Kamis, 31 Agustus 2017

Setelah Pemekaran, Cabang IPPNU-IPNU Pangandaran Akhirnya Terbentuk

Pangandaran, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Wacana pemekaran IPNU-IPPNU Pangandaran bukan tenggang waktu yang singkat, tapi sudah jauh-jauh hari setelah resmi

Setelah Pemekaran, Cabang IPPNU-IPNU Pangandaran Akhirnya Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Setelah Pemekaran, Cabang IPPNU-IPNU Pangandaran Akhirnya Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Setelah Pemekaran, Cabang IPPNU-IPNU Pangandaran Akhirnya Terbentuk

Proses pemekaran daerah otonom baru (DOB) Pangandaran dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada 25 Oktober 2012, memunculkan wacana pembentukan cabang baru Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) dan Ikatan Pelajar NU (IPNU) di kabupaten baru ini.

Setelah menempuh proses cukup lama sekian lama akhirnya Sabtu (29/8) melalui proses rapat pembentukan cabang, Pimpinan Cabang IPPNU-IPNU Kabupaten Pangandaran resmi terbentuk.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rapat yang di pimpin langsung oleh Pimpinan Wilayah IPNU Jabar dan Pimpinan Cabang IPNU Ciamis selaku cabang induk menghasilkan beberapa hal mengenai program kerja, organisasi kepanduan IPNU-IPPNU, dan rekomendasi yang diusung oleh 9 Pimpinan Anak Cabang di Kabupaten Pangandaran.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Proses akhir rapat pemilihan ketua, memutuskan Rekan Dudung Nurkhotim Said sebagai ketua PC IPNU Pangandaran dan Rekanita Siti Mardiah sebagai ketua PC IPPNU Pangandaran masa khidmah 2015-2017.

Ketua PC IPNU Ciamis Yusep Ahmad mengucapkan selamat atas terselenggarannya proses pembentukan cabang baru IPNU-IPPNU ini. Terkait hal ini ia mengaku sudah meminta izin pula kepada ketua umum IPNU.

"Semoga kegiatan ini membuahkan ide-ide baru untuk pelaksanaan program kerja dua tahun ke depan dan semoga mencetak pimpinan baru yang amanah," katanya.

Adiesti Mutia Ayu, Ketua PC IPPNU Ciamis, mendorong kepengurusan baru mampu mewujudkan kondisi yang harmonis baik di internal NU maupun di eksternal dengan para pemangku kebijakan. Secara khusus ia berpesan kepada Siti Mardiah sebagai ketua baru PC IPPNU Pangandaran.

“Selanjutnya kami titipkan pesan, IPPNU sebagai entitas perempuan muda NU dari dulu sampai ke depan peranannya akan tetap sangat penting. Karena dengan kader-kader perempuan yang cerdas, kritis dan kreatif, keluarga besar NU dapat menjawab berbagai persoalan dan isu yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan,” imbuhnya.

Ketua PW IPNU Jabar Asep Irfan mengaku bersyukur atas terbentuknya PC IPNU-IPPNU Pangandaran. Ia berharap kepemimpinan baru melaksanakan proses kaderisasi secara sinergis dan berkelanjutan.

“Kami juga Memberikan ucapan terimakasih atas suport dan pendampingan Cabang induk dalam proses penataan potensi dan data organisasi secara komprehensif, mudah-mudahan kerja sama dan sinergitas ini senantiasa terawat dengan baik sehingga mendorong kaderisasi di Priangan Timur khususnya," ungkapnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Khutbah, Ulama, Pendidikan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 30 Agustus 2017

Merenungkan Kisah Perang Zaman Nabi

Oleh Royyan Firdaus

Sebelum meletus perang Badar di tahun 624, Nabi Muhammad menemani pasukan perintis dalam misi pengamanan sumur di Badar, dekat jalur Madinah. Dalam misi tersebut, salah satu pasukan perintis bernama Hubab Al-Jamuh yang sudah akrab dengan kawasan Badar, lantas mengkoreksi srategi yang dijalankan oleh nabi. Ia menegaskan bahwa tempat itu bukan tempat yang layak diperhitungkan. Ia justru menganjurkan pasukan perintis untuk terus maju ke sumur yang berada paling dekat dengan posisi musuh, behenti di sana, kemudian menyumbat sumur-sumur yang berada di belakangnya.

Selain air dari sumur tersebut berguna bagi pasukan muslim, strategi ini juga sebagai upaya melemahkan musuh sebelum bertarung. Karena musuh sudah terkulai lemas terlebih dahulu akibat kehabisan pasokan air. Benar saja, pasukan muslim yang hanya berkisar 300 orang, akhirnya dapat memenangkan peperangan melawan 1.000 lebih prajurit Makkah. Dalam konteks perang, air berguna bagi prajurit agar tetap bertenaga. Bila tak menemui air, masyarakat Arab pada saat itu harus menyembelih unta yang dikendarai untuk diminum darahnya dan diambil air di lambung si unta.

Merenungkan Kisah Perang Zaman Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Merenungkan Kisah Perang Zaman Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Merenungkan Kisah Perang Zaman Nabi

Jalan cerita di atas tentu akan berbeda andai Hubab menerima secara taken for granted, mentah-mentah, apa yang dipraktikan oleh nabi. Abu Jahal (Amr bin Hisyam) tidak jadi terbunuh, nabi mengalami kekalahan, lalu ketika kembali ke Madinah pasti akan menimbulkan kekecewaan yang berujung pada perpecahan antara suku dan agama di Madinah. Sebagaimana diketahui, nabi pada tahun 622 baru hijrah ke kota Madinah, yang sebelumnya mengalami kebuntuan saat berdakwah di Makkah.

Akan tetapi, tidak semua umat muslim layaknya Hubab Al-Jamuh. Belakangan, kisah-kisah peperangan zaman nabi dimaknai semena-mena oleh pemeluknya. Diperkuat dengan seruan jihad yang terdapat dalam teks suci, keduanya diseret untuk bertanggung jawab atas rangkaian teror yang terjadi. Simbol dan sejarah agama direplikasi sekelompok orang dalam melakukan setiap aksinya. Aksi yang berujung pada laku kekerasan yang kerap menimbulkan korban. Bila pada zaman nabi saja, ada seorang sahabat yang mempertanyakan strategi perang nabi, kini di abad 21 dan saat Islam telah menyebar ke pelosok dunia, kisah perang malah dimakan mentah-mentah.

Memaknai Kisah Perang Nabi

Mau tidak mau, umat muslim kini dihadapkan pada realitas, bahwa agama yang selama ini patuh dianutnya ternyata dilibatkan atau terlibat dalam serangkaian teror yang terjadi. Sebuah kenyataan pahit untuk mengakui bahwa agamanya melegalkan tercecernya darah kala ada pembeda. John Adair dalam buku Kepemimpinan Muhammad dari Alwiqidi di buku Al-Maghzi (penaklukan) memaparkan, terdapat 28 serangan dan 70 pertempuran yang terjadi pada 10 tahun terakhir kehidupan Nabi Muhammad.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Tentu tak mudah untuk melokalisir kisah-kisah perang zaman nabi pada etalase masa lalu saat melihatnya. Atau dengan kata lain, meletakan Islam sebagai ‘agama wahyu’ itu lebih mudah, dibanding Islam diletakan sebagai ‘agama historis’. Mengutip teori Antony Giddens tentang relasi agen dan stuktur, umat Islam sebagai sebuah agen sejak kecil sudah diyakinkan terhadap keduanya; bahwa itu merupakan panduan yang sempurna (stuktur), tidak ada keraguan di antaranya. Adagium andalan yang sering dilontarkan saat melihat realitas ialah cocok ditempatkan pada waktu dan tempat (Shohih likuli zaman wa makan) untuk keduanya.

Melalui kisah koreksi yang dilakukan oleh sahabat Hubab Al-Jamuh pada strategi perang Badar, dapat diambil pelajaran bahwa Islam saat itu terbentuk dari realitas umat. Sebagai seseorang yang baru berhijrah –belum mengetahui realita Madinah- Nabi Muhammad mendengarkan strategi yang diungkap oleh Hubab. Terbukti dengan ditandai perang Badar merupakan perang yang dikategorisasi sebagai perang pertama dalam sejarah Islam.?

Perang, saat itu merupakan metode yang sudah biasa dilakukan di dataran Arab sebagai penuntasan tiap masalah. Budaya masyarakat Arab yang keras dan bergengsi tinggi diantara tiap kafilah menjadi kewajaran bila perang menjadi satu-satunya jalan keluar. Padahal jauh-jauh hari Nabi Muhammad pernah menyindir atas kondisi ini. Setelah perang Hunain, nabi membagi-bagikan seratus unta pada keempat orang terkemuka dari Suku Quraisy yang sebelumnya merupakan musuh besarnya. Sebuah laku yang kemudian berujung pada protes keras orang muslim Madinah.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Orang muslim Madinah menganggap diperlakukan secara tidak adil. Harusnya orang-orang Anshar (muslim asli Madinah) yang berhak menerima imbalan unta tersebut. Anshar yang pertama kali meyakini seruan Muhammad SAW ketika dipukul mundur saat di Makkah, Anshar pula yang pertama kali bertempur habis-habisan, tapi mengapa, saat perang usai bekas musuh yang diistimewakan. Laku ganda itu dilakukan oleh Nabi Muhammad, di satu sisi ia berlaku keras lewat perang, di sisi lain ia sangat menghormati musuh. Nabi Muhammad sedang memberi cermin terhadap budaya masyarakat Arab kala itu.

Refleksi Beragama di Indonesia

Jika di zaman nabi strategi perang Badar saja merupakan hasil dari proses dialog antara realitas dan ajaran, di tengah Islam yang kini telah menyebar ke penjuru dunia dan telah berumur tua, mengapa masih saja ada orang yang mengais kisah-kisah perang yang terakam dalam kata ‘jihad-qital-harb’ sebagai sebuah keharusan tanpa melihat realitas? Melakukan teror atas nama agama bukan sebuah amal melainkan kriminal. Baik itu kriminal terhadap agama maupun negara. ? Kriminal terhadap agama, lantaran menjauhkan agama dari pemeluknya (realitas), sedangkan terhadap negara karena kini umat muslim telah terjamin hidup secara merdeka di Indonesia, sebagaimana kehidupan yang damai dulu di Madinah (Piagam Madinah).

Di tengah kehidupan damai di Indonesia bila kemudian ditemukan sekelompok umat yang mengaku muslim, tapi mencederai keberagaman atas dasar nama agama, maka tak lain mereka sama persis seperti penghianatan yang dilakukan oleh Yahudi bani Nadzir saat di Madinah. Pengkhianatan terhadap Piagam Madinah (konsep ideal negara bangsa) yang dibuat oleh nabi guna memayungi perbedaan para kafilah dan pemeluk agama. Sebuah latar belakang yang memunculkan perang Khandaq.?

Terhadap penghianatan, Allah menyerukan peperangan sebagaimana tertuang dalam surat Ash-shaf ayat 4; “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalanNya dengan berbaris seolah-seolah mereka itu suatu bangunan yang tersusun.”? Surat yang turun sebagai pengingat bagi umat muslim akibat kekalahan yang dialami saat perang Uhud.? Pengkhianatan terjadi saat berlangsungnya perang Uhud, di mana pasukan dari keturunan Bani Aus melakukan balas dendam terhadap salah satu pasukan muslim lain hingga berujung pada kematian.

Masyarakat muslim yang kini telah terjamin kemerdekaanya dalam konsep ideologi bangsa Pancasila yang terurai dalam Undang-Undang Dasar 1945, betapa naifnya bila kemudian melakukan pengkhianatan atas nama agama. Jihad fi sabilillah, pengusungan konsep khilafah, dan teror atas nama agama, di satu sisi merupakan sebuah bentuk kemalasan berpikir yang tidak ada di zaman nabi sebagaimana dicontohkan oleh Hubab Al-Jamuh, di sisi lain, ia merupakan bentuk dari pengkhianatan atas konsep negara bangsa. Bak pengkhianatan yang dilakukan Yahudi bani Nadzir terhadap konsep Piagam Madinah yang berguna untuk menaungi beragam kafilah dan agama.?

Penulis adalah? Asisten Dosen Institute Studi Islam Fahmina Program Islamologi Terapan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Halaqoh Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 29 Agustus 2017

Efektif, Masjid Gus Dur Antarkan Daging "Dor to Dor"

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Masjid Jami al-Munawwarah yang terletak di kediaman KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mendisitribusikan daging qurban dari rumah ke rumah (door to door).

Efektif, Masjid Gus Dur Antarkan Daging Dor to Dor (Sumber Gambar : Nu Online)
Efektif, Masjid Gus Dur Antarkan Daging Dor to Dor (Sumber Gambar : Nu Online)

Efektif, Masjid Gus Dur Antarkan Daging "Dor to Dor"

Menurut Ketua Harian Masjid H Syaifullah Amin Syafi’i, cara ini dilakukan untuk menghindari aksi rebutan dan distribusi daging yang tidak merata. Masyarakat dinilai lebih nyaman menunggu daging di rumah ketimbang antre berdesakan di lokasi pemotongan.

Prosesi pemotongan hewan qurban baru dilaksanakan pada Sabtu (27/10) pagi tadi. Tahun ini pihak masjid memperoleh 6 sapi dan 7 kambing dari beberapa orang, seperti mantan ibu negara Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dan Menakertrans Muhaimin Iskandar.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Meski menurun dari jumlah tahun sebelumnya, panitia berhasil membagi sedikitnya 1200 kantong yang didistribusikan kepada jamaah sekitar masjid dan fakir miskin tak jauh dari Kelurahan Ciganjur.

Ketua Pembina Yayasan KH Abdul Wahid Hasyim dr H Umar Wahid mengungkapkan terima kasihnya kepada masyarakat yang turut menyukseskan upacara qurban. Sebagai yayasan yang menaungi Masjid Jami’ al-Munawwarah, pihaknya berharap mereka dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Masjid Jami’ al-Munawwarah sudah dua kali ini mempraktikan cara distribusi daging dari rumah ke rumah. Melihat pengalaman, cara ini dianggap paling efektif daripada tahun-tahun sebelumnya.?

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Amalan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 28 Agustus 2017

Hari Santri, Ratusan Kiai Sepuh Turun Gunung

Rembang, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Ratusan kiai dari seluruh penjuru Kabupaten Rembang ikut menghadiri peringatan hari santri di alun-alun kota, yang digelar secara bersama oleh PCNU Rembang dan Lasem, Sabtu (21/10) malam.

Peringatan hari santri 2017 diawali dengan zikir pesisiran, parade 1001 rebana, dan Keplok Alfiyah sebagai salah satu tradisi pesantren yang ada di Kabupaten Rembang, yaitu Pesantren Raudlotut Tholibien asuhan KH Ahmad Musthofa Bisri.

Hari Santri, Ratusan Kiai Sepuh Turun Gunung (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri, Ratusan Kiai Sepuh Turun Gunung (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri, Ratusan Kiai Sepuh Turun Gunung

Selain itu, acara yang dilanjutkan dengan ngobrol bersama delapan tokoh asal Kabupaten Rembang yang sudah berkiprah di Jakarta yang di antaranya KH A Musthofa Bisri, KH Maimoen Zubair yang membuka iftitah.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sedangkan KH Yahya Cholil Staquf, KH Abdul Ghofur Maimoen, M Imdadun Rohmat, M Arwani Thomafi, Maryono, dan Phutut EA bertindak sebagai narasumber diskusi yang digelar di alun-alun Rembang.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menurut Panitia pelaksana Hamzah Iklil, sedikitnya ada sekitar 176 kiai dan sejumlah aparat dari Pemerintah Daerah Rembang yang didaftar hadir pada peringatan santri.

"Ada sekitar 176, para kiai dari seluruh kecamatan yang ada. Minimal yang hadir itu ada perwakilan dari setiap kecamatan," katanya.

Selain zikir pesisiran, parade rebana, dan keplok alfiyah, puncak hari santri Kabupaten Rembang 2017 adalah apel santri di alun-alun yang berlanjut dengan kirab merah putih, yang akan diikuti ribuan santri yang sudah dikoordinir oleh PCNU Rembang dan Lasem, pada Ahad (22/10) pagi.

Peserta kirab merah putih akan berjalan mengelilingi jalan-jalan protokol yang ada di wilayah Kota Rembang, dan kembali finish di alun-alun kota. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Sejarah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Diparkir Setahun, Setoran 60 Ribu Calhaj Disoal

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap
Sejumlah calon jemaah haji dan para penyelenggara haji dan umrah mempertanyakan keberadaan rekening ribuan  calon jemaah haji Indonesia di Depag RI.  Seperti diketahui,   menjelang musim haji 2005, terdapat  sekitar  60.000 calhaj 2006  yang telah  terdaftar  dan menyetor dana sebesar Rp 20 juta ke rekening Depag RI. Dana tersebut katanya di parkir di Bank Indonesia dan tidak  produktif.

 “Depag sebagai lembaga negara yang diberi amanah harus menjelaskan   hal tersebut,”ujar Ketua Serikat Penyelenggara  Umrah dan Haji (SEPEH) H  Hafizd Taftanzani kepada Ceramah Felix Siauw Lengkap di PBNU, Rabu.

Dana umat  lebih dari Rp 1,2 trilyun tersebut mulai dipertanyakan  calhaj dan  penyelenggara haji. Menurut Hafidz yang juga bendahara PWNU DKI itu,  para penyetor sebenarnya  terpaksa harus menyetor lebih dini untuk mendapatkan kursi ke tanah suci. Jika bukan karena itu,  tidak mungkin menaruh Rp 20 juta dan diam setahun.

“Jadi seolah tidak ada unsur saling rela (antaradimminkum, red) untuk mendapatkan kursi. Setelah itu  mereka tidak pernah diberi penjelasan kemana uangnya selama setahun. Apakah mereka diberi keuntungan dan pembagian dari uang sebanyak itu, juga tidak jelas. Oleh karena itu perlu ada penjelasan,”jelas Hafidz.

Disebut-sebut, uang yang di parkir di BI tersebut tidak bergerak sehingga calhaj tidak bisa menuntut  pembagian  keuntungan untuk dikonversikan dalam kekurangan pembayaran setoran haji. “Di Malaysia, dengan system tabung haji, uang itu produktif  sehingga jemaah tidak perlu menambah kekuarangan pembayaran. Ini kebodohan kita apa gemana, uang diparkir begitu saja,”sergah pengasuh sebuah pesantren di Cilacap itu.

Alumnus Gontor yang lama nyantri di Pati  dan  Makkah ini meminta para ahli perbankkan mengkaji kasus uang parkir seperti pernah disebut-sebut dalam kasus dana haji ini. Sementara para ahli agama juga perlu membahas jalan keluar yang terbaik dalam memanfaatkan dana haji.  

“Harus diberikan jalan keluar agar ada manfaatnya.  Baik para ahli perbankkan dan ahli agama kita undang  dan kalau bukan Depag, apakah perlu kita membentuk bandan pengelola  dana tersebut,”sarannya.  Hafidz merasa harus hati-hati dalam masalah dana haji, sebab yang memanfaatkan pihak lain, akan tetapi yang sering kena semprot masyarakat luas adalah menteri agamanya yang  saat ini dijabat oleh Katib Syuriah PBNU. (ma)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Sholawat Ceramah Felix Siauw Lengkap

Diparkir Setahun, Setoran  60 Ribu Calhaj Disoal (Sumber Gambar : Nu Online)
Diparkir Setahun, Setoran 60 Ribu Calhaj Disoal (Sumber Gambar : Nu Online)

Diparkir Setahun, Setoran 60 Ribu Calhaj Disoal

Minggu, 27 Agustus 2017

Semoga Keturunan Saya Tak Ada yang PNS

Tulisan di bawah ini adalah kesaksian Yuri Mahatma, putra almarhum H. Mahbub Djunaidi yang tinggal di Bali. Ia bercerita bagaimana ayahnya mendidik anak-anaknya. Yuri mengirim catatan ini melalui surat elektronik kepada Ceramah Felix Siauw Lengkap, Rabu (2/10)? dalam rangka Haul ke-18 H. Mahbub Djunaidi. Berikut catatannya.

Ayahanda, seperti layaknya bapak-bapak pada umumnya. Di lingkungan tempat kami tinggal selain beliau dikenal sebagai tokoh NU, anggota DPR, dan wartawan/kolumnis, dia juga dikenal sebagai jago main layangan.?

Semoga Keturunan Saya Tak Ada yang PNS (Sumber Gambar : Nu Online)
Semoga Keturunan Saya Tak Ada yang PNS (Sumber Gambar : Nu Online)

Semoga Keturunan Saya Tak Ada yang PNS

Kalau dia sudah naikin layangan di loteng kami, orang-orang kampung pada takut ngadu…hehe. Saya dan kakak saya bagian pegangin gulungan benang gelasan sambil jadi cheer leadernya.

Hal lain, yang melekat di ingatan saya, Ayahanda suka membakar sendiri sate kambing. Biasanya setiap bada jumatan. Arang kayu disusun diatas genteng tanah liat. Anak-anak yang ngipasin sambil sesekali mengelap air liur yg ngecess. Biasanya teman-teman ayahanda juga datang dalam kesempatan seperti ini macam Oom (saya manggilnya Oom) Zamroni dan terkadang Oom Akbar Tandjung, dan lain-lain.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Hal yang paling ditekankan beliau kepada anak-anak adalah masalah disiplin waktu. Bukan kebetulan kalau dia menghadiahi saya buku karya terjemahan Jules Verne, 80 Hari Keliling Dunia, sebagai buku pertama saya yang bukan cerita bergambar (non-komik) adalah supaya kami anak-anak paham betul bagaimana cara menghargai waktu.

Kedua, adalah baca buku. Dalam kesempatan apapun, apabila beliau harus menghadiahi seseorang, entah teman, kerabat ataupun anak-anak, pastilah buku yang menjadi pilihannya sambil tidak lupa membubuhi tanggal dan tanda tangan beliau di bagian sampul.?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Alahmadulillah kebiasaan ini menurun ke saya. Selain bermusik (sekarang saya musisi professional), hobby saya adalah menyantap buku. Dan ini saya jadikan kebiasaan juga akhirnya untuk selalu membawa anak-anak saya ke toko buku. "Urusan lain boleh pelit, tapi untuk beli buku jangan berhitung", demikian kerap dia berujar.

Hal yang sering dia ucapkan di kala senggang, adalah "Semoga keturunan saya gak ada yang jadi PNS". "Kerja sendiri, wirausaha, adalah sebaik-baik pekerjaan," ujarnya.?

Konon suatu kali adik beliau susah cari kerja dan meminta tolong kepada ayahanda sekedar membuatkan "katabeletje" kepada salah satu departemen pemerintah agar dia bisa diterima menjadi PNS.?

Ayahanda menulis sesuatu sebagaimana diminta, memasukannya ke dalam amplop, dan kemudian disegel dgn lem. Belakangan baru diketahui bahwa beliau menulis: "Jangan terima adik saya ini!" Hal ini menjadi bahan guyonan selama bertahun-tahun

Tentang pendidikan ruhani, layaknya para bapak yang lain, beliau selalu menyempatkan diri, bila sedang berada di rumah untuk mengimami kami semua.?

Zaman kami kecil belum ada yang namanya FPI (Front Pembela Islam, red.) yang memancing perdebatan. Saat itu paling cuma perbedaan remeh-temeh NU-Muhammadiyah.?

Jadi pemahaman beragama kami secara kultural jelas NU. Pemahaman beragama kami sebatas Rukun Islam dan Rukun Iman. Kadang kala sedikit mejelaskan tentang perbedaan Sunni-Syiah, yang bagi dia, keduanya adalah Islam yang diakui sah.

Demikian mungkin sedikit kenangan kami dengan ayahanda saat kecil. Perlu dipahami, ayahanda menganut poligami (walaupun akhirnya bercerai dengan ibu kami). Ibu kandung kami adalah Hj. Toety Suparti istri kedua beliau.

Semasa menikah dengan ayahanda kami tinggal di bilangan Pasar Minggu. Sedangkan istri pertama beliau (alm) Hj. Asni Djunaidi. Dari Istri pertama beliau dikarunai 5 orang anak (3 putri dan 2 putra) yang 2 sudah almarhum/ah, 2 orang tinggal di jakarta sedangkan seorang di Bandung.?

Sedangkan dari ibu kami, lahir 2 putra, saya dan kakak saya Rizal Djunaidi. Kami berdua tinggal di Bali bersama Ibunda yang sudah sakit-sakitan dan berbaring saja di tempat tidur. Hubungan saya dan kakak-kakak tiri, Alhamdulillah terjaga, silaturahmi dengan baik.

Wassalam Yuri

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Daerah, Pondok Pesantren Ceramah Felix Siauw Lengkap

Diklatsar, Banser Berlatih Tenaga Dalam hingga Bakti Sosial

Pacitan, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Sebanyak 80 peserta mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser NU) yang diadakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Arjosari, Pacitan, Jawa Timur.

Peserta ditempa dengan berbagai bentuk pelatihan fisik dan mental, seperti kemampuan bela diri, ilmu tenaga dalam, ke-NUan, ke-Indonesiaan, bela negara, peraturan baris berbaris, kelalulintasan, dan kedaruratan bencana.

Diklatsar, Banser Berlatih Tenaga Dalam hingga Bakti Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklatsar, Banser Berlatih Tenaga Dalam hingga Bakti Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklatsar, Banser Berlatih Tenaga Dalam hingga Bakti Sosial

Mereka juga melakukan aksi sosial dengan melakukan penanaman 9999 bibit pohon sengon. Diklatsar digelar Jum’at-Ahad (29-31/1) di lapangan Desa Sedayu, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan.

Pada kesempatan itu, Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Luqman Harits Dimyathi secara khusus membaiat 80 peserta Diklatsar, Ahad dini hari (31/1). Sebelum membaiat, Kiai Luqman? memberikan pertanyaan apakah mereka siap untuk berjuang membesarkan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Secara serentak, mereka menjawab,”siap!”

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Kalian adalah Banser Ansor, kalian kader NU yang tangguh. Apakah kalian siap memnbela NU? Apakah kalian siap berjuang demi NU,” tanya Kiai Luqman.

Selanjutnya dengan diawali pembacaan kalimat syahadat, Kiai Luqman yang merupakan pengasuh Pesantren Tremas ini membimbing pembacaan baiat yang diikuti oleh semua peserta. Dalam baiatnya, para peserta berjanji akan berjuang mengembangkan ajaran Islam Aswaja, membesarkan NU dan menjaga keutuhan NKRI.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Alfatihah, semoga Allah meridhai kita semua, amin,” pintanya.

Sementara itu dalam acara penutupan Diklatsar, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Arjosari Hamka Hakim berharap, anggota Banser NU agar saling menjaga kekompakan. Anggota Banser NU harus mau mengabdikan diri di tengah masyarakat. Karena anggota Banser NU akan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial, pengamanan dan lainya. “Tunjukan kemampuan kalian untuk membantu masyarakat,” katanya.

Selepas Diklatsar, imbuh Hamka Hakim, PAC GP Ansor Arjosari segera menyusun rencana tindak lanjut (RTL). Di antarnya, pembentukan koordinator Banser antardesa, konsolidasi anggota Banser tiap sebulan sekali, menziarahi makam tokoh NU Pacitan dan kegiatan bakti sosial.

Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser NU) mengusung tema "Banser Benteng Ulama, Pembela Negara dan Penegak Agama". Diklatsar Banser NU digelar sebagai bentuk kaderisasi di tubuh organanisasi Gerakan Pemuda Ansor NU. (Zaenal Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Ahlussunnah, Internasional Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 26 Agustus 2017

Fadhilah Sedekah di Bulan Rajab

Rajab

Secara bahasa kata Rajab memiliki beberapa makna diantaranya mulia atau agung.  Demikianlah bulan ini dalam tradisi jahiliyah sangat dihormati. Sebagai bukti penghormatan tidak diperbolehkannya peperangan dalam bulan tersebut.  Makna yang lain adalah al-isti’dad  atau persiapan. Seperti sabda Rasulullah saw.

? ? ? ? ? ?

Fadhilah Sedekah di Bulan Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)
Fadhilah Sedekah di Bulan Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)

Fadhilah Sedekah di Bulan Rajab

Sebaiknya disiapkan banyak kebaikan menjelang bulan sya’ban.

Sulthanul Auliya’ Syaikh Abdul Qadir al-Jailani menerangkan dalam kitabnya al-Ghunyah bahwa kata rajab terdiri dari tiga huruf ra’-jim-ba’. Masing-masing memiliki arti. Ra’ mengandung nilai Rahmatullah, jim mengandung nilai juudullah, dan ba’ mengandung nilai birrullah. Dengan demikian sepanjang bulan rajab mengandung nilai-nilai luhur yang dapat diperoleh mereka yang berniat bersungguh-sungguh meraihnya. Meraih rahmat tanpa ada bala, meraih kemurahan Allah dan meraih kebaikannya yang tak akan pernah kering. Hal ini sesuai dengan apa yang pernah disabdakan Rasulullah saw bahwa Rajab adalah bulan Allah saw:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku (Rasulullah saw) dan Ramadhan adalah bulan umatku semu.

Demikianlah keistimewaan bulan rajab sehingga Rasulullah saw memberi prediket pada bulan ini dengan julukan syahrullah. Sungguh bulan ini merupakan bulan kemurahan Allah swt. beberpa hadits menunjukkan adanya pelipat gandaan pahala bagi mereka yang beramal pada bulan rajab.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Barang siapa yang melonggarkan satu beban kehidupan sesama saudara mu’min di bulan Rajab, Allah akan membangunkan istana untuknya di surga firdaus yang luasnya sejauh pandangan matanya. Karena itu, muliakanlah bulan Rajab,pasti Allah akan memuliakanmu dengan seribu kemuliaan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Begitu juga pelipat gandaan dalam sedekah di bulan Rajab Rasulullah saw bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?

Barang siapa bersedekan di bulan Rajab, maka Allah swt akan menjauhkannya dari api neraka sejauh jarak tempuh burung gagak yang terbang bebas dari sarangnya hingga mati karena tua. Menurut sebagain pendapat, umur burung gagak mencapai limaratus tahun. (red. Ulil H)

 

  

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kiai, Fragmen Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 24 Agustus 2017

PMII Pacitan Galang Dana Peduli Gaza

Pacitan, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Puluhan aktivis PMII Pacitan mengadakan penggalangan dana peduli korban sipil di Gaza. Mengutuk tindakan brutal Israel, mereka melakukan long march yang bertolak dari kantor sekretariat cabang PMII jalan Veteran nomor 20, Pacitan, Kamis (17/7) siang. Menyusuri jalan protocol, mereka bergerak menuju alun-alun kota Pacitan lalu mengarah ke perempatan Penceng.

Dalam orasi terbuka, Ketua PMII Pacitan Septian Dwi Cahyo mengatakan, apa yang terjadi di Gaza bukanlah perang, melainkan pembantaian. Pasalnya, sasaran Israel bukanlah tentara Hamas melainkan rakyat sipil.

PMII Pacitan Galang Dana Peduli Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pacitan Galang Dana Peduli Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pacitan Galang Dana Peduli Gaza

Septian mengecam kejahatan militeristik di Gaza. Kejahatan itu, Septian melanjutkan, harus segera dihentikan. “Perserikatan Bangsa Bangsa diberi amanah warga dunia untuk menghentikan agresi Israel di Gaza. PBB harus segera menentukan sikap,” tegas Septian.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sebagai simbol perlawanan atas agresi Israel, para aktifis melakukan sholat ghaib dan mendoakan para korban tidak berdosa di Palestina. Rencananya hasil penggalangan dana yang didapat akan didonasikan melalui PB PMII. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap Doa Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 21 Agustus 2017

Donald Trump dan Kampanye Islamophobia

Penyataan Donald Trump, kandidat presiden Amerika Serikat, yang ingin melarang Muslim masuk ke Amerika Serikat menjadi sorotan dunia. Banyak sekali institusi atau tokoh yang mengecam apa yang disampaikannya. Bahkan apa yang disampaikannya menimbulkan permasahan di Partai Republik dimana ia berusaha mendapatkan kendaraan politik untuk nyalon presiden. Ini adalah kali kesekian milyarder ini mendiskreditkan Muslim. Dalam dunia yang semakin terbuka, semakin menghargai keberadaan kelompok lain, pernyataan tersebut menjadi absurd.

Sesungguhnya fenomena islamophobia ini bukanlah hal yang aneh di Amerika Serikat, Eropa atau tempat di mana Muslim menjadi minoritas. Di Belanda terdapat nama Geert Wilders yang terus-menerus menghina Islam dan antiimigran untuk meraih simpati. Ketidakpahaman akan ajaran Islam yang utuh pada sebagian besar masyarakat di Barat dieksploitasi oleh kelompok-kelompok ekstrem yang membenci Muslim sehingga menjadikan wajah Islam terlihat buruk. Posisi Muslim di daerah minoritas akhirnya semakin menderita dengan adanya upaya pembiasan pandangan yang dilakukan secara sistematis ini. Memiliki identitas Muslim kini menjadi sesuatu yang bisa menyulitkan. Ketika masuk negara tertentu, orang dari negara mayoritas Muslim mendapat perlakukan dan pengawasan yang tidak mengenakkan.?

Donald Trump dan Kampanye Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)
Donald Trump dan Kampanye Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)

Donald Trump dan Kampanye Islamophobia

Para politisi tersebut hanya mengejar popularitas untuk mendulang suara dengan menggunakan sentimen kebencian terhadap Muslim sampa memperdulikan harmoni dalam bermasyarakat. Mereka mendapat amunisi dari tindakan ekstremis Muslim yang menggunakan kekerasan atas nama agama yang sesungguhnya tidak mencerminkan nilai-nilai Islam, bahkan mayoritas Muslim sendiri menolak apa yang dilakukan oleh para ekstremis tersebut.?

Kelompok garis keras ada dalam setiap agama dan siapapun bisa menjadi korbannya. Di beberapa negara seperti Myanmar dan Tiongkok, Muslim mendapat kesulitan menjalankan hak-haknya beribadah. Di Indonesia, para ekstrimis menganggap sesat dan kafir orang di luar kelompoknya dan bahkan menganggap halal darahnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Banyak faktor yang menjadi penyebab ekstremisme. Selain karena pemahaman ajaran agama yang salah, bisa juga disebabkan oleh faktor eksternal. Dalam konteks dunia Muslim, persoalan di Palestina yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak selesai dan adanya pandangan bahwa Amerika lebih membela Israel daripada sebuah negara yang bertindak secara adil menjadi salah satu penyebab munculnya ekstremisme. Invasi Amerika Serikat ke Irak tahun 2003 telah menimbulkan ratusan ribu korban dan menyebabkan luka mendalam di negeri tersebut yang sampai sekarang belum sembuh. Kelompok-kelompok ekstrem di Irak saat ini, sebagian merupakan buah dari tindakan sembrono AS tersebut. Tetapi tidak berarti dengan perlakuan tersebut bisa menjadi pembenar melakukan tindakan kekerasan.?

Apapun itu, upaya mendiskreditkan Muslim harus dilawan, tetapi dengan cara yang santun dan cerdik. Jika apa yang disampaikan itu melanggar hukum, maka pendekatan hukum yang harus dilakukan. Jika upaya pendiskreditan itu untuk meraih dukungan politik, maka upaya politik menjadi jalannya. Seperti di Amerika Serikat sekarang, kelompok Muslim bersatu dan bereaksi keras atas ucapan Trump tersebut. Dukungan yang diberikan kepada Muslim oleh berbagai kelompok akan membuat upaya kapitalisasi kebencian terhadap Muslim bisa mereda. Muslim di Timur Tengah memboikat produk-produk dengan label Trump. Upaya pembelaan dengan cara kekerasan akan menunjukkan bahwa apa yang disampaikan oleh orang-orang yang membenci Muslim tersebut tampak benar. Upaya paling penting serta memiliki efek jangka panjang dalam melawan islamophobia adalah membangun sebuah tradisi keislaman yang toleran dan cinta damai seperti di Indonesia. Disinilah NU bisa berperan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Di luar kekerasan yang terus terjadi di beberapa negara di Timur Tengah, Indonesia merupakan negara Muslim yang hidup dengan damai dan menjaga hubungan yang harmonis dengan agama lain. Ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dengan mengedepankan prinsip moderat dan toleran menjadi dasar dalam kehidupan. Inilah prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh NU sebagai kelompok Muslim terbesar di Indonesia yang mampu menyelaraskan antara ajaran agama dengan nilai-nilai lokal. Para ulama NU mampu membaca Qur’an dan Hadits tidak sekedar teks dan memaknainya secara tekstual, tetapi telah mampu menyerap substansi dari ajaran tersebut sehingga agama bisa menyatu dengan budaya setempat. ?

Prinsip seperti inilah yang harus dikembangkan dan disebarkan ke seluruh dunia untuk mewujudkan wajah Islam yang ramah, bukan wajah Islam yang marah. Sejatinya Allah telah menjadikan manusia dalam berbagai macam golongan dan bangsa agar bisa saling mengenal dan belajar. Faktor kondisi geografis, budaya, politik dan lainnya yang membedakan menjadikan Islam bisa memiliki banyak warna, tidak berwajah tunggal sebagai sesuatu yang harus berciri Arab. Substansi dari nilai-nilai Islam seperti keadilan, kejujuran, penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, dan lainnya yang harus dijaga, bukan di tataran kulitnya yang seringkali menimbulkan perpecahan dan kekerasan sehingga menghalangi proses kemajuan umat Islam. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Santri Ceramah Felix Siauw Lengkap

Minggu, 20 Agustus 2017

“Yaa Lal Wathan”, Lagu Patriotis Karya KH Wahab Hasbullah

Oleh KH Yahya Cholil Staquf

Mengapa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mencintai Indonesia? Karena beliau manusia pesantren. Sedangkan keindonesiaan adalah salah satu unsur utama jati diri inti pesantren.

George McTurnan Kahin (1918-2000, Cornell University, USA), menuliskan hasil penelitian sejarahnya dalam “Nationalism and Revolution in Indonesia” (Cornell University Southeast Asia Program, 1952), bahkan menandaskan kesimpulan bahwa “nasionalisme Indonesia berakar pada tradisi Islam Nusantara”: pesantren!

“Yaa Lal Wathan”, Lagu Patriotis Karya KH Wahab Hasbullah (Sumber Gambar : Nu Online)
“Yaa Lal Wathan”, Lagu Patriotis Karya KH Wahab Hasbullah (Sumber Gambar : Nu Online)

“Yaa Lal Wathan”, Lagu Patriotis Karya KH Wahab Hasbullah

Sejak Terusan Suez dibuka (1859) membedah daratan beting antara Laut Tengah dan Laut Merah, perhubungan Eropa – Asia dengan transportasi laut tidak lagi harus memutari Tanjung Afrika, tapi potong kompas lewat Terusan Suez, melintasi Teluk Aden, terus ke arah Timur hingga Nusantara. Sejak saat itu, jalur pelayaran Eropa – Nusantara pergi-pulang kian ramai, dan pelabuhan Jeddah menjadi salah satu persinggahan penting. Maka sejak paruh akhir abad ke-19 terjadi lonjakan luar biasa perjalanan haji dari antero Nusantara: Andalas, Jawa, Borneo, Celebes, Maluku, Sumbawa dan pulau-pulau lainnya. Kebersamaan selama berbulan-bulan pelayaran dan bertahun-tahun mukim di Hijaz diantara para “jamaah haji” yang merupakan kader-kader unggulan kalangan pesantren itu menumbuhkan rasa senasib dan persaudaraan yang terus menguat menggiligkan “tekad sebangsa”, dan dengan penuh gairah mereka tanamkan kepada masyarakat lahan khidmah mereka sepulang dari Tanah Suci.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pada 1912, Haji Oemar Said, seorang keturunan dari Kiai Kasan Besari (Pesantren Tegalsari, Ponorogo), mendirikan Syarikat Islam, organisasi politik pertama di Hindia Belanda yang menetapkan “Perjuangan Menuju Kemerdekaan Indonesia” sebagai haluannya. Pada waktu itu, Kiai Wahab Hasbullah yang masih mukim di Makkah pun mendirikan SI Cabang Makkah. Pada saatnya nanti, di Tanah Air, Kiai Wahab menginisiasi berdirinya Nahdlatul Wathan, kemudian –dibawah perlindungan gurunya, Kiai Hasyim Asy’ary– Nahdlatul Ulama (1926). “Soempah Pemoeda”yang dilahirkan oleh Kongres Pemoeda 1928, adalah kulminasi awal dari keseluruhan proses tersebut.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kiai Maimoen Zubair meriwayatkan bahwa ketika beliau mondok di Tambak Beras dan belajar di sekolah “Syubbaanul Wathan” disana, setiap hari sebelum masuk kelas murid-murid diwajibkan menyanyikan sebuah lagu yang diciptakan oleh Kiai Wahab Hasbullah pada tahun 1934. Nusron Wahid dan Yaqut C. Qoumas sowan kepada Kiai Maimoen di Sarang, Rembang, untuk memohon ijazah lagu itu, dan didapatlah syair yang tak pernah beliau lupakan:

? ? ? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ?

? ?

? ? ?

? ? ? ?

? ? ?



“Pusaka hati wahai tanah airku

Cintamu dalam imanku

Jangan halangkan nasibmu

Bangkitlah, hai bangsaku!

Indonesia negriku

Engkau Panji Martabatku

S’yapa datang mengancammu

‘Kan binasa di bawah durimu!”


Kiai Fuad Affandi, pengasuh Pondok Pesantren Al Ittifaq, Ciwedey, Bandung, seorang satri dan khadam Kiai Ma’shoem Lasem, meriwayatkan dhawuh gurunya (Mbah Ma’shoem),

“Pada lambang NU itu ada tali yang tersimpul. Itulah tali pengikat Indonesia. Kalau tali itu lepas, Indonesia akan meleleh seperti gelali!”

Bagi pesantren dan NU, Indonesia adalah martabat. Harga diri. Memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia adalah merebut harga diri. Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah mempertahankan harga diri. Memperjuangkan Cita-cita Proklamasi adalah memperjuangkan martabat kemanusiaan.

Kiai Bisri Mustofa hanya mengenyam sekolah “Ongko Loro” (“Angka Dua”, Inlandsche School, jenjang sekolah dasar dua tahun dengan bahasa pengantar Jawa untuk pribumi jelata di jaman Belanda). Ada seorang kerabat yang priyayi hendak mendaftarkannya ke HIS (Hollandsch-Inlandsche School, sekolah dengan bahasa pengantar Belanda untuk anak-anak priyayi), tapi keburu ketahuan Kiai Kholil Harun, yang lantas mencegah,

“Jangan sampai kamu jadi londo!” kata beliau, “ayo ikut aku saja!”

Sejak saat itu (usia sekitar 15 tahun) Mashadi (nama kecil Kiai Bisri) belajar di pesantren Kiai Kholil, mengunyah ilmu-ilmu agama langsung dengan “bahasa aslinya”, Bahasa Arab, bahkan secara khusus menekuni seluk-beluk Bahasa Arab sebagai modal prinsip untuk memahami agama secara otentik. Belakangan, sesudah diambil menantu, Kiai Kholil Harun mengirimnya ke Makkah untuk bertabarruk kepada Tanah Suci dan berguru kepada para masyayikh disana selama dua tahun. Walaupun semua itu, Kiai Bisri tidak lantas menjadi kearab-araban, apalagi Arab-minded. Indonesia tertanam hingga merasuk ke sumsum tulangnya.

Aku masih kanak-kanak ketika malam itu nonton tivi berdua dengan beliau. Di layar tivi ada orang Arab ngomong entah apa. Yang tertangkap olehku hanya ucapan: “…Induuniisiyyaa… Induuniisiyyaa…”

“Brakk!!” aku kaget oleh suara meja digebrak tiba-tiba.

“Orang Arab ini sombongnya mintak ampun!” Mbah Kung bersungut-sungut, “kenapa harus ‘in-duu-nii-siy-yaa’? Masak ngomong ‘In-do-ne-sia’ saja nggak bisa? Dasar sombong!”

Catatan:

“Gelali” adalah gula jawa yang dipanasi hingga meleleh.

Syair di atas sebenarnya oleh Kiai Maimoen diriwayatkan beserta lagunya. Tapi karena penerima riwayat tidak memiliki cita-rasa nada sama sekali, riwayat lagunya jadi kacau-balau. Setelah ijtihad melodi yang susah-payah, dibantu para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional GP Ansor Angkatan Ketiga di Pondok Pesantren Al Ittifaq, Ciwedey, Bandung (10 – 14 Januari 2013), saya sampai pada rangkaian nada yang semoga tidak terlalu jauh melenceng dari aslinya.

KH Yahya Cholil Staquf, Rais Syuriyah PBNU. Sumber tulisan: teronggosong.com

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Fragmen Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 19 Agustus 2017

Zaman Revolusi, Muslimat NU Ikut Angkat Senjata

November 1945, meletus berbagai peperangan di berbagai daerah melawan tentara Sekutu yang berusaha untuk kembali menjajah bangsa Indonesia. Seruan jihad pun dikumandangkan.

Sebelumnya, Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari dalam Rapat Besar Konsul-konsul NU se-Jawa dan Madura, pada 21-22 Oktober di Surabaya, Jawa Timur mengeluarkan seruan “Resolusi Jihad” : “Bahwa oentoek mempertahankan dan menegakkan Negara Repoeblik Indonesia menurut hoekoem Agama Islam, termasoek sebagai satoe kewadjiban bagi tiap2 orang Islam

Zaman Revolusi, Muslimat NU Ikut Angkat Senjata (Sumber Gambar : Nu Online)
Zaman Revolusi, Muslimat NU Ikut Angkat Senjata (Sumber Gambar : Nu Online)

Zaman Revolusi, Muslimat NU Ikut Angkat Senjata

Seluruh rakyat terpanggil untuk mempertahankan kemerdekaan dengan segala apa yang ada, tak terkecuali kaum Nahdliyin dan Nahdliyat. Para pengurus dan anggota NU beserta banom pemudanya (Ansor NU), ikut bergabung di dalam Hizbullah dan Sabilillah, berjuang memanggul senjata menghadapi musuh.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Lalu, bagaimana Muslimatnya? Mereka pun tidak ketinggalan. Kaum ibu bekerja di berbagai lapangan, seperti dapur umum, palang merah, mengumpulkan pakaian dan makanan, turut memberi penerangan ke sana-sini, dan menghidupkan semangat perjuangan melawan musuh. Bahkan, ada juga yang ikut mengangkat senjata.

Yang lebih berat, perjuangan para ibu Muslimat NU tersebut, bersamaan dengan tugas mereka untuk menyusun dirinya ke dalam, yakni menjadikan Muslimat sebagai bagian dari NU dan diberi kekuasaan untuk mengatur sendiri (badan otonom).

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Hingga pada akhirnya, pada tahun 1946, Di masa perang serta bertepatan dengan penyelenggaraan Kongres NU ke-XVI di Purwokerto, Muslimat resmi menjadi bagian NU dengan nama NU Muslimat (NUM). Adapun susunan pengurusnya sebagai berikut :

Penasehat : Nyai Fatmah Surabaya

Ketua : Ny Chadijah Pasuruan

Penulis I : Ny Mudrikah

Penulis II : Ny Muhajja

Bendahara : Ny Kasminten Pasuruan

Pembantu : Ny Fatehah, Ny Musyarrafah Surabaya, Ny Alfijah.

(Ajie Najmuddin, dikutip dari Aboebakar Atjeh. 1957. Sejarah Hidup K.H.A Wahid Hasjim dan Karangan Tersiar)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Hikmah, Warta, Pesantren,Attijani Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 17 Agustus 2017

NU Way Kanan Apresiasi Penunjukan Nusron Wahid Jadi Kepala BN2TKI

Way Kanan, Ceramah Felix Siauw Lengkap   

Jajaran pengurus Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Gerakan Pemuda  Ansor (GP Ansor) Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung bersyukur dan mengucapkan selamat atas pelantikan Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BN2TKI) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara,  Kamis (27/11/2014) sore ini.

"Selamat atas pelantikan Ketua PP GP Ansor, Sahabat Nusron Wahid sebagai kepala BN2TKI. Ini hebat, suatu suplemen bagi warga Nahdliyin dan Kader Ansor," ujar Wakil Sekretaris PCNU Way Kanan, Totok Dwi Pambudi.

NU Way Kanan Apresiasi Penunjukan Nusron Wahid Jadi Kepala BN2TKI (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Way Kanan Apresiasi Penunjukan Nusron Wahid Jadi Kepala BN2TKI (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Way Kanan Apresiasi Penunjukan Nusron Wahid Jadi Kepala BN2TKI

Senada dengan Totok, Ketua PC GP Ansor Way Kanan, Gatot Arifianto menegaskan, kader-kader GP Ansor Way Kanan pasca kemenangan Jokowi-JK juga menilai Ketua PP GP ANSOR Nusron Wahid layak membantu Presiden Joko Widodo.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Selamat bertugas dan semoga amanah. GP Ansor, Way Kanan mengapresiasi penunjukan sahabat Ketua Umum Nusron Wahid menjadi Kepala BN2TKI Kami siap di belakang beliau,” ujarnya.

Apalagi, selama ini GP Ansor Way Kanan juga bekerja sama dengan International Organization for Migration (IOM) Indonesia dan Justice Peace Integrity of Creation (JPIC) FSGM untuk mempromosikan Migrasi Aman dan Mencegah Terjadinya Perdagangan Orang.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Penunjukan sahabat Nusron merupakan spirit bagi kader Ansor untuk berkarya, berkarya dan berkarya bagi kemaslahatan umat," pungkasnya. (Heri Amanudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Ubudiyah, Pendidikan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 16 Agustus 2017

Payung Terbesar di Dunia Bakal Dipasang di Masjidil Haram

Makkah,? Ceramah Felix Siauw Lengkap. Bila jemaah haji musim ini masih merasakan terik matahari di sekitaran Kabah, tahun depan pengalaman itu mungkin tak ada lagi.

Seorang komandan keamanan haji Arab Saudi, seperti dikutip? Arab News, Kamis (24/8), mengungkap rencana pemerintah Arab Saudi memasang payung raksasa di area Masjidil Haram, Makkah, guna melindungi jemaah haji dari panas matahari.

Payung Terbesar di Dunia Bakal Dipasang di Masjidil Haram (Sumber Gambar : Nu Online)
Payung Terbesar di Dunia Bakal Dipasang di Masjidil Haram (Sumber Gambar : Nu Online)

Payung Terbesar di Dunia Bakal Dipasang di Masjidil Haram

Payung lipat itu bakal dipasang di halaman dan atap (lantai paling atas) Masjidil Haram dengan ukuran 53 x 53 meter. Dengan demikian, payung tersebut bisa jadi yang terbesar di dunia karena hingga kini belum ada ukuran payung sebesar itu.

Mayor Jenderal Mohammed Al-Ahmadi, komandan pasukan yang bertanggung jawab atas keamanan di masjid tersebut, mengingatkan bahwa suhu di dalam Masjidil Haram saat ini cukup rendah lantaran ada pendingin ruangan atau AC, namun tidak demikian dengan di luar ruangan. Karena itu payung raksasa didirikan untuk memberi kenyamanan jemaah haji saat berada di halaman dan lantai paling atas.

Seperti diwartakan sebelumnya, selain pembenahan internal bangunan, pemerintah Arab Saudi juga merencanakan tindak lanjut proyek perluasan Masjidil Haram yang sempat vakum selama dua tahun menyusul tragedi runtuhnya crane yang menewaskan 107 orang.?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Seperti dilaporkan? Reuters, proses pengerjaan akan dilanjutkan setelah ritual tahunan haji rampung oleh perusahaan besar bidang, konstruksi Saudi Binladin Group.

Rancangan awal proyek perluasan tersebut menargetkan luas Masjidil Haram menjadi 400.000 meter persegi sehingga kelak dapat menampung 2,2 juta jemaah.? (Red: Mahbib)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap Tokoh, Ahlussunnah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 15 Agustus 2017

Kapten Timnas U-19 itu Jebolan SMA NU Shafta

Surabaya, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Bagi anda penyuka sepakbola nasional, tentu mengenal anak muda yang satu ini, Evan Dimas. Ya, arek Suroboyo yang tengah bersinar karirnya itu, memimpin rekan-rekannya di Timnas Indonesia U-19 dan meraih juara piala AFF U-19.

Kapten Timnas U-19 itu Jebolan SMA NU Shafta (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapten Timnas U-19 itu Jebolan SMA NU Shafta (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapten Timnas U-19 itu Jebolan SMA NU Shafta

Prestasi tersebut tentu membanggakan di tengah seretnya prestasi timnas sepakbola kita di kancah regional maupun internasional. Evan yang hingga ini masih menjabat sebagai kapten timnas, berkontribusi besar dalam keberhasilan tersebut.

Evan Dimas yang lahir 13 Maret 1995 adalah pemain remaja yang bertalenta sebagai playmaker (istilah pengatur serangan dalam sepakbola). Ketika usianya masih 12 tahun, ia bergabung dengan SSB Mitra Surabaya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pelatih Evan di klubnya tersebut, R Roy Kasianto, merupakan gurunya di SMA NU Shafta Lontar Citra. Ialah yang mendukung total Evan Dimas di perjalanan kariernya. Dibawah gemblengan pelatihnya, Evan menjadi pemain pertama Mitra Surabaya yang terpilih masuk tim nasional.

SMA Shafta memang mengakomodasi para siswa yang memiliki talenta olahraga istimewa. Khususnya sepak bola. “Selain Evan Dimas, kami juga punya siswa lain yang punya bakat bagus di sepak bola. Antara lain Erik Dwi, Erik Faisal, Egi Andi,” kata Roy Kasianto, belum lama ini.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Karier Evan bersama Mitra Surabaya kemudian meroket hingga akhirnya berhasil mendapat kesempatan mengikuti seleksi bersama Persebaya U-15 dan Medco Jawa Timur U-15 dan Evan berhasil lolos di kedua klub tersebut. Atas permainannya yang gemilang, ia kemudian mendapat panggilan untuk membela Timnas U-17 tahun 2102 di Hongkong. Bajkan, di tim ini Evan mendapat kepercayaan sebagai kapten.

Timnas pun juara! Tidak hanya itu, keberhasilan tersebut kemudian diikuti dengan menjuarai piala AFF U-19 selang setahun kemudian. Target ke depan dari tim ini, adalah diproyeksikan untuk bisa mengikuti ajang Piala Dunia U-20 tahun 2015.

Evan Dimas, merupakan salah satu pemuda NU yang bertalenta dan mengispirasi remaja di usianya untuk bisa ikut berprestasi mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. (Ajie Najmuddin-Zaky Farid L./Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Meme Islam, Cerita Ceramah Felix Siauw Lengkap

Mantapkan Akidahmu, Kembalilah ke Ajaran Para Wali

Solo, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Majlis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhoh kembali menggelar acara besar yang akan diselenggarakan pada hari Ahad, 14 April 2013. 

Mantapkan Akidahmu, Kembalilah ke Ajaran Para Wali (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantapkan Akidahmu, Kembalilah ke Ajaran Para Wali (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantapkan Akidahmu, Kembalilah ke Ajaran Para Wali

Acara yang akan dimulai pada jam 08.00 di Masjid Agung Solo ini mengusung tema ”Tegakkan Akidahmu, Kembalilah ke Ajaran Para Wali”. 

Terdapat tiga agenda penting pada acara tersebut. Pertama, silaturahmi warga Ahlussunah wal Jamaah. Acara ini merupakan acara rutin yang dilaksanakan majlis pimpinan Habib Noval setiap tiga hingga empat bulan sekali. Pada acara sebelumnya, Bedah buku Umat Bertanya Ulama Menjawab, lebih dari 12.000 jamaah hadir di Masjid Agung Solo. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kedua, launching buku Adab Nabi yang disusun oleh Habib Noval Alaydrus. Buku tersebut berisi perilaku keseharian Nabi Muhammad SAW yang selayaknya diikuti oleh umat Islam. Di antara  perilaku yang dimaksud meliputi cara tidur, cara makan, cara minum, adab ke masjid, dan adab di pasar. 

Ketiga, launching website www.kyaijawab.com. Situs ini dapat digunakan untuk menemukan jawaban dari beragam masalah keagamaan yang ada di masyarakat. Menariknya, jawaban pada situs ini diambil dari hasil batsul masail yang telah dilaksanakan di pesantren-pesantren Solo selama puluhan tahun. Melalui situs ini, diharapkan umat Islam, khususnya yang berakidah Ahlussunah wal Jamaah, tidak lagi kesulitan untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang dihadapinya. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Setelah acara di Masjid Agung Solo selesai, Majlis Ar-Raudhoh mengundang blogger, programmer, designer, dan user Aswaja untuk hadir di markas Ar-Raudhoh di Jl Dewutan No.112, RT 1 RW 16, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo (0271-633860). Aktivis dunia maya tersebut akan diajak untuk bekerja sama dengan satu tujuan, “memperjuangkan Ahlussunah wal Jamaah”. Seusai pertemuan tersebut, diharapkan dunia internet akan menjadi ’rumah yang nyaman’ bagi masyarakat Nahdhiyin di seluruh penjuru dunia.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Pekik Nursasongko

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Fragmen, Humor Islam Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 14 Agustus 2017

Pagar Nusa Timba Sejarah Perlawanan Pesantren

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa berupaya menimba pelajaran dari sejarah perlawana-perlawanan kalangan pesantren terhadap kolonialisme bangsa-bangsa asing mulai Portugis, Spanyol, Belanda, Jepang, dan Inggris.

Pagar Nusa Timba Sejarah Perlawanan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Timba Sejarah Perlawanan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Timba Sejarah Perlawanan Pesantren

Upaya itu dilakukan dengan membedah dua buku sekaligus “Kuasa Ramalan” karya Peter Carey dan buku “Lasykar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad” karya Zainul Milal Bizawie. Bedah buku berlangsung di aula PBNU, Jl. Kramat Raya 164, Jakarta, Selasa (21/1).

“Pagar Nusa ingin mengambil pelajaran dari kedua buku ini. Dari kedua buku ini Pagar Nusa diingatkan kedua buku ini bahwa pencak silat itu setua nusantara ini,” kata Ketua Umum PP Pagar Nusa Aizudin Abdurrahman. ?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kedua buku ini, kata dia, ada benang merah yang menghubungkan perlawanan-perlawanan kaum pesantren untuk mengusir penjajah dari Indonesia.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pria yang akrab disapa Gus Aiz ini menambahkan, bedah buku ini salah satu rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Pagar Nusa ke-28. “Pada tanggal 29 Januari akan ada silaturahim nasional. Sebelumnya akan diadakan ta’aruf dengan mempertemukan 50 orang pada majelis pendekar,” katanya.

Pada tanggal 30 Januari, kata dia, akan digelar halaqoh kebangsaan yang membahas posisi Pagar Nusa dalam konteks keamanan dan kestabilan negara, “Karena kita tidak tahu ke depan, keamanan negara itu seperti apa.” katanya.

Kemudian, rangkaian itu akan dipuncaki dengan istighasah dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Raden Cholil As’ad Syamsul Arifin.

Lebih lanjut Gus Aiz mengatkan, Pagar Nusa akan memprogramkan pelatihan pelatih silat mengajarkannya kembali di sekolah dan pesantren. “Sekarang kurang lebih ada 30 pesantren yang meminta Pagar Nusa untuk mengajarkan silat di pesantren masing-masing,” tambahnya.

Menurut dia, ada tiga tipologi dalam ilmu beladiri silat, yaitu sebagai tradisi, seni budaya dan prestasi. “Nah, yang di pesantren dan di sekolah ini yang akan digenjot ilmu silat sebagai prestasi,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pemurnian Aqidah, Halaqoh Ceramah Felix Siauw Lengkap

Minggu, 13 Agustus 2017

SMP Nuris Gelar “Aswaja D’Competition SMP Nuris Jember”

Jember,Ceramah Felix Siauw Lengkap. Dalam rangka mempertajam pemahaman sekaligus meningkatkan kemampuan dialogis siswa mengenai Aswaja, SMP Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur menghelat lomba dengan titel “Aswaja D’Competition SMP Nuris Jember” akhir pekan lalu.

Kompetisi yang diikuti oleh seluruh murid SMP Nuris itu memperlombakan 3 cabang, yaitu Tahfidzul Aqidatul Awam Kelas VII, Tahfidzul Aqidatul Awam Kelas VIII dan Cerdas-Cermat Aswaja.

Menurut Kepala SMP Nuris Jember Rahmatullah Rijal, kompetisi tersebut juga dimaksudkan untuk melatih mental para siswa dalam menghadapi publik, sehingga pada saatnya nanti punya keberanian untuk membantah tudingan-tudingan yang memojokkan amalan Aswaja.

SMP Nuris Gelar “Aswaja D’Competition SMP Nuris Jember” (Sumber Gambar : Nu Online)
SMP Nuris Gelar “Aswaja D’Competition SMP Nuris Jember” (Sumber Gambar : Nu Online)

SMP Nuris Gelar “Aswaja D’Competition SMP Nuris Jember”

“Kami tidak bermaksud mencetak siswa ahli debat. Tidak. Tapi kalau diperlukan untuk itu mereka sudah siap. Apalagi jaman sekarang itu memang jamannya dialog,” ucap Gus Rahmat ? kepada Ceramah Felix Siauw Lengkap di Jember, Jumat (30/10).

Kompetisi tersebut dibagi dalam 3 babak. Babak penyisihan dilaksanakan di masing-masing kelas. Sedangkan babak semifinal dan final dilangsungkan di Masjid An-Nur di lingkungan kompleks Pesantern Nuris.

Kendati cuma kompetisi lokal, namun atmosfir perlombaannya cukup seru karena menyangkut gengsi kelas. Dari babak penyisihan dan semifinal, ahkirnya terpilih 15 murid untuk berlaga di final. Mereka berasal dari kelas VII, VIII dan IX. Anugerah Widiastuti, tercatat sebagai peraih dua cabang lomba sekaligus, yaitu ? Tahfidzul Aqidatul Awam dan Cerdas-Cermat Aswaja.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Gus Rahmat berharap agar lomba tersebut dapat meningkatkan mutu pendidikan Aswaja, sehingga misi Nuris sebagai lembaga pengkaderan Aswaja benar-benar ? tercapai. Yang juga penting, katanya, lomba tersebut melatih kebiasaan murid untuk percaya dengan apa (ilmu) yang dimilikinya sehingga tidak ragu menyampaikannya di tengah-tengah masyarakat.

“Semoga kedepannya akan ada lebih banyak lagi lomba agar rasa percaya diri murid SMP Nuris semakin meningkat, dan mereka semakin menguasai ilmu sekaligus mampu mengamalkannya,” pungkasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Budaya, Pesantren Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 12 Agustus 2017

Khalwat

Khalwat adalah tradisi dalam tarekat untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara menyepi. Mereka yang menjalani khalwat adalah para pelaku suluk, meskipun esensinya harus dilakukan oleh umat Islam dan kaum beriman secara keseluruhan. 

Dalam laku suluk atau tarekat, khalwat merupakan salah satu jenjang yang harus dilalui oleh seorang salik atau sufi, di samping jenjang-jenjang atau maqamat lain seperti taubat, mujahadah, zuhud, dan lain-lain. Di kalangan masyarakat NU, khalwat merupakan tradisi yang popular.

Khalwat (Sumber Gambar : Nu Online)
Khalwat (Sumber Gambar : Nu Online)

Khalwat

Khalwat secara bahasa berasal dari akar kata khala yang berarti sepi, dan dari akar kata ini praktik khalwat adalah praktik menyepi untuk mendekatkan diri kepada Allah. Salah satu rujukan yang sering digunakan kalangan NU untuk praktik khalwat adalah kitab-kitab sufi yang dikaji di pesantren, seperti Ihya’ Ulumuddin dan Minhajul `Abidin karangan Imam al-Ghazali, ar-Risalah al-Qusyairiyah karangan Imam Abul Karim Hawazin al-Qusyairi; dan kitab-kitab lain dari para imam tarekat.

Para guru sufi yang dijadikan rujukan di kalangan NU, selalu mengaitkan khalwat dengan `uzlah (mengasingkan diri) dari eksistensi keduniaan. Seorang pesuluk harus menempuh `uzlah terlebih dulu, dan kemudian mengantarkannya untuk menempuh khalwat (menyepi). 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Secara esensial `uzlah adalah menghindarkan diri dari praktik tercela, dan mengisinya dengan praktik terpuji, dan karenanya bukan untuk meninggalkan tanah air. Orang yang mampu seperti ini akan menjadikan `uzlah dan kemudian khalwat secara berimbang antara hubungan masyarakat dan pendalaman spiritual internal untuk bersambung dengan Allah. 

Oleh karena itu, seorang guru besar sufi, Imam al-Ghazali dalam kitab Minhajul `Abidin menjelaskan bahwa orang yang memiliki pengikut dan ilmunya dibutuhkan oleh masyarakat dalam urusan agama, maka orang seperti ini tidak dibenarkan mengasingkan diri dari pergaulan masyarakat. Maksudnya adalah mengasingkan secara permanen dan konstan secara fisik dengan meninggalkan mereka. Orang yang seperti ini harus kukuh dan berdiri di barisan masyarakat untuk mencerahkan dan membimbing mereka, tetapi hatinya harus tetap bersama Allah. Inilah yang disebut sebagai kemampuan untuk khalwat atau tajrîd (menyepi) yang sukar dilakukan oleh orang, yaitu menyepi dan `uzlah di tengah keramaian.

Pada umumnya, `uzlah dan khalwat dalam pengertian demikian sukar dilakukan, karena seorang pesuluk yang menjalaninya, fisiknya bersama masyarakat dan orang ramai, tetapi hatinya bersama Allah terus-menerus. Tidak semua orang bisa menjalaninya, dan karenanya orang yang tidak bisa melakukan seperti ini, di kalangan masyarakat NU ada yang melakukan `uzlah dan khalwat sebagaimana saran Imam al-Ghazali. 

Menurut sang imam, bagi mereka yang posisinya tidak begitu dibutuhkan oleh masyarakat, baik dalam soal ilmu atau keterangan-keterangannya yang bermanfaat, perlu tetap menyambung hubungan dalam hal shalat Jum’at, shalat Id’, shalat berjama’ah, ibadah haji, dalam majelis ilmu, dan dalam tijârah (bisnis). Jalan yang paling baik bagi mereka ini adalah `uzlah dan khalwat selain dari keperluan demikian.

Praktik yang demikian kadang-kadang juga masih sulit untuk memperoleh buah dari `uzlah dan khalwat, karena masih berhubungan dengan orang lain, seperti tijârah, majelis ilmu, dan lain-lain. Oleh karena itu, sebagian masyarakat NU dan para pesuluk tarekat ada yang benar-benar mengasingkan diri secara fisik dan hati sampai beberapa hari ke tempat yang sepi. Pengasingan diri dan kemudian menyepi untuk hening diperlukan, karena pergaulan dengan makhluk, tidak sedikit yang memalingkan pesuluk dan menimbulkan kebingungan-kebingungan dalam hati; dan karena kebanyakan manusia juga mengajak kepada bermalas-malasan untuk beribadah, menempuh jalan bening,  dan malah mengajak pada riya’. 

Pengasingan diri dan menyepi secara fisik, kemudian diikuti laku esensi `uzlah dan khalwat-nya, sangat dibutuhkan oleh orang-orang seperti ini.

Praktik khalwat dalam bentuk pengasingan diri dan menyepi secara fisik ini, dalam tradisi pesuluk di kalangan masyarakat NU, biasanya dilakukan beberapa hari, minimal ada yang 3 hari, 7 hari, 40 hari, dan lain-lain. Karenanya, tetap saja praktik pengasingan diri secara fisik bukan praktik permanen, karena dilakukan beberapa hari seperti disebutkan. Yang permanen adalah menjalani esensi `uzlah dan khalwat, yaitu memperoleh hakikat hening dan persambungan kepada Allah: menyepi dari perilaku tercela dan mengisinya dengan perilaku yang baik.

Dengan keheningan dalam khalwat dan `uzlah, tidak jarang muncul musyahadah dan pengalaman-pengalaman spiritual yang menambah kukuhnya pesuluk untuk terus menapaki jenjang berikutnya menuju Allah dan bersama-Nya. 

Di dalam berbagai tarekat yang ada di NU, laku khalwat jenis ini ada dalam bimbingan para mursyid, sehingga para murid (pesuluk) menjalaninya atas arahan dan bimbingan dari para guru. Orang yang sudah menjalani khalwat dan `uzlah, secara batin dan lahir harus menjadi lebih baik dalam lakunya. Kebalikan dari ini, dianggap sebagai kegagalan dalam laku khalwat dan `uzlah, dan seorang pesuluk harus mengulang lagi. (Sumber: Ensiklopedia NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pertandingan, Meme Islam Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 07 Agustus 2017

Menristek Dikti Ingatkan PTNU soal Komitmen dan Integritas

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir berpesan kepada para rektor dan pengelola yayasan? perguruan tinggi NU (PTNU) untuk memegang kuat komitmen dan integritas dalam memajukan kampus masing-masing.

Menristek Dikti Ingatkan PTNU soal Komitmen dan Integritas (Sumber Gambar : Nu Online)
Menristek Dikti Ingatkan PTNU soal Komitmen dan Integritas (Sumber Gambar : Nu Online)

Menristek Dikti Ingatkan PTNU soal Komitmen dan Integritas

"Tanpa kedua hal ini susah kita memenuhi perguruan tinggi yang diharapkan," ujarnya di hadapan sekitar 75 pimpinan PTNU dari berbagai daerah di kantor PBNU, Jakarta, Senin (16/3) malam.

Nasir mengaku sering melakukan pertemuan dengan NU terkait perguruan tinggi. Hingga kini ia belum menerima laporan perkembangan capaian PTNU. Ia juga bertanya tentang kualitas 23 PTNU yang baru berdiri dan kerap didengung-dengungkan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menurutnya, kemajuan PTNU mesti memiliki ukuran dan target yang jelas. Hal itu terkait misalnya, mutu program studi, jumlah dosen, kelayakan sumber daya manusia, infrastruktur, dan lainnya.

Sebelumnya, Ketua Pengurus Pusat Lajnah Perguruan Tinggi NU (LPTNU) H Noor Achmad mengatakan, kebijakan-kebijakan Kemenristek Dikti belakangan menciptakan kesulitan-kesulitan di pihak PTNU, bahkan cenderung mengancam eksistensi khususnya perguruan tinggi swasta.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Hal yang senada juga diungkapkan Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Masykuri Bakri dan Rektor Universitas Islam Nusantara Bandung Didin Wahidin. Bagi Masykuri, persyaratan-persyaratan yang ditetapkan Kemenristek Dikti seperti soal akreditasi, dosen, dan administrasi lainnya cukup menjerat.

"Menurut saya kebijakan sekarang itu? berbasis sanksi, bukan kebijakan berbaisis mengajak, mengayomi, membantu," tambah Didin. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pertandingan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 05 Agustus 2017

STAINU Jakarta Pelopor Program Islam Nusantara

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Ketua STAIN Ternate Dr Abd Rahman Marasabessy menyatakan, satu-satunya PTAI di Indonesia yang membuka program Islam Nusantara adalah STAINU Jakarta. Ia berharap program yang sama juga diadakan di Ternate.

Demikian disampaikan sejarawan Agus Sunyoto yang juga dewan pakar STAINU Jakarta dihubungi Ceramah Felix Siauw Lengkap, Senin (13/5). Menurutnya, Prof Muh Zein menyampaikan hal itu dalam seminar internasional bertema "Kearifan Lokal: Mengokohkan Islam Nusantara" yang diselenggarakan oleh Forum Direktur Pasca Sarjana di Ternate, Sabtu (27/4) lalu.

STAINU Jakarta Pelopor Program Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Pelopor Program Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Pelopor Program Islam Nusantara

“Hal yang sama disampaikan Direktur Pasca STAIN Ternate Dr Samlan Hi. Ahmad M.Pd. Beliau juga berharap Islam Nusantara dapat dibuka di Pascasrjana STAIN Ternate,” kata Agus Sunyoto.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Seminar internasional itu menghadirkan pembicara antara lain, Prof Dr Dede Rosyada, MA; Prof Dr Masdar Hilmy,MA; Prof Dr Asaril Muhajir, MA; Prof Dr Rahim Yunus,MA; Dr Gufran A.Ibrahim, MA; Dr Abd Rahman Marasabesy,MA; Syekh Mohammad Ahmad Abbas; serta Agus Sunyoto sendiri.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menurutnya, semua pengelola Pascasarjana PTAI se-Indonesia mendukung lokalitas Islam. “Apalagi Indonesia Timur yang sangat kental asimilasi kulturalnya dan menganggap Wahabi sebagai ancaman,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu Agus Sunyoto mempresentasikan makalah bertajuk "Eksistensi Islam Nusantara: Sekitar Faham dan Amaliah Keberagamaan NU".

“Semua baru faham bahwa peradaban lslam Nusantara yang diwariskan oleh Walisongo adlah peradaban besar dunia. Syekh Muh Ahmed Abbas waktu itu ingin sekali tahu naskah-naskah kuno tinggalan Walisongo yang penting untuk dikaji secara ilmiah,” demikian Agus Sunyoto.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Hikmah Ceramah Felix Siauw Lengkap

PCNU Mimika Papua Jajaki Kerja Sama dengan UNU Surabaya

Surabaya, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Achmad Jazidie menerima tamu dari perwakilan PCNU Kabupaten Mimika, Papua. Rombongan dari PCNU Mimika dipimpin oleh Wakil Ketua PCNU Mimika Sugiarso didampingi Ketua MWCNU Tembagapura, Mimika H Syamsul Huda.

Pada kesempatan itu, rombongan dari Papua ini diterima lebih dahulu oleh Wakil Rektor III UNUSA, Ima Nadatien sambil menunggu kehadiran Rektor Unusa. "Saya sempat berpikir yang mana ya tamu kami dari Papua kok tidak Ketemu," kata Ima Nadatien ketika yang ditemui ternyata orang Jawa semua.?

PCNU Mimika Papua Jajaki Kerja Sama dengan UNU Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Mimika Papua Jajaki Kerja Sama dengan UNU Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Mimika Papua Jajaki Kerja Sama dengan UNU Surabaya

"Mohon jangan kaget ya Bu jika tamunya tidak berambut keriting dan berkulit hitam. Kami memang cabang yang belum Lama terbentuk sehingga Pengurusnya mayoritas dari Jawa. Orang Papua khususnya di Mimika belum bisa bergabung dalam kepengurusan saat ini. Ke depan kami sangat berharap putra daerah bisa masuk ke kepengurusan," urai Sugiarso.

Beberapa saat kemudian rombongan diajak masuk ke ruangan rektor didampingi oleh Ibu Ima. "Niat kami berkunjung ke UNUSA adalah perkenalan sekaligus silaturahim dengan Bapak. Mumpung masih lebaran kami mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin," tutur Sugiarso mengawali pertemuan dengan Prof Jazidie.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selanjutnya dijelaskan tentang PCNU Mimika sejak awal pembentukannya hingga kiprahnya di Bumi Mimika. Pada periode kepengurusan 2016-2020 ini, salah satu program PCNU Mimika adalah merintis pendirian Universitas NU di Mimika. Hal ini didasarkan fakta bahwa di Papua belum ada UNU, khususnya di Mimika juga belum ada perguruan tinggi yang layak. Akibat lebih lanjutnya adalah lulusan SMA dan SMK di Mimika menjutkan kuliah di Jawa, sementara yang terbatas kemampuan finansialnya tidak melanjutkan kuliah.?

Di sisi lain, peluang kerja di Mimika dengan adanya PT Freeport Indonesia lebih terbuka dan memerlukan keahlian. Kaderisasi dan pengutan NU di Mimika lebih menantang karena masa depan NU di Mimika ada di anak-anak muda ketika generasi awal para pendatang dan transmigran dari Jawa sudah mulai tua.

PCNU Mimika menyadari bahwa mendirikan UNU adalah pekerjaan besar sehingga harus dilaksanakan secara bertahap dan bekerja sama dengan pihak lain. Salah satu pihak yang diajak adalah Unusa.?

Menanggapi uraian dari PCNU Mimika tersebut, Prof Jazidie menyampaikan ucapan selamat terlebih dahulu atas terbentuknya PCNU Kab Mimika.?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Benar sekali yang disampaikan tadi bahwa mendirikan Universitas tidak mudah. Untuk mendirikan universitas minimal ada 10 program studi awal (4 prodi IPA dan 6 prodi IPS). Setiap prodi minimal memiliki 6 dosen S2 sesuai bidang keahliannya. Jadi minimal dibutuhkan 60 dosen S2. Infrastrukturnya juga harus disiapkan, seperti gedung, laboratorium, dan isinnya," urai Prof. Jazidie.?

Rektor yang juga guru besar ITS ini kemudian memberikan tanggapan bahwa rencana yang bertahap itu sudah tepat. Unusa memungkinkan untuk menjalin kerja sama dengan PCNU Mimika dalam format Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau Pendidikan di luar Domisili (PDD).?

Rektor selanjutnya menugaskan kepada Ibu Ima selaku Wakil Rektor Bidang Kerja Sama untuk berdiskusi lebih lanjut untuk menjajaki mana yang paling memungkinkan untuk dilaksanakan antara PJJ atau PDD. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Cerita, AlaSantri, Pahlawan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 03 Agustus 2017

Jamuro: Memasyarakatkan Shalawat, Menyalawatkan Masyarakat

Jepara, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Jamiyyah Muji Rosul (Jamuro) Ar-Rabbaniyyin Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jawa Tengah, sejak berdiri tahun 2007 silam sampai sekarang masih tetap eksis untuk memasyarakatkan shalawat dan menyalawatkan masyarakat.

Hal itu tidak lepas dari visi Jamuro yaitu menyiarkan Islam kepada Masyarakat melalui shalawat seni hadrah.

Jamuro: Memasyarakatkan Shalawat, Menyalawatkan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamuro: Memasyarakatkan Shalawat, Menyalawatkan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamuro: Memasyarakatkan Shalawat, Menyalawatkan Masyarakat

Dalam kurun waktu tujuh tahun (2007-2014) jamiyyah yang bernaung dalam Ikatan Mahasiswa Masjid Kampus Ar-Rabbaniyyin (Immaskar) ini pernah menyambangi beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur di antaranya Jepara, Kudus, Demak, Pati, Semarang, Cilacap, Bojonegoro dan Jombang.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kegiatannya pun beragam mulai pengajian, walimatul ursy, walimatul khitan, walimatut tasmiyah, sejumlah agenda kampus peresmian, wisuda, ospek, seminar nasional dan stadium general.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jika dikalkulasi sudah ratusan kali tampil. Selain diundang dalam berbagai even, Jamiyyah yang pernah merilis album tahun 2013—Nyanyian Jiwa ini juga mengadakan kegiatan rutin.

Hal itu dikemukakan Muhammad Miqdad Sya’roni. Kegiatan rutin itu meliputi latihan rutin mingguan (Rabu malam kamis), rutinan (Senin Malam selasa Pon) bersama Habib Abu Bakar Assegaf, rutinan (Rabu malam kamis kliwon) di Masjid Jami’ Ar-Rabbaniyyin Unisnu, rutinan Istighosah di Pendopo Kabupaten Jepara dan selapanan (Senin Kliwon) pengajian Al-Hikam bersama KH Imron Djamil di Masjid Agung Jepara.

Disamping itu, mantan ketua Jamuro 2011-2014 ini menambahkan pihaknya juga melaksanakan Idaroh Jamuro setiap 2 bulan sekali di rumah anggota dan Masa Ta’aruf dan Penerimaan Anggota Jamuro (Masajaro) 2 tahun sekali.

Miqdad mengharapkan dengan shalawat hidup seseorang akan mengalami kedamaian jiwa. “Bershalawat dengan niat mencintai Kanjeng Nabi Muhammad insyaAllah hidup kita diberi kedamaian jiwa, ketenangan hati, dan keberkahan hidup,” jelasnya.

Jamuro lanjut mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Unisnu ini berusaha mengaplikasikan Iman, Islam, dan Ihsan pada ajaran Nabi Muhammad SAW serta berperan aktif membumikan sholawat dengan memanusiakan manusia pada fitrahnya juga selalu mengedepankan kebersamaan. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Foto; penampilan Jamuro dalam sebuah acara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Doa, Meme Islam Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 02 Agustus 2017

Acep Zamzam Noor: NU itu Seperti Seniman

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Nahdlatul Ulama (NU) mengemban misi sebagai pelawan kebudayaan global, membedakan diri dengan budaya orang kebanyakan. NU menunjukkan bentuk kebudayaan yang asketik, unik dan mendalam.

"NU itu seperti seniman. Para kiai itu cuek, kemana-mana pakai sarung," kata sastrawan Acep Zamzam Noor saat berbicara dalam "Dialog Lintas Generasi" memperingati Hari Lahir (Harlah) Ke-82 NU di gedung PBNU Jakarta, Jumat (1/2).

Acep Zamzam Noor: NU itu Seperti Seniman (Sumber Gambar : Nu Online)
Acep Zamzam Noor: NU itu Seperti Seniman (Sumber Gambar : Nu Online)

Acep Zamzam Noor: NU itu Seperti Seniman

Bagi Acep, NU adalah soal rasa. Yang terpenting dalam kewarga-NU-an adalah bagaimana merasakan diri sebagai bagian dari orang NU, dan tidak cukup dengan kartu anggota.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Saya menjadi NU dengan nadham-nadham (syair-syair yang di pelajari di pesantren: red). Sehingga dosisnya teratur," katanya.

"Saya bahkan merasa NU sebagai agama. Kulit saya ini kalau keluar darah warnanya hijau," tambahnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Putra mantan Rais Aam PBNU KH Ilyas Ruhiyat (alm.) itu mengaku lebih senang disebut NU kultural. "Saya ingin menjadi NU dengan menjadi seniman," katanya.

Di hadapan para pengurus PBNU dan para kader NU lintas generasi ia menyampaikan kritik pedas terhadap para pemangku jabatan struktural NU yang terlalu jauh terperosok dalam lubang hitam politik.

"Lihat semua orang ingin jadi ketua NU. Dalam semua konferensi di berbagai tingkatan, pemilihan ketua NU itu seperti pilkada. Ada tim suksesnya," katanya.

Sementara itu para kader NU yang terjun langsung dalam dunia politik sudah kehilangan karakter.

"Tidak bisa dibedakan mana politisi yang NU dan mana yang preman," katanya di hadapan para kader NU yang ada di PKB, PPP, PDIP dan Parta Golkar. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Nasional, Bahtsul Masail, Humor Islam Ceramah Felix Siauw Lengkap

Hancur Sudah, Masjid An-Nuri di Mosul Tempat ISIS Dideklarasikan

Mosul, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Menara Masjid Raya An-Nuri, yang miring di Mosul, Irak, bertahan dari pendudukan orang Mongol dan Ottoman, terabaikan di bawah Saddam Hussein, dan serangan udara selama perang Irak-Iran serta invasi AS pada tahun 2003.

Tetapi setelah tiga tahun di bawah kekuasaan ISIS, menara itu sekarang tak lebih dari sekadar susunan batu di pusat sebuah kota yang hancur lebur.

Hancur Sudah, Masjid An-Nuri di Mosul Tempat ISIS Dideklarasikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hancur Sudah, Masjid An-Nuri di Mosul Tempat ISIS Dideklarasikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hancur Sudah, Masjid An-Nuri di Mosul Tempat ISIS Dideklarasikan

Para petempur ISIS menanam bahan peledak di masjid itu dan menaranya —yang berumur 850 tahun—dan meledakkannya pekan lalu, sementara pasukan Irak bergerak maju dan posisi mereka sudah relatif dekat ke kompleks masjid itu.

Wartawan Reuters yang mengunjungi tempat ibadah itu pada Jumat, sehari setelah militer Irak merebut kembali Mosul, membenarkan bahwa masjid itu rusak. Menara al-Hadba setinggi 45 meter hanya tersisa sebagian sementara hanya kubah hijaunya yang masih berdiri.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pertempuran masih berlangsung di beberapa blok dari masjid itu. Selongsong-selongsong peluru tampak bertebaran di sekitar gedung utama yang tampak utuh, dan sebuah mortir jatuh di dekat sebuah gedung di dekatnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Di bawah kubah masjid itu pada Juli 2014, pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi menyampaikan khutbah Jumat yang menyatakan dirinya sebagai khalifah di era modern yang mencakup ke wilayah-wilayah di Irak dan Suriah yang baru saja dikuasai kelompok Al Qaeda.

"Saya pemimpinmu, kendati saya bukan yang terbaik di antara kalian," kata dia. Abu Bakr al-Baghdadi mengenakan jubah hitam dan mengaku dia keturunan Nabi Muhammad SAW.

Dalam waktu beberapa bulan, ISIS melakukan dan serangan-serangan militan di tempat-tempat hingga Paris, London dan California. Koalisi militer internasional yang dipimpin Amerika Serikat secara cepat bersatu melawan kelompok itu.

Tiga tahun berjalan, mimbar tempat dia berbicara kini hancur. Batu dan potongan beton berserak di lantai masjid. Bahan-bahan peledak atau ranjau yang ditanam dan belum meledak sewaktu-waktu bisa meledak dan menghalangi inspeksi bagian dalam masjid.

Keberadaan Baghdadi di masjid Nuri merupakan kemunculan pertama dia ke dunia dan foto atau video tersebut waktu itu hanya satu-satunya rekaman tentang dia sebagai khalifah.

Ia menyerahkan pertempuran di Mosul dan Raqqa di Suriah kepada para panglima setempat dan diyakini bersembunyi di kawasan perbatasan antara kedua negara itu, demikian menurut sumber-sumber militer Irak dan AS.

Ia sering dilaporkan tewas, termasuk bulan lalu oleh Rusia dan Iran. (Antara/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Habib, Pemurnian Aqidah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Tindakan dalam Bermedia Sosial Cerminkan Sifat dalam Kehidupan Nyata

Pringsewu, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Ketua LBM PWNU Lampung KH Munawir menyambut baik langkah Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) yang menggelar kajian keagamaan terkait berita palsu (hoax) dan aksi menyudutkan orang lain di dunia maya (bully), Kamis (1/2) di Kantor PBNU Jakarta.

Tindakan dalam Bermedia Sosial Cerminkan Sifat dalam Kehidupan Nyata (Sumber Gambar : Nu Online)
Tindakan dalam Bermedia Sosial Cerminkan Sifat dalam Kehidupan Nyata (Sumber Gambar : Nu Online)

Tindakan dalam Bermedia Sosial Cerminkan Sifat dalam Kehidupan Nyata

Menurutnya langkah ini sudah sangat mendesak dilakukan sebagai ikhtiar untuk mengingatkan dan memberi kesadaran kepada ummat Islam bahwa tindakan tersebut jelas melanggar aturan agama, merugikan orang lain dan dapat juga merugikan sang penyebar berita palsu tersebut.

"Saat ini sangat gampangnya orang membagikan berita yang terkadang belum jelas kebenarannya. Selama menguntungkan kelompoknya sendiri maka dengan gencarnya mereka membagikannya dan sering juga ditambah-tambah kalimat-kalimat provokatif," katanya Kamis (1/12).

Gus Nawir begitu Ia biasa dipanggil menambahkan bahwa kemudahan yang hadir dari keberadaan dunia maya khususnya media sosial, membuat orang gampang sekali menyerang orang lain.

"Apalagi sekarang ini gampang dan banyak sekali ditemukan akun-akun palsu yang memang dibuat orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menjatuhkan orang lain. Ini tentu sangat memprihatinkan," kata Kiai muda yang juga merupakan Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Undang-undang IT yang mengatur hal ini seakan-akan mandul ketika berada di realita aktivitas dunia maya. Akun-akun palsu masih saja sering menebar kebencian dengan harapan orang lain juga akan berpikiran sama sehingga akan ikut golongannya.

Jika hal ini terus terjadi dan tidak ada langkah untuk mengingatkan masyarakat khususnya orang Islam, kedepan bisa saja terjadi orang tidak akan lagi memiliki sopan santun dan etika dalam pergaulan nyata ditengah masyarakat.

"Sifat kasar dalam membuat status atau komentar didunia maya bisa saja akan terjadi didunia nyata. Kalau bukan terjadi sekarang, bisa jadi para generasi selanjutnya yang akan melakukannya. Apa yang dilakukan didunia maya adalah cerminan dalam kehidupan nyata," katanya.

Sehingga sudah saatnya, kajian dari aspek agama memberikan peringatan kepada umat Islam untuk berhati-hati dalam bertindak didunia maya khususnya media sosial. "Kalau sudah tidak lagi mematuhi aturan dan norma agama, bisa jadi mata hatinya sudah tertutup untuk menerima kebaikan," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Nusantara, IMNU Ceramah Felix Siauw Lengkap