Rabu, 31 Mei 2017

Gus Dur dan Wawasan Bahasa Masa Lalu

Solo, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Muchus Budi Rahayu masih mengingat percakapannya dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada Oktober 2001 silam. Muchus yang berprofesi sebagai wartawan, ketika itu meliput Gus Dur yang sering bersilaturahmi ke daerah-daerah pasca-pelengseran dirinya sebagai presiden.

“Waktu itu saya liputan di daerah Dagangan Madiun, sekitar setengah jam, tidak ada yang menemani. Padahal acara masih mulai setelah dhuhur. Kemudian saya mendekat kepada Gus Dur. Saya kalau nyebut Gus Dur, tidak nyebut sebagai Gus. Tapi, yi (kiai,-red),” ungkapnya.

Gus Dur dan Wawasan Bahasa Masa Lalu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Wawasan Bahasa Masa Lalu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Wawasan Bahasa Masa Lalu

Singkat cerita, lanjut Muchus, percakapannya dengan Gus Dur mengarah pada soal pemberian nama yang hendak diberikan kepada anaknya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Saya matur (bilang), bahwa kata dokter, anak pertama kami nanti, kemungkinan adalah laki-laki. Sejak lama, saya punya bayangan jika punya anak laki-laki akan saya beri nama banyak yang artinya angsa, hewan cerdas yang menjadi simbol ilmu pengetahuan,” ungkap Muchus

Gus Dur lalu menanggapi. "Ya kuwi apik (itu bagus). Tapi kamu perlu tahu juga sejarah kata. Dalam bahasa Sansekerta disebut hansa lalu di masa bahasa Jawa kuno disebut hangsa. Lalu ketika bahasa Jawa tengahan ada yang menuliskan hangsa, ada pula yang menuliskan hamsa,” tutur Muchus, menirukan penjelasan Gus Dur.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Lha kok di bahasa Jawa baru bisa menjadi banyak," tanya Muchus.

Ini kan kepedhotan obor (terputus mata rantai). Padahal dalam bahasa Melayu yang terpengaruh Jawa kuno dan Jawa tengahan ketika masa Majapahit, sampai sekarang malah lestari disebut angsa,” lanjut Gus Dur.

Sebagai informasi, Jawa tengahan ini bukan berarti nama lokasi mengacu kepada Provinsi Jawa Tengah, tetapi era bahasa Jawa masa transisi dari Jawa kuno ke Jawa baru. Fasenya tidak lama, yakni hanya pada masa Majapahit akhir hingga masa menjelang Kerajaan Demak. Bahasa yang pernah digunakan di Jawa antara lain : Sansekerta lalu Jawa kuno, Jawa-tengahan hingga sekarang Jawa baru.

Perhatian Gus Dur

"Kemudian Gus Dur berkata, Kita ini sering terputus seperti itu. Ini yang menyebabkan kita enggak maju-maju. Seumpama kita ini lestari dalam hal, sambung-sinambung peradaban, kita akan jauh lebih maju dari sekarang. Anakmu diberi nama hamsa saja ya. Biar dia nanti melacak asal namanya itu. Tugas dia nanti menyambungkan ilmu-ilmu bangsanya dari zaman leluhur sampai sekarang, biar kita ini menjadi bangsa maju," kenang Muchus.

Menurut Muchus, percakapannya dengan Gus Dur tersebut tidak hanya sebatas nama yang mereka singgung. Bagi dia, Gus Dur merupakan sosok yang memiliki wawasan luas terhadap bahasa.

“Saya kagetnya saat itu, Gus Dur kok ya punya perhatian sebegitu dalam dan luasnya terhadap bahasa Jawa. Ini menunjukkan bahwa beliau memang orang yang sangat peduli dengan bangsanya. Orang yang peduli dan perhatian pasti akan mempelajari semua seluk-beluknya, termasuk soal bahasa yang digunakannya,” kata dia.

“Perhatiannya juga luas. Tidak hanya bahasa Jawa, Arab, Indonesia, Eropa, tetapi juga bahasa masa lampau dan sejarahnya, serta kaitannya dengan bahasa sekarang,” pungkasnya.

(Ajie Najmuddin, Tulisan ini merupakan nukilan dari acara diskusi “Melacak Jejak Gus Dur di Solo”, yang diadakan Gusdurian Solo, 20 Agustus 2016, dengan beberapa penambahan materi. Ditulis secara berseri, untuk menyambut Haul Gus Dur yang ke-7)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kajian Sunnah, Daerah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 29 Mei 2017

NU Diminta Aktif Atasi Persoalan Gambut

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Nahdlatul Ulama sebagai ormas Islam terbesar memiliki posisi sangat strategis dalam upaya penyelamatan dan perindungan lingkungan, di antaranya gambut.

"Sangat bagus NU yang merupakan masyarakat sipil jika turut mendorong menyelamatkan gambut sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap lingkungan," kata Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut, Myrna A Safitri selepas menggelar konsultasi publik terhadap rancangan Pedoman Kerangka Pengaman Sosial di Park Hotel Jakarta, Selasa (7/6).

Badan Restorasi Gambut (BRG) diresmikan Presiden Januari lalu untuk memulihkan gambut yang belakangan menimbulkan bencana asap luar biasa karena dirusak oleh tangan manusia. Myrna mengatakan, kerja restorasi gambut adalah mengembalikan gambut pada kondisi fitrahnya, yakni sebagai ekosistem yang lembab, bukan kering seperti yang banyak terlihat saat ini.

Menurut Myrna, secara infrastuktur NU cukup memadai karena ia memiliki Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBINU), Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU), dan lainnya. Dakwah seputar lingkungan, katanya, akan memperluas kiprah NU dari sebatas ibadah ritual kepada kerja-kerja sosial dan pelestarian lingkungan.

NU Diminta Aktif Atasi Persoalan Gambut (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Diminta Aktif Atasi Persoalan Gambut (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Diminta Aktif Atasi Persoalan Gambut

Restorasi yang berperikemanusiaan

Restorasi gambut harus dilakukan dengan prinsip mengakui, melindungi, dan menghormati hak masyarakat yang ada di sekitar dan akan terdampak proyek restorasi. Badan Restorasi Gambut (BRG) menegaskan bahwa prinsip tersebut wajib ditaati dalam setiap pelaksanaan restorasi. Untuk itulah maka kerangka pengaman sosial (social safeguard) dianggap penting dilakukan.

Konsultasi publik tersebut dibuka oleh kepala BRG Nazir Foead. Dalam sambutannya, Nazir berjanji tidak akan menjalankan restorasi gambut dengan mengorbankan masyarakat sekitar. "Meski restorasi harus berjalan cepat tetapi prinsip kehati-hatian dan penghormatan pada hak masyarakat penting diperhatikan," katanya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Myrna A Safitri menambahkan, kegiatan restorasi gambut di tingkat tapak dilakukan banyak pihak, di antaranya instansi pemerintah, korporasi, dan lembaga swadaya masyarakat.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Mereka harus memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat dan memperoleh persetujuan untuk kegiatannya. Jangan sampai misalnya ada korporasi yang membangun sekat kanal hanya untuk kepentingannya sendiri tetapi berpotensi membanjiri lahan pertanian warga," tegas Myrna.

Konsultasi publik menghadirkan Emil Kleden, pakar kerangka pengaman sosial. Turut aktif memberi masukan Jaringan Masyarakat Gambut Riau, KKI Warsi Jambi, Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Tengah, Asodiasi Pengusaha Hutan Indonesia, dan ahli kerangka pengaman sosial dari Bank Dunia.

Peserta konsultasi publik ini menyepakati bahwa restorasi gambut harus berpijak pada partisipasi masyarakat, tidak menghilangkan hak, tidak mengurangi akses, atau tidak merugikan masyarakat yang ada di sekitar proyek restorasi. (Mahbib Khoiron)





Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Aswaja Ceramah Felix Siauw Lengkap

Minggu, 28 Mei 2017

Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda Tulis Tangan (I)

Garut, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Dari tangan Ajengan KH Muhammad Nuh Ad-Dawami Garut, Jawa Barat, mengalir puluhan karya tulis. Umumnya menggunakan bahasa Sunda, tapi ada juga yang berbahasa Arab dan Indonesia.

Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda Tulis Tangan (I) (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda Tulis Tangan (I) (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajengan Nuh Karang Kitab Sunda Tulis Tangan (I)

Penggunaan abjadnya ada yang berhuruf Latin, umumnya Arab Pegon. Sementara bentuk penulisannya, ada yang naratif, juga nadzom. Secara umum, karya-karya itu bernuansa tasawuf dan tauhid, di samping beberapa kitab fiqih.

Menurut puteri ketiga Ajengan Nuh, Ai Sadidah, ada sekitar 50 buah. “Setiap bulan puasa, pasti melahirkan karya tulis. Dan kitab itulah yang akan dikaji selama sebulan,” katanya di kediaman Ajengan Nuh, Garut, Senin (11/2) lalu.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Uniknya, karya-karya pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut terus itu masih ditulis tangan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menurut putera keempat, Ajengan Cecep Jaya Krama, karya-karya ayahnya pernah diketik menggunakan komputer, tapi ketika diperiksa lagi, ada beberapa yang salah dalam penulisan. “Sejak itu, Abah (panggilan akrab putera-puteri Ajengan Nuh) kirang percanten (tidak percaya orang lain) menuliskan karyanya,” katanya. ?

Sementara Ajengan Nuh yang aktif di NU sejak Ranting, MWC, PC, hingga salah seorang Mustasyar PWNU Jawa Barat ini, tidak bisa mengetik. Karenanya ia lebih nyaman dengan tulisan tangan sendiri.

Cecep menjelaskan alasan menggunakan bahasa Sunda adalah untuk mempermudah pemahaman santri. Juga melestarikan bahasa Sunda, karena sudah dianggap asing di tanahnya sendiri. Di samping memberikan pelajaran penggunaan bahasa Sunda yang baik dan benar sesuai kaidah bahasa.

Jika ditilik dari gaya bahasanya, Ajengan Nuh, menggunakan bahasa yang puitik. “Itu memang kelebihan Abah. Ia rajin membaca majalah Mangle (salah satu majalah bahasa Sunda). ?

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Sholawat Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 27 Mei 2017

Santri Pesantren Nahdlotut Tholibin Probolinggo Dilatih Usaha Konveksi

Probolinggo, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Sedikitnya 20 santri Pondok Pesantren Nahdlotut Tholibin, Desa Sumendi Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan usaha konveksi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Jum’at (24/6).

Pelatihan ini diikuti 12 orang santri putri dan 8 orang santri putra. Mereka mendapatkan bimbingan langsung dari pelaku usaha konveksi Sri Rejeki dari Kecamatan Dringu.

Hadir dalam pelatihan ini Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo HM. Sidik Widjanarko dan Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo selaku Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlotut Tholibin KH Abdul Hadi.

Santri Pesantren Nahdlotut Tholibin Probolinggo Dilatih Usaha Konveksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pesantren Nahdlotut Tholibin Probolinggo Dilatih Usaha Konveksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Pesantren Nahdlotut Tholibin Probolinggo Dilatih Usaha Konveksi

Dalam sambutannya HM. Sidik Widjanarko mengatakan pelatihan konveksi ini bertujuan untuk mencetak para santri yang mempunyai potensi dalam dunia usaha serta menjadikan santri memiliki jiwa kewirausahaan, dan siap bersaing dalam dunia usaha konveksi.

“Kegiatan ini dapat mendorong para santri agar bisa kreatif dan mengembangkan ketrampilannya sehingga dapat menciptakan usaha baru dalam bidang konveksi. Sebab tujuan utamanya dapat menciptakan santri enterpreneur dan menjadi pondok pesantren yang maju dalam bidang usaha,” katanya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlotut Tholibin KH Abdul Hadi mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Probolinggo dalam mendorong para santri untuk memberikan pelatihan konveksi dan bermanfaat bagi para santri maupun masyarakat sekitar.

“Mudah-mudahan dengan pelatihan ini para santri memiliki ketrampilan sebagai bekal nantinya saat terjun di tengah-tengah masyarakat selepas dari menuntut ilmu di lingkungan pesantren. Setidaknya mampu mengembangkan usaha secara mandiri sesuai dengan bakat dan keterampilan yang dimilikinya,” harapnya. (Syamsul Akbar/Zunus)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Tokoh, Khutbah, Budaya Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pesilat Pagar Nusa-PSHT Bersatu Amankan Harlah NU

Subang, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Sebagai upaya pengamanan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-87 Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Nahdlatul ulama (PCNU) Kabupaten Subang melibatkan beberapa elemen, selain aparat kepolisian dan Banser, kegiatan yang digelar Kamis (31/1) tersebut melibatkan puluhan pesilat yang terdiri dari Pagar Nusa dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Walaupun hubungan PSHT dengan NU di daerah lain sempat memanas pada beberapa bulan yang lalu, namun di Subang hubungan PSHT dengan NU terlihat baik-baik saja, karena kedua belah pihak meyakini bahwa insiden yang terjadi di Tulungagung adalah konflik personal, bukan konflik lembaga. 

Pesilat Pagar Nusa-PSHT Bersatu Amankan Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesilat Pagar Nusa-PSHT Bersatu Amankan Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesilat Pagar Nusa-PSHT Bersatu Amankan Harlah NU

Hal ini diakui oleh Ketua Pagar Nusa Subang, Totoh Bustanul Arifin (30) usai melakukan briefing sebelum pesilat dari Pagar Nusa dan PSHT dikerahkan menjaga kegiatan yang digelar di Halaman Kantor PCNU Subang tersebut.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Konflik yang terjadi di Jawa (Tulungagung) jangan sampai terjadi juga disini (Subang), itu pasti kerjaan oknum saja,  disini kami (Pagar Nusa) dengan SH Terate tidak ada masalah,” ungkapnya

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Hal Senada juga diakui Ketua PSHT Subang, Ayep Kosasih (26) yang mengatakan bahwa PSHT di Subang tidak punya masalah dengan kelompok manapun.

“Kalau saya mah selama itu masih warga Indonesia, kenapa harus ribut? Harusnya perbedaan itu jangan dijadikan sebagai ajang perpecahan, harusnya perbedaan dijadikan untuk memajukan bangsa ini, apalagi ini Subang yang ukurannya lebih kecil. Jadi kami tidak ada masalah, selain itu saya juga NU, warga PSHT juga banyak yang NU,” ujarnya.

Walaupun baru saling mengenal, pesilat dari Pagar Nusa dan PSHT terlihat akrab dan bergotong royong dalam mensukseskan kegiatan yang acara puncaknya diisi dengan tausiyah dari KH. Zezen Zainal Abidin Bazzul Asysyab, Ketua Jam’iyyah Thariqah NU Jawa Barat. 

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Aiz Luthfi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah, Internasional Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 24 Mei 2017

Intoleransi di Daerah Karena Kegaduhan Anti-Ahok di Jakarta?

Manado, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Lesbumi PWNU Sulawesi Utara menggelar Ngobrol Bareng dan Refleksi Kebudayaan pada Senin (31/10). Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber utama, Saprillah Syahril Al Bayqunie (Peneliti Litbang Kemenag), Syaiful Arif (Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta) dan Pitres Sambowadile (Budayawan Sulut).

Hadir juga Kasat Intelkam Polresta Manado, sekaligus turut memberikan sambutan sebagai apresiasi aparat kepolisian terkait kegiatan yang mempertemukan banyak elemen masyarakat tersebut. Apalagi kegiatan ini merupakan respon atas beragam peristiwa yang mengarah pada persoalan SARA, baik ditingkat nasional hingga lokal.

Intoleransi di Daerah Karena Kegaduhan Anti-Ahok di Jakarta? (Sumber Gambar : Nu Online)
Intoleransi di Daerah Karena Kegaduhan Anti-Ahok di Jakarta? (Sumber Gambar : Nu Online)

Intoleransi di Daerah Karena Kegaduhan Anti-Ahok di Jakarta?

Ketua Lesbumi PWNU Sulawesi Utara Taufik Bilfagih sebaagai moderator menceritakan beberapa kasus intoleransi yang terjadi di Indonesia. “Belum lama ini, di Manado diramaikan dengan isu aksi pembongkaran masjid. Ini hanya isu, tapi demonya benaran. Namun kita tidak bahas kasus itu. Fokus kita menjawab pertanyaan seperti; apa sebenarnya yang melatarbelakangi hingga adanya penolakan bahkan pembongkaran bangunan rumah ibadah bagi pengikut agama dan kepercayaan tertentu? Mengapa pula fenomena penolakan pembangunan rumah ibadah tersebut selalu dilakukan oleh kelompok dominan kepada penganut agama yang minoritas? Kenapa pula ada kelompok yang menolak dipimpin oleh penganut agama lain?” ujar Taufik.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menurut Taufik, masalah di Jakarta terkait demo anti-Ahok, menjadi penyulut peristiwa-peristiwa intoleran di daerah. “Saya yakin, aksi menuntut untuk membangun taman wisata religi dengan mempersoalkan bangunan masjid di kampung Texas, Manado, apa pun motifnya merupakan efek dari kegaduhan ibu kota. Mari kita bahas bersama denga ketiga narasumber tentang hal itu,” lanjut dosen IAIN Manado ini.

Saprillah Syahril memulai diskusi dengan memberikan paparan bahwa fenomena penolakan bahkan pembongkaran rumah ibadah justru lebih didominasi oleh relasi mayoritas dan minoritas. “Identitas sedang bertarung dengan relasi mayoritas dan minoritas. Adapun dalih yang digunakan untuk menolak pembangunan rumah ibadah berkaitan dengan masalah hukum, administrasi dan sebagainya, hanyalah wujud dari pengalihan maksud dan tujuan. Sebab, hampir tidak ditemukan, adanya aksi dilakukan oleh umat Kristen untuk menolak pembangunan masjid di daerah dimana mereka minoritas. Begitupun sebaliknya,” ungkapnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Berbeda dengan Syahril, Syaiful Arif justru menilai bahwa adanya kegagalan negara dalam mengkampanye nilai-nilai kebangsaan bagi warga negaranya. “Sejak awal, kita justru lebih dilarutkan dengan penghayatan dalam beragama, namun tidak intens dalam membentuk warga negara yang sadar akan nilai-nilai ideologi negara. Seharusnya, kita menjalankan nilai-nilai ketuhanan sebagaimana yang diajarkan Pancasila. Ketuhanan dalam Pancasila bersifat etis, bukan teo-ideologis. Soal kita punya keyakinan menurut agama masing-masing, itu perkara lain. Tapi penghayatan dalam berpancasila kita harus lebih diseriusi,” ujar penulis buku Falsafah Kebudayaan Pancasila ini.

Sementara itu, Pitres berpendapat bahwa sesungguhnya, peristiwa intoleran di daerah terkadang dilatarbelakangi pandangan tentang pengakuan atas kepemilikan tanah atau wilayah. “Pikiran ini menganggap bahwa tanah itu adalah kita, sehingga diluar kita tidak boleh menguasai tanah atau wilayah yang berada disekitar kita. Ini adalah wilayah Kristen maka dengan sendirinya, di luar Kristen tidak berhak untuk membangun. Ini wilayah Muslim, non-Muslim jangan ambil bagian. Ini negara Islam, pemimpin nom-Muslim tidak boleh dipilih. Persepsi demikian akhirnya menyebabkan kita tidak menjadi bangsa yang utuh dalam berwarga negara dengan baik,” tandas penulis buku Metamorfosis Bolsel ini.

Selain itu, berperan sebagai keynote speaker, Hb. Muhsin Bilfagih, memberikan orasi reflektifnya. Habib memberikan kritik atas implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang dianggapnya telah mengalami patahan.

“Di zaman Orde Lama dan Orde Baru, apa pun kondisinya, Pancasila menjadi sesuatu yang sakral. Negara mampu menggiring rakyat menjadi nasionalis. Hari ini, di zaman reformasi, telah terjadi penyusutan atas penanaman nilai Pancasila. Tak heran, disana sini kita jadi ribut soal bangunan rumah ibadah, pemimpin berbeda keyakinan dan beragam peristiwa intoleransi lainnya,” tegasnya.

Diskusi ini terselenggara di markas Kebudayaan Lesbumi NU Sulut dan berakhir hingga pukul 23.45 Wita. Peserta yang berasal dari aktivis mahasiswa dan LSM serta jurnalis pun menikmati diskusi dengan suguhan musikalisasi puisi yang dibawakan Lesbumi NU Sulut.(Syafieq/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Tokoh, Tegal Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 22 Mei 2017

IPPNU Probolinggo Tambah Satu Anak Cabang Lagi

Probolinggo, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Setelah sekian lama tidak ada kepengurusan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo Jawa Timur akhirnya resmi terbentuk, Kamis (30/1) berkat bantuan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Lumbang.

?

“Alhamdulillah, setelah melalui perjalanan panjang akhirnya Pimpinan Cabang IPPNU Kabupaten Probolinggo sukses membentuk PAC IPPNU Kecamatan Sumberasih untuk melengkapi kepengurusan PAC di Kabupaten Probolinggo. Kami berharap setelah terbentuk, kegiatan PAC IPPNU Kecamatan Lumbang ini bisa aktif,” ungkap Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Shofia.

IPPNU Probolinggo Tambah Satu Anak Cabang Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Probolinggo Tambah Satu Anak Cabang Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Probolinggo Tambah Satu Anak Cabang Lagi

?

Menurut Shofia, sebelum resmi membentuk PAC Kecamatan Lumbang, terlebih dahulu PC IPPNU Kabupaten Probolinggo melakukan pengkaderan secara bertahap dengan bekerja sama dengan MWCNU Kecamatan Lumbang yang dipersiapkan menjadi pengurus yang benar-benar handal dan diharapkan mampu membawa IPPNU ke arah yang lebih baik.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

?

“Selama ini PAC IPPNU Kecamatan Lumbang sulit terbentuk karena kendala memang daerah ini berada di wilayah pegunungan serta pemahaman warga terhadap organisasi IPPNU masih kurang,” jelasnya.

?

Oleh karenanya dikatakan Shofia, PC IPPNU Kabupaten Probolinggo melakukan koordinasi dengan pengurus ranting se MWCNU Kecamatan Lumbang, dimana setiap pengurus ranting mengirimkan putri-putri NU dari wilayahnya masing-masing.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

?

“Kemudian para putri NU ini diberikan pemahaman agar mereka tahu apa itu IPPNU dan seluk beluknya. Baru kemudian dibentuklah PAC IPPNU Kecamatan Lumbang yang dipimpin oleh Ainun Alfiah dari Desa Wonogoro Kecamatan Lumbang,” terangnya.

?

Dengan terbentuknya PAC IPPNU Kecamatan Lumbang ini Shofiah berharap agar IPPNU benar-benar bisa menjadi wadah bagi pelajar putrinya NU untuk mengaktualisasikan dirinya sebagai kader NU.

?

“Untuk pengurus IPPNU yang sudah terbentuk di tingkat Kecamatan Lumbang ini diharapkan mampu mengemban amanah dan mengembangkan IPPNU di wilayah Kecamatan Lumbang serta bisa mengaktifkan semua kegiatan IPPNU dengan baik,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap News, Syariah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Minggu, 21 Mei 2017

Ulama Australia Syekh Ibrohim Sampaikan Pesan Perdamaian Islam

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Ulama asal Australia, Syekh Ibrohim Al-Syafi’i menyampaikan pesan perdamaian dari Australia untuk kaum muslimin di dunia, khususnya di Indonesia.

Ulama Australia Syekh Ibrohim Sampaikan Pesan Perdamaian Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Australia Syekh Ibrohim Sampaikan Pesan Perdamaian Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Australia Syekh Ibrohim Sampaikan Pesan Perdamaian Islam

“Islam harus membawa perdamaian, yang mengajarkan kepada umatnya untuk menjadi moderat. Tidak mengajarkan kekerasan kepada kaum muslimin yang lain,” ucap Syekh Ibrahim pada acara Multaqo ad-Duat al-Alami di Gedung PBNU Jakarta, Senin (22/1) lalu.

Menurutnya, kita harus meyakinkan kepada seluruh masyarakat dan kepada generasi selanjutnya bahwa Islam bukanlah mengajarkan manusia untuk berbuat kekerasan.

“Islam bukanlah sarang dari terorisme, ekstrimisme, dan radikalisme. Kita harus tunjukkan kepada generasi selanjutnya tentang Islam yang moderat, Islam yang rahmatan lil alamin,” kata Syekh Ibrahim.

Pada forum yang disesaki peserta tersebut, ia mengajak bekerja sama, antara Jam’iyah al-Alamiyah dengan PBNU untuk menunjukkan bahwa Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia dan negara-negara lain bisa bersama-sama menyampaikan pesan perdamaian ini.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Kami dari Australia, ingin menunjukkan bahwa Indonesia bukan dikenal dengan Bom Bali saja. Tapi menunjukkan bahwa itu adalah aliran yang menyimpang dari Ahlussunnah wal Jama’ah,” pungkasnya.

Hadir pada forum ini Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf, Ketua Umum LD PBNU KH Maman Imanul Haq, dan Sekretaris LD PBNU KH Bukhori Muslim.

Selain Syekh Ibrohim Al-Syafi’i, hadir juga 12 ulama lainnya, yaitu Syekh Yusuf dari Kolumbia, Syekh Torrieq Ghannam dari Libanon, Syekh Bakr Abu Culleh dari Amerika, Syekh Bilal Hallak dari Amerika, Syekh Said Aboy Hammous dari Libanon, Syekh Khalid Halabie dari Australia, Syekh Muhammad Aukal dari Amerika, Syekh Amjad Arafat dari Australia, Syekh Mohammad Osman dari Palestina, Syekh Muhammad Al-Faraj dari Libanon, dan Syekh Omar Dayah dari Denmark. (Yasin Adha/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap Cerita Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 18 Mei 2017

Puslitbang Penda Gelar Seminar Hasil Penelitian Pesantren

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puslitbang Penda) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI menggelar seminar tentang "Standarisasi Kurikulum Pondok Pesantren". Seminar hasil penelitian ini digelar di hotel Lor Inn Sentul Bogor, Senin (25/8).

Puslitbang Penda Gelar Seminar Hasil Penelitian Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Puslitbang Penda Gelar Seminar Hasil Penelitian Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Puslitbang Penda Gelar Seminar Hasil Penelitian Pesantren

Acara yang rencana dilaksanakan selama dua hari, Senin-Selasa, 25-26 Agustus 2014 ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI Prof Dr Machasin MA. Hadir dalam acara tersebut para peneliti di lingkungan Balitbang dan para pimpinan pesantren dari wilayah Jabodetabek.

Dalam laporannya, Kepala Puslitbang Penda Prof Abdurrahman Masud PhD mengatakan seminar tersebut merupakan hasil riset para peneliti yang dilaksanakan beberapa bulan lalu. "Hasil riset teman-teman peneliti menyebut bahwa sekarang terjadi cultural decline (kemunduran budaya)," ungkapnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Abdurrahman menambahkan, penelitian tersebut memotret pandangan kiai yang meliputi tiga aspek: input, proses, dan output pendidikan pesantren. Oleh karenanya, untuk membedah ringkasan hasil survei tentang pandangan kiai terhadap peningkatan mutu kajian kitab kuning di pesantren ini Puslitbang mengundang tiga narasumber yang ahli di bidang pesantren.

"Mereka adalah Prof Iik Arifin Mansournoor (Guru Besar Brunei University), Dr A Moqsith Ghazali (Dosen UIN Jakarta), Mundzir Suparta (Kemenag), dan Dr Saiful Umam (lulusan Hawaii University)," ujar doktor jebolan University of California Los Angeles (UCLA) AS ini.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pria kelahiran Kudus ini berharap, para pimpinan pesantren dan peserta untuk aktif dalam kegiatan seminar. "Saya harap para hadirin untuk aktif dalam diskusi kali ini. Lebih bagus lagi disiapkan pertanyaan dan atau pernyataan yang memperkaya dan inspiring," harapnya. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kiai Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 13 Mei 2017

60 Bus Siap Jemput Muktamirin dari Bandara Juanda Surabaya

Surabaya, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Setidaknya ada 60 armada bus yang disiapkan Panitia Daerah (Panda) Jawa Timur pada perhelatan Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama awal Agustus mendatang. Hal ini dilakukan untuk mempermudah bagi peserta agar bisa lebih cepat tiba di Jombang.

Kepastian ini sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Panda Muktamar, H Thoriqul Haq kepada Ceramah Felix Siauw Lengkap, Jumat (27/2) dalam rapat panitia muktamar. ?

60 Bus Siap Jemput Muktamirin dari Bandara Juanda Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
60 Bus Siap Jemput Muktamirin dari Bandara Juanda Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

60 Bus Siap Jemput Muktamirin dari Bandara Juanda Surabaya

"Ada 60 bus yang sudah disiapkan Panda Muktamar untuk menjemput muktamirin dari bandara Juanda Sidoarjo menuju Jombang," katanya. Proses penjemputan, lanjutnya, akan dilakukan selama dua hari sebelum acara pembukaan muktamar.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Tidak berhenti sampai di situ, untuk mengangkut para peserta dari penginapan juga telah disiapkan 100 kendaraan mini bus yang tersebar di masing-masing pesantren. "Asumsinya, setiap pesantren kita sediakan armada mini bus berjumlah 25 unit," kata Gus Thoriq, sapaan akabnya.

"Sengaja kami menggunakan kendaraan mini bus untuk kegiatan selama muktamar agar tidak mengganggu jalan raya yang nota bene digunakan masyarakat Jombang," terangnya.?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sehingga, ucapnya, para peserta tidak perlu membawa kendaraan sendiri atau menyewa untuk bisa mengikuti sejumlah sidang komisi di 4 pesantren yang dijadikan sebagai lokasi sidang.

"Usai dari bandara, peserta akan diantar menuju Gedung Olah Raga (GOR) Jombang untuk melakukan registrasi dan menerima materi muktamar," kata Ketua Komisi C DPRD Jatim ini. Setelah itu, lanjutnya, mereka akan diantar menuju kamar atau penginapan di 4 pesantren sesuai kapasitas dan sidang komisi yang akan diikuti.

Gus Thoriq juga menandaskan, bahwa akan ada penambahan fasilitas bagi sejumlah pesantren agar kebutuhan peserta selama di penginapan dapat terpenuhi. "Seperti fasilitas kamar mandi, telah dianggarkan di masing-masing pesantren," tandas mantan Presiden BEM UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

"Untuk penginapan peserta, semua kamar yang disiapkan pesantren akan direnovasi dan ditambah fasilitas karpet dan bantal, setidaknya bantal yang dipersiapkan panitia berjumlah 4500," terangnya

Juga untuk melengkapi kelayakan penginapan 4 pesantren yakni Pesantren Tebuireng (Diwek), Bahrul Ulum (Tambakberas), Darul Ulum (Peterongan), serta Mambaul Maarif (Denanyar) masing-masing akan di bangun 100 kamar mandi atau toilet dan 15 kamar mandi toilet VIP untuk para kiai.

"Intinya, panitia daerah tengah mempersiapkan suksesnya pelaksanaan muktamar dengan maksimal," katanya. Karena itu, tambahnya, koordinasi hingga larut pagi, tidak ada rasa lelah. Seperti biasa, semua diselingi dengan guyonan khas NU.

Seperti diketahui, Muktamar ke-33 NU akan berlangsung di Jombang dari tanggal 1 hingga 5 Agustus mendatang. Ada 4 pesantren, yakni Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, dan Peterongan yang dijadikan sebagai lokasi persidangan yakni organisasi, program dan rekomendasi. Pada kegiatan yang akan dihadiri 15.000 peserta utusan dari PCNU dan PWNU se Indonesia ? serta utusan dari PCI NU luar negeri juga terdapat komisi bahtsul masail yang dibagi menjadi 3 yakni waqiiyah, maudluiyah serta qanuniyah. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Halaqoh, Kajian Sunnah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 08 Mei 2017

Ketua PBNU: Afi Nihaya Faradisa Tak Hanya Didukung Banser dan Ansor

Surabaya, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Nenek moyang telah menyadarkan bahwa kebinekaan adalah hal yang melekat bagi negeri ini. Berbagai suku, agama, ras dan antargolongan juga sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan. Karenanya, tugas generasi muda adalah merawat keragaman agar tetap lestari.

Ketua PBNU: Afi Nihaya Faradisa Tak Hanya Didukung Banser dan Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU: Afi Nihaya Faradisa Tak Hanya Didukung Banser dan Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU: Afi Nihaya Faradisa Tak Hanya Didukung Banser dan Ansor

Penegasan ini disampaikan KH Robikin Emhas kala tampil pada diskusi Cangkir9 dengan tema “Romadonesia; Meneguhkan kembali Khittah Keindonesiaan menuju Seribu Bulan Kemerdekaan Indonesia”. Diskusi yang digagas sejumlah lembaga dan badan otonom PWNU Jatim pada Jumat (9/6) malam itu juga menghadirkan Afi Nihaya Faradisa yang lebih akrab disapa Afi.

"Tuhan juga telah menegaskan bahwa manusia terlahir dengan perbedaan baik laki-laki dan perempuan, aneka bangsa serta suku dan golongan," kata Ketua PBNU ini sembari membacakan ayat ke 13 dari surat al-Hujurat. Karenanya, sudah selayaknya para penduduk di negeri ini turut mendukung, memberikan perlindungan kepada mereka yang mengampanyekan toleransi dan saling menghargai ini, lanjutnya.

Baginya, sosok Afi yang sempat memantik pro dan kontra lantaran idenya yang mendukung semangat keragaman tersebut untuk didukung. "Bukan hanya didukung oleh Banser dan Ansor, juga warga NU di mana pun berada," ungkap Haji Robikin.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Apalagi mereka yang terus bersuara lantang melawan kebinekaan jumlahnya hanyalah sedikit. "Percayalah bahwa yang mayoritas adalah kalangan yang mendukung ide dan gagasan kebinekaan, termasuk di dalamnya NU," tandasnya.

Karenanya, Haji Robikin sependapat dengan apa yang dikemukakan Afi bahwa tugas berat menyemai perdamaian di tengah perbedaan harus terus dikumandangkan. "Semangat menghargai perbedaan harus terus digelorakan oleh golongan mayoritas seperti kita, baik di dunia nyata serta maya," harapnya. Oleh sebab itu aktivis hukum di PBNU ini berharap agar seluruh komponen bangsa bersama-sama melawan kelompok yang tidak mendukung keragaman.

Ratusan peserta antusias menyimak paparan dua narasumber ini. Sebelumnya, mereka disuguhkan dengan penampilan lagu Indonesia Raya serta mars Syubbanul Wathan yang diaransemen dengan musik hadrah. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Afi, Haji Robikin serta Hakim Jayli

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Meme Islam, Kiai Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 05 Mei 2017

Pengadilan Uni Eropa Bolehkan Perusahaan Larang Pegawai Kenakan Jilbab

Luksemburg, Ceramah Felix Siauw Lengkap



Perusahaan-perusahaan Uni Eropa (UE) boleh melarang pegawai memakai simbol-simbol keagamaan atau politik, seperti jilbab, menurut putusan pengadilan tertinggi blok tersebut pada Selasa (14/03) waktu setempat.

Mahkamah Keadilan Eropa (European Court of Justice/ECJ) mengatakan hal itu tidak sama dengan "diskriminasi langsung" jika sebuah perusahaan memiliki aturan internal melarang penggunaan "simbol politik, filosofi atau agama apa pun."

Pengadilan Uni Eropa Bolehkan Perusahaan Larang Pegawai Kenakan Jilbab (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengadilan Uni Eropa Bolehkan Perusahaan Larang Pegawai Kenakan Jilbab (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengadilan Uni Eropa Bolehkan Perusahaan Larang Pegawai Kenakan Jilbab

Penggunaan simbol keagamaan, dan khususnya simbol Islam seperti kerudung, menjadi isu panas dengan meningkatnya sentimen populis di Eropa, dengan beberapa negara seperti Austria sedang mempertimbangkan larangan penuh terhadap penggunaan cadar di hadapan publik.

ECJ mengeluarkan putusan untuk sebuah kasus yang dimulai pada 2003, ketika Samira Achbita, seorang Muslim, menjadi resepsionis di layanan keamanan G4S di Belgia.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pada saat itu, perusahaan tersebut memiliki "aturan tidak tertulis" bahwa pengawai dilarang mengenakan simbol politik, agama atau filosofi apa pun di tempat kerja, kata ECJ.

Pada 2006, Achbita mengatakan kepada G4S bahwa dia ingin mengenakan kerudung di tempat kerja, namun diberi tahu bahwa hal itu dilarang.

Kemudian, perusahaan memperkenalkan sebuah larangan resmi. Achbita dipecat dan dia melapor ke pengadilan untuk mengadukan diskriminasi.

ECJ mengatakan hukum UE memang melarang diskriminasi atas dasar agama, namun bahwa tindakan G4S berdasarkan memperlakukan semua pegawai dengan cara yang sama, artinya tidak ada orang yang dibeda-bedakan dalam aturan tersebut, demikian AFP. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap News, Humor Islam, Budaya Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 03 Mei 2017

Puluhan Guru Sekolah LP Maarif NU Garut Ngaji Paham Aswaja

Garut, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Pengurus LP Maarif NU Malangbong Kabupaten Garut mengadakan pendidikan Aswaja yang diikuti 97 guru dari tujuh satuan pendidikan yang ada di Kecamatan Malangbong. Pendidikan yang berlangsung di MA Maarif NU 1 Malangbong-Garut ini diikuti puluhan guru yang erdiri atas guru PAUD sampai Madrasah Aliyah. Selama dua hari, Kamis-Jumat (18-19/5) mereka .

Tampak hadir Ketua LP Maarif NU Garut KH A Hilman Umar Basori, Rais Syuriyah MWCNU Malangbong KH Mukhlas, Ketua MWCNU Malangbong KH Mukhlis, Ketua LP Maarif NU Malangbong Asep Nurjaman, serta para kepala sekolah dan semua guru yang ada di bawah naungan LP Maarif NU Malangbong-Garut.

Puluhan Guru Sekolah LP Maarif NU Garut Ngaji Paham Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Guru Sekolah LP Maarif NU Garut Ngaji Paham Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Guru Sekolah LP Maarif NU Garut Ngaji Paham Aswaja

Kiai Hilman berharap agar setiap satuan pendidikan yang ada di bawah naungan LP Maarif NU Garut mampu menciptakan kader-kader NU yang loyal dan siap menghadapi tantangan zaman dengan didasari ilmu dan akhlakul karimah untuk diajarkan di setiap satuan pendidikan LP Maarif NU Garut.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Ketika melihat realita, masih ada guru di satuan pendidikan LP Maarif NU belum memahami nilai-nilai dan perjuang NU sehingga kami selaku pengurus cabang memiliki kewajiban untuk menyamakan standar mereka baik dalam hal nilai-nilai ke-Aswajaan dan ke-NUan maupun standar kurikulum dan kompetensi guru lainnya agar menghasilkan kader-kader NU yang loyal.”

Rais Syuriyah MWCNU Malangbong KH Mukhlas menyampaikan bahwa NU merupakan organisasi yang konsisten dalam menjaga nilai-nilai keislaman sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW serta para sahabat.

“Kita harus menjadikan paham Islam Ahlussunah wal jamaah sebagai kewajiban, bukan sebagai pilihan agar kita bisa selamat di dunia maupun di akhirat.”

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pengurus LP Maarif NU Garut terus melakukan pembinaan terhadap satuan pendidikan di bawah naungannya. Pihak LP Maarif NU Garut mengeluarkan instruksi bagi setiap pengurus LP Maarif NU di setiap kecamatan untuk mengadakan pendidikan dan pelatihan (diklat) untuk guru-guru yang mengabdi di satuan pendidikan di naungan LP Maarif NU Garut. (Muhammad Salim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kajian, Anti Hoax, AlaNu Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 02 Mei 2017

Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Pengurus Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) DKI Jakarta masa khidmah 2017-2022 dilantik dan dikukuhkan di Hotel Balairung Matraman Jakarta Pusat, Ahad (19/3).

Ketua JATMAN DKI KH Wahfiudin Sakam menjelaskan, kehadiran tarekat dan JATMAN sangat strategis di tengah-tengah kondisi masyarakat saat ini yang diwarnai krisis dan banyaknya persoalan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, JATMAN dituntut untuk terjun langsung di masyarakat.

Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta

“JATMAN dengan tarekat-tarekatnya harus terjun langsung ke dalam masyarakat. Bukan hanya menyembunyikan diri di tempat sunyi,” kata Wahfiudin.

Ia meneruskan untuk meningkatkan peran di masyarakat, dalam kepengurusan kali ini JATMAN DKI Jakarta akan mengutamakan pada empat program, yaitu mainstreaming (pengarusutamaan), kaderisasi, penguatan tarekat center, dan penguatan dakwah melalui teknologi.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Upaya mainstreaming sangat penting bagi JATMAN. Jangan sampai JATMAN tidak dikenal dan seakan-akan hanya berada di pingggiran. JATMAN DKI Jakarta harus terlibat aktif, misalnya dalam pertemuan yang terkait dengan dakwah, ekonomi umat, problem-problem sosial. Supaya JATMAN bisa masuk ke kancah nasional, bahkan global,” urainya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Program kedua adalah kaderisasi, terutama di kalangan generasi muda. Tujuannya agar JATMAN juga dikenal oleh anak-anak muda. Kaderisasi juga berguna untuk memantapkan pemahaman generasi muda terhadap tarekat.

Ketiga, lanjut Wahfiudin, JATMAN DKI Jakarta akan memperkuat dan memperbanyak tarekat center. Saat ini terdapat sejumlah tarekat center di DKI Jakarta. Keberadaan tarekat center akan membantu masyarakat yang ingin memperdalam tarekat mengetahui informasi dan pembelajaran yang tepat dari tarekat-tarekat yang ada.

Keempat, pada zaman di mana teknologi informasi dikuasai internet, JATMAN juga didorong untuk menyediakan konten ketarekatan dan ajaran Islam melalui internet. Wahfiudin mengatakan saat ini JATMAN Jakarta tengah merancang kerja sama dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom). (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Doa, Khutbah, Tegal Ceramah Felix Siauw Lengkap