Sabtu, 28 Januari 2017

Rukyatul Hilal Diadakan di 70 Titik

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan mengkoordinir pelaksanaan rukyatul hilal di sedikitnya 70 titik strategis di Indonesia. Pelaporan pengamatan hilal dipusatkan di kantor Lajnah Falakiyah di lantai 4 gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat.

Rukyatul Hilal Diadakan di 70 Titik (Sumber Gambar : Nu Online)
Rukyatul Hilal Diadakan di 70 Titik (Sumber Gambar : Nu Online)

Rukyatul Hilal Diadakan di 70 Titik

Rukyat akan dilaksanakan Kamis (16/7) hari ini, yakni pada sore hari tanggal 29 Ramadhan 1436 H. “Rukyatul hilal akan dilaksanakan di 70 sampai 100 titik strategis, yakni di pantai, bukit, atau menara,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri dihubungi Ceramah Felix Siauw Lengkap, Rabu (15/7)

Data hisab dalam almanak PBNU yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah untuk markaz Jakarta menunjukkan, ijtima’ atau konjungsi sudah terjadi pada Kamis 16 Juli bertepatan dengan 29 Ramadhan 1436 H pukul 08.25 WIB. Sementara tinggi hilal pada saat Matahari terbenam pada tanggal itu 3°1 derajat dan hilal akan berada di atas ufuk selama 13 menit 25 detik.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Kami mengimbau kepada para perukyat agar sebelum berangkat rukyat menyelenggarakan shalat hajat dulu agar kita diberi kemudahan oleh Allah SWT. Memang sudah imkanur rukyat (hilal mungkin damati) tapi kata Kiai Salam Nawawi (Ketua Lajnah Falakiyah NU Jawa Timur: red), kalau sudah diminta shalat hajat ini berarti kita semua dag dig dug,” kata Kiai Ghazalie.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Data hisab yang diperoleh sudah memenuhi kriteria imkanur rukyat atau visibilitas pengamatan yang ditetapkan dalam Musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni pada saat Matahari terbenam ketinggian bulan di atas ufuk minimum 2°, dan sudut elongasi (jarak lengkung) Bulan-Matahari minimum 3°, atau pada saat bulan terbenam usia Bulan minimum 8 jam dihitung sejak ijtima’.

Namun sebelumnya Lajnah Falakiyah menyatakan, bahwa posisi hilal tahun ini masih sangat tipis dan agak sulit diamati. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) juga menyatakan, secara ilmiah hilal baru akan bisa dilihat di atas ketinggian 5° di atas ufuk.

Jika sesaat setelah matahari terbenam tanggal 29 Ramadhan itu hilal sudah terlihat, maka berarti besoknya atau Jum’at tanggal 17 Juli shalat Idul Fitri akan dilaksanakan. Namun jika tidak terlihat maka bulan Ramadhan akan diistiqmalkan menjadi 30 sehingga tanggal 1 Syawal 1436 H baru akan jatuh pada hari Sabtu tanggal 18 Juli 2015. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap PonPes, Sunnah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 26 Januari 2017

Pesantren dan Pendidikan Kaum Terpinggirkan

Oleh Anggi Afriansyah

Pesantren merupakan salah satu institusi pendidikan yang memiliki peran yang strategis dalam konstruksi pendidikan di Indonesia. Yudi Latif (2013) dalam bukunya “Genealogi Intelegensia: Pengetahuan dan Kekuasaan Intelegensia Muslim Indonesia Abad XX” mengungkapkan bagaimana kontribusi lembaga pendidikan Islam salah satunya pesantren dalam mencipta tradisi politik intelektual kalangan muslim. Ia mencontohkan bagaimana keberhasilan Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur yang menurutnya merupakan pusat teladan dari modernisasi komunitas epistemik tradisionalis di Jawa.

Pesantren dan Pendidikan Kaum Terpinggirkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren dan Pendidikan Kaum Terpinggirkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren dan Pendidikan Kaum Terpinggirkan

Seperti yang kita ketahui bersama pengaruh besar Pesantren Tebuireng yang didirikan oleh Hadratu Syeikh Hasyim Asyari telah memunculkan intelektual muslim yang memiliki kapasitas mumpuni seperti KH Muhamad Iljas, KH Abdul Wachid Hasyim, sampai KH Abdurrahman Wahid.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pendidikan pesantren yang tidak hanya mengedepankan penguatan kemampuan kognitif sesungguhnya dapat menjadi pilihan utama bagi para orang tua. Di pesantren tidak hanya intelektualitas yang ditempa, tetapi juga kreativitas, empati, toleransi, juga kemandirian.

Idealnya lulusan pesantren akan menjadi uswah hasanah bagi masyarakat sekitar. Nilai-nilai keteladanan yang disemaikan lewat ketokohan ulama merupakan salah satu daya tarik pesantren.

Legitimasi seorang ulama pesantren tidak dinilai sebatas pendidikan formal yang dimilikinya tetapi jauh dari itu. Seorang Ulama adalah patron bagi santri-santri maupun masyarakat luas. Pengakuan yang tidak serta merta didapat setelah menempuh pendidikan formal. Seorang Ulama lebih dari itu, posisi yang diukur dari kematangan intelektual keagamaan maupun kebermanfaatan kepada sesama manusia. Bukan gelar akademik semata. Oleh karenanya posisi ulama dalam kehidupan masyarakat memegang peran yang sangat strategis.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Erosi keteladanan dewasa ini dapat dimunculkan kembali melalui proses pendidikan pesantren. Dikotomi pendidikan umum dengan pendidikan keagamaan harus benar-benar dikesampingkan. Apalagi sudah banyak pesantren yang dapat menyinergikan pendidikan umum dengan pendidikan keagamaan. Bukankah salah satu tujuan pendidikan adalah membuat kemaslahatan bagi umat. Pesantren harus menjadi garda terdepan untuk memberikan pencerahan bagi umat. Lulusan pesantren apapun latar belakang sosial ekonomi dan budayanya harus mampu berdaya dan memberdayakan umat.

Karakteristik santri pesantren yang beragam juga mampu menjadi ruang di mana pembiasaan terhadap perbedaan dihadapi dalam keseharian. Selama 24 jam para santri bergaul dengan mereka yang berbeda suku bangsa, kelas sosial, dan status ekonomi. Mereka tentu dapat belajar keragaman Indonesia. Internalisasi pemahaman keragaman dimulai di lingkup yang sangat mikro. Tentu ini dapat menjadi pembelajaran berharga ketika mereka kembali ke masyarakat.

Di samping kontribusinya dalam penciptaan intelektual muslim dan kesadaran mengenai keragaman, pesantren dalam sejarahnya memiliki keberpihakan pada pendidikan penduduk miskin, mereka yang terpinggirkan secara ekonomi, sosial budaya maupun politik. Kaum yang tak bisa mengjangkau pendidikan yang berkualitas. Para santri yang masuk ke pesanten tidak selalu berasal dari keluarga yang mampu secara ekonomi.

Keluarga miskin dari kalangan muslim yang tidak mampu mengakses pendidikan di sekolah umum mejatuhkan pilihan ke pesantren karena adanya kecenderungan keterbukaan dunia pesantren menerima mereka yang terpinggirkan. Ditambah sudah banyak pesantren yang memiliki juga lembaga persekolahan yang mengajarkan muatan pendidikan umum. Biaya pendidikan yang relatif lebih murah menjadi daya tarik bagi keluarga yang tidak mampu. Para orang tua menitipkan anak-anaknya ke pimpinan pondok pesantren karena ingin dididik menjadi manusia yang berguna di masa depan. Dengan berbagai harapan agar anak mereka menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

Ada kalanya Kyai di pesantren dititipkan anak-anak yang orangtua yang sudah tidak mampu membiayai kehidupan keseharian anak-anaknya. Mereka dititipkan ke pesantren karena mereka tak berdaya. Mereka mengikhlaskan anak-anak mereka untuk didik oleh Kyai di pesantren. Secara terbuka pesantren menerima anak-anak yang yang terpinggirkan tersebut.

Seperti temuan Makmuri Sukarno (2013) dalam tulisannya Penuntasan Wajib Belajar 9 tahun di “Daerah Seribu Pesantren”: Masalah Sosial-Ekonomi, Politik, dan Budaya yang merupakan hasil penelitian di Kabupaten Bangkalan menjelaskan bahwa pesantren sebagai identitas kultural masyarakat dipandang sebagai public good yang terbuka bagi umat, biaya terjangkau, namun cukup menjanjikan jalur mobilitas vertikal untuk mencapai status sosial yang tinggi jika santri berhasil menjadi tokoh agama.

Bagi keluarga miskin, belajar di pesantren dengan biaya yang murah menjadi pilihan yang lebih rasional. Apalagi sudah ada role model lulusan pesantren yang berhasil menjadi tokoh masyarakat baik itu pengusaha, TKI yang sukses, maupun pejabat di lingkup pemerintah daerah. Kondisi ini kian mengukuhkan pesantren adalah pilihan luhur, praktis dan ekonomis bagi masyarakat di Kabupaten Bangkalan. Dari penelitian tersebut juga diungkapkan bagaimana pesantren menjadi lembaga jaring-penyelamatan sosial (social safety net institution) di bidang pendidikan ketika krisis ekonomi berlangsung.

Kaum terpinggirkan tentu wajib mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Pesantren menjadi salah satu bagian dalam proses pencerdasan masyarakat yang terpinggirkan tersebut. Melaui pesantren mereka ditempa untuk menjadi sosok-sosok yang baik pemahaman keagamaannya, mampu bersosialisasi dengan baik, juga berkontribusi terhadap kemanusiaan.

Anak-anak dari kalangan keluarga miskin merupakan aset bangsa yang seringkali dilupakan. Seringkali mereka terjerembab kepada problematika dunia remaja. Mereka tak punya pilihan karena tak mendapatkan pendidikan yang baik. Pesantren memiliki pengalaman panjang dalam menempa anak-anak yang terpinggirkan tersebut untuk menjadi manusia yang lebih baik. Ketika tak ada yang perduli terhadap nasib anak bangsa yang kurang beruntung tersebut. Pada pendidikan pesantrenlah banyak keluarga miskin menyematkan mimpinya.

Penulis adalah Peneliti di Pusat Penelitian Kependudukan, Alumi Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya, Jawa Barat



Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Sunnah, Budaya Ceramah Felix Siauw Lengkap

Tragedi Losarang

Tragedi politik menjelang Pemilu 1971. Losarang adalah sebuah daerah basis Partai NU di wilayah Kabupaten Indramayu, yang mengalami kekerasan sadis, diteror dan diintimidasi. 

Penduduknya mengungsi untuk menyelamatkan diri, sebagian mereka tinggal di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Tragedi Losarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tragedi Losarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tragedi Losarang

Peristiwa ini terungkap dan diangkat di harian Sinar Harapan. Koran ini mengirim seorang wartawannya, Panda Nababan, untuk meliput Losarang. Nababan datang ke Losarang ditemani KH Yusuf Hasyim dan Zamroni. 

Mereka menyaksikan masjid dibakar atau rumah-rumah dihancurkan. Nababan mengatakan warga NU Losarang meninggalkan tiba-tiba rumahnya, karena dirinya menyaksikan di atas meja makan masih ada piring-piring  dan cangkir beserta makanan yang membusuk.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Setelah tiba di Jakarta, Nababan melaporkan liputannya dengan judul “Empatpuluh Lima Djam Bersama Orang Kuat NU”. Tulisan tersebut dimuat di halaman pertama lengkap dengan foto yang menunjukkan kondisi Losarang, dan berencana dimuat berseri. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Tapi tulisan kedua tidak sempat muncul, karena dihentikan tentara. Nababan sendiri dibawa ke Markas Intelijen Pertahanan dan Keamanan. Interogasi ini merupakan yang kedua setelah diciduk oleh Kodim Indramayu dan disuruh pergi dari Indramayu. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Aswaja, Tokoh, Anti Hoax Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 20 Januari 2017

Dua Kader PMII UNJ Presentasi Daya Saing Global di Malaysia

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) baru saja mengikutsertakan empat mahasiswanya untuk mengikuti konferensi internasional di Malaysia. Empat mahasiswa tersebut adalah Citra Rizky Utami, Donna Wibiananda Suryaman, Ratu Nabila? Saras Putri dan Siska Lumban Gaol. ?

Dua Kader PMII UNJ Presentasi Daya Saing Global di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Kader PMII UNJ Presentasi Daya Saing Global di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Kader PMII UNJ Presentasi Daya Saing Global di Malaysia

Citra Rizky dan Donna Wibiananda merupakan kader Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UNJ. Keduanya berhasil mempresentasikan hasil penelitiannya pada Kuala Lumpur International Business, Economics, and Law Conference (KLIBEL8) tersebut yang mengusung tema “Perspectives of Business, Economics and Law in the New Frontier”.

Kedua kader PMII itu presentasi dalam bahasa Inggris di forum internasional yang diselenggarakan pada 12-13 Desember 2015, di Hotel Putra, Kuala Lumpur. Citra Rizky mempresentasikan penelitian mengenai “The Dynamic Configuration of Global Competitiveness in ASEAN “ dan? Donna Wibiananda mempresentasikan “Interaction Between Labor Market Efficiency and Business Sophistication in Dynamic Global Competitiveness in Southeast Asia”. ?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selain menambah pengalaman, ajang internasional tersebut juga menjadi langkah memperluas jaringan para kader PMII di level internasional. Mereka juga menyuguhkan berbagai persoalan dan perspektif seputar masa depan masyarakat Asia, khususnya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. (Red: Mahbib)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Aswaja Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 13 Januari 2017

Prihatin Pembidahan, Nahdliyin Korsel Bentuk Wadah Komunitas

Seoul, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Berangkat dari keprihatinan atas pembidahan beberapa amalan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) oleh sebagian pihak, beberapa waktu lalu warga Nahdliyyin di Korea Selatan (Korsel) membentuk sebuah komunitas yang diberi nama Ikatan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Korea (IKBNU Korea). Jumlah Nahdliyin yang menetap di negeri ginseng ini membuat semakin perlunya sebuah wadah komunitas.

Seperti yang diketahui, jumlah tenaga kerja dan pelajar di Korea Selatan meningkat dari tahun ke tahun. Lebih dari 35,000 tenaga kerja dan 300 pelajar/mahasiswa. Jika merujuk presentase nasional seperempat WNI adalah nahdliyyin, maka telah ada 7,500 lebih Nahdliyyin di negeri yang terkenal dengan kimchi-nya ini.

Prihatin Pembidahan, Nahdliyin Korsel Bentuk Wadah Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Pembidahan, Nahdliyin Korsel Bentuk Wadah Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Pembidahan, Nahdliyin Korsel Bentuk Wadah Komunitas

Ahad, 3 Juni 2012, IKBNU turut memeriahkan acara “One Indonesia Day” di Kota Ansan, Korea Selatan. Acara ini diahadiri oleh 21 organisasi/paguyuban masyarakat Indonesia di Korea. Hadir dari IKBNU antara lain Nissa Al Hakim (Gimhae), Fahmi Arif Tsani (Gangneung), Kyai Kanjeng (Incheon), Moh Rois (Ansan), Muhlisin (Chuncheon), dan puluhan sahabat nahdliyyin yang tersebar di seluruh semenanjung Korea.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Salah satu kegiatan IKBNU antara lain tanya jawab seputar keagamaan melalui media jejaring sosial. Ustadz Abi Tama, Nissa Al Hakim, Fahmi Arif Tsani, Sukirno Sunardi, Syami Zein, dan masih banyak lagi asatidz yg aktif menjadi narasumber. Mereka adalah para imam mushola Indonesia yang berada di daerah tinggal masing-masing.

Keberadaan IKBNU melalui kegiatan ini adalah dalam rangka menghidupkan amaliah-amaliah aswaja yang baru-baru ini diklaim bid’ah oleh sebagian pihak, di samping masalah lain, seperti info pekerjaan, pengurusan perpanjangan visa, dll.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Nahdliyyin di Korea juga sepakat bahwa IKBNU merupakan penyambung komunikasi dan informasi dari PBNU maupun dari pihak-pihak terkait di tanah air kepada para pekerja, mahasiswa NU maupun para mukimin Indonesia di Korea. Penyambung informasi, jejaring dan peluang bagi para pekerja, pelajar dan jamaah NU di tanah air untuk memperoleh kesempatan bekerja, belajar maupun kesempatan lain di Korea.

Ke depan, diharapkan IKBNU bisa membentuk kepengurusan lengkap dan merencanakan program kerja yang lebih variatif, sehingga nantinya organisasi ini bisa menjadi cikal bakal berdirinya Pengurus Cabang Istimewa (PCINU) di Korea.

Redaktur? ? ? : Syaifullah Amin

Kontributor: Fahmi Arif Tsani

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Ahlussunnah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Tim Penulis “Hakikat Aswaja Nahdliyyah” Ceritakan Outline Buku

Jombang, Ceramah Felix Siauw Lengkap. KH Abdul Aziz Masyhuri tengah menyiapkan buku “Hakikat Aswaja Nahdliyah” sekitar 300 halaman. Buku yang akan dipersembahkan pada Muktamar Ke-33 NU mendatang, diterangkan secara umum oleh koordinator penulisan buku tersebut Yusuf Suharto.

Kepada Ceramah Felix Siauw Lengkap, Yusuf menjelaskan, buku itu akan diawali dengan penjelasan posisi NU dan pesantren sebagai pelopor dan pengamal Aswaja. "Itu adalah materi pembuka dalam buku tersebut," kata Ustadz Yusuf, Sabtu (21/2).

Tim Penulis “Hakikat Aswaja Nahdliyyah” Ceritakan Outline Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Penulis “Hakikat Aswaja Nahdliyyah” Ceritakan Outline Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Penulis “Hakikat Aswaja Nahdliyyah” Ceritakan Outline Buku

Materi berikutnya ialah definisi dan konsep dari ahlun, sunnah, jamaah serta al-firqah an-najiyah. Materi buku ini digarap sekitar 9 santri senior dan dosen muda sejumlah kampus di Jombang.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Buku ini juga memuat profil para pelopor Aswaja seperti Imam Asyari, Imam Abu Manshur al-Maturidy juga disampaikan pada buku tersebut. "Tidak berhenti pada profil dan pendapat kedua tokoh itu, juga para sahabat dari keduanya," terang Yusuf yang kini diamanahkan sebagai Direkur Aswaja NU Center Jombang.

Nama-nama seperti Al-Juwainy, Al-Ghazaly, Al-Baqilany, Ar-Razy, at-Thahawy, serta an-Nasafy, turut ditampilkan. Lingkup Aswaja yang meliputi tauhid, fikih, dan tasawuf juga dibahas secara mendalam pada bagian berikutnya dari buku tersebut.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Bedanya, kami akan mencari kitab yang secara jelas menyatakan bahwa hakikat dari ajaran Aswaja dalam tiga aspek tersebut menggunakan standar kitab yang dibenarkan, tidak hanya klaim beberapa tokoh," kata alumus Pascasarjana UIN Sunan Ampel ini.

Perjalanan kelompok Aswaja dari masa ke masa juga dimuat. Demikian juga dengan keterangan perihal kelompok muktazilah, syiah, khawarij, qadariyah, jabariyah, murji’ah, wahabi, hingga kemlompok Aswaja di masa kini.

Kita, kata Yusuf, mengangkat tema keberadaan NU dan bingkai NKRI. "Tema-tema kekinian turut menjadi perhatian buku ini seperti NU dan demokrasi, Pancasila, HAM, budaya, hingga pandangan NU terhadap bentuk negara," ujar Yusuf.

Buku ini hadir sebagai persembahan KH Abdul Aziz Masyhuri dan anak muda NU dalam perhelatan Muktamar pada Agustus mendatang di Jombang. "Kita harus memberikan oleh-oleh berharga bagi para muktamirin yang datang dari sejumlah kota di Indonesia, bahkan yang datang dari berbagai penjuru dunia," pungkas pengasuh pesantren Al-Aziziyyah Denanyar Jombang ini. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Meme Islam, Nasional, Kajian Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 03 Januari 2017

Kalau di Amerika, Bu Susi Bisa Kalahkan Trump

Jombang, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) menyatakan, jika hidup di Amerika Serikat (AS), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mungkin bisa mengalahkan Donald Trump dalam pemilihan presiden.

Pernyataan itu disampaikan Gus Sholah saat memberikan sambutan dalam aksi pemecahan rekor MURI dan penyerahan bantuan ikan segar beku di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jumat (18/11) pagi.

Kalau di Amerika, Bu Susi Bisa Kalahkan Trump (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau di Amerika, Bu Susi Bisa Kalahkan Trump (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau di Amerika, Bu Susi Bisa Kalahkan Trump

Gus Sholah merujuk anekdot di media sosial tentang latar belakang pendidikan presiden Indonesia dan AS. "Orang bilang, Amien Rais yang kuliah sampai S3 di Amerika tidak bisa menjadi Presiden RI, tapi Barack Obama yang cuma lulus SD di Jakarta, bisa menjadi Presiden AS. Kalau tinggal di AS, Bu Susi mestinya bisa mengalahkan Donald Trump. Sebab, Bu Susi sekolahnya sampai SMA," kelakar Gus Sholah yang disambut tawa hadirin.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menteri Susi yang duduk di kursi undangan juga tampak tertawa terpingkal-pingkal mendengar kelakar Gus Sholah.

Gus Sholah menyatakan bahwa ia telah mengikuti sepak terjang perempuan kelahiran Pangandaran ini sejak 20 tahun lalu. "Saya membaca tentang beliau sekitar 20 tahun lalu di berbagai majalah. Sekarang, dari berbagai survei (kinerja), selalu menempati urutan teratas," tutur Gus Sholah.

Saat mendapatkan giliran menyampaikan sambutan, Menteri Susi pun menceritakan alasannya berhenti sekolah saat kelas 2 SMA. "Saya memutuskan untuk berhenti sekolah kala itu, karena merasa tidak suitable (tidak cocok) dengan sistem yang ada. Saya ingin sesuatu yang berbeda, belajar dengan cara saya sendiri. Itu adalah kekerasan kepala saya. Saya ikuti kata hati, tapi bukan berarti saya berhenti belajar," ungkap perempuan kelahiran Pangandaran, Jawa Barat, 51 tahun lalu.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Susi kemudian menceritakan latar belakang kedua orang tuanya. "Bapak saya jalur Muhammadiyah, sedangkan Ibu jalur NU. Jadi, kadang saya harus mencoba berdiri di dua kaki dengan seimbang," tuturnya.

Susi lalu bertutur tentang sosok bapaknya yang sangat demokratis. "Beliau izinkan saya untuk tahu segala hal. Selain mengaji dan ikut pesantren Ramadhan di Cijantung dan Ciamis, saya juga tidak dilarang membaca buku apa saja. Karena itu, saya membaca filsafat Cina, Taoisme, juga Budhisme dan lainnya," ungkap Susi.

Dari kebebasan yang diberikan bapaknya itu, kata Susi, dia kemudian menjadi tahu banyak hal. Juga, itu membuatnya tidak terbiasa melihat sesuatu hanya dari satu sisi. "Tapi, pendidikan keagamaan pada masa kecil akan tetap mengingatkan saya untuk kembali dan selalu berdiri pada apa yang benar secara hakiki," ujarnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap AlaSantri Ceramah Felix Siauw Lengkap