Kamis, 03 Maret 2016

Helmy Faishal: Umat harus Bersatu Membangun Peradaban

? Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap

Umat Islam khusunya dan kaum beragama di Indonesia umumya diimbau untuk bersatu-padu bahu-membahu membangun peradaban dan tatanan masyarakat yang lebih baik dan maju. Peradaban yang baik tidak akan pernah dicapai oleh masyarakat yang terpecah-belah.

Helmy Faishal: Umat harus Bersatu Membangun Peradaban (Sumber Gambar : Nu Online)
Helmy Faishal: Umat harus Bersatu Membangun Peradaban (Sumber Gambar : Nu Online)

Helmy Faishal: Umat harus Bersatu Membangun Peradaban

Hal tersebut disampaikan oleh Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini di acara maulid Nabi Muhammad yang diselenggarakan oleh Majlis Darul Hasyimi Jakarta Selatan yang dipimpin oleh Mustasyar PBNU Habib Luthfi bin Yahya (6/8). Dalam sambutannya, pria kelahiran Cirebon tersebut menjelaskan bahwa perbedaan itu hal yang lumrah. Perbedaan tidak boleh dipertajam. Justru sebaliknya, perbedaan bisa dijadikan modal untuk mencari persamaan satu dengan lainnya.

“Sudah saatnya kita tidak menghabiskan waktu hanya untuk mengurusi hal yang tidak terlalu urgen. Bukan saatnya lagi membahas hal yang remeh-temeh. Kita harus mulai lebih memikirkan hal yang dapat membangun umat seperti pembangunan sektor ekonomi, pendidikan, dan juga kesehatan,” jelas Helmy.

Mengenai konflik bernuansa agama belakangan ini, Helmy menjelaskan bahwa yang paling penting untuk didahulukan adalah sikap waspada dan hati-hati dalam memandang sebuah peristiwa. “Kita tidak boleh gegabah menyimpulkan sebuah peristiwa. Harus jelas ditelusuri kronologinya agar kita tidak salah menyimpulkan,” imbuhnya.

Selain dihadiri langsung oleh Habib Luthfi bin Yahya, majlis maulid tersebut juga dihadiri oleh Habaib lainnya di sekitar Jakarta beserta ratusan jamaah. Habib Luthfi berpesan agar bangsa Indonesia bersetia kepada Pancasila. ?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Pancasila merupakan manifestasi dari penafsiran terhadap ajaran agama dan bagaimana manifestasi tersebut bisa terimplementasikan guna menuju kemanusiaan yg adil dan beradab,” tandas Habib Luthfi. (Fariz Alniezar)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Humor Islam Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 02 Maret 2016

Tujuh Hal yang Dimakruhkan saat Wudhu

Wudhu adalah salah satu hal yang harus dilakukan sebelum melakukan shalat. Wudhu merupakan sarana untuk membersihkan diri dari hadats kecil, yang mana membersihkan hadats kecil adalah bagian dari syarat sah shalat sehingga tanpa wudhu shalat yang dikerjakan tidak sah.

Selain memiliki rukun dan kesunahan, ada beberapa hal yang dimakruhkan ketika berwudhu. Musthafa Al-Khin dan Musthafa Al-Bugha menjelaskan secara rinci tujuh hal yang dimakruhkan dalam wudhu dalam karyanya yang berjudul Fiqhul Manhaji ala Madzhabil Imamis Syafi’i sebagaimana berikut:

Tujuh Hal yang Dimakruhkan saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Hal yang Dimakruhkan saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Hal yang Dimakruhkan saat Wudhu

Pertama, boros dalam menggunakan air atau terlalu sedikit menggunakan air. Hal tersebut dimakruhkan karena bertentangan dengan sunah.

Hal ini sebagaimana disebutkan bahwa Allah SWT berfirman:

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap

? ? ? ? ? ?

Artinya, “Janganlah kalian berperlaku boros karena sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang boros.”

Kedua, mendahulukan basuhan tangan kiri daripada tangan kanan, atau mendahulukan membasuh kaki kiri daripada kaki kanan. Hal ini dimakruhkan karena bertentangan dengan perilaku yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW tentang kesunahan tayamun (mendahulukan anggota kanan).

Ketiga, mengusap anggota wudhu dengan handuk kecuali karena ada udzur, misalkan karena kedinginan sehingga ketika air wudhu dibiarkan saja mengalir di anggota wudhu akan menjadikan kita menggigil dan sakit.

Sebagaimana ketika diberikan handuk, Rasulullah SAW tidak mau memakainya, (HR Muslim).

Keempat, memukul wajah dengan air, karena hal tersebut dapat menghilangkan kemuliaan wajah.

Kelima, menambah jumlah basuhan lebih dari tiga kali dengan yakin (yakni bukan karena ragu telah membasuh sebanyak tiga kali atau tidak), atau sebaliknya, malah mengurangi dengan yakin.

Karena Rasulullah SAW pernah bersabda setelah berwudhu sebanyak tiga kali-tiga kali:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Beginilah cara berwudhu, barangsiapa yang menambah atau mengurangi (jumlah tiga kali setiap basuhan) maka dia telah berbuat buruk dan zhalim,” (HR Abu Dawud).

Menguatkan hadits di atas, Imam An-Nawawi dalam Majmu’-nya mengatakan bahwa hadits tersebut shahih. Ia juga mengatakan bahwa siapa yang melanggar hadits tersebut, berarti ia telah melanggar sunah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Makna hadits tersebut bahwa barangsiapa yang berkeyakinan bahwa sunah adalah membasuh atau mengusap lebih dari tiga kali atau lebih sedikit, maka ia telah berbuat buruk dan zhalim karena ia telah melanggar sunah yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW.”

Keenam, meminta tolong orang lain untuk membasuhkan anggota badan kita tanpa uzur (misalnya karena sakit dan lain sebagainya), karena hal ini merupakan salah satu bentuk takabbur (kesombongan) yang dapat menghilangkan kesan peribadatan.

Ketujuh, terlalu banyak atau berlebih dalam berkumur atau menyerap air ke dalam hidung bagi orang yang berpuasa. Hal ini ditakutkan air masuk kedalam rongga tenggorokan dan membatalkan puasanya.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Berlebih-lebihlah dalam istinsyaq (menyerap air ke dalam hidung) kecuali ketika kalian sedang berpuasa.”

Selain tujuh hal di atas, Syekh Abdullah bin Abdurrahman Bafadhl Al-Hadhrami (wafat 918 H) dalam kitabnya yang berjudul Al-Muqaddimah Al-Hadhramiyyah juga memakruhkan menyela-nyelati jenggot yang tebal bagi orang yang sedang ihram, karena dikhawatirkan ada jenggot yang rontok setelah disela-selati.

Namun hal ini dibantah oleh Ibnu Hajar Al-Haitami (wafat 974 H) dalam Al-Minhajul Qawim yang merupakan syarah dari kitab Al-Muqaddimah Al-Hadhramiyyah.

? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Hukumnya makruh jika tidak menyela-nyelati jenggot yang tebal bagi orang yang tidak berihram, juga dimakruhkan menyela-nyelati jenggot yang tebal bagi orang yang sedang ihram agar bulu jenggot tersebut tidak rontok. Tetapi pendapat ini lemah. Pendapat yang benar adalah tetap disunahkan menyela-nyelati jenggot bahkan bagi orang yang ihram, tetapi sebaiknya dilakukan dengan pelan-pelan.”

Hal-hal di atas memang merupakan hal yang makruh saja, yakni walaupun dikerjakan tidak membatalkan wudhu kita. Tetapi, akan lebih baik jika hal-hal yang dimakruhkan sebagaimana yang telah disebutkan di atas dijauhi dan dihindari agar wudhu kita mencapai kesempurnaan. Wallahu a‘lam. (M Alvin Nur Choironi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Bahtsul Masail Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 01 Maret 2016

Manado, Kota Plural Penuh Kedamaian

Manado, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Serombongan anak-anak TK berseragam pada Jum’at pagi bertepatan dengan pada hari Pahlawan, berpawai menyusuri jalan yang padat di kota Manado. Dilihat dari atribut yang dipakai, mereka berasal dari sekolah Islam yang sedang memperingati hari yang memperingati perjuangan yang dilakukan arek-arek Suroboyo ketika melawan Inggris yang menduduki Surabaya. Ibu-ibu yang mengantar mereka sebagian besar mengenakan jilbab, menegaskan identitas kemuslimannya. 

Manado, Kota Plural Penuh Kedamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Manado, Kota Plural Penuh Kedamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Manado, Kota Plural Penuh Kedamaian

Manado merupakan kota dengan penduduk yang mayoritas beragama non-Muslim. Tapi eksistensi Muslim juga tampak dalam kehidupan publik. Sabtu (11/11) pagi di mana, sejumlah ruas utama jalanan di Manado ditutup untuk hari bebas kendaraan bermotor, sejumlah perempuan berjilbab ikut senam pagi, berbaur dengan perempuan lainnya yang kemungkinan besar memiliki keyakinan beragam. Semuanya hidup dalam toleransi dan kedamaian. Di bagian lain wilayah tersebut, sekelompok remaja sedang bermain futsal di jalan juga yang ditutup. Di salah satu sisi jalan tersebut, terdapat sebuah masjid yang sedang diperluas. 

Dalam masyarakat yang plural ini, tentu ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Seorang pengurus Pagar Nusa yang menemani Ceramah Felix Siauw Lengkap mengingatkan agar berhati-hati jika masuk warung, mengingat banyak warung yang dikelola non-Muslim yang menyediakan makanan nonhalal. Tapi untuk mencari makanan Muslim juga tidak susah. Saat kami masuk jalan Roda, yang kini dikenal sebagai pusat tongkrongan warga setempat yang menyediakan kopi dan hidangan ringan, banyak penjualnya yang berjilbab. Di tempat lain dekat dengan Jembatan Soekarno yang merupakan kawasan kuliner ikan bakar, juga ada tanda “halal” untuk menunjukkan bahwa makanan tersebut aman dikonsumsi oleh Muslim.

Kota yang berada di pinggir teluk Manado dikenal sebagai kota wisata dengan Bunaken, taman laut yang keindahannya mendunia. Dari Manado, Bunaken bisa dicapai dengan waktu kurang dari satu jam. Kini telah da penerbangan langsung dari Tiongkok ke Manado. Turis asal negeri tirai bambu atau tulis bule dengan mudah ditemui di tempat-tempat wisata. Dengan menegaskan diri sebagai kota wisata, maka aspek keamanan dan kenyamanan menjadi hal penting yang harus disadari oleh seluruh warganya. Hal tersebut hanya bisa dicapai dengan toleransi dan penghargaan terhadap kelompok lainnya.

Kemacetan di beberapa ruas jalan di Manado tak ubahnya seperti yang terjadi di Jakarta. Mobil semakin banyak tetapi kapasitas jalan tidak berubah. Kota ini dalam beberapa tahun terakhir semakin padat oleh orang-orang yang pindah dari daerah-daerah sekitarnya yang sebelumnya mengalami konflik. Pengurus NU setempat menyampaikan, harga tanah belakangan ini semakin mahal karena banyaknya orang luar yang membeli rumah di sana karena terpikat oleh kedamaian yang ada. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

 

Sejarah masuknya Islam di Sulawesi Utara bisa dilihat jejaknya sejak zaman Diponegoro yang ketika itu pernah di tangkap dan diasingkan ke Manado. Pengaruh kuat Islam di wilayah Sulut dibawa oleh Kiai Madja, salah satu pengikut Diponegoro yang diasingkan di Tondano. Bersama dengan para pengikutnya, ia mendirikan kampung Jawa, yang menjadi tempat penyebaran Islam. Tugas NU dan pemuka umat Islam untuk memperkuat kualitas Muslim di sana agar bisa meningkatkan kontribusinya kepada bangsa dan negara. (Mukafi Niam)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Olahraga, Kajian, Nusantara Ceramah Felix Siauw Lengkap