Sabtu, 29 Maret 2014

Lebihi Target, Baksos Kesehatan Muslimat NU Jepara Diserbu Peserta

Jepara, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Peserta Bakti Sosial (Baksos) tampak antusias mengikuti rangkaian layanan kesehatan yang dibuka Muslimat NU Jepara di Klinik Masyithoh Gedung NU Jepara, Kamis (6/4). Terbukti sejak loket pendaftaran dibuka pukul 07.00 WIB, antrean peserta mengular untuk mendapatkan pelayanan.

Muslimat menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara dalam baksos ini. Titik fokus kegiatan ini adalah kesehatan reproduksi.

Lebihi Target, Baksos Kesehatan Muslimat NU Jepara Diserbu Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)
Lebihi Target, Baksos Kesehatan Muslimat NU Jepara Diserbu Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)

Lebihi Target, Baksos Kesehatan Muslimat NU Jepara Diserbu Peserta

Layanan yang disediakan adalah pemasangan alat kontrasepsi IUD dan implant serta deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA. Selain itu peserta yang ingin memeriksakan mata dan cek gula darah juga dilayani.

“Meskipun tahun ini Muslimat mandiri dalam mencari akseptor, tetapi alhamdulillah peserta di luar dugaan target kami. Kegiatan baksos dalam rangka Harlah Ke-71 Muslimat dan Hari Jadi Ke-468 Jepara ini bisa bermanfaat,” kata Ketua Muslimat NU Noor Ainy.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Lebih dari 350 peserta yang ikut. IUD yang ditarget hanya 25 orang pada hari pelaksanaan lebih dari 38 akseptor,” imbuhnya.

Senada dengan Noor Ainy, Mayadina Rohma yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia Harlah juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat yang mengikuti baksos.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Goal kami adalah peningkatan kualitas diri perempuan Jepara. Baksos ini bisa merupakan tangga pencapaian tujuan tersebut,” kata Mayadina.

Sementara Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Rini Kusumasari mengatakan bahwa kader Muslimat hendaknya ikut menggugah kesadaran perempuan untuk tidak malu memeriksakan diri. “Tidak perlu malu periksa, karena yang melayani pasti dokter perempuan juga. Mengetahui lebih awal semakin memperkecil kesempatan sel kanker berkembang lebih ganas,” pungkasnya.

Kegiatan ini akan dijadikan agenda tahunan Muslimat NU Jepara. Baksos ini juga merupakan pembuktian bagi DP3AP2KB yang dulunya berbentuk badan dan baru tahun ini di Jeapra menjadi dinas. Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat luas. (YR/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Humor Islam, RMI NU, Sunnah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 26 Maret 2014

Membumikan Shalawat oleh PC Fatayat NU Karawang

Kerawang, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Karawang selalu mempunyai cara yang unik dalam methode dakwahnya. Ahad, 26 Februari 2012 bertempat di Masjid Raya Al-Amien Perumnas Bumi Telukjambe Karawang jajaran PC Fatayat NU Karawang menyelenggarakan Festival Barzanji.

Acara yang bertemakan “Membumikan Shalawat sebagai wujud cinta kepada Rasulullah SAW dengan Mentradisikan Al-Barzanji” diikuti oleh 12 Tim yang berasal dari berbagai kecamatan di seantero wilayah Kabupaten Karawang.

Membumikan Shalawat oleh PC Fatayat NU Karawang (Sumber Gambar : Nu Online)
Membumikan Shalawat oleh PC Fatayat NU Karawang (Sumber Gambar : Nu Online)

Membumikan Shalawat oleh PC Fatayat NU Karawang

Perhelatan Festival Al-Barzanji ini dimulai tepat pukul 09.00 dan berakhir pukul 14.00 WIB dengan diselingi jeda istirahat untuk Shalat Dhuhur dan makan siang.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Kita adalah generasi penghubung antara para pendahulu dengan generasi anak-anak kita, untuk itu maka kami berusaha mentradisikan Al-Barzanji ini sebagai wujud rasa cinta kita kepada Kanjeng Nabi SAW, menjaga amanah dari generasi pendahulu dan siap mewariskannya kepada generasi penerus kita” ujar Ustadzah Hj Yani Suryani Mustari selaku Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bekasi.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Masing-masing tim begitu antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Masing-masing tim berusaha menunjukkan kemampuannya sebagai yang terbaik.Acara ditutup dengan pemberian penghargaan secara simbolik kepada Tim dari PC Muslimat NU Karawang.

”Semua tim perform dengan sangat baik, dalam festival ini tidak ada juaranya, semuanya kami berikan penghargaan sebagai apresiasi terhadap partisipasinya, semua tim adalah Sang Pemenang” sahut Ustadzah Hj. Yani Suryani Mustari. Methode dakwah yang indah. Shalawat begitu membumi dan merasuk dalam relung-relung hati kami.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Arief Widhiharto

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pemurnian Aqidah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 24 Maret 2014

Bakat Menyanyinya Kian Terasah di Pesantren

Probolinggo, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Dunia pesantren tidak hanya melahirkan guru ngaji ataupun akademisi saja. Alumni pesantren pun banyak yang meramaikan dunia hiburan, seperti Jhonny Iskandar yang tenar sebagai penyanyi dangdut era 1980-1990-an.

Bakat Menyanyinya Kian Terasah di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Bakat Menyanyinya Kian Terasah di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Bakat Menyanyinya Kian Terasah di Pesantren

Gayangnya sangat khas, dengan rambut panjang terurai yang agak berombak dan kacamata tebal yang diberi rantai. Suaranya juga mudah dikenali, cengkok melayu khas penyanyi dangdut nan melengking.

Mungkin gambaran itu langsung terbenak dipikiran kita ketika mendengar nama Jhonny Iskandar. Ya, bagi pecinta musik dangdut di tanah air, nama Jhonny Iskandar sudah tidak asing lagi.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ia dikenal sebagai salah satu penyanyi dangdut kondang di era 1980-1990-an. Lagu-lagunya cukup ? akrab di telinga para penikmat dangdut. Beberapa lagunya yang booming dan dikenal sampai sekarang di antaranya Bukan Pengemis Cinta, Judul-judulan, Bibir Kuda dan banyak lagi lagu lainnya yang ngehits.

Siapa sangka, sebagian masa mudahnya dihabiskan di pesantren. Pria kelahiran 1960 silam itu tercatat pernah mondok di Pesantren Zainul Hasan (Zaha) Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo pada tahun 1973-1977.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Meski hanya 4 tahun, namun bagi Jhonny pengalaman di pesantren itu merupakan salah satu kenangan yang tidak terlupakan. “Mondok di Genggong banyak kenangan yang masih lekat di ingatan saya. Misalnya kalau sedang baca burdah (syair tentang pujian atau sholawat kepada Nabi Muhammad SAW), pokoknya yang paling ramai itu karena bacaan burdah saya dangdutan,” katanya kepada Ceramah Felix Siauw Lengkap ketika ditemui di sela-sela sowan ke Pesantren Zaha Genggong.

Pria asli pulau Masalembu, Madura ini mengaku memilih nyantri di Genggong karena kebiasaan masyarakat di tempat asalnya. Rata-rata tetangga seusianya banyak yang mondok di Pesantren Zaha Genggong.

Sejak nyantri itulah, bakat musih Jhonny kian terasah. “Dulu semasa kecil, setiap ke pasar saya sering diajak. Kalau di pasar saya disuruh nyanyi. Pulang dari pasar, saya dapat banyak oleh-oleh karena nyanyian saya,” kenangnya.

Bukan hanya menyanyi lagu dangdut, Jhonny juga memiliki kemampuan menjadi seorang qori’. Kemampuan itu makin terasah di Genggong. Bahkan belakangan ia diberi amanat untuk mengajar Qiroatul Qur’an kepada para santri. “Kalau malam Jum’at (Kamis malam), ngajar di putra. Kalau putri, ngajarnya Jum’at pagi,” jelasnya.

Selama di Genggong, kemampuan vokal Jhonny juga disalurkan dengan menjadi vokalis grup zafin bernama Hijir Marawis Genggong. Jhonny masih ingat nama-nama personil di grup tersebut.

“Ada juga vokalis, namanya H. Yasin. Istrinya namanya Hayyin. Dulu sebelum menikah, istrinya itu menjadi salah satu vokalis di album Mars Pesantren Genggong garapan saya,” urainya.

Selama mondok, grup zafin ini banyak diundang manggung di berbagai tempat. Grup ini pun dikenal masyarakat penikmat lagu padang pasir masa itu. Bersamaan dengan itu, aktivitasnya mengajar qira’ah, bersekolah dan mendampingi almarhum al-arif billah KH Hasan Saifourridzall, pengasuh ketiga Pesantren Zaha Genggong, sama-sama berjalan.

“Saya sering diajak kiai ke mana-mana, istilahnya jadi khaddam. Tetapi saya merasa tidak sekadar menjadi khaddam, karena perlakuan kiai kepada khaddam sudah seperti kepada keluarga sendiri,” kenangnya.

Yang tidak bisa dilupakannya dari nyantri di Genggong menurut Jhonny adalah saat ia dibaiat oleh KH. Ahmad Taufik Hidayatullah, salah satu pengasuh pesantren. “Yang bisa saya andalkan kemampuan olah vokal, ya suara saya. Alhamdulillah, waktu nyantri oleh Kiai Ahmad suara saya dibaiat atau diijazahi,” kata Jhonny.

Karenanya, ijazah itu terus diamalkan oleh Jhonny. Pada tahun 1977, ia menyelesaikan masa mondoknya. Ia lantas ikut orang tuanya yang dipindah tugaskan perusahaannya Continental Oil Company (Conoco) ke Jakarta. Sambil sekolah SMA, kemampuan vokal terus ia kembangkan. Caranya, dengan membentuk grup musik beranggotakan 6 personil termasuk Jhonny sendiri.

Grup itupun sering manggung, bahkan ikut lomba. Baik secara grup maupun individu, Jhonny selalu merebut juara lomba musik itu. Karirnya mulai menemukan jalan, Jhonny makin terkenal saja sebagai pedangdut.

Secara tidak sengaja, Jhonny mempunyai tetangga yang bekerja sebagai penyiar radio Prambors yang terkenal di Jakarta saat itu. “Oleh tetangga saya yang penyiar radio Prambors, saya diminta menjadi penyiar, sekaligus menyanyi di radionya. Saya minta gurp saya dilibatkan dan permintaan saya disetujui,” kenangnya.

Meski terkesan asal-asalan, bukan berarti konsep lagu yang diusung diciptakan sekenanya. Sebab personil grup musiknya mempunyai konsep lagu yang kaya. Hanya saja pilihan lagu yang dibawakan, harus berbeda dengan grup musik lain.

“Ini musik kreatif. Konsepnya di tengah-tengah musik dangdut dan top. Kenapa begitu, karena kami harus sesuaikan dengan cita rasa pendengar musik saat itu. Alhamdulillah, banyak yang suka,” terangnya.

Sayang, Jhonny rupanya tidak hafal berapa jumlah album dan lagu yang dihasilkan. “Yang jelas banyak, lagunya ratusan,” ujar pria yang suaranya sehar-hari terdengar mengumandangkan adzan Maghrib di salah satu televisi swasta itu.

Kisah suksesnya makin lengkap dengan kehadiran 4 putra-putrinya. Yakni, Mohammad Hasan Dzikrullah, Indah Tawakkalni, Siti Saidah Iskandariah dan Siti Malikal Bilqis.

Tidak ingin sia-sia nyantri, ia juga membuat album untuk Pesantren Zaha Genggong. Sebagian lagu diciptakan KH. Hasan Saifourridzall, sebagian lagi oleh Jhonny yang sekaligus sebagai vokalisnya. Dibagian akhir album yang terbit pada tahun 1980 itu, ada do’a khusus yang dibaca Kiai Hasan Saifourridzall.

“Tujuan saya tidak lain hanya untuk mencari barokah. Album itu bentuk pengabdian saya kepada pesantren,” tuturnya. Selain itu, ia juga menjadi pengurus inti Ikatan Alumni dan Santri Pesantren Zainul Hasan (Tanaszaha) di Jakarta.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Nusantara Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 22 Maret 2014

Kemnaker Minta Perusahaan Buka Kesempatan Kerja Lebih Banyak Bagi Penyandang Disabilitas

Bandar Lampung, Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kementerian Ketenagakerjaan terus  mendorong agar perusahaan-perusahaan milik  pemerintah maupun  swasta dapat memberikan kesempatan kerja lebih luas kepada penyandang disablitas di Indonesia. Penyandang disabilitas berhak mendapatkan pekerjaan yang dapat disesuaikan dengan jenis dan derajat kecacatan, pendidikan dan kemampuannya.

Berdasarkan amanat UU No.8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas perusahaan swasta wajib memperkerjakan para penyandang disabilitas dengan kuota minimal 1% dari total karyawan. Sedangkan instansi pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/BUMD diminta untuk memenuhi kuota difabel sebesar 2% serta pemberian insentif bagi perusahaan yang mempekerjakan penyandang disabilitas.

Kemnaker Minta Perusahaan Buka Kesempatan Kerja Lebih Banyak Bagi Penyandang Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Minta Perusahaan Buka Kesempatan Kerja Lebih Banyak Bagi Penyandang Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Minta Perusahaan Buka Kesempatan Kerja Lebih Banyak Bagi Penyandang Disabilitas

Demikian diungkapkan Widyaswara Ahli Utama  Kemnaker, Sugiarto Sumas, saat membuka sesi interaktif penempatan tenaga kerja khusus bertema "Partisipasi Pencari Kerja Penyandang Disabilitas dan Pemberi Kerja dalam Bursa Kerja" di Hotel Horison Lampung, Kamis (19/10).

Sugiarto Sumas mengatakan  pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia harus dilakukan secara inklusif, artinya siapa saja dan apapun kondisinya berhak mendapat akses ke pendidikan dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Namun dalam kenyataannya, perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan disabilitas masih sangat sedikit. Padahal mempekerjakan penyandang disbilitas adalah amanat UU No.8 Tahun 2016. Ini jadi tantangan bagi kita semua," kata Sugiarto.

Ditambahkan Sugiarto dalam menangani disabilitas sesungguhnya bukan hanya di bidang ketenagakerjaan. Tetapi juga harus bersinergi dengan stakeholder lainnya seperti Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan serikat pekerja/serikat buruh.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Kita terus mendukung disabilitas diantaranya melalui pemberdayaan pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas di Dinas yang menangani ketenagakerjaan di provinsi, kabupaten/kota. Pemerintah pun memberikan perlindungan kepada para penyandang disabilitas melalui jaminan sosial yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan," katanya.

Pernyataan senada dikemukakan oleh Direktur Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri (PTKDN) Ditjen Binapenta dan Perluasan Kesempatan Kerja (PKK) Kemnaker, Nurahman. Menurutnya meski sudah ada regulasi tentang hak-hak penyandang disabilitas, faktanya masih banyak ditemukan praktek-praktek diskriminasi dalam rekruitmen dan seleksi. 

"Persoalan umum yang dihadapi penyandang disabilitas adalah sempitnya kesempatan dan lapangan kerja yang tersedia bagi mereka," katanya.

Nurahman mengatakan Kemnaker sebagai instansi yang bertanggungjawab di bidang ketenagakerjaan akan terus memformulasikan kebijakan dan dijalankan berbagai program dan kegiatan bidang ketenagakerjaan sekaligus sebagai aspirasi bersama dalam rangka menghilangkan hambatan guna mewujudkan masyarakat inklusif dan aksesbilitas untuk semua. Terutama bagi penyandang disabilitas di Indonesia.

"Terkait hal itu, Kemnaker telah mengeluarkan regulasi pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas melalui KepMenakertrans No.Kep.205 Tahun 1999 tentang pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja yang di dalamnya juga mendukung peningkatan keterampilan dan kompetensi disabilitas,” kata Nurahman.

Selain itu, pemerintah juga secara rutin menggelar  bursa kerja (jobfair) khusus penyandang disabilitas dan menggelar pameran produk padat karya penyandang disabilitas serta pemberian penghargaan bagi perusahaan yang mempekerjakan penyandang disabilitas.

Sementara itu, Ketua Panitia Sesi Interaktif, Selviana Mohammad, dalam laporannya mengatakan sesi interaktif digelar untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh stakeholder lainnya terhadap upaya pemenuhan hak-hak tenaga kerja khusus/disabilitas dalam mendapatkan pekerjaan dan perlakuan yang sama tanpa diskriminatif.

Sesi interaktif diikuti 50 orang peserta berasal dari Disnaker provinsi, kabupaten/kota, Bappeda, DPRD, Dinas pendidikan provinsi Lampung, organisasi penyandang disabilitas, bursa kerja khusus (Universitas/SMK) dan perusahaan yang berada di Lampung.

Turut hadir pada acara ini, Rubby Emir, CEO Kerjabilitas serta Asisten Direktur Sumber Daya Manusia PT Changsin Kridha Yudha, Sekretaris Disnakertrans Lukman, Kepala UPTD BLK provinsi Lampung Sunarto, Budijayanti, Tri Retno Palupi dan Evi Fatmawati. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Warta, Santri Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 18 Maret 2014

NU Penggagas Islam Ahlussunnah wal Jamaah

Judul: Islam NU Pengawal Tradisi Sunni Indonesia

Penulis: Drs KH Busyairy Harist, MAg

Editor: Mohammad Iqbal

Penerbit: Khalista Surabaya

NU Penggagas Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Penggagas Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Penggagas Islam Ahlussunnah wal Jamaah

Cetakan: I, Agustus 2010

Tebal: 223 hlm.

Peresensi: Moh Ridwan Rifa’i

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Bila ditilik dari sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama (NU), memang selalu menarik untuk dibicarakan dan diperbincangkan. Karena organisasi ini lahir atas inisiatif kaum tradisionalis (kalangan pesantren), yang memang betul dan paham terhadap kondisi sosial keagamaan sebelum NU lahir.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Karena pada kondisi itu, amaliah dan ajaran Islam ahlusunnah wal jamaah terancam ditiadakan bahkan dihabisi oleh suatu kelompok yang berpaham Wahabi. Kelompok Wahabi ini adalah kelompok yang anti tradisi Islam yang tidak ada di dalam al-Qur’an dan al-Hadits.

Mereka menganggap tradisi dan amaliah yang tidak ada dalam keduanya adalah bid’ah. Bahkan yang tidak bid’ah pun dianggap bid’ah dan syirik, seperti membaca tahlil, yasinan, diba’an, dan ziarah kubur dilarang. Sehinga ulama pesantren dengan tegas berpendapat, bahwa ajaran Islam ahlussunnah wal jama’ah wajib dipertahankan dan dilestarikan.

Selain dengan latar belakang di atas NU lahir dinakodai oleh para kiai, seperti Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, Kiai Wahab Hasbullah, dan Kiai Bisri Sansuri. Dan NU lahir tidak sebagaimana organisasi-organisasi lainnya, lahirnya NU adalah sebuah hasil perjuangan dan istikharah para kiai. NU tidak hanya sekedar oraganisasi yang banyak jamaahnya, akan tetapi lahirnya NU mampu memberikan sumbangsih besar terhadap perjalanan bangsa Indonesia.

Salah satu tokohnya, seperti Kiai Wahid Hasyim pernah menjadi Mentri Agama dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah menjadi Presiden Republik Indonesia. Maka tidak berlebihan jika banyak orang dan kalangan selalu membicarakan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi terbesar di Indonesia.

Peristiwa berdirinya Nadlatul Ulama (NU) juga tidak terlepas dari beberapa organisasi yang dibentuk oleh para tokoh NU, seperti Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air), Nadlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air), Taswirul Afkar (Forum Diskusi), Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Para Pedagang) dan lain-lain. Dengan terbentuknya organisasi ini, maka pada akhirnya terbentuklah juga sebuah organisasi besar yang mewadahi para ulama dan kalangan tradisionalis (pesantren). Tepatnya pada tanggal 31 Januari 1926 atau 16 Rajab 1344 H, para ulama terkemuka se Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya untuk mendirikan sebuah organisasi yang kemudian diberi nama Jamiyah Nahdlatul Ulama (NU). Inilah salah satu perjalanan dan proses NU berdiri, dengan harapan untuk mempertahankan dan memperjuangkan ajaran Islam ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja).

Buku yang ditulis oleh Kiai Buyairi Harits ini sangatlah lengkap, yang didalamnya menjelaskan trentang seluk beluknya mengapa NU didirikan, mengapa akidah ahlussunnah wal jamaah harus diperjuangkan, dan lengkap dengan amaliah-amaliahnya. Dalam buku ini penulis juga menjelaskan tentang sistem bermazhabnya orang NU. Di komunitas NU istilah mazhab sudah lama dikenal. Karena di NU selalu bergulat dengan fiqh yang berpegangan pada salah satu imam mazhab yang empat, yakni mulai dari Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, dan Imam Hanbali. Dari imam mazhab yang empat tersebut, diwajibkan hukumnya bagi umat Islam mengikuti salah satunya. Karena dalam konteks hukum dan fiqh NU wajib mengikuti salah satu mazhab yang empat, dikhawatirkan terjadi percampuradukan antara yang hak dan yang batil, atau tergelincir dalam kesalahan atau mengambil hukum yang mudah-mudah dan cenderung seenaknya (36-37).

Dan yang menarik dalam buku ini dijelaskan tentang amaliah NU yang harus dijaga, dilestarikan, dikembangkan dan dipertahankan oleh warganya khususnya umat Islam hingga akhir zaman. Adapun amaliah NU dibidang ubudiyah, seperti melafazkan niat sebelum shalat, membaca basmalah dalam surat al-fatihah, qonut pada shalat subuh, membaca wirid setelah shalat, berjabat tangan setelah shalat, bilal pada shalat jum’at, khotib jum’at memegang tongkat, dan bilangan rakaat shalat tarawih di dalam buku ini penulis menjelaskan secara sistematis lengkap dengan dalil-dalilnya.

Dalam bidang muamalah (sosial), seperti mengharumkan tubuh mayit dengan membakar dupa, mengantarkan jenazah sambil membaca lafad la Ilaha Illallah, adzan setelah mayit diletakkan dalam kubur, talqin, dan ziarah kubur juga dijelaskan dalam buku ini lengkap dengan dalil-dalilnya.

Dengan membaca buku ini setidaknya pembaca bisa mengetahui tentang NU, mulai dari sejarah berdirinya hingga mengetahui terhadap ajaran-ajarannya. Karena sampai saat ini sudah banyak golongan, seperti orang Wahabi memulai merusak bahkan memberikan fatwah syirik dan haram melakukan tradisi amaliah NU. Mereka berpandangan bahwa amaliah yang dilakukan oleh warga NU, seperti mebaca tahlil, istghosah, yasinan, dibaan, dan ziarah kubur adalah perbuatan bid’ah. Padahal dalam buku ini dijelaskan melakukan amaliah yang sering dilakukakan oleh warga NU hukumnya boleh dan mendapat pahala, tidak haram dan tidak syirik.

Salah satu tugas Nadlatul Ulama (NU) kedepan, adalah menjaga pesantren, pengayom umat, mensejahterakan warganya, dan melestarikan ajaran dan amaliahnya. Dan selama ini, sepertinya NU lebih cenderung kepada gerakan politiknya bukan kepada gerakan sosial keagamaanya. Karena NU bukanlah organisasi politik (ijtimaiyah wassiyasiyah), NU adalah organisasi sosial keagamaan (ijtimaiyah wadiniyah). Semoga dalam kepemimpinan Kiai Sahal Mahfudh dan Kiai Said Aqil Siraj ini, mampu memberikan nuansa baru bagaimana NU bisa maju dan meneladani kepemimpinan Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari. wallhu a’lam

Peresensi adalah, Staf Pengajar Madrasah Ibtida’iyah Nasy’atul Muta’allimin Candi Dungkek Sumenep  dan Saat ini aktif sebagai Sekretaris Ranting NU Banuaju Timur Batang-Batang Sumenep MaduraDari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Cerita, RMI NU Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 14 Maret 2014

Ini Aplikasi Google Santri untuk Alumni Pesantren

Sebuah komunitas bernama Aswaja IT Developer di Solo kembali merilis sebuah aplikasi android yang tidak kalah menarik dan penting bagi para pengguna telepon genggam pintar, bernama Santri.Net versi android.

Santri.Net atau Google Santri yang dirilis pada 5 November 2014 adalah wadah bagi para alumni pesantren untuk saling komunikasi dan bertukar pengalaman. Digagas demi mengoptimalkan kinerja dakwah dan pengajaran berbasis salaf agar mampu mengakomodasi tuntutan zaman.



Ini Aplikasi Google Santri untuk Alumni Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Aplikasi Google Santri untuk Alumni Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Aplikasi Google Santri untuk Alumni Pesantren

Aplikasi Santr.Net memberi kemudahan bagi umat Islam yang ingin mencari tahu ilmu hukum fiqih dan lain lainnya yang berkaitan dengan ilmu agama Islam.

Beberapa kelebihan dan kemudahan yang ada di aplikasi google santri ini antara lain model pencariannya simpel dan sederhana, layout yang simpel dan bisa dishare ke jejaring sosial dengan mudah.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Bagi pengguna telepon genggam versi android, silahkan unduh langsung dan sebarkan aplikasi gratis ini di sini. (mukhlisin/anam).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap Nasional Ceramah Felix Siauw Lengkap