Minggu, 22 Maret 2015

Menggagas IPNU Sebagai Sistem Mutu

Oleh Ahmad Munir Chobirun

Dalam 1-2 dekade ke depan, Indonesia diprediksi maju pesat dalam arus permodalan terutama bidang industri, jasa dan perdagangan. Arus modal negara maju mulai bergerak ke wilayah-wilayah negara berkembang. Arus modal yang besar ini menuntut kesiapan generasi muda yang matang dan cerdas, agar dapat bersaing secara kompetitif, menggarap arus permodalan tanpa menghilangkan jati diri serta kemandirian sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat.

30 – 40 juta warga negara yang menyandang identitas Nahdiyyin ini bukan garapan kecil. Ini merupakan warga mayoritas dengan taraf kehidupan menengah ke bawah. Garis taraf mesti dilentingkan, juga kita lenturkan agar dapat bergerak leluasa menuju kemandirian jamiyyah dan kemakmuran jamaah. Prasyarat menuju kemakmuran dan kemandirian yang kuat itu, terletak pada kekuatan sumber daya manusia dalam mengelola jamiyyah.

Menggagas IPNU Sebagai Sistem Mutu (Sumber Gambar : Nu Online)
Menggagas IPNU Sebagai Sistem Mutu (Sumber Gambar : Nu Online)

Menggagas IPNU Sebagai Sistem Mutu

Harapan menjadikan IPNU sebagai sistem kaderisasi matang guna menyiapkan Indonesia mendatang merupakan peran kita semua. Pada saat yang sama, IPNU perlu bekerja keras membangun kadernya. Guna menghadapi persoalan kemandirian di tubuh NU. Warga NU, umumnya petani kadang tidak berdaya di banyak sektor, sehingga kurang mampu menopang kemandirian jamaah. Disisi ini, NU jelas dihadapkan pada pilihan-pilihan pragmatis untuk bertahan pada kemandirian yang substansial.

Bertahan dan mengandalkan institusi formal dalam membangun dunia pendidikan kita, sama dengan berpangku tangan mengharap kesejahteraan dan kemakmuran. Tidak ada analogi lagi untuk menggambarkan betapa sistem yang dibangun tidak dapat diandalkan sama sekali untuk membangun kemandirian dunia pendidikan kita. Maka IPNU masih menjadi alternatif dan jembatan pembangunan yang paling penting bagi pelajar NU. IPNU tidak berpotensi mengambil bagian dalam kebijakan pendanaan anggaran pendidikan, tapi IPNU harus memastikan bahwa anggaran pendidikan sampai ke tangan yang berhak, agar jaminan mutu pendidikan di Indonesia dapat berlangsung tanpa ketimpangan yang berarti.

Oleh karena itu, satu hal terpenting untuk dijadikan pegangan dalam pengelolaan organisasi di setiap tingkatan adalah kemapanan “sistem”. Salah satunya sistem di IPNU sebagai organisasi kader. IPNU bukan tanpa peran dalam kontekk kemajuan ke depan. IPNU bisa menjadi pilar yang menjadi jembatan penting bagi kemajuan dan pembangunan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Paradigma Sempit

Tidak sedikit dari pengurus maupun anggota organisasi kita yang terjebak pada paradigma sempit bahwa organisasi ini tercipta untuk melahirkan tokoh atau semacam pejabat politik. Seolah proses ini menjadi puncak keberhasilan dari proses kaderisasi yang mereka jalani. Pandangan sempit ini hendaknya mendapat kritik keras, mengingat konteks yang substansial tidak menghendaki IPNU menjadi organisasi yang demikian. Jika paradigma ini terus berkembang ke arah demikian, organisasi benar-benar tumpul dan tidak akan mampu memberikan sumbangan brilian bagi kemajuan bangsa.

Sebelum berikhtiar memperbaiki dan mencintai organisasi dalam wujud supporting system kepengurusan atau pelaksana program. Hendaknya perlu ditilik sejauh mana peran evaluator dalam memandang IPNU sebagai organisasi. Sudahkah evaluator memerankan peran sebagai pengkritik agar organisasi tidak terjebak dalam sistem lama di atas, atau bahkan memandang organisasi dari kacamata kuda yang sempit, linier dan parsial.

Hasilnya IPNU akan bergerak bagai kuda, yang tergantung nahkodanya. Apakah IPNU tetap dalam rel kaderisasi atau berkembang menjadi organisasi perahan yang tidak mampu menelorkan ide dan gagasan brilian untuk membangun wadah yang kuat bagi jamiyyah dan jamaah. Jawabannya tergantung kader dan anggota, ke mana IPNU harus bergerak?

Evaluasi Input

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sejauh ini, harapan dan capaian yang kita inginkan cukup besar, dalam berbagai ranah/bidang garapan. Tidak sedikit energi IPNU tersebar dalam berbagai ide kreatif, yang tidak membentuk satu sistem yang mapan. Pada proses input ini, IPNU tidak lagi relevan menjadi organisasi yang tidak open mind terhadap perkembangan di luar.

Jika ditilik faktanya saat ini, basis kemandirian IPNU di level ranting, anak cabang dan cabang hampir dipastikan tidak ada yang bergerak dengan arus modal. Semua instrument dikembangkan dengan ketulusan dan keikhlasan. Tidak berwujud dalam sebuah sistem yang mapan. Memang instrument mapan itu tidak perlu dikembangkan pada level ranting, cukup pada level cabang. Akan tetapi, kemandirian itu mutlak diperlukan, guna menjamin IPNU memiliki kader dengan kualitas mental dan kemandirian yang tinggi.

Warga Nahdiyin jelas akan mendukung setiap sistem yang dikembangkan. Dengan syarat, IPNU perlu inovatif mengumpulkan donasi untuk kepentingan kaderisasi dan pengembangan bakat siswa yang kurang berada. IPNU akan dilirik jika mampu memberikan beasiswa PANTAS pada setiap jenjang pendidikan. IPNU wajib memberikan dorongan pada siswa berprestasi dari sekolah ma’arif untuk melanjutkan studi.

Evaluasi Proses

Beberapa proses yang dijalani IPNU sebagai organisasi kolektif, ternyata melahirkan tokoh yang tidak kolektif. Pada proses zigoting leadership, kepemimpinan lebih lahir dari proses garis keturunan kyai dan keluarga pesantren yang lain. Padahal kepemimpinan kolektif hendaknya melahirkan kepemimpinan dari sebuah sistem, yang dibangun atas dasar kesepahaman dan kesepakatan kuat antar anggota.

Situasi semacam ini menunjukkan bahwa proses kaderisasi untuk melahirkan kepemimpinan didominasi oleh wacana dan gagasan lama. Maka karakter yang lemah justru terletak pada kemampuan organisasi sendiri melahirkan kepemimpinan kolektif, yang lahir dari sistem kaderisasi, agar kepemimpinan di level IPNU teruji untuk mengisi pos-pos strategis NU dan banom lainnya.

Evaluasi Output

Ukuran terakhir dari input  dan proses adalah output. Ini merupakan ukuran yang terlihat. Dengan kuantitas jamaah terbesar di Indonesia, maka NU membutuhkan jumlah doktor yang setara untuk memastikan SDM yang berkualitas tersedia, sebagai ukuran riil tentang kualitas SDM.

IPNU dalam konteks ini tidak bisa lepas, selain menyiapkan kadernya menuju pada jenjang pendidikan-pendidikan yang lebih tinggi. Baik formal maupun non-formal. Semuanya perlu dipersiapkan dengan instrument yang baik. Jika diperlukan IPNU mempersiapkan sistem sendiri dengan kemandirian total, agar gagasan dan ide-ide brilian dapat dikembangkan tanpa menunggu sentuhan dari pemerintah.

IPNU sebagai Sistem

Sebagai sebuah sistem, IPNU perlu membuat standar mutu kaderisasi. Standar mutu yang paling baik dapat terukur dan teridentifikasi keberhasilannya, serta mudah dievaluasi.

Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) pada jenjang kaderisasi formal, selain nilai-nilai universal yang sudah diterjemahkan dalam AD/ART, keberhasilan MAPABA juga diukur dari instrument keberhasilan di sekolah seperti: Prestasi mampu menjadi ketua OSIS, ketua Kerohanian sekolah, Pengurus Masjid Sekolah/Kampus, Peserta Lomba/Tingkat Kabupaten.

Demikian juga, output dari peserta latihan kader muda (Lakmud), kader Lakmud sudah mampu menjadi pembicara seminar tingkat kabupaten, pemimpin aksi pelajar sadar membaca, ketua dewan ambalan dan segudang peran lainnya.

Demikian juga kader Lakut, harus sudah menyiapkan diri memilih Universitas Unggulan pilihannya, juga sudah matang membina network dan jaringan untuk persiapan menuju dunia perguruan tinggi. Mampu mengorganisir dan membina jaringan kyai dan pesantren di tingkat lokal dan juga nasional. Puncaknya harus mempersiapkan diri menuju Universitas dan menjadi bagian dari pergerakan mahasiswa di Universitas.

Jika ketiga sistem di atas berhasil dikembangkan, tidak mustahil IPNU akan membawa perubahan besar bagi NU dan Indonesia. IPNU menjadi generasi paling depan, yang siap menyamput arus modal, dan juga industrialisasi di Indonesia 2030 mendatang. IPNU akan menjadi pemain di segala lini, tanpa gagap dan selalu memutuskan yang terbaik untuk jamiyyah dan warga NU sebagai landasan perjuangannya. IPNU akan menjadi sentrum kemajuan dan instrument pembangunan bangsa yang tangguh, yang mandiri dan bersikap moderat, yang keberadaannya benar-benar menjadi rahmat bagi alam semesta. Memastikan sistem input yang demikian adalah tanggungjawab IPNU.

Sebagai sebuah sistem IPNU harus bekerja “base on system” bukan skill individu, bukan pula trah garis keturunan. IPNU harus menjadi lahan garapan yang subur bagi tumbuhkembangnya kader, bukan justru menjadi penghambat kader dalam penggalian potensi. Hal ini bisa dimulai jika IPNU mampu mengidentifikasi kerusakan sistem yang bekerja pada dirinya saat ini. Selanjutnya menyusu instrument organisasi yang kuat agar menjadi sistem yang mempu menghasilkan kader yang berkualitas. Selamat berjuang menggarap kader menuju kemandirian.

 

Ahmad Munir Chobirun, Sekretaris Jaringan Sekolah Pimpinan Pusat IPNU

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pendidikan, Aswaja Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 21 Maret 2015

Ketua Baru NU Maluku Komit Bangkitkan Program

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Ketua terpilh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Maluku KH Mahyuddin al-Habsyi Latuconcina berjanji akan menghidupkan kembali sejumlah program yang dinilai mandek pada kepengurusan sebelumnya.

Ketua Baru NU Maluku Komit Bangkitkan Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru NU Maluku Komit Bangkitkan Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru NU Maluku Komit Bangkitkan Program

Mahyuddin mengakui perlunya merevitalisasi seluruh lembaga, lajnah, serta badan otonom PWNU Maluku agar bekerja optimal. Pihaknya juga telah merencanakan pembangunan gedung yang lebih layak untuk masing-masing organ NU tersebut.

”Kami juga akan menghidupakn lailatul ijtima’ secara rutin tiap bulan. Karena itu menjadi warna khas ke-NU-an,” ujarnya saat berkunjung ke gedung PBNU, Jakarta Pusat, bersama Wakilnya H Zain Firdaus Kaisupy, Jumat (22/3) malam.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Mahyuddin memaparkan, jumlah umat Islam di Maluku sekitar 64% dari total penduduk di sana, selebihnya adalah penganut agama lain, terutama Protestan dan Katolik. ”Dan 95% (umat Islam, red) jika dilihat tradisi keagamaannya adalah NU,” imbuhnya.

Kanwil Kemenag yang juga putra daerah asli Maluku ini yakin dapat memberikan warna Islam yang damai di wilayahnya yang merekam sejarah konflik sosial pada 1999-2003. Menurut dia, prinsip-prinsip NU mendukung terangkulnya kelompok-kelompok berbeda paham dan agama.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Mahyuddin terpilih menjadi Ketua Tanfidziyah dan KH Abdul Wahab sebagai Rais Syuriyah PWNU Maluku pada Konferensi Wilayah (Konferwil) 11 Maret lalu. Saat ini, kepengurusan yang baru sedang menunggu prosesi pelantikan.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pemurnian Aqidah, Meme Islam, Quote Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 19 Maret 2015

Masjid Cheng Hoo Jember Segera Rampung

Jember, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Tak lama lagi, warga Jember, khususnya muslim etnis keturunan akan memiliki masjid yang cukup representatif. Namanya masjid Cheng Hoo. Pembangunan masjid yang terletak di di Jl Hayam Wuruk, Kelurahan Sempusari, Kec. Kaliwates tersebut saat ini sudah mencapai sekitar 65 persen. 

Masjid Cheng Hoo Jember Segera Rampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Cheng Hoo Jember Segera Rampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Cheng Hoo Jember Segera Rampung

“Seperti rencana kami, masjid ini ditarget selesai satu tahun. Mudah-mudahan pertengahan tahun ini sudah selesai,” tukas Ketua  Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Cabang Jember,  Bambang Pramono di Sempusari, kemarin (11/2).

Menurut Bambang, masjid yang berdiri di atas tanah seluas 4.500 meter persegi tersebut adalah masjid ketujuh yang dibangun Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia bekerjasama dengan PITI. Luas bangunannya 15 x 10 M2, dengan model arsitektur  khas etnis Tiongkok. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Bentuk kubahnya seperti pagoda segi delapan. Di sebelah kiri masjid tersebut dibangun menara yang meninggi berbentuk segi delapan, di puncaknya dikelilingi  kaligrafi. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Nanti akan kami lengkapi dengan sarana pendidikan, karena lahannya masih cukup luas,” tuturnya.

Bambang menambahkan, penamaan masjid Cheng Hoo tersebut merupakan wujud penghargaan atas jasa-jasa Muhamamd Cheng Hoo yang telah menjadi pelopor penyebaran Islam bagi etnis keturunan Tionghoa. Muhamamd Cheng Hoo sendiri adalah seorang muslim asal Propinsi Yunan, Tiongkok. 

“Kami sangat bangga dengan usaha an perjuangan Muhammad Cheng Hoo, dan kami terinspirasi untuk berbuat sesuatu bagi bagi bangsa dan agama,” jelasnya.

Masjid Cheng Hoo Jember pertama kali dibangun pada 20 April 2012. Ketika itu Bupati Jember, MZA. Djalal  didapuk meletakkan batu pertama, dan berkenan menyumbang Rp. 10 juta. KH Hamid Hasbullah (tokoh NU) juga meletakkan batu pertama setelah Bupati Djalal. Lokasi masjid tersebut cukup strategis, hanya 60 meter dari jalan protokol kota Jember, tepatnya berada pas di belakang pusat perbelanjaan Carrefor.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Aryudi A Razaq

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Sejarah, Berita Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 14 Maret 2015

Komunitas Pramuka Maarif NU Surabaya Dikukuhkan

Surabaya,Ceramah Felix Siauw Lengkap. Wakil Walikota Surabaya mengukuhkan Majelis Pembimbing dan Kepengurusan Satuan Komunitas Pramuka Maarif (Sakoma) Nahdlatul Ulama di gedung Museum NU Jalan Gayungsari Timur No 35 Surabaya, Sabtu (10/9). Kepengurusan Sakoma Surabaya masa khidmah 2016-2021 tersebut diketuai M Masad.

Komunitas Pramuka Maarif NU Surabaya Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Pramuka Maarif NU Surabaya Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Komunitas Pramuka Maarif NU Surabaya Dikukuhkan

Tampak hadir dalam pengukuhan kepengurusan Sakoma yakni Ketua PCNU Surabaya Muhibin Zuhri. Selain itu pengukuhan kepengurusan Sakoma itu juga dihadiri ratusan anggota yang tergabung dalam Pramuka Sakoma seluruh Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua PCNU Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri juga berharap Ssakoma menjadi kekuatan penopang utama misi penanaman karakter relegius dan nilai-nilai kebangsaan pada calon pemimpin bangsa di masa mendatang.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Generasi Aswaja menebar kemanfaatan, toleran dan merahmati seperti harumnya bunga mawar, tetapi juga tegas dan siap dalam mengahadapi semua ancaman yang merongrong ideologi dan kedaulatan bangsa," tegasnya.

Majelis Pembimbing Sakoma,? HM Jalaluddin mengatakan, dibentuknya Sakoma ini tujuannya adalah pembinaan generasi muda di lingkungan pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama. Lebih jauh adalah pembinaan generasi muda terutama di Surabaya agar perilakunya tidak meinyimpang dari sendi agama, nasionalis dan kebangsaan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Selain membangkitkan Pramuka kembali terhadap para pelajar, kami juga akan membentengi dengan patron Aswaja. Selain itu juga para Pramuka akan kami gerakkan dan bekali dengan menolak paham radikalisme yang saat ini sudah masuk ke sekolah dan kampus," ujar Jalaluddin.

Saat ini ada sekitar 250 sekolah dibawah Yayasan Maarif di Surabaya. Pembentukan Sakoma di Surabaya menurut Jalaluddin adalah ketiga setelah di Kabupaten Ponorogo dan Ngawi. Rencananya Sakoma akan terus dikembangkan di lingkungan sekolah-sekolah dibawah Yayasan Maarif Nahdlatul Ulama ini.

Sementara itu, Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana menyambut baik adanya Sakoma, menurutnya, dengan Sakoma ini para generasi muda mendapat pendidikan di luar pendidikan formal yang positif. "Semoga dengan adanya Sakoma menambah nilai positif untuk para pelajar dan generasi muda di Surabaya," ujarnya. (Win/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap AlaNu, Pondok Pesantren Ceramah Felix Siauw Lengkap