Jumat, 25 September 2015

IPNU-IPPNU Perlu Manfaatkan Peluang Bonus Demografi

Tegal, Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pengurus Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putra NahdlatulUlama (IPNU), Aqib Malik menegaskan, Indonesia akan mendapatkan anugerah bonus Demografi di tahun 2020-2030. Dimana penduduk dengan umur produktif sangat besar, sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak.

"Untuk itu, IPNU IPPNU harus bisa memanfaatkan peluang dan tantangan dalam menghadapi adanya bonus demografi tersebut," ujar Gus Aqib saat Dialog Kebangsaan pada Festival Pelajar yang digagas Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Tegal Senin (19/6) di Gedung PCNU Kabupaten Tegal.

Dari sisi peluang, lanjut Gus Aqib biasa dinggil, IPNU IPPNU dapat mengajak kalangan pelajar untuk bergabung dalsm organisasi IPNU IPPNU sangat besar.

IPNU-IPPNU Perlu Manfaatkan Peluang Bonus Demografi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Perlu Manfaatkan Peluang Bonus Demografi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Perlu Manfaatkan Peluang Bonus Demografi

"Namun disisi lain, harus kita akui bahwa Narkoba, Free Sex dan radikalisme adalah juga tantangan kita bersama," tandasnya

Senada dengan Gus Aqib, Ketua Pimpinan Cabang IPPNU Kabupaten Tegal, Kamelia Nurul Utami mengungkapkan, pelajar NU harus bisa memanfaatkan potensi yang dimiliki.?

Menurutnya, pelajar NU juga harus sudah paham apa yang harus dilakukan untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut adanya bonus demografi.?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Caranya yakni dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya," tegas Kamelia

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Disisi lain, Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Tegal, Ahmad Misbahul Munir mengingatkan, bahwa pelajar sebagai bagian generasi muda adalah sasaran empuk bagi kaum radikal. Maka dari itu, menjadi kewajiban IPNU IPPNU untuk membentenginya dengan kegiatan-kegiatan positif.?

"Kita harus bentengi pelajar dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan mengenalkan terhadap IPNU IPPNU bahwa pelajar/pemuda yang nanti akan meneruskan perjuangan dan menjaga bangsa ini," tuturnya

Sementara itu, narasumber dari KPAD Kabupaten Tegal, Panji berharap, sebagai pemuda, pelajar NU harus menjadi pelopor di masyarakat untuk menjauhkan narkoba dan sedini mungkin untuk turut mensosialisasikan bahaya narkoba. (Hasan / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Berita, Nasional Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 22 September 2015

Kini Keterangan Agama Mudah Dicari, Jangan Lupa Tanya Ahlinya!

Di zaman sekarang ini, mencari keterangan terkait suatu ilmu sangatlah mudah. Cukup membuka ponsel atau komputer, menelusuri di internet, banyak ditemukan keterangan yang diinginkan. Tidak hanya dalam bentuk tulisan, namun juga bisa video maupun gambar. Demikianlah salah satu model masyarakat modern dalam mencari sumber-sumber ilmu, apalagi ilmu agama.

Perlu Anda ketahui, pencarian dalam mesin-mesin penelusur seperti Google dibuat berdasarkan algoritma pencarian. Kata per kata, kalimat per kalimat, apa yang paling banyak dicari, itulah yang akan muncul. Pilihan jawaban yang Anda cari tentang suatu ilmu, ditentukan dengan kata apa yang anda masukkan dalam pencarian.

Kendati jawaban-jawaban praktis sudah banyak tersedia di internet, ada baiknya seorang pencari ilmu agama tetap mengandalkan para ahli ilmu agama yang sudah bertahun-tahun mendalami suatu ilmu dan menggunakannya di masyarakat.

Kini Keterangan Agama Mudah Dicari, Jangan Lupa Tanya Ahlinya! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kini Keterangan Agama Mudah Dicari, Jangan Lupa Tanya Ahlinya! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kini Keterangan Agama Mudah Dicari, Jangan Lupa Tanya Ahlinya!

Dalam kitab Kifâyatul Atqiyâ’ karya Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatha Ad Dimyathi, disebutkan suatu syair dari kitab Hidâyatul Adzkiyâ’ karya Syekh Zainudin al Malibari:

Ceramah Felix Siauw Lengkap

? ? ? ? ? ? ? # ? ? ? ? ? ?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Mintalah penjelasan dari guru dan tinggalkan apa yang tampak

Dari pemahamanmu yang terburu-buru dari kitab, serta bertanyalah (pada ahli ilmu)



Apa maksudnya? Syekh ad-Dimyathi menyebutkan perlunya seorang yang belajar agama tidak memahami suatu keterangan yang ia tahu dari Al-Qur’an, hadits, ataupun kitab, secara tekstual saja, tanpa pemahaman yang mendalam. Hendaknya ia bertanya sampai benar-benar yakin, dan menyimak keterangan sang ahli tentang suatu permasalahan.

Semisal seorang pelajar atau pencari ilmu sudah bisa membaca bahasa Arab dari kitab-kitab lainnya, atau ada keterangan dari internet yang ditemukan, kerap ada penjelasan maupun keterangan yang berbeda dari apa yang dimaksud sang pengarang. Ketika ada yang meragukan dan mengherankan, hendaknya ditangguhkan dan diklarifikasi kepada pengajar. Apalagi dalam Al-Qur’an dan hadits yang tidak bisa serta merta langsung diamalkan tanpa petunjuk dari ahli ilmu nan bijaksana.

Sahabat Nabi dahulu ketika tidak memahami suatu permasalahan agama, selalu menanyakannya kepada Nabi. Kita tahu bahwa para sahabat adalah orang-orang terdepan yang tahu tentang agama, namun mereka tidak terburu-buru dengan pemahamannya dan selalu ditanyakan kembali kepada Nabi.

Seperti disebutkan di atas, pemahaman yang terburu-buru dengan hanya memahami keterangan dari internet itu perlu disertai juga dengan keinginan untuk bertanya kepada ahlinya. Toh ahli agama ini bukan hanya yang pandai menukil ayat dan hadits, serta pandai membaca kitab. Namun juga ahli agama yang waskita, bijak dalam memberikan keterangan karena ia hidup bersama masyarakat.?

Dengan demikian, mencari ilmu agama tidak hanya soal ada keterangan atau tidak saja. Internet membuatnya jadi mudah. Tapi, jangan lupa, untuk tetap bertanya kepada ahli agama yang bijak lagi santun di sekitar kita. Jika ditanyakan pada orang yang tepat, Islam adalah agama yang mudah dan memudahkan. Wallahu a’lam. (Muhammad Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Ubudiyah Ceramah Felix Siauw Lengkap

IPPNU Kencong Bagi-bagi Bunga dan Doa Asura

Jember, Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kencong, membagikan bunga kepada warga dan pengguna jalan di depan Sekretariat PC IPPNU dan depan Masjid Jami Kencong, Jember, Jawa Timur, Kamis (21/9). 

"Kegiatan ini untuk mengigatkan pengendara dan warga bahwa hari ini adalah tahun baru bagi umat Islam," ungkap Ketua IPPNU Cabang Kencong, Nihayatul Khoiroh.

IPPNU Kencong Bagi-bagi Bunga dan Doa Asura (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kencong Bagi-bagi Bunga dan Doa Asura (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kencong Bagi-bagi Bunga dan Doa Asura

Di samping itu, kegiatan tersebut juga sebagai  sarana bagi para pelajar NU untuk berdakwah.

"Menjadi salah satu cara bagi kami untuk melakukan syiar agama, terutama bagi warga Nahdliyin yang berada di wilayah cabang Nahdlatul Ulama (NU)  dan sekitarnya. Karena di dalam bunga yang kami sertakan tulisan doa-doa Asura," tambah Khoiriyah.

Menurutnya, para pengendara yang menerima bunga mengaku senang. Apalagi, bunga itu juga bisa menggambarkan ekspresi kasih sayang antar sesama umat. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Karena bunga yang dibagikan  adalah rangkaian kami sendiri. Jadi ini sekaligus melatih kreativitas," jelasnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kegiatan tersebut melibatkan kader IPPNU Kencong dari kepengurusan Pimpinan Ranting, Pimpinan Komisariat, Pimpinan Anak Cabang (PAC)  hingga pengurus Pimpinan Cabang (PC), 

Tahun baru Hijriah merupakan hari bersejarah bagi umat Islam yang menandai peristiwa penting ketika Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari kota Mekkah ke Madinah. (Khoerus/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Sejarah, Makam Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 21 September 2015

Soal Kecenderungan Komersialisasi Sekolah Berlabel Islam

Pendidikan sesungguhnya merupakan barang publik, yaitu layanan yang harus disediakan oleh pemerintah kepada seluruh masyarakat. Jika pendidikan diprivatisasi, maka hanya sebagian kecil masyarakat, khususnya mereka yang mampu membayar pendidikan saja yang bisa mengakses. Padahal, setiap anak negeri ini memiliki potensi untuk berkontribusi pada negeri ini. Kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh rata-rata tingkat pendidikan warganya, bukan hanya oleh sekelompok kecil elite yang memiliki akses pada modal dan kekuasaan. Pendidikan menjadi sarana akselerasi paling cepat dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah menjadi kelompok menengah.

Sekalipun pemerintah sudah berusaha menyediakan pendidikan dengan kurikulum standar, layanan tersebut belum bisa menjangkau semua masyarakat yang membutuhkan. Atau masyarakat menginginkan adanya kurikulum dengan penekanan khusus seperti penguatan agama, mengingat pelajaran agama yang diajarkan di sekolah negeri terasa kurang. Nahdlatul Ulama termasuk organisasi yang getol dalam menyediakan layanan pendidikan dengan pengajaran agama yang maksimal melalui madrasah dan pesantren dengan biaya yang sangat terjangkau.

Soal Kecenderungan Komersialisasi Sekolah Berlabel Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Kecenderungan Komersialisasi Sekolah Berlabel Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Kecenderungan Komersialisasi Sekolah Berlabel Islam

Keinginan orang tua untuk menjaga moral dan karakter melalui pengajaran agama menjadikan sekolah berlabel Islam di daerah perkotaan laris manis. Kondisi perkotaan memang berbeda dari daerah pedesaan di mana anak-anak masuk sekolah umum pada pagi hari dan sore harinya mereka masuk madrasah diniyah. Di perkotaan, jika orang tua ingin mendidik anaknya dengan ajaran Islam yang memadai, maka opsi yang dipilih lazimnya adalah memasukkan anak ke sekolah Islam. Sayangnya, sekolah berbasis agama yang sebelumnya diniatkan sebagai lahan dakwah kini mulai dijangkiti penyakit komersialisasi.

Banyak sekolah berlabel Islam memungut bayaran mahal untuk uang masuk dan iuran bulanannya. Di daerah pinggiran Jakarta, sekolah berlabel Islam favorit setingkat SD memungut uang pangkal 10-15 juta rupiah dengan SPP antara 400-500 ribu rupiah per bulan atau setara dengan 2,4-3 juta rupiah per semester, belum termasuk biaya lain-lain yang membebani orang tua. Sekalipun mahal, peminat tetap membludak karena adanya nilai plus berupa pengajaran materi-materi keislaman.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Berapa sebenarnya biaya operasional, penyusutan, dan pengembangan sebuah sekolah? Hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut. Universitas Islam Negeri (UIN) menetapkan uang kuliah tunggal (UKT) berkisar antara 1,2-2,3 juta per semester tergantung pada jurusannya untuk tingkat sarjana. Artinya jika dihitung bulanan mahasiswa hanya perlu membayar 100-200 ribu per bulan. Perguruan tinggi Islam swasta yang tidak mendapat subsidi pemerintah juga menetapkan SPP berkisar antara 1-1,5 juta per semester. Sejumlah universitas swasta yang membebankan biaya kuliah 200-300 ribu per bulan pun diserbu peminat. Merekalah yang sebenarnya telah mencerdaskan anak bangsa dengan pendidikan yang terjangkau tanpa membawa-bawa nama agama.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ke mana ujungnya pemasukan dari uang sekolah yang mahal tersebut? Tidak ada yang tahu karena hal tersebut sudah menjadi kewenangan yayasan bersangkutan. Prinsip yang berlaku di sekolah swasta adalah jika bersedia masuk dengan ketentuan bayaran yang sudah disampaikan, silakan. Jika tidak, silakan cari sekolah lain karena masih banyak calon murid yang antre mendaftar. Jika banyak perguruan tinggi mampu beroperasi dengan SPP yang rendah dan tetap menjaga kualitas pengajarannya, kenapa banyak sekolah berlabel Islam tidak bisa? Apalagi jika dibandingkan dengan pesantren, sekolah berlabel Islam di perkotaan semakin tidak masuk akal biayanya. Banyak pesantren hanya mengenakan biaya sekitar 500 ribu per bulan untuk seluruh kebutuhan santri, makan dua kali, asrama, dan sudah termasuk biaya sekolah.

Tentu sangat disayangkan jika orientasi sejumlah pengelola pendidikan Islam sudah menjadikan sekolah sebagai sarana untuk memperkaya diri. Dalam jangka panjang, hal ini akan mempengaruhi corak keberagamaan di perkotaan. Dengan biaya yang mahal, pada akhirnya, hanya kelompok Muslim menengah-atas yang bisa mendidik anak-anaknya dengan pengajaran Islam. Kelompok masyarakat dengan penghasilan biasa-biasa saja, yang merupakan populasi mayoritas tak memiliki kesempatan untuk memberikan pengajaran Islam yang memadai kepada para putra-putrinya. Anak-anak yang lahir dan besar di perkotaan, akhirnya hanya memiliki pengetahuan agama yang minim sehingga lebih mudah terpengaruh pada hal-hal yang sifatnya negatif, baik gaya hidup hedonis yang memang dengan gampang diperoleh atau masuk kelompok radikal yang memandang segala sesuatu secara ekstrem.

Masih banyak ustadz-ustadzah yang dengan ikhlas membagikan ilmunya kepada para anak didik, asalkan pihak yayasan tidak mengeksploitasi tenaga dan pengetahuan mereka untuk kepentingan komersial yang mengatasnamakan agama. Dalam hal ini kepentingan besar dan jangka panjang untuk mendidik generasi muda dengan ajaran agama harus menjadi prioritas. Jika ingin berbisnis, sebaiknya tidak dalam sektor pendidikan dan mengatasnamakan agama. Banyak sektor usaha yang masih menjanjikan untuk menghasilkan koin-koin keuntungan. (Ahmad Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pondok Pesantren, Lomba, Ahlussunnah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 09 September 2015

Hukum Mengucapkan Selamat Tahun Baru

Mengucapkan selamat tahun baru kepada keluarga, sahabat, ataupun orang terdekat lainnya sudah membumi dalam masyarakat. Kalimat ini keluar secara spontan ketika menjelang tahun baru, baik hijriyah maupun masehi. Biasanya kalimat ini diiringi dengan doa dan harapan agar karir ataupun amal di tahun berikutnya lebih baik daripada tahun lalu.

Ucapan ini seakan-akan sudah menjadi rutinitas di saat tahun baru. Kurang afdhal rasanya menyambut tahun baru tanpa ucapan selamat. Karenanya, bisa dimengerti bila begitu semangatnya netizen memberi ucapan selamat melalui media sosial atau secara langsung.

Hukum Mengucapkan Selamat Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Mengucapkan Selamat Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Mengucapkan Selamat Tahun Baru

Kebiasaan semacam ini bukanlah sesuatu yang baru (bid’ah). Perihal ini sudah ada sejak dulu kala. Orang dulu juga terbiasa menyapa koleganya dengan “Selamat Tahun Baru” menjelang tahun baru datang. Meskipun tak dipungkiri, sebagian orang menafikan kebolehannya dan mengategorikannya sebagai perbuatan terlarang.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Terkait permasalahan ini, Imam As-Suyuthi dalam al-Hawi lil Fatawa menuturkan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ?

Al-Hafidz Abu Hasan al-Maqdisi ditanya tentang hukum mengucapkan “Selamat  bulan baru dan tahun baru”, apakah bid’ah atau tidak? Ia menjawab, “Banyak orang berbeda pendapat mengenai hal ini. Menurut pendapat saya, hukumnya adalah mubah, tidak termasuk sunah ataupun bid’ah.”

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Memberi ucapan selamat tahun baru terbilang masalah khilafiyah. Hukumnya masih diperdebatkan oleh para ulama. Karenanya, dibutuhkan kearifan dalam menyikapinya. Menurut Abu Hasan al-Maqdisi, seperti yang dinukil as-Suyuthi, hukumnya ialah mubah. Ia tidak termasuk perbuatan yang disunahkan dan tidak pula bid’ah.

Siapapun diperbolehkan mengucapakan kalimat ini. Terlebih lagi, bila ucapan tersebut dapat menambah keakraban di antara masyarakat. Orang yang sudah sekian lama tidak bertegur sapa, bisa jadi dengan adanya momen tahun baru, ucapan selamat bisa menjadi media baginya untuk berkomunikasi kembali. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pendidikan, Nasional, Hikmah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Minggu, 06 September 2015

Pulang Rapat Maulid, Anggota Banser Dikeroyok Geng Motor

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur akan segera membuat laporan kepada kepolisian terkait salah seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bernama Rahul Husna (18 tahun) yang menjadi korban pengeroyokan geng motor di Jalan H. Jusin, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Komandan Banser Jakarta Timur M Firdaus Ibond menyatakan, langkah hukum ini ditempuh untuk memberikan efek jera walaupun para pelaku masih berusia muda. Ia berharap warga Jakarta yang beraktivitas di malam hari mendapatkan jaminan ketenangan serta keamanan dari kepolisian.

Pulang Rapat Maulid, Anggota Banser Dikeroyok Geng Motor (Sumber Gambar : Nu Online)
Pulang Rapat Maulid, Anggota Banser Dikeroyok Geng Motor (Sumber Gambar : Nu Online)

Pulang Rapat Maulid, Anggota Banser Dikeroyok Geng Motor

"Kami sebagai bagian dari masyarakat harus melaporkan tindak kriminalitas oleh geng motor yang meresahkan warga, apalagi saat ini suasana di Jakarta sedang panasnya karena berbagai hal. Salah satunya karena keamanan serta kenyamanan warga terganggu karena aksi kriminalitas yang sering terjadi. Harapan kita kepada pihak kepolisian wajib menangkap dan memproses tindak kriminal ini,” katanya dalam siaran pers yang terima Ceramah Felix Siauw Lengkap, Rabu (21/12).

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sebelumnya, PC GP Ansor Jakarta Timur mendapatkan kabar bahwa pengeroyokan itu sepulang korban rapat persiapan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman pengurus NU Ciracas pada hari Jumat malam. Saat itulah sekitar 30-an motor berusaha masuk ke dalam Jalan H. Jusin Kelurahan Susukan, dan menyerang korban yang kebetulan berada di sekitar lokasi.

Saat ini korban Rahul Husna dalam proses perawatan secara intensif karena mendapatkan tujuh luka tusukan di tubuhnya, salah satunya mengenai paru paru.

Di tempat terpisah Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur H Mahmud Mudzofar berharap kepada kepolisian agar mampu menangkap pelaku kejahatan ini. "Kita doakan bersama, insyaallah kepolisian dapat menangkap para pelaku, agar kejadian ini tidak terulang lagi, agar masa depan pemuda Indonesia menjadi cerah," tutupnya. (Mahbib)

Ceramah Felix Siauw Lengkap



Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Meme Islam, Quote, Anti Hoax Ceramah Felix Siauw Lengkap