Ketua PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tenggara



Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Hikmah Ceramah Felix Siauw Lengkap