Rabu, 27 April 2016

Gus Dur dan Banyolannya Sehari setelah Lengser

Di antara sikap dan karakter Gus Dur yang mengagumkan adalah kesabaran dan ketabahannya saat ditimpa musibah dan menghadapi suatu cobaan. Tentu bukan sabar dan tabah dalam arti negatif berupa pasrah absolut atau lemahnya kemauan untuk bangkit, melainkan sabar dan pasrah (nrimo) dalam konotasi yang positif. Selain itu yang tak kalah mengagumkannya lagi dari tabiat Gus Dur ialah kemampuannya dalam mempertahankan sikap humorisnya dalam berbagai situasi dan keadaan, tak kecuali  dalam situasi genting sekalipun Gus Dur senantiasa bisa mengeluarkan joke segar yang menghibur khalayak.

Hal itu salah satunya terungkap dan tampak terutama ketika detik-detik dan hari-hari pasca beliau dilengserkan dari jabatan Presiden RI oleh MPR dalam Sidang Istimewa (SI) akhir bulan Juli 2001. Beberapa kesaksian dari para tokoh maupun pemberitaan media masa menyatakan bahwa meski mandatnya sebagai presiden telah dicabut MPR dalam SI MPR Juli 2001, namun hal itu tidak membuat Gus Dur bersedih. Apalagi meratapi atas hilangnya jabatan itu. Gus Dur masih tetap seperti dulu, baik sebelum atau pun waktu menjadi presiden, yaitu suka guyon dan mbanyol.

Gus Dur dan Banyolannya Sehari setelah Lengser (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Banyolannya Sehari setelah Lengser (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Banyolannya Sehari setelah Lengser

Dan itu pula yang dia tunjukkan ketika para kiai khos NU dari berbagai daerah dan pengurus DPP PKB (kala itu) menemui Gus Dur di istana negara, sehari setelah dia dilengserkan. Para Kiai itu, antara lain, Rais Syuriah PBNU, KH Muchit Muzadi, Mustasyar PBNU KH Ahmad Idris Marzuki (alm) dan KH Cholil Bisri (alm),  Ketua FKB MPR KH Yusuf Muhammad dan beberapa kiai dan tokoh lainnya.

Dalam pertemuan tersebut para Kiai maupun Gus Dur sama-sama menghindari membicarakan masalah politik. Melainkan Gus Dur justru bercerita yang membuat ger-geran semua yang hadir.  

Dalam kesempatan kunjungannya, para kiai dan tokoh-tokoh yang dekat dengan Gus Dur tersebut, dia bercerita, "Bahwa dulu ada seorang kiai di Denanyar Jombang yang pandai mengobati orang sakit. Tapi cara dan doa yang digunakan cukup unik."

"Suatu hari", kata Gus Dur, "Kiai itu mengobati orang sakit gigi. Dia mengambil paku, kemudian dimasukkan ke dalam mulut, persis di tempat gigi yang sakit. Setelah itu sang kiai membaca surat an-Nas. Ketika sampai ayat terakhir bunyinya bukan minal jinnati wan naas, tapi minal jinnati waras (sehat)."

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sudah barang tentu sikap yang ditunjukkan Gus Dur yang tetap sabar dan tidak kehilangan sence of humor-nya ini di luar dugaan semua yang hadir termasuk para kiai. Pasalnya, pada waktu yang sama umumnya tokoh NU maupun PKB sedang dalam puncang emosi lantaran tidak terima Gus Dur dilengserkan MPR melalui SI. Begitu pula warga nahdliyyin yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia waktu itu sedang dirundung kesedihan yang cukup mendalam menyaksikan pemimpin dan panutannya dilengserkan di tengah-tengah periode masa khidmahnya sebagai Presiden RI keempat.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Maksud kehadiran para kiai yang datang menemui Gus Dur pun sebenarnya dalam rangka menunjukkan solidaritas dan rasa simpati kalangan Kiai serta upaya untuk membesarkan hati (menghibur) Gus Dur setelah sebelumnya berbagai usaha telah ditempuh para kiai agar MPR tidak sampai menggelar SI yang berujung dengan dicabutnya mandat Gus Dur sebagai presiden. Diantara upaya itu adalah pada 19 Juli 2001 para kiai Jawa Timur yang di prakarsai PWNU Jawa Timur mennggelar pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Pertemuan tersebut di hadiri pula oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid. Kemudian pada 22 Juli 2001 juga diselenggarakan pertemuan yang sama dengan skala yang lebih besar di Pesantren As Sidiqiyyah Jakarta asuhan KH Nur Muhammad Iskandar. Kali ini melibatkan seluruh Kiai NU se Indonesia.

Pertemuan-pertemuan para kiai di atas dimaksudkan menghasilkan keputusan yang bisa menyejukkan bagi kondisi negeri tempo itu dan tidak sebaliknya membuat negeri ini kian memanas.

KH Ali Maschan Musa, Ketua PWNU Jawa Timur waktu itu, menyatakan bahwa dengan adanya forum pertemuan para kiai tersebut pada intinya para kiai menginginkan persatuan bangsa Indonesia tidak pecah. Dan salah satu syarat agar Indonesia tidak pecah adalah Gus Dur tidak dijatuhkan. Pertemuan semacam ini, menurut Kiai Ali, pernah dilakukan ketika presiden Soekarno mendapat banyak masalah. Ketika itu para kiai membahas apakah Soekarno presiden yang sah apa tidak. Ketika diputuskan bahwa Soekarno presiden yang sah, para kiai meminta jabatan itu diteruskan dan rakyat Indonesia diserukan untuk mendukungnya.   

M Haromain, Pengajar di pesantren Nurun Ala Nur, Bogangan Wonosobo.

Disarikan dari berbagai sumber, di antaranya:   

1. Harian Surya, Senin (30/7/2001)

2. Jawa Pos, Senin (16/7/2001)

3. M Rofiq Madji, Jurus Dewa Mabuk ala Gus Dur, Pustaka Tebu Ireng, 2012.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Nusantara, Pertandingan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 21 April 2016

Kisah Seorang Jurnalis 15 Tahun Belum Minta Maaf ke Gus Dur

Kudus, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Membincang sosok KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), memang seakan tak ada habisnya. Ada saja hal-hal menarik dan kontroversial yang bisa dikemukakan dari Presiden Ke-4 RI itu.

Kisah Seorang Jurnalis 15 Tahun Belum Minta Maaf ke Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Seorang Jurnalis 15 Tahun Belum Minta Maaf ke Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Seorang Jurnalis 15 Tahun Belum Minta Maaf ke Gus Dur

Salah satunya dikemukakan jurnalis senior, Yusuf Mars. Ini adalah pengalaman dia sekitar 15 tahun lalu, semasa dia masih menjadi jurnalis (wartawan) kampus di Surat Kabar Mahasiswa (SKM) AMANAT IAIN Walisongo Semarang.

Waktu itu, dia waktu ditugaskan melakukan wawancara kepada Gus Dur ke PBNU. Dengan suka cita ia datang ke Jakarta. “Dasar anak kampung, langsung saja saya main nyelonong masuk ke kantor PBNU,” kenangnya.

Setelah masuk, Yusuf Mars yang kini menjadi Pemimpin Redaksi NetOn.id dan dan Channel NetOn.TV ini bilang ke Gus Dur: "Gus, (kami) dari SKM AMANAT IAIN Walisongo Semarang, hendak wawancara, apakah berkenan?"

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Ooh, besok saja, ya. Kamu telpon lagi".

Besoknya saya menelpon Gus Dur: "Assalamualaikum, Gus. Saya Yusuf, dari SKM AMANAT, bisa wawancara kapan, Gus?" tanya saya sok akrab.

Jawab Gus Dur: "Saya sakit, lagi flu, nggak bisa sekarang".

"Kapan sembuhnya, Gus?" tanya saya.

Suasana santai dan sok akrab, langsung berubah drastis. Gus Dur menjawab: "Kamu itu gimana, anak IAIN apa nggak tahu takdir? Orang sakit ditanya kapan sembuhnya. Sama dengan tanya, kapan saya matinya," ujar Gus Dur.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Atas kejadian itu, saya merasa bersalah, karena belum sempat minta maaf hingga Gus Dur wafat. “Namun rupanya Tuhan masih memberi ampunan dan kesempatan kepada saya. Ketika Gus Dur wafat, alhamdulillah saya salah satu orang yang bisa masuk ke rumah beliau dan ikut menshalati di rumah duka. Saya juga berkesempatan mencium kaki Gus Dur yang terbujur kaku,” terangnya.

Yusuf menambahkan, saat mencium kaki Gus Dur itu, ia berurai air mata sembil membatin: "Maafkan atas kelakuan saya 15 tahun lalu, Gus, yang sempat membuat Gus Dur tersinggung dan marah”.

Dia yang sekarang menjadi bos NetOn.id dan dan Channel NetOn.TV itu mengaku beruntung, bisa mencium kaki Gus Dur untuk yang terakhir kalinya, kendati untuk itu, dia harus akal-akalan dan mengelabui penjaga rumah Gus Dur.

“Perjuangan saya masuk ke rumah Gus Dur waktu beliau wafat, tidak mudah ternyata. Tetapi para penjaga rumah Gus Dur berhasil saya kelabui. Untuk masuk, saya bilang sebagai staf khusus Presiden dan harus masuk. Entah kenapa, mereka percaya dan menyuruh saya masuk,” kisahnya.

Hingga kini, Yusuf Mars pun tak pernah melupakan kisahnya tentang Gus Dur itu. “Cerita ini begitu membekas dalam diri saya,” katanya. (Rosidi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Hadits Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 20 April 2016

PCNU Gresik Bisa Jadi Percontohan NU Urban

Gresik, Ceramah Felix Siauw Lengkap?



Ketua PWNU Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alallah menilai PCNU Kabupaten Gresik bisa menjadi percontohan dalam hal NU Urban. Hal itu disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong ini saat pelantikan PCNU Kabupaten Gresik masa khidmah 2016-2021 di aula Masjid Agung Gresik.

PCNU Gresik Bisa Jadi Percontohan NU Urban (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Gresik Bisa Jadi Percontohan NU Urban (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Gresik Bisa Jadi Percontohan NU Urban

"Gresik termasuk wilayah industri, akan tetapi kearifan lokalnya cukup kuat dan ini harus di jaga. Sehingga layak menjadi PCNU percontohan NU Urban," ujar Kiai Mutawakkil, kemarin (24/7/2017).

Beberapa tradisi peninggalan para Sunan Giri dan ulama yang masih ada di Gresik di antaranya, seperti Rebo Wekasan, Kolak Ayam, Malam Selawe, Pasar Bandeng dan banyak lagi. ?

Apalagi pemimpin utama Walisongo Syech Maulana Malik Ibrahim, Fatimah binti Maimun, Sunan Giri dan banyak auliya lainnya makamnya ada di Gresik.?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Saya yakin PCNU Gresik penuh barokah dan manfaat. Asal niatnya murni karena tabaruk dan cinta kepada para auliya," ungkapnya.?

Di pundak para pengurus NU Gresik yang baru, lanjut Kiai Mutawakkil, eksistensi organisasi yang didirikan Hadratussyekh KH Hasyim Asyari ini ada. Maka kreativitas dan inovasi sangat ditunggu warga NU dan masyarakat umum.

"Dengan kekompakan dan kebersamaan para pengurus saya yakin program yang dicanangkan dapat terealisasi dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," lanjutnya.?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dalam pelantikan tersebut, KH Moh. Chusnan Ali dikukuhkan sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik melanjutkan tongkat kepemimpin yang sebelumnya dipegang Husnul Khuluq. Sedangkan KH Mahfudh Mashum sebagai Rais Syuriyah. (Khanif Rosidin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kyai, Hadits, Habib Ceramah Felix Siauw Lengkap

Tidak Cukup Memahami Islam sebagai Doktrin

Oleh Nadirsyah Hosen



Saat saya menjelaskan proses panjang sejarah kodifikasi al-Quran, sejumlah pihak banyak yang kaget. Mereka tahunya hanya produk akhir berupa mushaf al-Quran yang sekarang kita pegang. Mereka tidak menyangka bahwa tanda baca, pembagian 30 juz, bahkan ilustrasi di pinggiran mushaf itu tidak ada di jaman Nabi Muhammad SAW.

Tidak Cukup Memahami Islam sebagai Doktrin (Sumber Gambar : Nu Online)
Tidak Cukup Memahami Islam sebagai Doktrin (Sumber Gambar : Nu Online)

Tidak Cukup Memahami Islam sebagai Doktrin

Begitu juga ketika saya menjelaskan perbedaan tanda berhenti di sebuah potongan ayat akan melahirkan perbedaan pandangan ulama, sebagian menuduh saya mengada-ngada bahkan ada yang menyebut saya professor tolol atau kiai sesat. Saya terpaksa mencantumkan teks asli dari berbagai kitab tafsir klasik kepada mereka untuk membuktikan bahwa perdebatan itu sudah berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu. Sejarah perdebatan dan perkembangan pemikiran keislaman dari mulai di jaman Nabi, sahabat, khilafah, sampai sekarang amat menarik untuk ditelusuri.

Di lain kesempatan saya mengulas mengenai sejarah agama di dunia, bahwa sebelum Islam datang, agama Nasrani memiliki sejarah yang amat panjang termasuk konflik saat pemilhan Paus. Agama apapun, apakah itu Islam, Budha atau Nasrani memiliki sejarah yang begitu asyik untuk dipelajari sehingga kita akan paham dinamika internal mereka. Bahkan ekspresi keberagamaan yang diwujudkan dalam bentuk seni baik berupa lukisan, tarian atau bahkan masakan yang berbeda semuanya merupakan elemen penting untuk memahami peradaban dunia. Islam adalah bagian dari peradaban dunia, maka mempelajari dunia adalah hal penting untuk memahami Islam.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selain pentingnya memahami agama dari sudut sejarah, kita juga akan terpesona melihat agama dari perpektif sosial. Misalnya tutup kepala baik untuk lelaki atau perempuan di masing-masing agama itu berbeda-beda. Lihat saja dari mulai sorban di arab, sampai bentuk kopiah yang berbeda di Turki, Mesir dan Indonesia. Atau bagaimana lebaran di tanah air identik dengan ketupat, mudik dan saling maaf-memaafkan yang berbeda dengan di jazirah Arab.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Lihatlah bagaimana sebagian kalangan marah-marah ketika saya tunjukkan fenomena sosial sebagian permaisuri dan tokoh perempuan Arab yang tidak berhijab syari atau foto sebagian syekh yang bersalaman dengan perempuan. Mereka menganggap saya menyebarkan pemahaman yang sesat, padahal saya sedang menunjukkan bagaimana Islam dipraktekkan secara berbeda-beda dalam tataran sosial kemasyarakatan. Saya tidak sedang membahas teks keagamaan, tapi kenyataan sosial. Ini bukan masalah benar atau salah, tapi bagaimana di Arab sekalipun ada fenomena sosial yang sangat dinamis dan menarik untuk kita pelajari.

Memahami agama dalam perspektif politik juga amat menarik. Bagaimana kita harus membaca dengan kritis hadits-hadits yang diriwayatkan setelah masa konflik di era Khalifah Utsman, Ali dan Muawiyah. Karena sejak dulu sampai sekarang bagi para politisi tidak ada cara kampanye yang paling efektif selain mencari justifikasi ayat dan hadits, bukan?! Sebagai contoh dari dulu sampai sekarang akan ada pihak yang berdebat mengenai kesahihan maupun kepalsuan riwayat: "jikalau engkau melihat Muawiyah berdiri di mimbarku, bunuhlah ia!" Sekali lagi, politisasi agama terjadi sejak dulu. Inilah yang harus kita pahami untuk menelaah konflik Sunni-Syiah dalam perspektif politik.

Begitulah, beragam perspektif yang amat dinamis dalam memahami teks keagamaan baik di pesantren, madrasah maupun perguruan tinggi Islam. Cara kita mengkaji Islam menjadi warna-warni. Ini berbeda dengan pola pengajaran di halaqah dan majelis talim yang mengajarkan Islam lewat doktrin semata. Islam dipahami hanya dalam dua bentuk saja: surga atau neraka; sunnah atau bidah; benar atau salah; pahala atau dosa; Muslim atau kafir; sah atau batal; dan halal atau haram.

Di luar itu bagi mereka tidak ada pembahasan dari sudut sejarah, budaya, sosial ataupun politik. Maka terkaget-kagetlah sebagian saudara kita itu melihat berbagai perspektif berbeda yang ditawarkan para kiai, cendekiawan maupun budayawan. Mereka kena penyakit kagetan, terus marah-marah dan akhirnya mencaci maki. Sudah tak ada ilmu, tak pula mereka menjaga adab.

Islam yang dipahami sebagai doktrin semata akan terasa kering dari berbagai disiplin ilmu. Islam yang melulu diajarkan dalam bentuk doktrin akan terasa tajam menghakimi yang lain. Sebagai contoh, perdebatan apakah bumi ini bulat atau datar, Islam doktrin akan buru-buru merujuk pada terjemahan ayat Quran untuk mengatakan bumi itu datar. Islam dalam perpsektif kajian ilmu akan berkonsultasi dengan para saintis terlebuh dahulu, dan bekal info dari para saintis itulah yang akan membawa perspektif baru dalam memahami ayat Quran seputar ini.

Begitu juga soal air yang suci dan menyucikan. Islam doktrin akan mengatakan selama air itu dua kullah maka dianggap suci untuk berwudhu. Secara doktrin fiqh ini memang sah, namun apakah air dua kullah itu secara medis/klinis tidak mengandung bakteri atau kuman? Di sinilah kita perlu perspektif baru mengenai air yang bersih dan layak untuk dikonsumsi. Sah secara fiqh dan bersih secara medis/klinis.

Semoga kita bisa terus belajar dan tidak hanya berhenti di doktrin, tapi terus melengkapi kajian Islam dengan berbagai perspektif ilmu yang sangat kaya dan dinamis. Generasi santri modern adalah mereka yang bisa mengkaji ayat quraniyah dan ayat kauniyah sekaligus. Kita menunggu terus bermunculan para pakar yang menguasai berbagai bidang ilmu keislaman dan ilmu umum agar wawasan kita menjadi luas. Insya Allah!

Penulis adalah Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School



Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Berita Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 12 April 2016

Undar Bahas Toleransi dan Kebebasan Beragama dalam Diskusi Nasional

Jombang, Ceramah Felix Siauw Lengkap?

Isu toleransi dan kebebasan beragama di Indonesia akhir-akhir ini menjadi perbincangan yang cukup serius. Kasus pelanggaran terhadap hak atas kebebasan beragama atau berkeyakinan justru marak terjadi.

Undar Bahas Toleransi dan Kebebasan Beragama dalam Diskusi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Undar Bahas Toleransi dan Kebebasan Beragama dalam Diskusi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Undar Bahas Toleransi dan Kebebasan Beragama dalam Diskusi Nasional

Intoleransi, kekerasan, dan intimidasi serta persekusi tidak bisa dihindarkan, bahkan negara menjadi bagian dalam perbuatan tidak manusiawi itu, melalui pembiaran hingga kebijakan yang diskriminatif dan intoleran.

Tindakan kelompok ekstremis dan intoleran yang bertindak melanggar hukum dan konstitusi terhadap kelompok lain tentunya sangat mengancam keberagaman dalam Bhinneka Tunggal Ika yang telah menjadi fondasi bangsa Indonesia.

Demikian itulah yang menjadi latar belakang gelaran Diskusi Nasional Toleransi dan Kebebasan Beragama di Indonesia oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang bekerja sama dengan The Asia Foundation, Kamis (6/4) di aula kampus setempat.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Diskusi dengan konsep dua sesi ini dibuka H.M. Mudjib Mustain (Rektor Undar Jombang). Hadir pada kesempatan ini Budhy Munawar Rachman selaku Program Officer Religious Freedom and Human Rights dan PUSAM Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Asisten 1 Setdakab Jombang, Wakapolres Jombang, Kodim 0814 Jombang, Syamsul Arifin (Direktur Pusam UMM), Kepala Kesbangpol Kabupaten Jombang, Ketua FKUB Kabupaten Jombang KH. Isrofil Amar, Kepala Kemenag Kabupaten Jombang, kalangan akademisi, tokoh lintas agama, LSM dan mahasiswa.?

Pada kesempatan yang sama, Dekan FISIP Undar H. Machwal Huda meresmikan Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Fisipol Universitas Darul Ulum yang dilanjutkan dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Pusham Fisipol dan Pusam UMM yang disaksikan Rektor Universitas Darul Ulum Jombang, Asisten 1 Setdakab Jombang dan Program Officer The Asia Foundations.

Khudrotun Nafisah Ketua Pusham Fisipol mengungkapkan Pusat Studi Hak Asasi Manusia ini diharapkan menjadi mitra strategis antara institusi perguruan tinggi dan pemerintah daerah.?

"Mitra ini dimaksudkan dalam rangka keberlanjutan program- program maupun kebijakan yang mendukung perwujudan toleransi dan kebebasan beragama dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap RMI NU, Halaqoh Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 08 April 2016

Pendidikan Harus Lindungi Anak dan Guru

Mojokerto, Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh mengatakan di dalam pendidikan ada dua kutub berhadapan yang perlu dijembatani, yaitu kepentingan perlindungan anak satu sisi dan perlindungan guru sisi lain.

"Ada fakta kekerasan kepada? anak dan juga ada fakta kekerasan terhadap guru,” ujarnya pada Seminar Nasional Perlindungan Hukum bagi Guru yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Aula Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet, Mojokerto, Jawa Timur pada, Sabtu, (15/10).

Pendidikan Harus Lindungi Anak dan Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Harus Lindungi Anak dan Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Harus Lindungi Anak dan Guru

Menurut dia, hal yang harus dilakukan adalah harmonisasi perlindungan guru dan anak. Ada titik temu dengan satu komitmen dengan sistem pendidikan yang? menjadikana anak sebagai subjek.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Si anak di samping punya hak juga ada kewajiban, jika melanggar ada konsekuensi, dan terkait guru Pergunu itu bagian dari lembaga untuk proteksi," katanya.

?

Selain kepada anak, Niam mengaku berkomitmen melakukan perlindungan hukum bagi guru. Hal itu dibuktikan dengan terlibat sebagai salah satu tim dalam penyusunan undang-undang guru dan dosen.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ia kemudian menekankan agar guru berfungsi sebagai bukan hanya pengajar tetapi menjadi pendidik atau murabbi sebagaimana dicontohkan Rasulullah yang mendidik bukan dengan pendekatan hukuman, tetapi dengan teladan dan? pembiasaan.

Narasumber lain, Romi Siswanto menegaskan bahwa jika ada guru yang punya masalah terkait profesinya agar segera menghubungi Lembaga Bantuan Hukum setempat.

"Silakan guru ke LBH setempat. Setelah itu, LBH yang akan menghubungi kami, terkait urusan profesi guru," ujar Kasubdit Kesharlindung Kemdikbud ini.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pergunu KH Asep Saefuddin Chalim pada pidato pembukaan menyampaikan, guru tidak perlu menyurutkan langkah jika berikhtiar mendisiplinkan murid.

Namun demikian, Pengasuh Pesantren Amanatul Ummah berpendapat, pemberian sanksi atas pelanggaran murid harus dibarengi dengan ikhtiar mendoakannya setiap malam.

"Murid itu adalah anak kita sendiri. Saya anjurkan para guru untuk mendoakan? murid-muridnya, dan saya selalu mendoakan para murid saya tanpa kecuali setiap malam setelah shalat hajat. Para guru juga hendaknya shalat dhuha empat rakaat sebelum mengajar sebagaimana anjuran dalam hadits yang diriwayatkan Aisyah," jelas kiai yang berhasil mengantarkan para santrinya menerima beasiswa di Eropa dengan capaian 38 santri. (Yusuf Suharto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Amalan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 06 April 2016

Presidium Majelis Alumni Ungkap Tiga Kunci Eksistensi IPNU

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Presidium Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Zaenut Tauhid menyampaikan tiga kunci suksesnya IPNU bisa bertahan hingga saat ini saat memberikan sambutan hari lahir (Harlah) ke-63 IPNU di Gedung PBNU Jakarta, Jumat (24/2).

Presidium Majelis Alumni Ungkap Tiga Kunci Eksistensi IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Presidium Majelis Alumni Ungkap Tiga Kunci Eksistensi IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Presidium Majelis Alumni Ungkap Tiga Kunci Eksistensi IPNU

Pertama, kemampuan adaptasi. Semasa kepemimpinannya pada tahun 1988-1994, kata Pelajar berubah menjadi Putra. Hal ini disebabkan adanya UU No. 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Masyarakat. UU tersebut mewajibkan seluruh organisasi kepelajaran menginduk ke Organisasi Siswa Intra Sekolah.

“Kenapa IPNU mengubah diri dari Pelajar menjadi Putra. Ini merupakan bagian dari adaptasi kita terhadap tantangan-tantangan yang kita hadapi,” ujar Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia itu.

Kedua, menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu adalah Istiqomah, setia pada cita-cita.Kita harus tegak lurus pada tujuan, tidak tergoda pada hal-hal lain semisal politik dan sebagainya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Yang kedua kenapa kita bisa bertahan hidup? Karena kita tetap istiqomah, setia pada cita-cita,” katanya.

Ketiga, Proses kaderisasi berjalan. Hal ini menurutnya dapat mempengaruhi wajah NU ke depan. karena itu juga, wajah Islam dan wajah Indonesia bisa berubah.

“Karena proses kaderisasi terus berjalan,” ujarnya.

Hadir pula dalam acara tersebut Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaeni, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Asrorun Niam Soleh, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Ubaedillah Sadewa, dan beberapa alumni lainnya. (Syakir/Fathoni)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Internasional, Pendidikan, RMI NU Ceramah Felix Siauw Lengkap