Kamis, 21 Januari 2016

NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling

Probolinggo, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dan lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tiris Barat menggelar kegiatan bertemakan “Tarawih Bersama MWC, Ranting dan Warga NU”.

NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling

Ahad (12/6) malam, Tarawih bersama ini dilaksanakan di Masjid Darul Falah Desa Rejing Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini disambut dengan sangat antusias oleh warga NU. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jamaah yang hadir di masjid yang kebetulan ditempati acara tersebut tidak seperti biasanya.?

Ketua MWCNU Tiris Barat Imron Hamzah mengatakan kegiatan ini diadakan dengan tujuan supaya ada silaturrahim antara pengurus MWCNU Tiris Barat dengan Pengurus Ranting NU dan warga NU, khususnya takmir masjid di setiap ranting yang ditempati.?

“Selain itu, supaya warga NU lebih faham tentang ibadah puasa yang mereka jalani, karena pada kegiatan ini juga diisi dengan ceramah dan dialog interaktif seputar Ramadhan yang dilaksanakan setelah sholat Tarawih,” katanya.?

Kegiatan ini dimulai dari sholat Isyak berjamaah dan dilanjutkan dengan sholat Tarawih yang dipimpin oleh tim Imam dari pengurus MWCNU Tiris Barat yang telah mendapat pelatihan Imam Tarawih.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Secara tidak langsung kegiatan ini juga memberi pelatihan dan penyeragaman pada warga NU, khususnya para imam Tarawih di setiap Ranting agar tidak terjadi sholat Tarawih yang prosesnya tidak sesuai dengan tuntunan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah,” jelasnya.

Dengan kegiatan ini Imron mengharapkan secara umum agar warga NU merasa dekat dan merasa diurusi oleh pengurus NU ditingkat MWCNU, sehingga akan muncul rasa emosional dan simpati yang tinggi terhadap organisasi NU secara keseluruhan. “Agar warga NU bangga terhadap organisasinya sendiri karena merasa didekati oleh NU secara organisasi,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap Nahdlatul Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 14 Januari 2016

Tata Cara Niat Melakukan Shalat

Di dalam ajaran agama Islam niat menempati posisi penting dalam melakukan berbagai ibadah. Di samping sebagai salah satu rukun yang menentukan keabsahan suatu ibadah niat juga menjadi penentu apakah sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang mukallaf dianggap sebagai ibadah atau tidak. Niat pula yang menentukan kualitas ibadah seseorang.

Di dalam shalat ada tata cara tertentu yang mesti dilakukan dalam berniat. Dalam madzhab Syafi’i, satu hal yang paling mendasar yang mesti diperhatikan adalah bahwa niat shalat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan pengucapan takbiratul ihram. Mengucapkan niat shalat dengan mulut sebelum takbratul ihram adalah bukan kewajiban namun suatu kesunnahan untuk dapat membantu hati mengucapkannya pada saat mulut mengucapkan takbiratul ihram (lihat Muhammad Nawawi Al-Jawi, Kâsyifatus Sajâ [Jakarta: Darul Kutub Islamiyah, 2008], hal. 90).

Tata Cara Niat Melakukan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tata Cara Niat Melakukan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tata Cara Niat Melakukan Shalat

Sebagai gambaran bisa dicontohkan, bila seorang yang hendak melakukan shalat sebelum mengucapkan takbiratul ihram ia mengucapkan niat dengan mulutnya, namun saat takbiratul ihram hatinya tidak mengucapkan niat tersebut maka tidak sah niatnya dan karenanya tidak sah pula shalatya.

Berikutnya, orang yang hendak melakukan shalat sebelum mengucapkan takbiratul ihram ia diam saja, tidak mengucapkan niat dengan mulutnya, namun pada saat mengucapkan takbiratul ihram dibarengi hatinya mengucapkan niat maka sah niatnya.

Yang sunnah adalah bila seorang hendak melakukan shalat sebelum mengucapkan takbiratul ihram ia mengucapkan niat dengan mulutnya, lalu ketika mengucapkan takbiratul ihram hatinya membarengi dengan mengucapkan niat.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari gambaran-gambaran tersebut maka seandainya terjadi kesalahan pengucapan niat di mulut namun benar pengucapannya di dalam hati maka niat tersebut dianggap sah karena yang dipakai adalah niat yang ada di dalam hati. Sebagai contoh, orang yang hendak melakukan shalat maghrib sebelum takbiratul ihram mulutnya mengucapkan niat dengan menyebut shalat isya, sementara ketika takbiratul ihram hatinya berniat dengan menyebutkan shalat maghrib maka sah niat dan shalatnya. Namun bila yang terjadi sebaliknya maka tidak sah niat dan shalatnya.

Selanjutnya para ulama mengatur tata cara berniat shalat dengan melihat status hukum shalatnya. Sebagaimana yang dituturkan Syekh Salim bin Sumair Al-Hadlrami dalam kitabnya Safinatun Najâ:

Ceramah Felix Siauw Lengkap

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: Niat shalat itu ada 3 (tiga) tingkatan; bila shalatnya fardlu maka wajib memuat tiga unsur menyengaja melakukan pekerjaan (qashdul fi’li), menentukan shalatnya (ta’yin), dan menyebutkan kefardluan (fardliyah). Bila shalatnya sunah yang tertentu waktunya seperti shalat rawatib atau shalat yang memiliki sebab maka niatnya wajib memenuhi unsur menyengaja melakukan pekerjaan dan menentukan shalatnya. Dan bila shalatnya sunah mutlak maka niatnya wajib memenuhi unsur menyengaja melakukan pekerjaan saja” (lihat Salim bin Sumair Al-Hadlrami [Jedah: Darul Minhaj, 2009], Hal. 33).

(Baca juga: Melafalkan Niat dalam Shalat)

Lebih lanjut apa yang disampaikan Syekh Salim di atas dijelaskan oleh Syekh Nawawi Banten dalam kitabnya Kâsyifatus Sajâ dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Niat shalat fardlu harus mencakup tiga unsur yakni qashdul fi’li, ta’yin dan fardliyah.

Yang dimaksud dengan qashdul fi’li adalah berniat melakukan shalat dimana dalam kalimat niat berupa kata “usholli” yang berarti saya berniat shalat. Adapun yang dimaksud ta’yin adalah menentukan nama shalatnya seperti maghrib, isya atau lainnya. Sedangkan yang dimaksud fardliyah adalah menyebutkan kata fardla pada saat berniat.

Dengan demikian maka kalimat niat untuk shalat fardlu—semisal shalat madhrib—adalah:

? ? ?

Ushallî fardlal maghribi

“Saya berniat shalat fardlu maghrib”

2. Niat shalat sunah yang telah ditentukan waktunya atau shalat sunah yang memiliki sebab dalam niatnya wajib memuat dua unsur yakni qashdul fi’li dan ta’yin.

Shalat yang telah ditentukan waktunya seperti shalat dluha, shalat tahajud, shalat tarawih dan lainnya. Sedangkan shalat yang memiliki sebab seperti shalat istisqa, shalat hajat, shalat gerhana dan lainnya.

Kalimat niat untuk shalat ini—semisal untuk shalat tahajud—adalah:

? ?

Ushallît tahajjuda

“Saya berniat shalat tahajud”

3. Niat shalat sunah mutlak cukup hanya dengan memenuhi unsur qashdul fi’li saja.

Yang disebut shalat sunah mutlak adalah shalat sunah yang tidak terikat oleh waktu dan sebab tertentu. Sebagai gambaran, bila sewaktu-waktu tanpa sebab tertentuseseorang ingin melakukan shalat sunah maka shalat yang dilakukannya itu adalah shalat sunah mutlak.

Kalimat niat untuk shalat ini cukup dengan kata:

?

Ushalî

“Saya berniat shalat”

Kalimat-kalimat niat tersebut di atas sudah mencukupi tanpa harus ada tambahan kata mustaqbilal qiblati, adâ’an, lillâhi ta’âlâ atau penyebutan jumlah bilangan rakaat seperti rak’ataini, arba’a raka’âtin atau tsalâtsa raka’âtin. Karena kata-kata tambahan tersebut berstatus hukum sunah. Bila yang bersangkutan menyebutkan bilangan rakaat namun salah tidak sesuai dengan bilangan yang semestinya maka menjadikan shalatnya tidak sah. Seperti mau melakukan shalat dhuhur tapi dalam niatnya menyebutkan tiga rakaat.

Hanya saja bila orang yang mau melakukan shalat secara berjamaah dan ia sebagai makmum maka pada niatnya harus ditambahi kata ma’mûman. Wallahu a’lam. (Yazid Muttaqin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Sholawat, Habib, Pesantren Ceramah Felix Siauw Lengkap

Minggu, 03 Januari 2016

SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan

Blora, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Untuk menyemarakkan hari lahirnya yang ke-10, keluarga besar SMK NU Kunduran, Blora, Jawa Tengah, menggelar aneka macam kegiatan. Seperti pameran produk, pasar murah, parade seni barongan dan festival drum band. Selain itu, juga diluncurkan center bisnis di sekolah itu.

SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan

“Kegiatan ini tidak hanya melibatkan keluarga besar SMK NU, tetapi sejumlah sekolah di Kabupaten Blora juga terlibat dalam kegiatan tersebut,” ujar Kepala SMK NU Kunduran, Drs Mohadi Said, saat ditemui Ceramah Felix Siauw Lengkap, Senin (1/7) kemarin.

Dikatakan, kegiatan festival drum band dan parade seni barongan dimaksudkan untuk mengapresiasi perkembangan seni tersebut. Apresiasi diberikan agar seni tersebut makin berkembang di tengah-tengah masyarakat.  Khususnya adalah seni barongan yang merupakan kesenian khas Blora.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Karena itu, bagi pemenang disediakan hadiah total mencapai Rp 5,5 juta. Mereka juga diberikan piagam penghargaan beserta tropi.

Apresiasi juga berlaku untuk kegiatan pameran produk yang dihasilkan SMK NU Kunduran. Bahkan, untuk mengapresiasi aneka produk yang dihasilkan siswa SMK tersebut, kemarin juga diresmikan bisnis center. Diana salah satu fungsinya adalah untuk mengelola aneka macam kegiatan produksi yang ada sekolah itu.   

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Untuk membatu meringankan beban masyarakat, kami juga menggelar pasar untuk masyarakat sekitar,” tandasnya.

Dia menambahkan, sebagai salah satu lembaga kebanggaan warga NU di Kabupaten Blora, SMK NU Kunduran terus berbenah untuk menjadi sekolah modern dan berbasis industri.  Berbagai upaya terus dilakukan untuk melengkapi berbagai sarana yang dibutuhkan. Tak hanya itu, siswa juga digembleng aneka program pengembangan karakter dan penguasaan skill.

“Kami berobsesi, SMK NU Kunduran akan menjadi agent pengembangan dan agent perubahan masyarakat menuju ke arah yang lebih baik dan sejahtera,” ungkap Mohadi Said.

Menurutnya, SMK NU Kunduran yang terletak di perbatasan Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan itu, kini makin mendapat tempat di hati masyarakat. Terbukti, jumlah siswa yang bersekolah di SMK tersebut jumlahnya terus meningkat. Saat ini, setidaknya ada sekitar 700-an siswa sedang menimba ilmu di sekolah itu.

“Mereka tidak hanya datang dari Kabupaten Blora, tetapi sebagian juga datang dari Kabupaten Grobogan,” tambah Mohadi yang juga alumnus pascasarjana Universitas NU Surakarta.

Lulusan SMK NU, lanjutnya, juga banyak yang mendapat kesempatan kerja di berbagai perusahaan nasional maupun multi nasional. Bahkan, untuk tahun ini sebagian siswa sudah mendapat panggilan kerja sebelum mengikuti ujian nasional. Ini berarti kepercayaan dari dunia industri terhadap lulusan SMK NU terus meningkat.

Redaktur      : A. Khoirul Anam

Kontributror : Sholihin Hasan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Makam, Hikmah, Ulama Ceramah Felix Siauw Lengkap