Minggu, 31 Desember 2017

99 Kiai Banten Hadiri Haul KH TB. Maani Rusjdi

Pandeglang,Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pondok pesantren Mathlaul Anwar Li Nahdlotil Ulama (MALNU) Menes, Banten menggelar haul ke IV KH TB. Maani Rusjdi dan 100 hari wafatnya KH Zidni Maani Rusjdi pada Sabtu (10/1). Kegiatan tersebut dihadiri 99 kiai dari berbagai wilayah di Banten pimpinan KH Moch. Ishak.

KH TB. Maani adalah sosok ulama yang telah memberikan sumbangsih besar terhadap dunia pendidikan pesantren yang ada di daerah Banten.

99 Kiai Banten Hadiri Haul KH TB. Maani Rusjdi (Sumber Gambar : Nu Online)
99 Kiai Banten Hadiri Haul KH TB. Maani Rusjdi (Sumber Gambar : Nu Online)

99 Kiai Banten Hadiri Haul KH TB. Maani Rusjdi

"Peringatan haul yang ke IV ini diadakan karena adanya tujuan yang penting yaitu mengenang jasa dan hasil perjuangan beliau terhadap syiar agama serta peran dan kepedulian beliau terhadap dunia pendidikan pesantren di Banten," ungkap Ervi Zidni Maani cucu pertama KH Maani Rusjdi.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Lebih jauh, Ervi mengatakan, pesantren adalah lembaga pendidikan genuin dan original. Keberadaan ulama dan pesantren adalah kekuatan sosial dan pilar peradaban, itulah kenapa pesantren dikatakan sebagai pendidikan asli Indonesia, pendidikan yang benar-benar membidik anak-anak bangsa dalam menciptakan tata peradaban negara.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sementara TB. Ahmad Shofi Azzaki yang juga salah satu pengasuh Ponpes MALNU menjelaskan, haul kali ini di hadiri kurang lebih 5.000 undangan yang terdiri dari alumni wilayah Jabodetabek, Lampung, Palembang dan sebagian wilayah Indonesia Timur.

Rangkaian haul yang juga memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dimulai sejak Kamis-Sabtu, 8-10 Januari 2015 dengan mengkhatamkan Al Quran sebanyak 99 kali, Targhiban Santri-santri MALNU, serta kegiatan-kegiatan sosial lain.

Di akhir rangkaian acara, panitia mengadakan diskusi panel dengan tema "Membedah Ketokohan KH. TB. Maani Rusjdi Sebagai Sumber Inspirasi Yang Tidak Pernah Berhenti" dengan narasumber Dr. Soegiri tokoh pendidikan dari IAIN Banten, pungkasnya. (Nashr Fanie/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap News Ceramah Felix Siauw Lengkap

LPBINU Jepara Latih Kader Susun Kajian Risiko Bencana

Jepara, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Sebagai tindak lanjut dari Program Penguatan Kapasitas Pemerintah dan Masyarakat Lokal dalam Kesiapsiagaan untuk Respons Bencana yang Cepat dan Efektif, Pengurus Cabang Lembaga Penanggulangan Bencana dan Peribahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Jepara menggelar Pelatihan Penyusunan Kajian Risiko Bencana, Selasa-Jumat (21–24/02).

Dalam acara yang berlangsung di gedung BBPBAP Jepara ini,? Rurit Rudianto, Deputi Program Manajer Pengurus Pusat LPBINU menyatakan, kajian risiko merupakan landasan awal kebijakan bencana di daerah.

LPBINU Jepara Latih Kader Susun Kajian Risiko Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Jepara Latih Kader Susun Kajian Risiko Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Jepara Latih Kader Susun Kajian Risiko Bencana

Jika kajian tidak tepat maka, kata dia, kebijakan menjadi amburadul. Dari pelatihan ini peserta diharapkan mampu menyusun kajian risiko dan peta risiko bencana.

Kepala BPPD Jepara Lulus Suprayitno mengungkapkan, bencana harus ditangani bersama-sama. Menurutnya, pelatihan tersebut jarang diperoleh oleh relawan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD).

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Karena pemerintah tidak mampu mengadakan kegiatan ini, kami hanya berterima kasih kepada LPBI karena sudah ditulungi. Hanya ilmu warisan yang tidak bakal hilang,” sebutnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dengan pelatihan, Lulus berharap ada 1 kajian data yang diolah menjadi dokumen. Kemudian dokumen diusulkan acuan rujukan Penyusunan Rencana Daerah (PRD) dan menjadi rencana aksi.

Ahmad Kholil, Wakil Ketua PCNU Jepara menyebut LPBINU Jepara salah satu lembaga kebanggaan PCNU. Karena hampir setahunan ini bekerja sama dengan PP LPBINU dengan dukungan dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.

“Harapan kami kegiatan ini menjadi upaya untuk meningkatkan kapasitas menanggulangi kebencanaan,” harap Kholil.

Pelatihan Penyusunan Kajian Risiko Bencana ini dipandu oleh Humanitarian Open Street Map Team (HOT) dan membahas beberapa materi antara lain; Open Street Map, Java Open Street Map, Pengenalan GPS, OSM Trackers, Field Papers, Survery Lapang dan Mapathon.

Pelatihan ini diikuti oleh 22 orang peserta yang merupakan perwakilan dari BPBD, LPBI NU, Pramuka, PMI, perguruan tinggi yang berasal dari Jepara dan Kudus. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Berita, Fragmen, Warta Ceramah Felix Siauw Lengkap

Bupati Way Kanan: Saya Yakin NU Perekat Bangsa

Way Kanan, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung menggelar Musabaqoh Budaya Islam Nusantara memperingati hari lahir NU ke 90 dihelat 7 hingga 9 Februari 2016 di Jalan Lintas Sumatera Kampung Tiuh Balak I, Kecamatan Baradatu.

Penjabat Bupati Way Kanan Albar Hasan Tanjung secara resmi menutup acara tersebut dengan pernyataan disambut tepuk tangan warga nahdliyin yang hadir. "Saya meyakini, NU adalah perekat bangsa," tegas mantan Dandim Lampung Barat itu di Baradatu, Selasa (9/2).

Bupati Way Kanan: Saya Yakin NU Perekat Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Way Kanan: Saya Yakin NU Perekat Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Way Kanan: Saya Yakin NU Perekat Bangsa

Ia melanjutkan, dirinya tidak rela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercabik-cabik. Kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda dan Jepang terwujud dari kerja sama berbagai pihak, seperti ulama NU, tentara, petani dan berbagai komponen anak bangsa.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Saya paling tidak suka anak bangsa kita disebut teroris. Sama seperti penganut Gafatar, mereka korban. Siapa teroris yang sebenarnya? Ini yang harus kita waspadai bersama," ujarnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pada kesempatan itu, Albar juga mengingatkan perlunya bahu membahu membangun bangsa melalui daerah kepada warga NU yang hadir. Menurut dia, setiap doa pasti dikabulkan oleh Allah.

"Syaratnya kita tahu diri kita sendiri, kalau ada satu botol air mineral kita berdoa, lalu menggerakkan tangan dan kaki melangkah untuk mengambilnya pasti bisa. Namun jika ada barbel satu ton, kita tidak bisa sendiri mengambilnya atau mengangkatnya, doa ditujukan kepada-Nya adalah agar orang-orang terdekat kita digerakkan untuk membantu kita mengangkatnya," kata dia lagi.

Selain mengucapkan selamat hari lahir NU ke 90, Albar Hasan Tanjung juga mengajak warga NU di daerah tersebut untuk selalu memberikan sumbangsih pembangunan bagi daerah.

Sebelum bertolak meninggalkan PCNU, Albar bersalaman dengan puluhan anggota Ansor dan Banser dengan mengikuti salam khas, yakni berjabat tangan dan selanjutnya saling mempertemukan ibu jari. Setelah itu, Albar mengangkat kedua tangannya dengan posisi terkepal dan disambut teriakan serentak "Banser" oleh puluhan pemuda NU yang mengamankan pengajian. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Lomba Ceramah Felix Siauw Lengkap

NU Jepara Imbau Pengurus Tak Bawa NU ke Politik

Jepara, Ceramah Felix Siauw Lengkap

Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Nalumsari dan Kecamatan Mayong, Jepara menggelar pengajian munadhoroh di Masjid Baiturrahman, Dusun Penggung, Gemiring Lor, Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Senin (18/1).

NU Jepara Imbau Pengurus Tak Bawa NU ke Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jepara Imbau Pengurus Tak Bawa NU ke Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jepara Imbau Pengurus Tak Bawa NU ke Politik

Acara yang berlangsung pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri ratusan warga nahdliyyin Nalumsari dan Mayong. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PCNU Kabupaten Jepara KH Hayatun Abdullah Handziq, dan juga jajaran pengurus NU se-Kecamatan Nalumsari dan Mayong.

Dalam sambutannya, KH Hayatun menjelaskan kepada masyarakat bahwa PCNU Jepara sedang bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam rangka menyejahterakan warga Jepara.

"NU Jepara sedang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera," ujarnya dihadapan ratusan warga nahdliyyin.

Disamping itu, NU Jepara juga mengagendakan bersilaturrahim dengan instansi-instansi pemerintahan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Nanti kita juga bersilaturrahim dengan kejaksaan, Dandim, dan sebagainya," tambahnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Beliau juga mengimbau para pengurus NU untuk tidak mengatasnamakan organisasi NU untuk kegiatan partai politik.

"NU jangan dikorbankan hanya untuk permainan politik sesaat saja, karena NU itu organisasi sosial keagamaan bukan partai politik," terangnya.

Lebih lanjut, KH Hayatun menegaskan, Apalagi tahun 2017 nanti kita akan menghadapi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Jepara.

KH Hayatun juga mengingatkan bahwa, pemilihan kepala daerah hanya lima tahun sekali, tetapi NU itu selamanya. "Pilkada hanya 5 tahun sekali, tapi NU akan selamanya," tegasnya.

Maka dari itu, tambahnya, jangan sampai warga NU nantinya bermusuhan, hanya karena beda pandangan dalam berpolitik. (Yusrul Wafa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kajian Sunnah, Kiai, PonPes Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 30 Desember 2017

NU Ambarawa Mandiri Ekonomi dengan Pom Bensin Pertaminu

Pringsewu, Ceramah Felix Siauw Lengkap

Terobosan baru dilakukan Mejelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung dalam memperkuat kemandirian organisasi di bidang ekonomi. Bekerja sama dengan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor setempat, MWCNU Ambarawa mendirikan kios bensin bernama “Pertaminu”.

Secara teknis layanan Pertaminu menggunakan alat yang memiliki pola kerja yang sama dengan stasiun pengisian bahan bakar umum? atau SPBU. Menurut salah satu pengurus MWC NU Ambarawa Rasino, ide pembuatan kios dengan alat ini berawal dari banyaknya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) kendaraan bermotor yang melintas di Jalan utama kecamatan.

NU Ambarawa Mandiri Ekonomi dengan Pom Bensin Pertaminu (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Ambarawa Mandiri Ekonomi dengan Pom Bensin Pertaminu (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Ambarawa Mandiri Ekonomi dengan Pom Bensin Pertaminu

"Dengan peluang ini, kami berpikir untuk mendatangkan alat pengisian BBM yang memadai dan efektif, sehingga konsumen serasa membeli di pom bensin," terangnya, Ahad (8/5).

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Untuk menunjukkan identitas organisasi sekaligus lebih menjadikan kios bensin tersebut memiliki ciri khas yang menarik, Rasino dan rekan-rekannya sepakat memberi nama kios bensin tersebut dengan kata Pertaminu.

"Kalau yang besar kan Pertamina. Kalau yang kecil-kecil dan sudah ada di sebagian daerah kan Pertamini. Biar beda dan menarik sekaligus menunjukkan bahwa ini milik NU maka kami menamainya Pertaminu," terangnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rasino yang juga inisiator dari program Pertaminu ini juga mengatakan bahwa selain bekerja sama dengan Ansor, pihaknya juga menggandeng para investor yang tertarik untuk mengembangkan usaha Pertaminu ini.

"Sekarang ini baru dua titik yang kita dirikan dan ke depan kami akan menambah Pertaminu di titik strategis lainnya di Kecamatan Ambarawa dengan menggandeng para investor," jelasnya.

Beberapa persen dari hasil keuntungan usaha Pertaminu ini, lanjutnya, disalurkan untuk kas organisasi sehingga akan dapat membantu program-program kerja kegiatan yang sudah direncanakan. "Kami ingin mewujudkan kemandirian organisasi sekaligus memberikan peluang pekerjaan bagi para anggota khususnya anak-anak muda Ansor," tuturnya.

Selain Pertaminu, Rasino juga berharap ada terobosan-terobosan usaha ekonomi lain yang dilakukan guna mendukung dan memperkuat kemandirian anggaran organisasi. "Lebih dari itu, terobosan tersebut dapat membantu meningkatkan taraf perekonomian dari warga NU yang ikut serta mengelolanya," pungkas Rasino. (Muhammad Faizin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Makam, Doa, Nahdlatul Ulama Ceramah Felix Siauw Lengkap

KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri

Bogor, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Makruf Amin menegaskan bahwa penetapan hari santri penting karena merupakan salah satu bentuk pengakuan terhadap peran ulama dan santri.

“Penetapan hari santri itu berarti ada pengakuan terhadap peran santri, tentu saja peran ulama, di dalam kehidupan berbangs adan bernegara, baik sebelum kemerdekaan maupun sesudah kemerdekaan. Itu yang penting,” demikian penegasan KH. Makruf Amin saat menjadi pembicara pada Focus Group Discussion (FGD) Pendidik dan Kependidikan Keagamaan dengan tema “Hari Santri dalam Perspektif Lembaga Keagamaan”, Bogor, Kamis (23/04) seperti dilansir oleh situs kemenag.go.id.

KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri

Menurut Kiai Makruf, penanaman rasa cinta tanah air sudah ditanamkan sejak dulu kepada para santri di lingkungan pesantren. Bahkan, lanjut Kiai Makruf, di pesantren dikenal ungkapan hubbul wathan minal Iman. “Intinya cinta Tanah Air itu termasuk dari pada iman. Itu penanaman yang hidup di dalam pesantren,” jelas Kiai Makruf.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Oleh karena itu, para ulama mengajarkan kita untuk mencintai Tanah Air dan merasa memiliki. Kalau orang jawa istilahnya handarbeni negara,” tambahnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kiai Makruf menggarisbawahi bahwa semangat membela tanah air yang diyakini para ulama dan santri bahkan terus dipegang erat ketika Indonesia merdeka. Ini ditunjukan ketika proses pembahasan dasar negara, demi kemaslahatan yang lebih luas, para ulama dan santri mau berkompromi untuk tidak menjadikan negaranya sebagai negara Islam. “Jika ulama ingin negara ini negara Islam, tentu tidak akan terbentuk NKRI,” tegasnya.?

Momentum

Disinggung mengenai waktu yang akan ditetapkan sebagai hari santri, Kiai Makruf mengaku tidak mempunyai pilihan tertentu. “Bagi saya tanggal tidak penting, yang penting ada hari santri, perlu ada ittifak,” tegasnya.

Namun demikian, Kiai Makruf mengingatkan para peserta FGD dengan dua momentum besar dalam sejarah perjuangan bangsa. Momentum yang pertama adalah tahapan perjuangan yang oleh Sartono Kartodirjo disebut sebagai kebangkitan agama (religious revival).

Menurutnya, perjuangan ulama dan santri di Indonesia ? dalam membebaskan negara dari kolonialisme sudah dilakukan jauh sebelum lahirnya ? Kebangkitan Nasional. ? “Sebelum itu (Kebangkitan Nasional), sudah ada perlawanan-perlawanan terhadap Belanda yang oleh Sartono Kartodirjo disebut sebagai religious revival atau kebangkitan agama, mulai dari Diponegoro, Imam Bonjol, dan lainnya,” jelasnya.?

“Pemberontakan yang terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, seperti Geger Cilegon itu adalah pemberontakan kaum ulama,” tambahnya.?

Momentum kedua adalah Resolusi Jihad. Menurut Kiai Makruf, Kebangkitan Nasional tidak serta merta muncul, tapi ada prolognya berupa proses kebangkitan ulama. Dari proses itu, lahirlah apa yang kita sebut dengan fatwa jihad yang kemudian menjadi Resolusi Jihad yang memberikan dorongan kepada para santri dan ulama berjuang melawan penjajahan.

“Karena itu saya sependapat perlu ada penetapan hari santri karena adanya gerakan para ulama sampai munculnya kebangkitan nasional dan gerakan mempertahankan pemerintahan,” tegasnya.?

Kiai Makruf menambahkan bahwa semangat para ulama untuk bela Tanah Air dan mengusir penjajah ini terus terpelihara sampai era setelahnya, yaitu revolusi kemerdekaan dan pesantren tetap menjadi basis perlawanan kolonialisme. Menurutnya, santri dan ulama menjadi faktor penting perlawanan penjajahan, baik Belanda maupun Jepang. Mereka mempunyai pengaruh kuat untuk menggerakakan perlawanan.?

“Fatwa ulama menjadi faktor penting tumbuhnya jiwa pantang menyerah para laskar. Dalam kontek inilah fatwa jihad Syekh Hasyim yang kemudian menjadi Resolusi Jihad menjadi faktor penting dalam setiap perlawanan,” tuturnya.

Kiai Makruf membuka ruang pertimbangan untuk penetapan ? hari santri, apakah akan mengambil momentum Resolusi Jihad, atau ditarik ke belakang ketika terjadi kebangkitan awal. “Tentang hari itu tinggal dipilih saja. Ada beberapa momentum: Resolusi Jihad, momentum ketika terjadi gerakan yang oleh Sartono disebut sebagai kebangkitan agama. Semua menggambarkan bahwa itu perjuangan dan pergerakan para ulama dan santri di Indonesia,” tutupnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap News Ceramah Felix Siauw Lengkap

Orang-orang dari Pesantren dan Sepak Bola

Oleh Abdullah Alawi



Bagi kalangan pesantren, sepak bola merupakan olahraga populer. Jika tak punya lapangan, sepak-sepak bola dalam bentuk cucian yang dibuntal saja bisa jadi. Bahkan bola api dan durian pun disepak. Padahal kaki santri sama saja dengan manusia pada umumnya, terdiri dari daging dan tulang yang dibungkus kulit.  

Tak heran, lembaga pendidikan yang fokus sebenarnya adalah mendalami ilmu agama membuahkan pemain sepak bola di tingkat nasional. Tak banyak memang. Sebut misalnya M. Rafli Mursalim. Ia memperkuat Timnas Indonesia U-19. Membikin gol dalam hitungan detik. Mencetak hattrick. Bukan hanya dia, nama lain bisa disebut Evan Dimas. 

Orang-orang dari Pesantren dan Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang-orang dari Pesantren dan Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang-orang dari Pesantren dan Sepak Bola

Jika dicari angkatan lebih tua, Zaenal Arif, mantan penyerang Persib Bandung, pernah nyantri di sebuah pondok pesantren di Cikajang, Garut. Bahkan sempat juara Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat kecamatan.

Bacaan Al-Qur’an Zaenal Arif dipuji Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah atau asosiasi pondok pesantren NU, KH Abdul Ghofarrozin ketika pembukaan putara final Liga Santri Nusantara di GOR Pasundan, kota Bandung, Senin (23/10). Tak heran ia didaulat sebagai duta Liga Santri Nusantara tahun ini.  

Legenda Persija Jakarta, Nuralim, juga mengaku dekat dengan tradisi pondok pesantren karena ia selama 6 tahun belajar di Madrasah Ibtidaiyah Najahul Islam Bekasi. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pondok pesantren juga melahirkan komentator sepak bola. Dalam hal ini adalah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Menurut pengamat sepak bola nasional, M. Kusnaeni, amatan sepak bola Gus Dur memiliki tempat tersendiri, yaitu pengamat sepak bola dengan pendekatan filosofis yang visioner.

Pengalaman pesantren tentang sepak bola juga dimuat dalam pengalaman pribadi (autobiografi) KH Saifuddin Zuhri pada Guruku Orang-orang dari Pesantren dan Rahmatullah Ading Affandi (RAF) pada Dongeng Enteng ti Pasantren

KH Saifuddin Zuhri biasanya, sepulang dari sekolah, sehabis makan siang dan shalat dzuhur, ada sedikit waktu bermain dengan teman-teman. Kalau tidak main sepak bola, main layang-layang atau cari ikan di sungai. 

Pada cerita itu pula ia memperkenalkan sosok Kiai Mursyid, seorang ahli ilmu agama asal kota Solo yang terampil bermain si kulit bundar. Tim mana pun yang dibela Kiai Musrsyid, bisa dipastikan mendapat kemenangan.  

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sepak Bola sebagian dari Iman

RAF mengisahkan sepak bola kalangan pesantren lebih detil lagi. Tidak main-main, menurut dia, berdasarkan ucapan ajengan (istilah kiai di Sunda), menyebut olahraga sebagai bagian dari iman.  

“Ari olahraga teh, eta sabagian tina iman. Ku Gusti Allah urang teh dipaparin badan. Tah eta badan teh ku urang kudu diriksa, sangkan sehat. Salian ti ku dahar, ngariksa badan teh kudu ku olah-raga, sangkan sehat." (halaman 45). Artinya, olahraga itu sebagian dari iman. Allah telah memberi kita badan. Pemberian itu harus dijaga supaya sehat. Selain dengan makan, badan harus dijaga dengan olahraga agar sehat.

Maka pada buku tersebut dikisahkan, ajengan turut serta dalam permainan sepak bola bersama santrinya. Ia memakai sarung yang digulung lebih atas dari biasanya sehingga kelihatan celana sontognya (celana) yang panjangnya sampai ke betis, biasa digunakan di pesantren-pesantren Sunda.

Pernah ajengan tersebut bermain sepak bola. Pada sebuah insiden, ia tersungkur hingga ke pinggir lapangan oleh pemain lawan, yaitu santrinya sendiri. Ajengan sampai menderita sakit beberapa hari. 

Santri yang melakukan tindakan itu dimarahi santri senior. Bahkan isteri ajengan sampai mendatangi santri tersebut dan memarahinya. Lalu bola milik santri itu disitanya. Ajengan juga sempat marah kepada pelaku. 

Tapi beberapa hari kemudian, Ajengan meminta maaf kepada pelaku. Menurutnya, dia dan santri itu sama-sama pemain di lapangan. Dan itulah risikonya ketika bermain sepak bola. (halaman 44)

Malah basa tas ngaji, Ajengan kungsi mundut hampura ka Si Atok. Saurna, ‘Atok hampura ana, harita make ngambek, padahal ana oge nyaho, yen anta harita teu ngahaja ngadupak ana.’" (Selepas mengaji, Ajengan meminta maaf kepada Si Atok (santri yang menjatuhkannya saat bermain sepak bola). Ajengan berkata, ‘Mohon maaf ya, waktu itu saya sempat marah. Padahal saya tahu, kamu tidak sengaja melakukannya).”

Dari peristiwa itu, RAF menilai seorang ajengan itu sportif. 

Tentang olahraga, menurut ajengan tersebut bermanfaat dalam dua hal. “Saur Ajengan keneh, ari maen-bal teh saenyana mah, ngalatih lahir jeung batin. Lahirna atuh badan jadi sehat, batinna atuh pikiran jadi cageur. (halaman 45).

Menurut RAF, pikiran ajengan semacam itu seperti perkataan ahli-ahli olahraga modern. Hanya berbeda kalimat dan cara menyampaikan sementara maksudnya adalah mens sana in corpore sano (jiwa yang sehat berada pada badan yang sehat). (halaman 45).

Padahal ajengan tersebut, sebagaimana dikisahkan pada bagian buku tersebut tidak mengenyam perguruan tinggi. RAF menjelaskan profil ajengan seperti berikut: 

“Ajengan tidak pernah sekolah, tak pernah mendapat didikan universitas. Tapi aku yakin, ajengan yang tinggal di kampung itu orang pintar, orang yang otodidak. Caranya dia mengajar, meski dia tidak mendapatkannya dari buku, tapi mudah dimengerti. Meski sering membentak, tapi disegani santri-santrinya. Malahan jadi payung bagi orang-orang kampungnya. Penemuannya asli, bukan dari buku orang lain. Meski begitu, tetap dalam dan mengandung kebenaran. Luas pemikirannya, luhur penemuannya. Singkatnya, bukan orang mentah. Tidak banyak sekarang juga aku menemukan orang seperti ajengan. Pedoman dia, “Tafakur sejam, lebih berguna daripada shalat berjumpalitan enam puluh hari tanpa tafakur.” (halaman 8). 

Pesantren adalah gudangnya bakat apa pun, kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Hal itu karena santri di Indonesia, yang terhubung dengan NU saja sekitar 23 ribu pesantren dengan berjumlah jutaan santri. Selain diformat untuk mengerti pengetahuan agama dan menyebarkannya (berdakwah), di antara mereka pasti ada yang berbakat menjadi politisi, seniman, termasuk olahraga. 

Namun, masih kata Kiai Said, bakat-bakat santri itu masih hanya sebatas potensi, belum menjadi prestasi secara maksimal. 

Tak berlebihan pernyataan itu, karena penulis membuktikan sendiri pada putaran final Liga Santri Nusantara 2017 yang berlangsung di kota Bandung. Mantan pemain Timnas, Nuralim kaget melihat potensi-potensi sepak bola santri. Begitu juga Zaenal Arif. 

Di luar itu, penulis menemukan keunikan kesebelasan Darul Huda Ponorogo. Mereka tidak hanya membawa pemain ke Bandung, tapi mengangkut dua kuintal beras berikut juru masaknya. Namun, juru masak itu, ketika di lapangan menjadi tim dokumentasi live streaming yang bisa ditonton langsung oleh kiai dan sesame teman santrinya di Ponorogo. Mereka meliput dengan dengan mengenakan sarung dan berkopiah. Dan di antara mereka, ada yang menjadi reporter dan komentator.    

Bukankah santri itu, jika dikembangkan bakatnya akan menjadi wartawan televisi dan komentator sepak bola di kemudian hari?

Dari catatan itu, penulis mengapresiasi langkah Kemenpora RI yang bekerja sama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU yang menyelenggarakan kompetisi sepak bola antarpesantren di seluruh Indonesia. Sejak digelar 2015, peserta liga itu makin bertambah. Tahun ini mencapai 22 ribu orang santri.

Penyelenggaraan liga itu, harus terus dilaksanakan diperbaiki untuk meningkatkan kualitas penyelenggara sendiri dan skill pemain. Apalagi tujuannya, selain menjadi ajang silaturahim antarsantri, liga itu berupaya memasok pemain sepak bola di Timnas Indonesia yang berakhlakul karimah. 





Penulis adalah salah seorang tim peliput Liga Santri Nusantara 2017 di Bandung yang dikirim Ceramah Felix Siauw Lengkap 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Warta, Kyai, Nahdlatul Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 29 Desember 2017

Ratusan Benda Bersejarah Siap Dipamerkan di Peringatan Seabad Madrasah Tambakberas

Jombang, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Sejumlah foto masa lalu akan dipamerkan pada perhelatan peringatan 1 abad madrasah dan 191 tahun Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur.?

Ratusan Benda Bersejarah Siap Dipamerkan di Peringatan Seabad Madrasah Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Benda Bersejarah Siap Dipamerkan di Peringatan Seabad Madrasah Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Benda Bersejarah Siap Dipamerkan di Peringatan Seabad Madrasah Tambakberas

Penanggungjawab devisi yakni dokumenter, setidaknya telah mengoleksi 600 foto lama dan baru. Masih terus dilakukan perburuan agar ditemukan gambar bersejarah yang berhubungan dengan pesantren dan madrasah.

Penjelasan ini disampaikan H Muhammad Fathulloh Malik, koordinator dokumenter dan museum. "Setelah kepanitiaan terbentuk, devisi ini melakukan perburuan koleksi gambar dan benda bersejarah yang berkaitan dengan pendiri dan keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum," kata Gus Huk, sapaan akrabnya, Jumat (20/5).

Pembantu Rektor di Universitas KH Abdul Wahab Chasbullah (Unwaha) Jombang tersebut mengemukakan bahwa dari yang telah terkumpul, devisi melakukan seleksi dan akhirnya ada seratus lebih yang akan dipamerkan.

Sejumlah foto tersebut didapatkan dari berbagai pihak. "Baik dari keluarga para pendiri pesantren, hingga masyarakat umum," terangnya. Dan nantinya yang akan dipamerkan diprioritaskan gambar yang belum pernah diketahui masyarakat, lanjutnya. "Kalau yang sudah beredar di media, kan sudah biasa," ungkapnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Tidak semata foto yang akan dipamerkan. Devisi ini juga sudah menemukan kitab karya KH Abdul Wahab Chasbullah yang berjudul Panyirep Gemuruh. "Naskah didapatkan dari Surabaya dan telah kami foto copy," terangnya.

Demikian pula, devisi ini berhasil mendapatkan barang bersejarah yang berhubungan dengan pendiri dan pengasuh, serta keluarga besar Pesantren Tambakberas, sebutan akrab pesantren Bahrul Ulum.

"Ada tongkat komando dan dampar ngaji KH Abdul Wahab Chasbullah, juga sepeda angin KH Chudori Irfan, al-Quran milik KH Hamid Hasbullah, meja marmer KH Hasbullah Said, hingga meja bundar tempat Mbah Wahab memimpin rapat," kata peraih gelar doktor dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung ini.

Panitia juga sedang mengusahakan agar kursi santai yang biasa digunakan Mbah Wahab, sapaan akrab KH Abdul Wahab Chasbullah juga bisa dipamerkan. Demikian pula kitab-kitab lama yang dibunakan para pendiri dan pengasuh serta keluarga Pesantren Tambakberas di masa awal, turut dipajang selama pameran.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Berkat upaya keras devisi ini, setidaknya mulai terkumpul sejumlah benda bersejarah yang menguatkan kiprah para kiai dan ulama pesantren ini. Beberapa waktu berselang juga telah ditemukan batu bata ukuran besar saat melakukan proses pembangunan masjid Unwaha. "Demikian pula lumpang batu yang digunakan meramu obat milik KH Abdus Salam atau Mbah Sehah yang menjadi pendiri pesantren ini," kata Gus Huk.

Sejumlah benda bersejarah dan penuh makna tersebut akan dipamerkan bersamaan dengan acara expo dari tanggal 27 Mei hingga 2 Juni di Gedung Serba Guna KH Chasbulloh Said, yang masih berada di area Pesantren Tambakberas. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Warta, Nusantara, IMNU Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kang Said Minta PKB Lebih Bermanfaat bagi Bangsa

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap 

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk lebih bermanfaat bagi bangsa Indonesia dan umat Islam. Ia mengatakan hal itu pada peringatan hari lahir ke-15 PKB di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (23/7).  

Sekecil apapun, kata kiai yang akrab disapa Kang Said ini, apa yang dilakukan PKB yang bermanfaat akan dikenal, diceritakan oleh generasi yang akan datang. 

Kang Said Minta PKB Lebih Bermanfaat bagi Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Minta PKB Lebih Bermanfaat bagi Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Minta PKB Lebih Bermanfaat bagi Bangsa

Sebelumnya, Kang Said meminta kepada PKB untuk memperkuat keimanan kepada Allah karena bangsa yang tak beriman akan dilimpahi kehancuran. Ia mencontohkan keadaan di Timur Tengah sekarang. Menurutnya, secara pribadi-pribadi, masyarakat di sana bisa saja beriman, tapi bangsanya tidak. Begitu juga dengan keadaan bangsa Indonesia.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ia menekankan supaya pengurus PKB beriman dengan benar,  kuat dan argumentatif baik secara rasional maupun tekstual, “Sebab orang yang tidak beriman itu cenderung jahat. Apalagi jika kejahatan dibarengi dengan kepintaran,” katanya.

Kiai asal Cirebon ini mencontohkan, rakyat kecil yang bodoh hanya mencuri sandal. Tapi jika rakyat pintar, dia akan mencuri pabrik sandal. Rakyat kecil yang bodoh, mencuri kayu bakar. Tapi orang pintar mencuri hutan sampai 41 hektare. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Di akhir sambutannya, Kang Said mengatakan, bahwa PKB tak bisa sangkal, dilahirkan oleh NU. Partai tersebut didirikan oleh KH Munasir Ali, KH Ilyas Ruchiyat, KH Abdurrahman Wahid, KH A. Mustofa Bisri, dan KH A. Muhith Muzadi.

Peringatan 15 tahun PKB yang bertajuk “Indonesia Lahir Batin” tersebut dihadiri Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dan sejumlah tokoh seperti Mahfud MD, Ali Masykur Musa, Khofifah Indar Parawansa dan perwakilan dari partai-partai lain.

Penulis: Abdullah Alawi  

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Syariah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Penguatan Peran Pesantren

Oleh Suwendi



Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Kelahirannya tidak dapat dipisahkan dari sejarah awal kedatangan Islam ke Indonesia, sejak abad ke-6 M, yakni dengan mengadopsi sistem pendidikan keagamaan yang telah berkembang sebelum kedatangan Islam itu sendiri. Dengan memainkan peran sebagai instrumen pengembangan ajaran agama Islam, pesantren lahir dari rahim budaya Indonesia yang genuin. Oleh karenanya, dalam amatan almarhum Prof. Dr. Nurcholis Madjid, pesantren tidak hanya menjadi lembaga yang identik dengan makna keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous). Sebagai lembaga yang murni berkarakter keindonesiaan, pesantren muncul dan berkembang dari pengalaman sosiologis masyarakat lingkungannya, sehingga antara pesantren dengan komunitas lingkungannya memiliki keterkaitan erat yang tidak bisa terpisahkan.

Penguatan Peran Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Penguatan Peran Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Penguatan Peran Pesantren

Dalam beberapa dekade terakhir, pesantren mengalami perkembangan yang secara kuantitatif luar biasa dan menakjubkan, baik di wilayah pedesaan, pinggiran kota, maupun perkotaan. Data Kementerian Agama menyebutkan bahwa pada 1977 jumlah pesantren hanya sekitar 4.195 buah dengan jumlah santri sekitar 677.394 orang. Jumlah ini mengalami peningkatan berarti pada tahun 1985, di mana pesantren berjumlah sekitar 6.239 buah dengan jumlah santri mencapai sekitar 1.084.801 orang. Satu dasawarsa kemudian, 1997, Kementerian Agama mencatat jumlah pesantren sudah mengalami kenaikan mencapai 224 persen atau 9.388 buah, dan kenaikan jumlah santri mencapai 261 persen atau 1.770.768 orang. Data Kementerian Agama tahun 2001 menunjukkan jumlah pesantren seluruh Indonesia sudah mencapai 11.312 buah dengan santri sebanyak 2.737.805 orang. Pada tahun 2005 jumlah pesantren mencapai 14.798 lembaga dengan jumlah guru 243. 738 orang dan santri 3.464. 334. Data terakhir tahun 2016 menunjukkan pesantren sebanyak 28.961 lembaga dengan santri sebanyak 4.028.660 jiwa.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dengan melihat data kuantitatif di atas, kita semua hendaknya mendorong kepada masyarakat pesantren untuk meneguhkan dan konsisten pada khittahnya. Dalam konteks ini, setidaknya pesantren didorong untuk melakukan 3 (tiga) peran penting yang perlu dilakukan bersama.

Pertama, pesantren sebagai instrumen pengembangan pendidikan. Pondok pesantren berperan tidak hanya sebagai lembaga dakwah dalam pembinaan umat dan penyiaran ajaran Islam, tetapi juga sebagai institusi pendidikan. Ia telah berperan meningkatkan angka partisipasi masyarakat (APM) dan angka partisipasi kasar (APK) dalam pendidikan. Ia telah berperan aktif membangun kesadaran dan kecerdasan masyaraat Indonesia dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan layanan yang maksimal. Secara jujur, patut dikatakan bahwa kontribusi masyarakat dalam pengembangan layanan pesantren jauh lebih besar dibanding dengan kontribusi yang dilakukan pemerintah. Oleh karenanya, pesantren harus mendapatkan perlakuan dan penganggaran yang maksimal dari pemerintah. Pesantren sudah seharusnya mendapatkan perlakuan pemerintah secara adil antara institusi pesantren dengan institusi pendidikan lainnya.

Sungguhpun demikian, pondok pesantren harus tetap mempertahankan kualitas kemandiriannya, baik kemandirian secara ekonomi maupun pengelolaannya yang tidak menergantungkan kepada pihak mana pun. Pesantren merupakan kekuatan civil society yang sangat kuat dalam memberdayakan masyarakat sekaligus mampu melakukan kritik-kiritik sosial.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kedua, pesantren sebagai instrumen pengembangan keagamaan. Penduduk negeri ini sungguh sangat kompleks dan plural, baik keyakinan, budaya, bahasa wilayah, dan lainnya. Dalam kondisi yang kompleks dan plural itu, pondok pesantren telah memainkan peranan yang strategis. Ia mampu melakukan penyebaran agama dan pemahaman yang sangat damai, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Pesantren telah mampu merekatkan dari berbagai perbedaan di masyarakat. Oleh karenanya, pesantren didorong untuk menjadi garda terdepan dalam membangun pemahaman Islam yang rahmatan lil’alamin.

Ketiga, pesantren sebagai instrumen pengembangan pranata-sosial. Pesantren didudukkan sebagai lembaga sosial yang berperan untuk melakukan penjabaran dan aktualisasi pengetahuan dan pemahaman pendidikan dan keagamaannya itu bagi kemaslahatan masyarakat luas. Dengan peran ini, pesantren akan menjadi milik bersama, didukung dan dipelihara oleh lapisan masyarakat yang lebih luas. Oleh karenanya, pesantren harus membuka diri dan terlibat dalam upaya pemecahan atas problem umat dan kebangsaan, sebagaimana yang telah selama ini dibuktikan.

Melalui ketiga pilar di atas, yakni pendidikan, keagamaan, dan sosial-kemasyarakatan, pesantren perlu mendapatkan dorongan yang maksimal dari pemerintah, di antaranya dorongan kesetaraan regulasi, kesetaraan program maupun kesetaraan anggaran yang disediakan oleh pemerintah. Kesetaraan regulasi diupayakan untuk memberikan payung hukum dan legalitas formalitas layanan pesantren dengan tanpa mengurangi substansi atau kualitas pesantren. Kesetaraan program diupayakan untuk mendapatkan kepastian konkret berupa program atau kebijakan-kebijakan penguatan pesantren yang dilakukan negara. Sementara kesetaraan anggaran dipastikan untuk ketersediaan pembiayaan yang maksimal sehingga kita benar-benar memperlakukan secara adil antara institusi pesantren dengan institusi pendidikan lainnya.

Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon dan Pendiri Pondok Pesantren Nahdlah Bahriyah Indramayu



Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Berita, Pondok Pesantren, AlaSantri Ceramah Felix Siauw Lengkap

UIJ Komit Terus Tingkatkan Kualitas Para Dosen

Jember, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Salah satu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Jawa Timur, Unversitas Islam Jember (UIJ) bertekad terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi pendidikan tinggi kini yang kian kompetitif.

UIJ Komit Terus Tingkatkan Kualitas Para Dosen (Sumber Gambar : Nu Online)
UIJ Komit Terus Tingkatkan Kualitas Para Dosen (Sumber Gambar : Nu Online)

UIJ Komit Terus Tingkatkan Kualitas Para Dosen

“UIJ memang terus berusaha mengasah skill pengelaolanya, termasuk para dosennya agar UIJ bisa unggul dari perguruan tinggi swasta lain,” ucap Pembantu Rektor, Lukman Yasir.

Dalam rangka mewujudkan usaha ini, Universitas Islam Jember (UIJ), kemarin (13/5) menggelar  lokakarya di aula kampus setempat. Workshop menghadirkan Koordiantor Kopertis Wilayah VII Surabya, Suprapto dan diikuti oleh seluruh dosen tetap, pejabat struktural, Plt Rektor UIJ Hobri, dan perwakilan Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) MN Harisuddin.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menurut Lukman Yasir, workshop tersebut diperlukan untuk mengasah sekaligus  meningkatkan kualitas SDM segenap pengelola UIJ, sehingga diharapkan UIJ menjadi kampus yang sehat dan berdaya saing.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya konsen mendorong para dosen agar dapat meningkatkan kualifikasi keilmuannya dengan cara menempuh pendidikan ke level  yang lebih tinggi. Sebab, semakin lama, kebutuahn perguruan tinggi terhadap dosen yang berkualitas, semakin tinggi. Secara formal, kwalifikasi  dosen itu diukur dari tahapan sekolah yang dilaluinya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Gelar sajana (S1), kalau dulu itu masih hebat. Ke depan, S1 itu sudah biasa. Apalagi,  dalam satu dua tahun  kedepan, persyaratan dosen Kopertis itu sudah harus S2 minimal,” jelasnya.

Sementara itu,  Suprapto berharap agar semua perguruan tinggi swasta (PTS) dapat terus meningkatakn kualitas SDM-nya sesuai yang dibutuhkan lembaga pendidikan tinggi. Sebab, jika tidak,  tetnu ada resiko yang diterima, dan itu bisa merugikan PTS tu sendiri. “Intinya harus seimbang antara rasio dosen yang memenuhi syarat dengan jumlah mahasiswa,” ujarnya seraya menyebut bahwa UIJ termasuk kampus yang sehat. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Aswaja, Kyai Ceramah Felix Siauw Lengkap

Maraknya Radikalisme, IPNU Inzah Genggong Perkuat Identitas NU

Probolinggo, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Mengantisipasi paham radikal yang kian marak, khususnya di kalangan pelajar, Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU Institut Zainul Hasan (Inzah) Genggong memberi pemahaman terhadap calon penerus bangsa tentang ideologi dan identitas NU.

Maraknya Radikalisme, IPNU Inzah Genggong Perkuat Identitas NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Maraknya Radikalisme, IPNU Inzah Genggong Perkuat Identitas NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Maraknya Radikalisme, IPNU Inzah Genggong Perkuat Identitas NU

Kegiatan yang digelar, Rabu-Jumat (4-6/1) di MI Nurudz Zholah Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo ini dikemas dalam bentuk Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Dimana tema yang diangkat adalah “Meneguhkan Ideologi, Menegaskan Identitas untuk Membentuk Kader Muda yang Bervisi Kebangsaan dan Berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah”.?

Sekretaris PKPT IPNU Inzah Genggong Rifqi Maulana mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kader muda yang siap menjaga keutuhan NKRI dan berpaham Ahlussunnah wal Jamaah.?

“Seperti dawuh KH. Hasyim Asy’ari ? bahwa “Agama dan Nasionalisme tidak boleh dipisahkan karena agama saja belum mampu untuk menyatukan umat. Teringan pesan beliau, kami ingin kader IPNU-IPPNU mampu menciptakan bangsa yang damai karena cita-cita para pendiri NU adalah menciptakan Darus Salam bukan Darul Islam,” katanya.

Kegiatan yang diikuti oleh 30 orang peserta dari mahasiswa baru, siswa, santri bahkan sarjana ini dihadiri oleh pengurus PKPT IPNU-IPPNU Inzah Genggong serta pengurus Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kota Kraksaan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Kami mengharapkan kegiatan ini mampu membentuk kader muda yang militannya tidak diragukan dan yang mampu menjalin ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariyah,” harapnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kyai, Humor Islam Ceramah Felix Siauw Lengkap

NU Kemiri Sukses Adakan Bulan Pengaderan

Purworejo, Ceramah Felix Siauw Lengkap

PAC GP Ansor Kemiri bekerja sama dengan MWCNU Kemiri dan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa tengah sukses mengadakan bulan pengaderan NU Sabtu-Ahad (30-31/1/2016). Bulan Pengaderan adalah pelaksanaan program pengaderan bersama, mulai dari PKPNU (Pelatihan Kader Penggerak NU), PKD (Pelatihan Kepemimpinan Dasar) hingga Makesta (Masa Kesetiaan Anggota).

Tercatat tidak kurang 170-an peserta mengikuti acara ini, yakni 32 peserta PKPNU, 55 peserta PKD dan 80 peserta Makesta. Masing-masing kegiatan diadakan di ruangan terpisah di komplek MI Sutoragan Kemiri.

NU Kemiri Sukses Adakan Bulan Pengaderan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kemiri Sukses Adakan Bulan Pengaderan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kemiri Sukses Adakan Bulan Pengaderan

Dalam sambutannya pada pembukaan bulan pengaderan ini, Ketua PCNU Kabupaten Purworejo KH R Hamid AK sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan PAC Kemiri karena mampu melaksanakan kegiatan pengkaderan bersama-sama.

"Saya sangat apresiasi. NU beserta banom bisa bersama-sama mengkader. Kelihatan kompaknya dan saya harap kedepan Kemiri bisa maju. Potensi nya sangat besar," terang Kiai Hamid.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sementara itu, instruktur PKPNU dari PWNU, Mahsun Mahfudz mengingatkan bahwa acara bersama-sama ini jangan sampai menghilangkan inti pengaderan. "Jangan sampai karena saking banyaknya peserta dan panitia, acara pengaderan ini malah terkesan acara seremonial. Inti pengaderan bukan itu," ujar Mahsun mengingatkan.

Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan di zona-zona lain di Kecamatan Kemiri. Bulan Pengaderan dilaksanakan di 4 zona berbeda di Kecamatan Kemiri. Pada pelaksanaan pertama ini, diadakan di Kemiri bagian timur dengan peserta 10 desa. (Hidayatullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap Daerah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 27 Desember 2017

Personil Gabungan Banser, Pagar Nusa, TNI, dan Polri Siap Amankan Munas-Konbes NU

Mataram, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pembukaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) 2017 mendapat pengamanan berlapis dari personil gabungan Banser, Pagar Nusa, TNI, dan Kepolisian setempat.

Personil Gabungan Banser, Pagar Nusa, TNI, dan Polri Siap Amankan Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Personil Gabungan Banser, Pagar Nusa, TNI, dan Polri Siap Amankan Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Personil Gabungan Banser, Pagar Nusa, TNI, dan Polri Siap Amankan Munas-Konbes NU

Pengamanan ini menurut Asisten Administrasi dan Personil Satkornas Banser Abdul Mufid tersebar di beberapa titik di tempat-tempat utama kegiatan Munas dan Koanbes.

“Kami tetap berkoordinasi dengan Polisi dan TNI serta Pagar Nusa. Dari Satkornas menyediakan pasukan sebanyak 200 personil, sedangkan dari Banser NTB sejumlah 450 personil,” ungkap Abdul Mufid kepada Ceramah Felix Siauw Lengkap, Rabu (22/11) di Mataram.

Sejumlah titik yang dimaksud Abdul Mufid di antaranya di empat pesantren lokasi sidang-sidang komisi, bazar, Islamic Center, dan tempat-tempat lain yang dinilai strategis untuk diadakan pengamanan.

Dalam proses pengamanan, Mufid meminta kepada para personil Banser agar tetap menjaga sikap agar masyarakat juga kooperatif dalam ikut mewujudkan keamanan perhelatan Munas dan Konbes NU.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Jaga etika dan sikap, selalu tersenyum dalam melakukan pengamanan apapun yang terjadi. Apapun yang terjadi, suksesnya Munas, sukses kita semua,” ujar Mufid usai memberikan arahan kepada para pasukan.

Dia juga menjelaskan, proses jaga gilir (shif) juga dilakukan selama kegiatan berlangsung. Hal ini untuk menjaga kondisi personil agar selalu bugar dalam menjalankan tugas.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Proses pengamanan nanti kita adakan jaga bergilir setiap jam 8 pagi sampai jam 5 pagi sebanyak tiga kali shift,” terang Mufid.

Ia juga menyampaikan pesan khusus Kepala Satkornas Banser Alfa Isnaeni yang menyampaikan bahwa para personil Banser harus tetap bijak dan bekerja maksimal dalam pengamanan.

Munas dan Konbes NU akan dibuka Presiden Joko Widodo ada Kamis (23/11) besok di Islamic Center Lombok. Perhelatan bertema Mengokohkan Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga ini berlangsung 23-25 November 2017.

Membahas berbagai persoalan strategis bangsa, Munas dan Konbes NU dihelat di empat pesantren di Mataram dan Lombok Barat yang terbagi dalam sejumlah komisi, Komisi Bahtsul Masail, Komisi Program, Komisi Organisasi, dan Komisi Rekomendasi. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Ulama, Bahtsul Masail Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kebesaran Jamaah Aswaja Bisa Melengahkan

Jombang, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Aqidah Ahlussunah wal Jamaah secara substantif telah ada sejak zaman sahabat. Pendiri madzhab ini, Imam Abu al-Hasan Al-Asy’ari, lalu menyusun doktrinnya secara sistematis, sehingga menjadi pedoman atau madzab resmi umat Islam.

Demikian disampaikan Ketua Aswaja NU Center Jombang Ustadz Yusuf Suharto saat mengisi Sekolah Aswaja yang digelar PYF (Pro Yakin Fondation) bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Jatirejo dan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang, Ahad (10/5) malam.

Kebesaran Jamaah Aswaja Bisa Melengahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebesaran Jamaah Aswaja Bisa Melengahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebesaran Jamaah Aswaja Bisa Melengahkan

“Kita jangan ragu berpaham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Karena selain paham yang mayoritas dianut muslimin didunia, Aswaja ini secara sanad (mata rantai) keilmuan paling jelas dibanding paham-paham yang lain, bahkan mereka itu tidak mempunyai mata rantai sehingga paham mereka perlu dipertanyakan kebenarannya,” tambahnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Tapi, menurutnya, jumlah yang sangat besar di dunia bisa melengahkan para penganutnya. Sehingga, tingkat militansi dakwahnya bisa tertinggal dari kelompok-kelompok Islam non-moderat yang berseberangan dengan paham Aswaja.

“Kenapa NU sekarang terlihat adem-ayem, secara amaliah kalah dengan HTI, PKS yang tiap hari jamaah terkontrol, puasa Senin-Kamisnya juga. Kenapa? Mungkin dikarenakan kita terlalu asyik dengan jumlah kita yang banyak,” ujarnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sekrteris Perstuan Guru NU (Pergunu) Jombang ini menilai, sebanyak 80 persen Muslim di dunia adalah penganut paham Aswaja, ada yang berafiliasi ke Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Abu al-Hasan Al-Asy’ari. “Kita terlalu gemuk hingga untuk jalan saja susah,” tuturnya.

Sekolas Aswaja kali ini mengusung tema “Memperkuat Paham Ahlussunah wal Jamaah di Era Globalisasi”. Sekolah Aswaja diagendakan hingga 6 kali pertemuan yang diselenggarakan satu bulan sekali di Rumah Belajar PYF, Pacolgowang, Jombang, Jawa Timur.

Menurut H Abdul Rojak, ketua PYF, Sekolah Aswaja penting diadakan untuk memberi wawasan kepada mahasiswa yang kini hampir tidak pernah mendikusikan masalah-masalah yang berhubungan dengan Aswaja. Sekolah Aswaja diharapkan mampu mengarahkan mahasiswa agar tidak terjerumus ke aliran-aliran yang mengatasnamakan Aswaja namun dalam praktiknya jauh dari nilai-nilai Aswaja yang moderat dan toleran. (Aldo/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kiai, Tegal, Hikmah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sejarah, Metode Berpikir, dan Gerakan Aswaja

Oleh: M. Imaduddin

Kelahiran Aswaja, atau lebih tepatnya terminologi Aswaja, merupakan respon atas munculnya kelompok-kelompok ekstrem dalam memahami dalil-dalil agama pada abad ketiga Hijriah. Pertikaian politik antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan Gubernur Damaskus, Muawiyah bin Abi Sufyan, yang berakhir dengan tahkim (arbitrase), mengakibatkan pendukung Ali terpecah menjadi dua kubu.

Kubu pertama menolak tahkim dan menyatakan Ali, Muawiyah, Amr bin ‘Ash, dan semua yang terlibat dalam tahkim telah kafir karena telah meninggalkan hukum Allah. Mereka memahami secara sempit QS. Al-Maidah:44: “Barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka mereka telah kafir”. Semboyan mereka adalah laa hukma illallah, tiada hukum selain hukum Allah. Kubu pertama ini kemudian menjadi Khawarij.

Sejarah, Metode Berpikir, dan Gerakan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarah, Metode Berpikir, dan Gerakan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarah, Metode Berpikir, dan Gerakan Aswaja

Sedangkan kubu kedua mendukung penuh keputusan Ali, sebab Ali adalah representasi dari Rasulullah saw, Ali adalah sahabat terdekat sekaligus menantu Rasulullah saw. Keputusan Ali adalah keputusan Rasulullah saw. Kubu kedua ini kemudian menjadi Syiah. Belakangan, golongan ektstrem (rafidhah) dari kelompok ini menyatakan bahwa tiga khalifah sebelum Ali tidak sah. Bahkan golongan Syiah paling ekstrem yang disebut Ghulat mengkafirkan seluruh sahabat Nabi Saw kecuali beberapa orang saja yang mendukung Ali. Di sinilah awal mula pertikaian antara Syiah dengan Khawarij yang terus berlangsung hingga kini.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Khalifah Ali kemudian dibunuh oleh Khawarij. Pembunuhnya adalah Abdurrahman bin Muljam, seorang penganut fanatik Khawarij. Menyedihkan, Ibnu Muljam ini sosok yang dikenal sebagai penghafal Al-Quran, sering berpuasa, suka bangun malam, dan ahli ibadah. Fanatisme dan minimnya ilmu telah menyeretnya menjadi manusia picik dan sadis.

Berdasarkan musyawarah ahlul halli wal áqdi yang beranggotakan sahabat-sahabat besar yang masih tersisa waktu itu, menyepakati kedudukan Ali sebagai khalifah digantikan oleh puteranya Al-Hasan. Namun Al-Hasan hanya dua tahun menjabat sebagai khalifah. Ia mengundurkan diri dan menyerahkan jabatan khalifah kepada Muawiyah karena menurut ijtihadnya mengundurkan diri adalah pilihan terbaik untuk menyelesaikan perselisihan umat. Dalam sejarah, tahun pengunduran diri Al-Hasan dinamakan“am al-jamaáh” atau tahun persatuan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Naiknya Muawiyah menjadi khalifah menimbulkan reaksi keras dari kelompok Syiáh dan Khawarij. Mereka menolak kepemimpinan Muawiyah dan menyatakan perang terhadap Bani Umayah. Perselisihan makin memuncakmanakala Muáwiyah mengganti sistem khilafah menjadi monarki absolut, dengan menunjuk anaknya Yazid sebagai khalifah selanjutnya.

Di sisi lain, tragedi Karbala yang menyebabkan terbunuhnya cucu Rasulullah saw Al-Husein dan sebagian besar ahlul bait Rasulullah saw pada masa Khlalifah Yazid bin Muawiyah, telah mengobarkan semangat kaum Syiah untuk memberontak terhadap Bani Umayah. Pertikaian selanjutnya melebar jadi pertikaian segitiga antara Bani Umayah, Syiah, dan Khawarij. Pertikaian terus berlanjut hingga masa Bani Abbasiah. Dua kelompok ini senantiasa merongrong pemerintahan yang sah.

Chaos politik yang melanda umat Islam awal pada akhirnya juga melahirkan kelompok lain di luar Syiah dan Khawarij. Pada awal abad ketiga Hijriah muncul kelompok Murjiáh, yang berpendapat bahwa dalam persoalan tahkim tidak ada pihak yang berdosa. Dosa dan tidaknyaserta kafir dan tidaknya seseorang bukanlah diputuskan di dunia, melainkan di akhiratoleh Allah SWT.

Dari persoalan politik kemudian merembet menjadi persoalan akidah.Perdebatan siapa yang bersalah dalam konflik antara Ali dan Muawiyah melebar jadi perdebatan tentang perbuatan manusia. Setelah Murjiáh, muncullah aliran Jabbariah (fatalisme) dan Qodariah(fre act and fre will). Jabbariah berpendapat, perbuatan manusia diciptakan oleh Tuhan, artinya manusia tak lebih laksana wayang yang digerakkan oleh dalang. Qodariah berpendapat sebaliknya, bahwa manusia sendirilah yang menciptakan perbuatannya tanpa ada “campur tangan” Tuhan terhadapnya.

Setelah Qodariah dan Jabbariah, berikutnya muncul aliran Mu’tazilah yang berpendapat sama dengan Qodariah dalam hal perbuatan manusia, namun mereka menolak penetapan sifat (atribut) pada Allah. Menurut Mu’tazilah, bila Allah memiliki sifat berarti ada dua materi pada Allah, yakni Dzat dan Sifat, hal ini berarti telah syirik atau menduakan Allah.

Lahirnya aliran-aliran ekstrem setelah Syiah dan Khawarij bukan hanya disebabkanoleh persoalan politik yang melanda umat Islam awal, akan tetapi juga dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran dari luar Islam. Hal ini merupakan imbas dari semakin luasnya wilayah kekuasaan Islam yang meliputi wilayah-wilayah bekas kekaisaran Persia dan Romawi yang sudah lebih dahulu memiliki peradaban yang mapan dan telah bersentuhan dengan rasionalisme Yunani dan filsafat ketimuran.

Seperti yang saya kemukakan di awal tulisan ini, kemunculan istilah Aswaja merupakan respon atas kelompok-kelompok ekstrem pada waktu itu. Aswaja dipelopori oleh para tabiín (generasi setelah sahabat atau murid-murid sahabat) seperti Imam Hasan Al-Bashri, tabi’tabiín (generasi setelah tabiín atau murid-murid tabiín) seperti Imam-imam mazhab empat, Imam Sufyan Tsauri, Imam Sufyan bin Uyainah. Ditambah generasi sahabat, inilah yang disebut dengan periode salaf, sebagaimana disebut oleh Rasulullah saw sebagai tiga generasi terbaik agama ini.

Selepas tabi’ tabiínajaran Aswaja diteruskan dan dikembangkan oleh murid-murid mereka dan dilanjutkan oleh generasi-generasi berikutnya.Mulai dari Imam Abul Hasan Al-Asyári, Imam Abu Manshur Al-Maturidi, Imam Al-Haromain, Imam Al-Junaid Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali dan seterusnya sampai Hadratussyekh Hasyim Asyári.

Dalam memahami dalil Al-Qur’an dan Sunnah Aswaja mengikuti metodologi para sahabat, yakni metodologi jalan tengah (moderat), keseimbangan antara pengunaan teks suci dan akal. Menyikapi pendapataliran-aliran ekstrem tersebut Aswaja mengambil jalan tengah di antara pendapat-pendapat mereka. Beberapa ajaran pokok Aswaja, antara lain:

1. Pertikaian politik yang terjadi di antara para sahabat Nabi saw merupakan ijtihad para sahabat, bila benar mendapat dua pahala dan bila salah mendapat satu pahala. Aswaja mengambil sikap tawaquf (diam) atas perselisihan yang terjadi di antara para sahabat dan menyatakan keadilan para sahabat (hadisnya bisa diterima).

2. Dalam masalah takfir Aswaja amat berhati-hati, karena bila sembrono efeknya akan kembali kepada si penuduh. Aswaja tidak akan mudah mengkafirkan ahlul qiblah atau selama masih mengakui tidak ada ada Tuhan selain Allah dan Muhammad saw adalah utusan allah; mengakui hal-hal prinsip dan sudah pasti dalam agama(al-ma’lum mina diini biddhoruroh) seperti rukun Islam, rukun iman, dan perkara-perkara gaib seperti surga, neraka, hisab, shirath, malaikat, jin, peristiwa isra’ dan mi’raj dll. yang informasi mengenai hal-hal tersebut hanya diketahui dari Kitabullah dan Sunnah Nabi saw yang mutawatir.

3. Aswaja juga tidak mudah memvonis sesat sebuah pemikiran atau pendapat seseorang yang berangkat dari dalil yang tidak tegas (ijtihadi) atau masih terbuka ruang perbedaan pendapat di dalamnya. Aswaja amat menghargai perbedaan pendapat karena perbedaan pendapat di kalangan umat adalah rahmat.

4. Mengenai perbuatan manusia, Aswaja berpendapat bahwa perbuatan manusia pada dasarnya diciptakan oleh Tuhan, namun manusia memiliki kuasa (kasb) atas perbuatannya yang bersamaan dengan kehendak Tuhan.

5. Dalam memahami teks Al-Quran dan sunnah, Aswaja berpendapat bahwa ada ruang bagi akal untuk memahami teks. Artinya ada teks yang mengandung makna haqiqi dan ada teks yang mengandung makna majazi(metaforis) yang membuka ruang akal (tafsir) untuk memahaminya.

6. Mengenai perbuatan dosa atau masuk surga dan neraka manusia, Aswaja berpendapat manusia divonis telah berdosa di dunia apabila telah melanggar hukum-hukum syariat sedangkan di akhirat mutlak adalah keputusan Allah.

7. Mengenai sifat Allah, Aswaja berpendapat bahwa Allah memiliki sifat. Dzat (esensi) dan Sifat (atribut) adalah dua hal yang berbeda namun tak dapat dipisahkan, seperti halnya sifat manis yang melekat pada gula. Antara atribut manis dan esensi pada gula keduanya menyatu, namun tak bisa dilepaskan satu sama lain. Sifat senantiasa menyatu dengan Dzat (esensi).

8. Terkait dengan politik dan kekuasaan, Aswaja menyatakan haram hukumnya bughot (memberontak) meskipun pemerintahan itu zhalim,karena hanya akan menimbulkan pertikaian dan pertumpahan darah yang tak berkesudahan di kalangan umat. Namun pemerintahan hasil kudeta adalah pemerintahan yang sah karena terkait dengan kesejahteraan umat dan legalnya beberapa hukum syariat.

9. Aswaja tidak menolak tradisi dan kebudayaan yang sudah lama berkembang dan mendarah daging di tengah masyarakat, asal tidak bertentangan dengan syariat. Namun bila bertentangan dengan syariat, Aswaja menolak perubahan dilakuan secara radikal dan revolusioner. Perubahan harusdilakukan secara bertahap.Atau tidak harus merubahnya, tetapi mewarnai tradisi dan kebudayaan tersebut sehingga cocok dengan ajaran Islam.



Fleksibilitas Ajaran Aswaja

Sepanjang sejarah perjalanannya, prinsip jalan tengah yang ditempuh Aswaja, yang mewujud dalam karakter tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang) membuat Aswaja mampu hidup dan berkembang di wilayah mana saja dan mampu melebur dengan kebudayaan setempat, serta senantiasa mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman (dinamis).

Dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara,dai-dai Aswaja awal di Nusantara seperti Walisongo tak mengalami benturan dengan kebudayaan masyarakat Nusantara. Pasalnya, kata Clifford Gertz, dalam menyebarkan agama Islam mereka tidak hanya berperan sebagai pendakwah yang menyiarkan agama Islam,akan tetapisebagai cultural broker, makelar budaya.

Oleh karena itu, saya berani katakan corak Islam di Nusantara 90 persen terbentuk dari budaya. Hal ini terlihat dari arsitektur rumah ibadah, istana kesultanan, tradisi dan ritual keagamaan, kuliner, fashion, hingga sistem pengajaran dan pendidikan.Islam di Nusantara itu unik dan berbeda dengan Islam di tanah asalnya, Arab.

Orientasi Aswaja Bukan Kekuasaan

Ajaran Aswaja yang dianut oleh mayoritas umat Islam di seluruh dunia orientasinya tidak lain adalah mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan umat baik bidang agama, sosial, politik, maupun ekonomi. Aswaja bukanlah golongan yang menjadikan kekuasaan politik sebagai tujuan. Artinya, bagi Aswaja kekuasaan bukanlah indikator keberhasilan dakwah islamiah, tetapi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Hal ini berbeda dengan kaum Syiah dan Khawarij yang orientasi utamanya adalah kekuasaan politik.

Dengan prinsip jalan tengahnya, dalam bidang politikAswaja menghendaki tatanan politik yang stabil. Aswaja mengharamkan pemberontakan terhadap pemerintah yang sah dan mengharamkan sebuah tindakan dan pernyataan yang dapat memicu huru-hara politik dan chaos. Mengapa? Karena instabilitas politik dapat memicu kekacauan sosial yang pada ujungnyahanya akan menyengsarakan rakyat.

Aswaja menyatakan bahwa Islam tidak meninggalkan sistem politik apapun. Mengenai pengaturan negara diserahkan kepada masyarakat yang membentuk negara itu. Islam tidak mempersoalkan sistem demokrasi atau monarki. Islam hanya memerintahkan seorang pemimpin harus adil dan berakhlakul karimah, senantiasa musyawarah, serta berkomitmen untuk menyejahterakan rakyatnya, sebagaimana kaidah fiqh “tashorruful imam ála roíyah manuthun bil mashlahah” kebijakan seorang pemimpin berdasarkan kesejahteraan rakyatnya.

Dalam bidang sosial, Aswaja menginginkan sebuah tatanan masyarakat yang beradab(tamaddun), dalam arti masyarakat yang membangun, saling menghormati, dan toleran, meski berbeda agama, suku bangsa, dan budaya. Inilah tatanan masyarakat ideal sebagaimana telah diwujudkan oleh Nabi Muhammad saw 14 abad yang lalu ketika membangun masyarakat madani (civil society) di Madinah.

Dalam bidang ekonomi, Aswaja menekankan pemerataan ekonomi. Aswaja mengambil jalan tengah antara kapitalisme-liberalisme dan sosialisme-komunisme. Aswaja mengharamkan monopoli atas kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat. Aswaja juga mengharamkan sumber daya alam dan mineral sebuah negara dikuasai oleh pribadi atau segelintir orang. Aswaja menekankan keseimbangan antara hak-hak individu dan hak-hak masyarakat sehingga tercipta keadilan sosial dan ekonomi.

Aswaja dan Nasionalisme

Bagi Aswaja, agama dan nasionalisme tak bisa dipisahkan, ibarat dua sisi mata uang. Agama dan nasionalisme saling mendukung. Nasionalisme tanpa agama akan kering nilai-nilai, sementara agama tanpa nasionalisme tak mampu menyatukan elemen-elemen bangsa. Hadratussyekh Hasyim Asyári jauh sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamasikan menyatakan,cinta tanah air sebagian dari iman. Siapa yang tidak mencintai tanah airnya maka belum sempurna imannya. Inilah prinsip jalan tengah Aswaja dalam menyikapi persoalan kebangsaan. Al-Quran secara jelas mengatakan: “sesungguhnya Kami (Allah) menciptakan kamu dari jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kamu saling mengenal (berinteraksi)”.

***

Alhasil, Aswaja bukan hanya sebuah pandangan keagamaan, akan tetapi lebih jauh merupakan pandangan hidup (way of life) seorang muslim dalam menyikapi lingkungannya yang majemuk dan dinamis. Aswaja adalah manhajul fikrah wal harakah (landasan pemikirandan gerakan) dalam menyikapi berbagai persoalan, baik berhubungan dengan agama, sosial, politik, ekonomi, dan kebudayaan. Seorang muslim penganut Aswaja mampu hidup dan menyesuaikan diri serta dituntut untuk menciptakan kedamaian, kesejahteraan, dan ketentraman masyarakat di manapun mereka hidup. Wallahua’lam

Timur Jakarta, 882016





Penulis adalah Sekretaris PC GP Ansor Jakarta Timur dan Wakil Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU



Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Humor Islam, Cerita Ceramah Felix Siauw Lengkap

Alumni BPUN Tasikmalaya Komitmen Bangun NU dan Daerah

Tasikmalaya, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Ikatan Keluarga Alumni BPUN Tasikmalaya untuk pertama kalinya melaksanakan Reuni Akbar BPUN Tasikmalaya tiga angkatan, Selasa (21/7) di Aula SMAI Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat. Acara temu kangen dan ajang silaturrahim ini bertema "Menegaskan Identitas dan Meneguhkan Islam Nusantara".

Ahmad Aziz Firdaus, Manager Akademik BPUN Tasikmalaya mengatakan, bahwa alumni BPUN harus berkomitmen untuk membangun dan berkontribusi pada NU dan daerah masing-masing, sehingga kader-kader NU selalu hadir di tengah-tengah masyarakat.

Alumni BPUN Tasikmalaya Komitmen Bangun NU dan Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni BPUN Tasikmalaya Komitmen Bangun NU dan Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni BPUN Tasikmalaya Komitmen Bangun NU dan Daerah

“BPUN dilaksankan untuk menjalin kekeluargaan diantara kita bukan sekedar ikut seleksi dan lolos atau tidak lolos PTN, kita tetap harus menjalin komunikasi dimanapun kalian berada,” tutur Aziz.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Aziz juga berharap, alumni BPUN kedepan ketika sudah wisuda dan kembali ke daerah, untuk bersama dan berjuang memajukan daerah. “Indah rasanya ketika NU punya kader disemua lini, ada ahli ekonomi, agama, sosial, dokter, dan ahli-ahli lain.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sementara ketua Pelaksana Reuni Akbar BPUN Tasikmalaya, Anwar Musaddad menegaskan, bahwa acara ini adalah gerbang untuk menyatukan alumni BPUN Tasikmalaya agar bisa berjuang bersama untuk merawat tradisi dan budaya bangsa di tiap-tiap daerah.

“Untuk itu, kami panitia mengambil tema pada Reuni ini Menegaskan Identitas dan Meneguhkan Islam Nusantara,” tegasnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Tokoh, Daerah, Quote Ceramah Felix Siauw Lengkap

PCNU Nias Selatan Gelar Khitanan Massal

Telukdalam, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nias Selatan menggelar kegiatan bakti sosial dan khitanan massal yang digelar yang berlangsung di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Telukdalam, Ahad (1/7).

Kegiatan khitanan massal ini ditujukan untuk membantu meringankan beban anak-anak yatim dan fakir miskin di Kabupaten Nias Selatan yang masih belum dikhitan.

PCNU Nias Selatan Gelar Khitanan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Nias Selatan Gelar Khitanan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Nias Selatan Gelar Khitanan Massal

Ketua PCNU Kabupaten Nias Selatan Bpk. Mustapid, MA dalam arahannya mengatakan, menjelang setahun kepengurusan PCNU Kabupaten Nias Selatan, PCNU telah melakukan berbagai macam kegiatan keagamaan, tetapi untuk bakti sosial baru kali ini dilaksanakan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat berjalan terus menerus dan mendapat dukungan dari masyarakat muslim Kab. Nias Selatan dan juga non muslim, karena NU selalu berada di tengah-tengah kaum lemah dan di tengah-tengah masyarakat yang majemuk. NU menganggap bahwa seluruh makhluk adalah ciptaan Allah maka sebagai sesama makhluk mari sama-sama membantu sesuai dengan prinsip-prinsip NU,” katanya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dikatakan, bahwa NU hidup di tengah-tengah umat maka nilai-nilai toleransi harus dijaga.

Kegiatan khitanan masal ini, menurut Ketua PCNU Nias Selatan kegiatan ini dapat terlaksana atas dukungan berbagai pihak, yakni pengurus NU Nians Selatan, para tokoh masyarakat dan kaum muslimin serta muslimat. Pihaknya berharap PBNU dan PWNU dapat memperhatikanPCNU Nias Selatan yang ada di Pulau Nias ini.

Ahd. Dahlan Siregar, Sekretaris Panitia pelaksana dalam laporannya pada acara pembukaan khitanan massal mengatakan, kegiatan khitanan masal ini sudah lama direncanakan dan dinanti, akan tetapi baru terlaksana karena menunggu liburan anak-anak sekolah dengan jumlah yang dikhitan 26 orang yang terdiri dari anak-anak yatim dan fakir miskin. 

Pada kegiatan ini lanjut sekretaris panitia akan dibagikan bingkisan berupa sarung dan peci atau lobe serta makanan bagi anak-anak yang dikhitan dan kegiatan ini mengambil tema “NU Menuju Khaira Ummah.”

Kegiatan Pembukaan khitanan massal ini juga diisi Tausyiah oleh Ustad. Suherman. Dalam ceramahnya ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan NU saat ini adalah sesuatu yang bermanfaat bagi umat.

“Kepada anak-anak yang dikhitan supaya setelah khitan ini rajin-rajinlah shalat dan berbakti kepada Orang Tua dan jangan lupa kepada NU, serta mengajak umat Islam untuk sama-sama membesarkan,” tambahnya.

Acara khitanan massal ini dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, Sholawat Badriyah, Ceramah Agama, Arahan PCNU dan kemudian dilanjutkan dengan acara Khitan Massal. Turut hadir pada kegiatan ini Pincapem BRI Telukdalam, tokoh agama dan pemuka masyarakat setempat, para mustasyar NU, sekretaris PCNU Dedi Rahmin Tanjung, Wkl Ketua Amsir Siregar dan beberapa pengurus, serta puluhan tamu lainnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Dedi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Daerah, Habib Ceramah Felix Siauw Lengkap

Peringati HSN, Ribuan Santri Pesantren Zaha Nyanyikan Syubbanul Wathon

Probolinggo, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Pesantren Zainul Hasan (Zaha) Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo menggelar apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2016. Ribuan pasukan apel yang terdiri atas santri putra dan putri dari seluruh satuan pendidikan di pesantren yang diasuh oleh KH Mutawakkil Alallah itu, kompak memakai busana serba putih, Sabtu (22/10).

Ribuan pasukan berbaris rapi sesuai satuan pendidikan masing-masing. Dalam apel itu, ribuan pasukan itu dibagi dalam tiga lokasi apel berbeda. Yakni, di lapangan P5, halaman pondok pusat, dan halaman asrama Hafshawaty Pesantren Zaha Genggong.

Peringati HSN, Ribuan Santri Pesantren Zaha Nyanyikan Syubbanul Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati HSN, Ribuan Santri Pesantren Zaha Nyanyikan Syubbanul Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati HSN, Ribuan Santri Pesantren Zaha Nyanyikan Syubbanul Wathon

Meski dibagi dalam tiga lokasi, pelaksanaan apel HSN 2016 itu dimulai dalam waktu yang bersamaan. Apel dimulai pukul 08.00 WIB. Dua pengasuh Pesantren Zaha Genggong bertindak selaku pembina apel, KH Moh Hasan Nauval di lapangan P5 dan KH Hassan Ahsan Malik selaku Pembina apel di halaman pondok pusat. Sementara, di halaman asrama Hafshawaty pembina apel diamanahkan kepada Abd Aziz Wahab, Kepala Biro Pendidikan Pesantren Zaha Genggong.

Tak hanya di tiga lokasi tersebut, apel untuk mengenang jasa para ulama dan santri dalam melawan penjajah pada masa perang kemerdekaan itu, juga dilaksanakan di halaman Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan (Inzah) Genggong-Kraksaan pada sore harinya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari empat lokasi apel itu, juga dibacakan teks ikrar santri dilanjutkan menyanyikan mars Syubbanul Wathon. Masing-masing pembina apel juga membacakan amanat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dalam amanat itu terungkap bahwasanya selain memperingati HSN 2016, tanggal 22 Oktober sekaligus untuk memperingati hari resolusi jihad NU.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sesuai amanat PBNU itu, saat ini, para santri memiliki tugas untuk melawan segala bentuk anarkisme, radikalisme, dan terorisme yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI. Serta, jihad memerangi kemiskinan, kebodohan dan jihad menghadapi ketertinggalan. Selain itu jihad melawan bandar narkoba dan bersama-sama menjadikan Indonesia sebagai negara yang bersih dari peredaran narkoba.

“Marilah kita jadikan momentum Hari Santri Nasional 22 Oktober ini sebagai hari bela negara, untuk setia mengawal dan mempertahankan Pancasila, NKRI serta UUD 1945,” ucap Non Boy dalam pembacaan amanat PBNU itu.

Di akhir acara, di halaman P5 juga dilangsungkan pemberian hadiah kepada para peraih juara mading tiga dimensi (3D) yang diikuti oleh seluruh OSIS dan madrasah diniyah (Madin) se-Pesantren Zaha Genggong, dalam rangka menyemarakkan HSN 2016.

Lomba yang diadakan oleh Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PK-IPNU) Pesantren Zaha Genggong, SMA Unggulan menjadi juara pertama. Juara kedua dan ketiga masing-masing diraih oleh MTs Zaha dan SMAS Zaha.

“Seluruh santri mengikuti apel HSN ini, ada sekitar 8000-an santri,” ujar Abd Wafi Haris, ketua panitia apel HSN 2016, Pesantren Zaha Genggong. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pahlawan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kiai Dzikron Tetap Mudir Idaroh Wustho

Banjarnegara, Ceramah Felix Siauw Lengkap
Musyawarah Idaroh Wustho Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (Jatman) Jawa Tengah, Sabtu-Minggu (30-31/7), di Pesantren Al Fatah Banjarnegara, lancar. Sedikitnya 750 kiai dari seluruh idaroh syubiyyah di Jawa Tengah mengikuti semua agenda acara dengan khidmat.

Acara yang dimulai Sabtu (30/7) pukul 21.00 itu diawali serangkaian sambutan dari pengasuh Pesantren Al Fatah Banjarnegara KH Hasyim Hasan, Mudir Idaroh Wustho Jateng KH Dzikron Abdulloh, PWNU Jateng KH Masruri Mughni, dan Mudir Aam Idaroh Aliyah KH Muhaiminan G.

Tampak pula pada acara pembukaan, Bupati Banjarnegara Djasri MT dan Kepala Bakorlin III Tjipto Hartono mewakili Gubernur Jateng. Ketua Idaroh Aliyah KH Habib M Luthfi bin Ali bin Yahya baru datang menjelang tengah malam. Kedatangannya mendapat sambutan antusias dari jamaah yang telah lama menunggunya.

KH Habib M Luthfi bin Ali bin Yahya sempat pula melantik pengurus Idaroh Syubiyyah Kabupaten Banjarnegara. Dia berpesan kepada semua pengurus untuk bekerja sama dengan baik. Sebelumnya telah diserahkan satu unit mobil Daihatsu Xenia untuk mendukung kelancaran operasional Idaroh Wustho Jateng.

Pembukaan musyawarah Idaroh Wustho juga disertai dengan pengajian umum dan Manaqib Kubro atau pembacaan riwayat hidup para ulama. Selanjutnya dirangkai dengan istighotsah atau doa bersama untuk perdamaian umat manusia. Pengajian umum disampaikan oleh KH Drs Chisnullah Abdurrahiem dan KH Habib M Luthfi bin Ali bin Yahya. Adapun istighotsah dan manaqib kubro dipandu oleh KH Latif Mastur, KH Zaini Mawardi, KH Ulin Nuha Arwani, KH Salman Dahlawi, KH A Chalwani N, KH Hasyim Hadi, dan KH Rozaq.

Banyak Masukan

Agenda hari kedua musyawarah yang berlangsung pagi hari adalah pembahasan program kerja oleh Komisi B, pembahasan masalah-masalah dalam masyarakat (bahtsul masail) oleh Komisi A, dan rapat formatur untuk menentukan pengurus Idaroh Wustho Jateng masa khidmat 2005-2010.

Pembahasan program kerja oleh Komisi B lancar dan menarik. Sebab, delegasi dari setiap Idaroh Syubiyyah memberikan apresiasi baik dengan saran maupun berbagai pertanyaan. Di antaranya adalah usulan untuk dibentuk forum tersendiri guna koordinasi ke bawah di luar Istighotsah dan manaqib kubro.

Usulan lainnya yang sempat terhimpun adalah segera dilakukan perbaikan organisasi atau reorganisasi, terutama di tingkat Idaroh Syubiyyah. Sebab, beberapa kabupaten sedang mengalami masalah dalam organisasi.

Salah satunya, Kebumen. Harapannya, setelah kepengurusan Idaroh Wustho terbentuk dan dilantik, segera melakukan perbaikan di Idaroh Syubiyyah (kabupaten).

Sidang Komisi B itu lancar dan singkat. Hanya dengan waktu sekitar satu setengah jam, rancangan program kerja yang terdiri atas empat bidang, yakni organisasi, pengembangan, konsolidasi keanggotaan, dan keuangan, tidak mengalami banyak perubahan.

Pembahasan masalah-masalah di masyarakat oleh Komisi A di Masjid Al Fatah hanya mengenai dua hal, dari tiga yang diagendakan. Dua masalah tersebut adalah hukum penyembelihan hewan yang terlebih dahulu dibius sebelum disembelih serta hukum daging dalam kaleng yang pemotongannya tidak diketahui.

Sidang Komisi A yang dipimpin oleh KH Ahmad Kholil dari Jepara memutuskan, hukum penyembelihan hewan yang terlebih dahulu dibius adalah haram. Adapun hukum daging dalam kaleng yang tidak diketahui pemotongannya adalah haram, bila tidak diketahui yang menyembelih muslim atau bukan. Kecuali di daerah yang banyak muslimnya.

Menjelang shalat zuhur, Musyawarah Idaroh Wustho Jatman Jawa Tengah ditutup dengan pengumuman pengurus Idaroh Wustho masa khidmat 2005-2010. Dalam rapat formatur di kediaman KH Hasyim Hasan Fattah itu akhirnya KH Dzikron Abdulloh terpilih kembali menjadi Mudir Idaroh Wustho Jatman Jawa Tengah masa khidmat lima tahun ke depan. Sekretarisnya adalah KH Syaroni dan Aminus Sunduq Dr dr Habib Ahmad Syakir.

Duduk di jajaran Ifadliyah adalah KH Latif Mastur Ihsan sebagai rois, KH Hasyim Hasan Fattah sebagai rois awal, dan KH Choironi sebagai katib.(SM/cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap RMI NU Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kiai Dzikron Tetap Mudir Idaroh Wustho (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Dzikron Tetap Mudir Idaroh Wustho (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Dzikron Tetap Mudir Idaroh Wustho

Peringati Harlah ke-70, Muslimat Ngawi Gelar Ragam Lomba

Ngawi, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Dalam rangka peringatan hari lahir (harlah) Muslimat yang ke-70, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Ngawi, Jawa Timur megadakan perlombaan antar-Pimpinan Anak Cabang (Ancab). kegiatan yang berlangsung di halaman kantor PCNU Ngawi Jl. Ahmad Yani Beran melombakan memimpin tahlil, merawat jenazah perempuan, pemahaman AD/ART, menyanyikan mars Muslimat serta melantunkan shalawat an-Nahdliyah.

Peringati Harlah ke-70, Muslimat Ngawi Gelar Ragam Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah ke-70, Muslimat Ngawi Gelar Ragam Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah ke-70, Muslimat Ngawi Gelar Ragam Lomba

Tempat lomba berada di lima lokasi, untuk mars dan shalawat di panggung utama halaman SMA LP.Ma’arif NU, sementara merawat jenazah di ruang kelas, tahlil lantai atas masjid An-Noor Beran, Kemudian AD/ART di ruang kelas atas.

Sekertaris Muslimat NU Ngawi yang juga panitia lomba, Hj. Munifah Efendi mengatakan, selain lomba, Muslimat juga melakukan silaturrahim kepada kiai-kiai, berkunjung ke panti asuhan di Jombang.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ditemui di tempat acara, Ketua PC Muslimat NU Ngawi Hj Rozinatil Malikhah mengatakan, perlombaan ini merupakan salah satu upaya memperlihatkan syiar Muslimat NU dan mengenang sejarah kelahiran sekaligus mengingatkan tentang khitah-khitah perjuangan NU.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pada acara tersebut hadir tokoh senior dan sesepuh mulimat NU Ngawi Hj Siti Munawwarah. Ia mengharapkan, mudah–mudahan kegiatan Muslimat ini menjadi kegiatan yang mampu meminimalisir pemahaman menyimpang akhir akhir ini marak di masyarakat.

Pada bagian lomba pemahaman AD/ART secara berurutan sebagai berikut: juara satu diraih Ancab Karangjati, juara dua Ancah Gerih, juara ketiga Ancab Padas. Keahlian memimpin tahli dimenangkan Ancab Ngrambe, juara dua Ancab Paron dan juara tiga Ancab Karang Jati. Sementara lomba merawat jenazah diraih Ancab Kedunggalar sebagai juara pertama, disusul Paron dan ketiga Ngawi.

Sementara lomba mars Muslimat, juara satu direbut Ancab Karangjati, kedua oleh Kendal dan Sine ketiga. Lomba shalawat Nahdliyah oleh Ancab Ngawi, kedua Ancab Kedunggalar dan ketiga Ancab Kasreman.

Berdasar hasil tim penilai, Ancab Karangjati dinobatkan sebagai juara umum dalam perlombaan tahun ini. Bagi pemenang mendapatkan piala penghargaan dan pelatihan lanjutan.

Selain riuh keseruan suasana lomba, panitia juga menyediakan stand-stand penjualan. Tempat penjualan tersebut diperuntukkan anak binaan Muslimat NU, yakni panti As-Syarifah Baitur Rahman Beran Ngawi. Mereka menjajakan nasi, kripik, kacang, sambel kacang dan lain lain. “Khusus untuk makanan buat sendiri,” kata Dewi.

Dalam penjualan kali ini mereka mendapat omzet cukup lumayan. “Kami dapat hasil lumayan kelihatanya, pastinya belum tahu sebab belum menghitung”, katanya sembari lari hendak foto bersama Pengurus Cabang Muslimat. Tersedia juga stand berjualan hasil wirausaha oleh anak asuh binaan Muslimat NU Ngawi. (Ali Makhrus/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Ubudiyah, Doa Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 26 Desember 2017

Habib Syech dan Lesbumi Meriahkan Haul Bung Karno di Solo

Solo, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Puluhan ribu jemaah ikut menghadiri peringatan haul ke-46 Presiden pertama Negara Kesatuan Republik Indonesia, Ir Soekarno, di Stadion Sriwedari, Kota Surakarta, Jawa Tengah akhir pekan lalu.

Habib Syech dan Lesbumi Meriahkan Haul Bung Karno di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech dan Lesbumi Meriahkan Haul Bung Karno di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech dan Lesbumi Meriahkan Haul Bung Karno di Solo

Acara haul Bung Karno yang diinisiasi oleh Forum Cinta Tanah Air bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dimeriahkan dengan penampilan Orkes Religi Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) dan sholawatan yang dipimpin Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf.

Ketua penyelenggara, Al-Munawar, menjelaskan acara haul Bung Karno ini dimaksudkan agar untuk semakin membangkitkan rasa nasionalisme masyarakat.

“Saat ini rasa kebangsaan kian meredup. Melalui acara peringatan haul ini, kami ingin mengolaborasikan keagamaan dan kebangsaan serta memotivasi bangkitnya rasa nasionalisme yang mulai luntur,” papar Al-Munawar, yang juga Wakil Ketua PCNU Kota Surakarta itu.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ditambahkan dia, acara ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Kota Solo, dan pada tahun berikutnya juga akan kembali diagendakan Pemkot Kota Surakarta dengan menggandeng sejumlah ormas. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap Internasional, Olahraga, Lomba Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kemenag Targetkan Gelar Sensus Keagamaan Pada 2017

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abd. Rahman Mas’ud menargetkan pada 2017 sensus keagamaan sudah dapat digelar. Mas’ud berharap  Badan Pusat Statistik (BPS) bisa ambil bagian karena secara teknis institusi itulah yang memiliki domain dalam operasionalnya nanti.

Kemenag Targetkan Gelar Sensus Keagamaan Pada 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Targetkan Gelar Sensus Keagamaan Pada 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Targetkan Gelar Sensus Keagamaan Pada 2017

Penegasan Mas’ud ini disampaikan di hadapan peserta workshop sensus keagamaan di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (19/11). Ia menyatakan, gagasan sensus keagamaan sudah lama dirancang Kemenag, sejak dua tahun silam, namun terbentur dengan berbagai hal.

Menurutnya, sensus keagamaan sangat penting sebagai solusi untuk menjawab berbagai problem faktual. Karena itu, diawal sekali perlu dilakukan diskusi secara matang konsep yang akan digunakan. Misal terkait dengan jumlah rumah ibadah, seperti masjid, gereja, rumah doa,retret dan lainnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Aji mumpung, maksimalkan sensus tersebut untuk meraup data keagamaan yang luas. Tidak hanya jumlah pemeluk, rumah ibadat, dan organisasi,” katanya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ia menjelaskan, sudah waktunya dilakukan pembenahan data keagamaan melalui teknologi informasi (IT), misalnya melalui aplikasi “e-datakeagamaan”, atau upaya lainnya. Untuk menyamakan persepsi, diharapkan untuk tahap awal dilakukan Focus Group Discussion (FGD) “ProblematikaData Keagamaan” yang melibatkan para pihak terkait dengan penyediaan  data atau data keagamaan.  

Mas’ud mengakui bahwa pihak Kemenag dan BPS perlu menyamakan persepsi sebelum sensus digelar. Selain menyamakan persepsi dan menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai payung hukum, juga terminologi atau konsep yang akan digunakan.

Itulah pentingnya dilakukan FGD agar semua bisa berlangsung mulus. Dan beruntung, kata dia, Badan Litbang dan Diklat kini sudah memiliki Kamus Istilah Keagamaan (KIK). KIK akan segera diluncurkan awal Desember 2015 dan diharapkan semua pemangku kepentingan keagamaan bisa menjadikan sebagai rujukan.

Sebelumnya Direktur Statistik Kependudukan danKetenagakerjaan Badan Pusat Statistik (BPS) Razali Ritonga mengatakan,  pihaknya kini tengah menunggu respon dari  Kemenag untuk membuat payung hukum untuk melakukan survei keagamaan.

“Dari sisi teknis, BPS memang berkewajiban menyuguhkan data bagi kepentingan Kemenag. Esensisnya, muara dari hasil sensus dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan bangsa,” kata Razalike pada Antara. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap AlaSantri, Bahtsul Masail, Olahraga Ceramah Felix Siauw Lengkap