Senin, 30 Juni 2014

Haul Bukti Kecintaan kepada Orang Tua

Pringsewu, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Ratusan jamaah yang berasal dari berbagai penjuru Kabupaten Pringsewu nampak khusyuk mengikuti pengajian dalam rangka haul Masyayikh pendiri Pesantren Mathlaul Huda Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu, Ahad (07/06/15). 

Menurut Pengasuh Pesantren Mathlaul Huda Kiai Muballighin Adnan, acara haul ini dirangkai dengan hataman Al-Qur’an 30 Juz bil ghoib serta wisuda purna MTs dan MA Mathlaul Huda.

Haul Bukti Kecintaan kepada Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Bukti Kecintaan kepada Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Bukti Kecintaan kepada Orang Tua

Gus Bàlighin -panggilan akrabnya- mengatakan bahwa amaliyyah haul merupakan bukti kecintaan kepada orang tua kita. "Marilah kita mendidik dan menjadikan anak anak kita, generasi yang shaleh yang akan senantiasa mendoakan ketika kita sudah di panggil Allah SWT," pesannya. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dalam kesempatan itu, Gus balighin juga berpesan kepada seluruh santri yang diwisuda untuk tetap melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Dan yang lebih penting lagi menurutnya adalah mengamalkan ilmu yang telah didapat selama ini sehingga memberikan manfaat pada orang lain. 

"Masih panjang perjalanan yang harus ditempuh. Tetaplah terus mencari ilmu," tegasnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sementara dalam mauidzohnya KH Ashuri Abdul Hadi dari Magelang Jawa Tengah mengatakan bahwa dalam mencari ilmu kita haruslah dapat mengenali diri kita sendiri. Hal ini dimaksudkan agar ketika kita belajar tidak menemui hambatan untuk mendapatkan dan menyerap ilmu. 

Menurutnya manusia memiliki dua jenis otak yaitu otak kering dan otak basah. Otak kering adalah otak yang cenderung susah memahami sesuatu namun mudah dalam menghafal. Dan sebaliknya otak basah adalah otak yang cenderung gampang memahami sesuatu tetapi sulit untuk menghafal. "Kita termasuk yang mana, kita harus tahu" terangnya.

Nampak hadir pada kesempatan tersebut Ketua PCNU Pringsewu, H Taufiqurrahim, Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali, Camat Kecamatan Ambarawa dan para alim ulama serta tokoh masyarakat yang ada di sekitar Kecamatan Ambarawa Pringsewu. (muhàmmad faizin/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Sejarah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 27 Juni 2014

LSM Gandi: Kebijakan FDS Jauhkan Anak dari Akar Sosial Masyarakatnya

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Sekretaris Jenderal Gerakan Anti-Diskriminasi Indonesia (Gandi) Ari Masyhuri menyatakan, kebijakan lima hari sekolah atau five days school (FDS) ini dapat mencerabut anak dari akar sosial masyarakatnya. Menurutnya, kebijakan diskriminatif ini juga membuat anak tidak mampu engeksplorasi kearifan lokal yang tumbuh berkembang di dalamnya.?

Kebijakan 8 jam sekolah dalam sehari, menurutnya, juga dapat mengurangi interaksi anak dengan lingkungan sosial-budaya dan kepekaan sosial di tempat tinggalnya. Kalau pun pemerintah lebih mengorientasikan kebijakan pada persoalan perkotaan, seperti kenakalan remaja, bukan berarti pendidikan hanya ada di sekolah dan kota.?

LSM Gandi: Kebijakan FDS Jauhkan Anak dari Akar Sosial Masyarakatnya (Sumber Gambar : Nu Online)
LSM Gandi: Kebijakan FDS Jauhkan Anak dari Akar Sosial Masyarakatnya (Sumber Gambar : Nu Online)

LSM Gandi: Kebijakan FDS Jauhkan Anak dari Akar Sosial Masyarakatnya

Akan tetapi, imbuh Ari, sebagian besar penduduk di Indonesia masih tinggal di kawasan pedesaan, di mana proses pendidikan yang baik bukan hanya terjadi di dalam sekolah, tapi juga dapat berlangsung di dalam keluarga dan lingkungan sosial-budaya anak-anak tinggal.

“Sebaiknya Kemendikbud meningkatkan pelayanan pendidikan terhadap masyarakat di luar sekolah, sehingga lingkungan sosial-budaya anak-anak menjadi lebih baik. Pelayanan pendidikan bagi ibu rumah tangga atau kelompok-kelompok masyarakat lainnya, seperti lembaga sosial kemasyarakatan dan keagamaan yang ada di tengah-tengah masyarakat, justru ? memberikan kontribusi penting bagi pendidikan anak-anak, baik dalam sekolah maupun luar sekolah,” usul Ari Masyhuri lewat keterangan tertulisnya, Senin (14/8) di Jakarta.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selain itu, lanjutnya, kebijakan FDS ini dapat menimbulkan kebingungan masyarakat dan potensi terjadinya benturan antara penyelenggaraan pendidikan yang dikelola oleh masyarakat dengan yang dikelola oleh Pemerintah.?

Sebagaimana diketahui banyak masyarakat yang menyerahkan pendidikan anaknya tidak hanya di sekolah, tetapi juga menyerahkan pada lembaga pendidikan lain dalam rangka meningkatkan pengembangan anak, seperti kursus keterampilan, kesenian, pendidikan agama, dan lain-lain. Di mana masyarakat lebih mempercayai lembaga-lembaga non-sekolah formal tersebut untuk pengembangan potensi anak-anaknya.?

“Dengan adanya kebijakan ini, banyak orang tua menjadi resah karena waktu penyelenggaraan pendidikan non-sekolah formal tersebut diambil oleh sekolah. Sementara sekolah belum mampu dan belum terbukti dapat memenuhi kebutuhan tersebut,” tandas Ari.?

Oleh karena itu, menurut Gandi, pemerintah harus mencabut kebijakan Permendikbud 23 tahun 2017 tersebut, alih-alih mengeluarkan Peraturan Presiden yang memperkuat kebijakan FDS dengan bungkus penguatan pendidikan karakter.?

Sebab, kebijakan ini sudah jelas diskriminatif dan meresahkan masyarakat. Sebaiknya Pemerintah lebih berkonsentrasi dalam memperbaiki pelayanan pendidikan di sekolah dan luar sekolah yang saat ini masih sangat memprihatinkan. (Red: Fathoni)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Internasional, Anti Hoax, Santri Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 13 Juni 2014

225 KK di Dusun Parerejo Terima Bantuan Beras NU Care

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Sebanyak 225 ? kepala keluarga menerima bantuan NU Care-LAZISNU Pringsewu, Lampung, pada Sabtu (11/3). Bantuan berupa beras seberat masing-masing 6,5 kilogram diproyeksikan bagi kepala keluarga di wilayah RT 10, RT 11 dan RT 12 Dusun Parerejo, Kecamatan Gading Rejo.

225 KK di Dusun Parerejo Terima Bantuan Beras NU Care (Sumber Gambar : Nu Online)
225 KK di Dusun Parerejo Terima Bantuan Beras NU Care (Sumber Gambar : Nu Online)

225 KK di Dusun Parerejo Terima Bantuan Beras NU Care

Ketua NU Care-LAZISNU Pringsewu, Khairuddin mengungkapkan bantuan tersebut menyasar warga paska bencana banjir beberapa waktu lalu.

“Walau pemberian bantuan ini agak terlambat, tapi memang LAZISNU memprogramkan penyaluran bantuan beras kepada warga. Ini juga sebagai kepedulian bersama bagi warga yang sempat terkena dampak banjir di Pringsewu,” ungkap Khairuddin melalui pesan tertulis.

Khairuddin mengatakan, penyaluran bantuan menghabiskan dana Rp17 juta. Dana berasal dari sumbangan warga. Sebanyak 10 relawan Sahabat NU Care terlibat dalam kegiatan ini. Sementara warga penerima, menyambut gembira dengan adanya bantuan tersebut.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Hadir dalam kesempatan tersebut adalah Ketua MWCNU Gading Rejo Mukhlis, Komandan Banser Gading Rejo Supriyadi, serta ketua tim relawan NU Care Gading Rejo Alwi Ubaidillah. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap Sunnah, Kajian Sunnah Ceramah Felix Siauw Lengkap