Selasa, 01 Desember 2009

Makesta, Pelajar NU Lasem Ikuti Pelatihan Menulis

Rembang, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Puluhan pelajar yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Lasem, Kabupaten Rembang, mengikuti Pelatihan Jurnalistik dan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di Madrasah Tsanawiyah Sunan Bonang desa Sendang Mulyo Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang Jawa Tengah, 27- 29 Juni 2015.

Makesta, Pelajar NU Lasem Ikuti Pelatihan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Makesta, Pelajar NU Lasem Ikuti Pelatihan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Makesta, Pelajar NU Lasem Ikuti Pelatihan Menulis

Acara yang dibuka dengan materi tentang Aswaja dan ke-NU-an itu dimulai pada Sabtu (27/6) pagi. Materi ini berisi tentang dalil-dalil rujukan Aswaja, prinsip Islam menurut Aswaja, sejarah kelahiran NU, makna filosofis NU, dan tentang tinjauan organisasi NU.

Selaku PC IPNU Lasem, M Syaiful Anam menuturkan, pihaknya memang menyiapkan materi-materi khusus tentang ke-NU-an dan jurnalistik, termasuk menyiapkan para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kegiatan pengkaderan dan pelatihan jurnalistik ini diselenggarakan dalam rangkaian acara “Gebyar Ramadan Tahun 2015”. "Dalam acara kali ini, kami mengambil tema Berpikir Kritis Menjadi Kader Kreatif dan Berkualitas. Kami berharap bibit-bibit unggul kader muda NU ini akan lebih bisa menunjukkan kreatifitas dan kualitasnya," jelas Anam.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Turut hadir menjadi narasumber dalam acara ini, M Aan Ainun Najib wartawan Muria Expose dan Ilyas Al Musthofa dari Suara Merdeka yang memberikan materi tentang jurnalistik. Sedangkan tentang Aswaja dan ke-NU-an oleh H Masum (MWC NU Sarang), dan materi tentang kepemimpinan disampaikan oleh Dhuha Aniqul Wafa.

Lebih lanjut, Anam menuturkan, pihaknya akan lebih memanfaatkan pelatihan-pelatihan semacam ini, sehingga para kader muda NU ini akan lebih terpacu dan tergali potensi-potensi yang ada pada mereka.

"Kami akan melaksanakan kegiatan pelatihan jurnalistik ini secara keberlanjutan, mungkin dua bulan sekali, atau bahkan satu bulan sekali", tutup Anam. (Red: Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Olahraga, Aswaja Ceramah Felix Siauw Lengkap

Minggu, 26 Juli 2009

STAINU Jakarta Jalin Kerjasama dengan UIN Jakarta

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Dalam rangka memperkuat kapasitas kelembagaan, Sekolah Tinggi Agama Islam NU (STAINU) Jakarta menjalin kerjasama dengan Fakultas Dirosah Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penandatanganan naskah kerjasama dilaksanakan di ruang rapat FDI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis, (26/5).

STAINU Jakarta Jalin Kerjasama dengan UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Jalin Kerjasama dengan UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Jalin Kerjasama dengan UIN Jakarta

Aris Adi Leksono, Wakil Ketua STAINU Jakarta Bidang Kerjasama menjelaskan bahwa ruang lingkup kesepahaman adalah pemberian beasiswa pendidikan pascasarjana bagi lulusan STAINU Jakarta. Selain itu, kerjasama sama ini melingkupi pertukaran dosen, forum ilmiah bersama, penerbitan jurnal, serta pengabdian masyarakat.

Dr Hamka Nasir yang mewakili Fakultas Dirosah Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sambutannya menyambut baik kerjasama yang digagas bersama. "Kami haturkan terima kasih atas kerjasama yang terjalin, semoga bisa memberikan manfaat untuk bersama-sama mengabdi untuk bangsa melalui dunia pendidikan," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kerjasama ini secara institusi akan sangat bermanfaat dan memiliki point dalam akreditasi, baik nasional dan internasional.

Hadir dalam penandatanganan MoU tersebut, Arif Rahman, M.Pd (Puka II STAINU Jakarta), PTIQ, dan sejumlah universitas dan sekolah tinggi dari Jabodetabek, Jawa Barat, dan Bawean Jawa Barat. Red Mukafi Niam

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Khutbah, Meme Islam Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 30 Juni 2009

13 Ribu Santri Khataman Al-Quran dengan Menulis

Jombang, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Sebanyak 13 ribu santri dari pelbagai pesantren sekabupaten Jombang mengikuti Khataman Al-Quran dengan cara menulis. PCNU Jombang menyelenggarakan Khotmil Quran bil Qolam ini di alun-alun Jombang, Sabtu (25/10).

13 Ribu Santri Khataman Al-Quran dengan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
13 Ribu Santri Khataman Al-Quran dengan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

13 Ribu Santri Khataman Al-Quran dengan Menulis

Selain santri, peserta menulis Al-Quran juga ialah pelajar madrasah mulai dari ibtidaiyah hingga aliyah. Tampak juga hadir mahasiswa dari pelbagai perguruan tinggi Islam.

"Target peserta hingga mencapai jumlah 20 ribu. Namun ini jumlah ini sudah sangat banyak," ujar ketua panitia Salmanuddin.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Belasan ribu peserta ini, kata Gus Salman, dibagi menjadi beberapa kelompok dengan rincian satu kelompok atau kafilah terdiri dari 603 orang. Setiap kelompoknya menuliskan satu Mushaf Al-Quran dengan cara mengarsir ayat-ayat yang telah disediakan dengan mengggunakan pensil.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Acara seperti ini akan kita gelar rutin setiap tahun. Ini sekaligus untuk membudayakan masyarakat menuliskan kalam Illahi," tandas pengasuh pesantren Kalibening Mojoagung Jombang.

Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar mengatakan, kegiatan khotmil Quran bil Qalam ini sekaligus untuk memperingati tahun baru Hijriyah."Ini untuk menumbuhkan jiwa santri dan siswa sejak dini lebih mencintai kitab Sucinya," tuturnya. (Muslim Abdurrahman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pesantren Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 15 Juni 2009

Suarakan Permusuhan, Seorang Khatib di Singapura Didenda Rp38,1 Juta

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pemerintah Negara Singapura memberikan sanksi tegas berupa denda uang sebanyak 4000 Dolar Singapura setara 2860 Dolar AS atau sekitar Rp38,1 juta kepada Nalla Mohamed Abdul Jameel, seorang Khatib Shalat Jumat di sebuah masjid di Singapura.?

Suarakan Permusuhan, Seorang Khatib di Singapura Didenda Rp38,1 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Suarakan Permusuhan, Seorang Khatib di Singapura Didenda Rp38,1 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Suarakan Permusuhan, Seorang Khatib di Singapura Didenda Rp38,1 Juta

Ia dihukum denda karena dinilai menyuarakan kebencian dan permusuhan terhadap umat nonmuslim yang dapat memicu perpecahan atas keharmonisan yang selama ini telah terbangun di Singapura.

“Tuhan, bantu kami untuk melawan Kaum Yahudi dan Kristen,” ujar Nalla Mohamed Abdul Jameel saat berkhutbah menggunakan Bahasa Arab seperti dikutip Ceramah Felix Siauw Lengkap dari The Economic Times.

Khutbah tersebut ia lakukan pada bulan Februari 2017 lalu yang berhasil terindentifikasi oleh pihak Kementerian Dalam Negeri Singapura melalui sebuah video di media online.

Nalla Mohamed Abdul Jameel, sang khatib, datang ke pengadilan dengan didampingi beberapa tokoh agama lainnya pada Senin, 3 April 2017 untuk membayar denda.?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pemerintah Singapura melalui Kementerian Dalam Negeri mempunyai komitmen kuat dalam menjaga kebersamaan di negaranya. Sebab itu mereka tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas bagi siapa yang berusaha memecah belah dan menghakimi lewat khutbah sesuai Undang-Undang yang berlaku.

"Pemimpin agama yang mengeluarkan pernyataan seperti itu akan dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya. Berdasarkan undang-undang Singapura, kami melarang siapa pun berkhutbah yang bersifat memecah belah dan menghakimi dengan merujuk pada ayat-ayat agama," jelas pernyataan pers Kantor Kementerian Dalam Negeri Singapura menanggapi hukuman terhadap Nalla.

Nalla pun meminta maaf kepada seluruh perwakilan agama Kristen, Sikh, Taoisme, Budha, dan Hindu di Singapura. Dilaporkan oleh media lokal, Nalla juga telah mengunjungi seorang tokoh bernama Rabbi Moderchai Abergel, Ahad (2/4) lalu.?

Atas nama Komunitas Yahudi di Singapura, Rabbi Moderchai menerima permintaan maaf Nalla dalam rangka mewujudkan keharmonisan di tengah keberagaman, khususnya di Singapura.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Di saat Singapura tegas dalam menindak suara-suara kebencian dan permusuhan di mimbar khutbah Jumat, Pemerintah di Indonesia tidak beranjak dari sekadar imbauan dan ajakan ketika mimbar Jumat jelas-jelas digunakan untuk kampanye secara politis dengan menyuarakan kebencian terhadap kelompo-kelompok di luar Islam dengan memanfaatkan khutbah Jumat.?

Fenomena menyuarakan kebencian, permusuhan dan paham-paham radikal dengan dalih agama secara sporadis bukan hanya terjadi di masjid-masjid di tengah perkotaan, perkampungan, dan lembaga pemerintah, tetapi juga menggeliat di masjid-masjid sekolah dan perguruan tinggi umum. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Internasional Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 18 Mei 2009

Sastrawan: Kita Tunggu Islam Cerdas dan Pembela

Di mata sastrawan yang dikenal kritikus film dan fotografer, Seno Gumira Ajidarma, NU saat ini harus berperan dengan menggunakan media baru, didukung dengan teknologi, agar hasilnya maksimal. NU harus bergerak secara anggun dan pendekatan intelektual. Peran NU semacam itu ditunggu banyak orang. ?

Jika NU tidak melakukan hal semacam itu, menurut dia, dikhawatirkan Islam yang oleh sebagian kalangan diimagekan sebagai “keras” akan menjadi kebenaran umum. NU harus membersihkan image tersebut.?

Seno Gumira Ajidarma mengungkap usulan-usulan untuk NU saat ini selepas menjadi narasumber ngaji film dan sejarah dalam rangka peringatan harlah ke-91 NU yang berlangsung di gedung PBNU, Jakarta, Senin (30/1).?

Sastrawan: Kita Tunggu Islam Cerdas dan Pembela (Sumber Gambar : Nu Online)
Sastrawan: Kita Tunggu Islam Cerdas dan Pembela (Sumber Gambar : Nu Online)

Sastrawan: Kita Tunggu Islam Cerdas dan Pembela

Ia mennyampaikan usulan tersebut kepada Abdullah Alawi dari Ceramah Felix Siauw Lengkap sembari menuruni tangga dari lantai delapan sampai lantai dasar. Berikut petikannya:?

Bisa cerita, tahu dan mengenal NU sejak kapan?

Sejak lama.?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dalam konteks apa Anda mengenal NU?

Dalam konteks pembaca koran.

Melihatnya bagaimana?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Eksotik.

Maksudnya bagaimana?

Eksotik itu ya sesuatu yang tidak terlalu saya kenal, menarik, tampak indah; sampai sekarang saya juga tidak terlalu kenal. Artinya, saya hanya kenal mitosnya. Mitosnya apa ya, menarik, berwibawa, lama, lawasan gitu ya. Tapi itu omongan orang yang enggak kenal ya.?

Ada pengelaman bersentuhan dengan orang NU atau tokoh NU?

Kebetulan saya kenal Mbak Nur (Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, red.). Itu kan teman saya wartawan, di sebelah meja saya. Tidak seperti bayangan saya. Modern, pinter. Kemudian kenal Gus Dur. Kemudian kenal anak-anaknya, Yenny segala. Ya beda, memang, tapi jangan-jangan mereka tidak bisa mewakili NU. Begitu lho.?

Lalu bagaimana mitos itu ketika dikaitkan dengan kenyataan?

Kadang-kadang mitos itu pudar, tapi bukankah realitas lebih baik dari mitosnya?





Bisa usul tentang peran-peran yang harus dijalankan NU saat ini?

Dia mesti mencegah, melawan, dan menjelaskan segala sesuatu yang sekarang ini membingungkan. Image Islam yang keras, saya kira bisa dibersihkan oleh NU.?





NU potensial untuk itu?

NU potensial, punya, asal menjadi policy (kebijakan). Jadi, dia harus bergerak dengan anggun.?





Maksudnya anggun bagaimana?

Bergerak dengan intelektual, wawasan, konstruktif, menjelaskan keislaman yang benar itu kayak apa. Begitu. Membuat orang tidak pesimis terhadap Islam. Tidak sinis. Kalau yang ngomong orang NU kan menjadi sah. Kenapa? Karena dia orang yang mengerti agama gitu lho. Dia harus bicara. Semua orang menunggu-nunggu, kenapa intelektual Islam diam saja. Kenapa organisasi Islam diam saja. Menunggu-menunggu. Konferensi pers juga bisa. Media baru kan bisa bicara. Dan saya enggak percaya orang tidak mengerti media baru. Itu hal yang mudah sekali.?

(Image Islam keras) Itu harus dilawan karena kalau tidak lawan. Berita bohong akan menjadi kebenaran. Itu saja. Kenapa kebohongan menjadi kebenaran karena tidak ada alternatif lain. Mau tanya siapa, mau membaca apa. Orang NU harus masuk kepada media baru. Makanya saya bilang tadi, NU didirikan kan untuk syiar Islam. Sekarang medianya sudah ada untuk menggandakan itu tidak tergantung satu juru bicara, tidak tergantung satu da’i-da’i berbakat. Capek kan kalau orang ngomong terus, klik, klik, klik werrr…kita tunggu, dan kita-kita menunggu-menunggu bahwa Islam sebagai wacana kecerdasan dan pembelaan terhadap yang lemah termasuk yang lemah pikirannya itu menjadi nyata. Kapan disuplai? Begitu saya kira.?





NU sudah melakukan hal yang dimaksud. Namun belum maksimal.

Makanya itu kalau bersekutu dengan para ahli media baru, pasti itu gampang. Diajak saja. Dan NU belajar sendiri saja bisa, asal ada policynya. Nah, policynya saya kilik-kilik nih, sudah waktunya, sebelum semua orang bertambah bodoh.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Sunnah, News, Khutbah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 09 Januari 2009

Idul Adha, Momentum Menggerus Ego Materialisme Manusia

Jember, Ceramah Felix Siauw Lengkap

Tidak puas dan selalu kurang. Senantiasa ingin menguasai dan tak mau berbagi. Itulah yang secara umum menjadi kecenderungan karakter manusia. Demikian salah satu untaian kalimat khutbah Idul Adha yang disampaikan Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Mochammad Eksan di Masjid Jihadil Muttaqien, Karang Mlowo, Kelurahan Mangli, Kabupaten Jember, Senin (12/9).

Menurut Eksan, nafsu manusia untuk selalu berkuasa dan menguasai materi merupakan pemicu rusaknya peradaban di muka bumi. Karena itu, “Idul Adha harus dijadikan momentum untuk menggerus ego materialisme manusia yang tak ada batasnya dan menyingkirkan ego berkuasa? manusia yang? selalu berkobar. Inilah momentumnya mengubur ego-ego itu,” paparnya.

Idul Adha, Momentum Menggerus Ego Materialisme Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Idul Adha, Momentum Menggerus Ego Materialisme Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Idul Adha, Momentum Menggerus Ego Materialisme Manusia

Pengasuh Pesantren Nurul Islam (Nuris) 2, Mangli itu memaparkan betapa peristiwa berkurbannya Nabi Ibrahim mempunyai makna penting terkait dengan perlawanan untuk menyingkirkan nafsu duniawi manusia. Dikatakannya, Nabi Ibrahim berkurban dengan 1000 ekor kambing, 300 ekor sapi, dan 100 ekor unta. Jika dirupiahkan, nilai kurban tersebut mencapai sekitar 10 miliar rupiah. Sebuah nilai yng sangat besar, bahkan terbesar dalam sejarah peradaban manusia.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Dengan berkurban sebanyak itu, Nabi Ibrahim sesungguhnya ingin melawan ego materialisme yang dimiliki manusia. Bahwa harta sebanyak apa pun tak ada gunanya jika tak bemanfaat untuk sesama,” ungkapnya.

Ustadz Eskan menambahkan bahwa esensi ajaran berkurban? adalah semangat untuk memberi terhadap sesama yang tak terbatas oleh dimensi ruang dan waktu. Berkurban, katanya, merupakan salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan pada saat yang sama, orang yang berkurban juga menjalin kedekatan dengan? orang lain. Missi vertikalnya diraih, dan misi sosial-horisontalnya? juga didapat. Demikian juga, dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kedua? missi itu tak boleh tercecer salah satunya. Keduanya harus selalu berjalan beriringan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Hablum minallah dan hablum minannas adalah bagaikan dua sisi mata uang, yang hanya bisa dibedakan namun tak bisa dipisahkan. Tuhan dan manusia dalam altar sejarah merupakan suatu kesatuan dalam visi, misi dan program kebudayaan dan peradaban manusia,” jelasnya. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pesantren, Santri, Cerita Ceramah Felix Siauw Lengkap