Rabu, 27 Juli 2016

Berita Nahdlatoel Oelama

Majalah Berita Nahdlatoel Oelama (BNO) diterbitkan Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (PBNU), dengan alamat kantor NU, Sasak No 66, Surabaya. Menurut sebuah sumber, majalah tersebut terbit pertama kali pada tahun 1931.?

Pada terbitan Nomor pertama Tahun kelima, Muharam ? terbit pada 1 Januari 1936, terdapat keterangan yang mengungkapkan kebahagiaan bahwa majalah ini bisa terbit ? half maandblad atau terbit sebulan dua kali. Di edisi itu pula tertulis keterangan bahwa majalah tersebut diupayakan oleh para ulama NU.?

Berita Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)
Berita Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)

Berita Nahdlatoel Oelama

Para ulama berharap, majalah tersebut dapat berperan sebagai obor kaum Muslimin pada umumnya dan Nahdliyin khususnya.?

Di dalam kota redaksi tercatat K. Machfoed Siddik Djember sebagai Hoofd Redacteur, dan K. Abdullah Oebaid Surabaya, KH Eljas Tubuireng dan KH A Wahid sebagai Redacteur. Sementara itu, KH Hasyim Asy’ari Tebuireng, KH Abdul Wahab Chasbullah Surabaya, dan KH Bisri Kauman duduk sebagai Mede Redacteur.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Majalah BNO berbeda dengan majalah yang diterbitkan NU pada masanya. Jika majalah lain hanya berisi artikel-artikel keagamaan dan keorganisasian NU, maka BNO memuat banyak jenis tulisan, dari agama, organisasi, ekonomi, hingga permasalahan tanah dan pertanian. Dimuat juga tulisan-tulisan bertema politik dari dalam negeri ataupun luar negeri yang sedang berkembang pada masanya.?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Berita-berita NU di berbagai daerah juga termuat, bahkan hingga NU Teluk Lubuk, di Sumatra Selatan.?

Sebagai majalah berbasis aliran keagamaan, BNO tak lupa merespon dan membela keyakinannya. Nomor 9 Tahun 9 misalnya, majalah ini merespon tulisan yang ada di majalah Adil terbitan Muhammadiyah tentang hukum Azimat.?

BNO Nomor Pertama Tahun kesepuluh, Nopember 1940, juga merespon perselisihan Persatuan At-Tarbiyatul Islamiyah dengan Hamka tengang tarikat an-Naqsabandiyah yang diungkapkan dalam majalah Al-Mizan (majalah milik Persatuan At-Tarbiyatul Islamiyah yang terbit di Bukit Tinggi).?

BNO menolak keras padangan Hamka yang mengatakan tarikat itu sesat menyesatkan. dan mendukung terbitan majalah Al-Mizan.

Tak ketinggalan pula, seperti umumnya terbitan di NU, majalah ini, tiap terbitannya memuat nama-nama kyai, ulama, atau aktivis organisasi yang sudah meninggal. Maksdunya, meminta para pembaca untuk sholat ghoib atau berkirim doa.

Majalah BNO beredar di banyak kota, dari Madura, hampir semua kota di Jawa Timur, Yogyakarta, kota-kota di jawa Tengah hingga Cirebon, Tasikmalaya, Bandung dan Jakarta. Pertanyaan-pertanyaan seputar keagamaan juga dikirimkan dari Lampung.?

Keragaman iklan yang dimuat juga menggambarkan keragaman pembaca. Dari iklan toko kain hingga tiket kapal laut, dari tukang jahit hingga toko buku yang menjual buku-buku Kristen, dari toko emas imitasi hingga iklan hotel, hingga iklan toko dasi bergambar lambang Muhammadiyah, semua ada. Dari sisi tampilan, majalah ini juga lebih rapi, baik sampul dan tata letak halamannya yang menggunakan tiga kolom di tiap halaman.

Ditemukan edisi No. 6/Tahun XII/Juni - Juli 1952 kolektor majalah Kemala Atmojo. Ada perubahan besar di edisi nomor tersebut, terbitan tidak sebulan dua kali lagi, tapi terbit dua bulan sekali. Perubahan lain adalah perpindahan alamat ke Jalan Maluku II/1, Semarang dan untuk alamat administrasi di Jalan Pekodjan 157, Kudus.?

Penerbitan majalah dikelola oleh PBNU bagian Da’wah. Susunan redaksi pada edisi yang sampul berwarna merah memasang foto Kyai Wahab Chasbullah sedang berpidato tersebut terdiri dari Pemimpin Redaksi: Saifuddin Zuhri. Anggota Redaksi: K.H.A. Wahid Hasjim; K.H. M. Dahlan; K.H. M. Iljas; A.A. Achsien; Idham Chalid; A. Fattah Jasin; Ahmad Shiddieq; Umar Burhan; A. Ch. Widjaja; K. R. Amin Tjokrowidagdo; Nurjaman. Administrasi: M. Zainury Noor. Belum ditemukan waktu perubahan majalah ini. Dan belum ada informasi yang pasti kapan berakhirnya majalah ini. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Tegal Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 22 Juli 2016

Kesenjangan Ekonomi jadi Perhatian Serius dalam Rapat Pleno PBNU

Cirebon, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Ketua Panitia Pelaksana Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Eman Suryaman mengatakan, PBNU memilih tema pokok ekonomi karena problem kesenjangan ekonomi bangsa seolah menjadi permasalahan yang tidak pernah selesai. ?

Rapat Pleno PBNU yang akan berlangsung 23-25 Juli 2016 di Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon, Jawa Barat ini secara serius akan mendorong pemerintah agar terus memaksimalkan peranannya mewujudkan keadilan ekonomi dan juga mendorong pengurus NU wilayah dan cabang untuk terus memberdayakan potensi-potensi ekonomi.

Kesenjangan Ekonomi jadi Perhatian Serius dalam Rapat Pleno PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesenjangan Ekonomi jadi Perhatian Serius dalam Rapat Pleno PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesenjangan Ekonomi jadi Perhatian Serius dalam Rapat Pleno PBNU

"Kalau pertumbuhan ekonomi saja belum tentu menjamin pemerataan, maka bagaimana jika stagnan? Maka NU sebagai organisasi kemasyarakatan harus melihat masalah ekonomi ini sebagai prioritas," terangnya kepada Ceramah Felix Siauw Lengkap menjelang acara gladi resik, Sabtu (23/7) di lokasi Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon.

Menurut Ketua PBNU bidang perekonomian ini, Rapat Pleno PBNU merupakan sebuah langkah konkret menjalankan amanat Muktamar. Tema besar PBNU tetap Islam Nusantara, sedangkan khusus dalam Rapat Pleno kali ini Islam Nusantara diarahkan pada prioritas masalah ekonomi.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Sebagaimana spirit Islam Nusantara bahwa kita lebih mengedepankan model gerakan partisipasi dan meninggalkan model gerakan aspirasi, maka nyata bahwa tujuan kita adalah memberikan kontribusi bagi umat, bagi rakyat Indonesia," paparnya.

Eman juga menambahkan, persoalan ekonomi sebenarnya bukan saja urusan bangsa Indonesia. Berbagai Negara lain yang selama ini makmur seperti di Eropa dan Negara-negara bagian Amerika Serikat juga mengalami problem. Tetapi dalam pengertian Harakah PBNU, tentu yang dimaksudkan memberikan kontribusi kepada Negara adalah ikhtiar kita mendorong dan mengontrol Negara agar menjalankan kewajibannya.

"Niatan kita, jangan sampai di tengah-tengah persoalan ekonomi yang belum adil seperti kesenjangan, kemiskinan, dan ketertinggalan indeks perkembangan manusia (IPM), PBNU tidak memberikan sumbangsih kepada Negara," tutur Eman yang menjelaskan bahwa Rapat Pleno ini ? akan menghadirkan sekitar 200 pengurus PBNU. (Arini/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap Cerita, Fragmen Ceramah Felix Siauw Lengkap

Iman STAN Terbitkan 5.000 Eksemplar Buku USM 2016

Tangerang Selatan, Ceramah Felix Siauw Lengkap

Desember 2015 merupakan akhir tahun yang menantang bagi Ikatan Mahasiswa Nahdliyin (Iman) Politeknik Keuangan Negara STAN Tangerang Selatan, Banten. Pada bulan ini bidang Dana Usaha Iman tengah mengerjakan finalisasi buku Ujian Saringan Masuk (USM) Politeknik Keuangan Negara STAN.

Iman STAN Terbitkan 5.000 Eksemplar Buku USM 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Iman STAN Terbitkan 5.000 Eksemplar Buku USM 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Iman STAN Terbitkan 5.000 Eksemplar Buku USM 2016

Buku yang diberi nama “Siap USM PKN-STAN 2016” ini merupakan buku edisi yang ke 15, lebih unggul dari 14 edisi sebelumnya. Dalam buku yang terbit sejak 18 Januari ini, telah ditambahkan 1 konten baru yakni Tabel Pengembangan Pembelajaran. Dengan adanya tabel tersebut pengguna akan lebih mudah dalam memantau hasil belajarnya.

“Berdasarkan pengalaman tahun lalu, serta dengan mempertimbangkan beberapa hal, manajemen akhirnya memutuskan mencetak dengan jumlah yang lebih banyak daripada tahun sebelumnya, yakni yang biasanya sebanyak 3.000 buku, sekarang kami mencetak sebanyak 5.000 buku,” ujar Achmad Nofrizal selaku manajer buku beberapa waktu lalu.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pihaknya berharap penerbitan buku tersebut mampu memenuhi permintaan pasar untuk menyongsong USM PKN STAN tahun ini. Buku USM Siap STAN terbitan Iman, kata Achmad, memang selalu habis dan bahkan seringkali kewalahan dalam memenuhi permintaan pelanggan. Hal inilah yang akhirnya membuat manajemen optimis menerbitkan 5.000 eksemplar buku.

Wujud Kemandirian

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Achmad juga mengatakan, penerbitan buku ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kemandirian finansial Iman PKN STAN. Hampir 70 persen kegiatan operasional Iman bersumber dari profit buku ini. Di sisi lain, penerbitan buku juga menjadi sarana belajar bagi anggota IMAN. Mulai dari pembuatan konten, pembahasan soal, sampai editing dilakukan langsung jamaah ngaji Iman yang juga merupakan masiswa aktif PKN STAN.

Iman Education, subidang Dana Usaha Iman yang menginisiasi penerbitan buku ini, juga memiliki program unggulan lain, yakni Bimbingan Belajar Jarak Jauh dan Bimbingan Belajar Reguler. Achmad menyayangkan bahwa dalam beberapa tahun belakangan Iman Education hanya melaksanakan Bimbel Jarak Jauh saja dan belum mampu melaksanakan Bimbel Reguler. Ia berharap dan terus mengupayakan, agar tahun depan Bimbel Reguler dapat berjalan lagi sesuai dengan yang telah direncanakan. (Arum R Ristanti/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kajian Islam Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 14 Juli 2016

Dakwah Pesantren Gunakan Jalur Kebudayaan

Jepara, Ceramah Felix Siauw Lengkap? . Pimpinan Ki Ageng Ganjur, Zastrow Al-Ngatawi mengungkapkan, pesantren dalam berdakwah menggunakan thariqah tsaqafiyah (jalur kebudayaan). Demikian diungkapkannya dalam Perjalanan Religi Slank di Pesantren Walisongo Pecangaan, Ahad (17/6) kemarin.

Dakwah Pesantren Gunakan Jalur Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Pesantren Gunakan Jalur Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Pesantren Gunakan Jalur Kebudayaan

Bukti pesantren mengedepankan jalur budaya ialah ditemukannya nadzam, syiir dan shalawat di sejumlah kitab salaf.

“Saya 20 tahun yang lalu seperti kalian. Mondok di pesantren. Kitab-kitab kuning semacam Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah dan masih banyak lagi senantiasa dikaji dan dipelajari tiada henti,” tuturnya seraya mengucapkan kutipan-kutipan kitab-kitab salaf tersebut dengan masih fasih.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Karenanya, Ketua Pengurus Pusat Lesbumi itu tidak sepakat apabila pesantren dikatakan sebagai sarang teroris. Mendiang Sunan Kalijaga dalam berdakwah pun lewat jalur yang sama. Kanjeng sunan dalam berdakwah menggunakan tembang Lir-ilir dipadu alunan gamelan.

“…Lir-ilir/ tandure wes sumilir/ tak ijo royo-royo/ tak senggoh kemanten anyar….” Tembang kanjeng Sunan dialunkan serentak oleh ribuan santri dan pengunjung hingga usai.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menurutnya, lagu Lir-ilir berisi ajaran untuk patuh kepada rukun Islam. Siapa merengkuhnya dengan beribadah kelak saat menghadap yang kuasa akan menuai surga.

Ia tak gentar. Meski saat ini banyak aliran yang mengatakan shalawat, maulid adalah bid’ah, baginya tidak masalah. Sebab hal tersebut dikedepankan Kanjeng Sunan. Untuk memeluk agama perlu diawali dengan pengenalan budaya, lambat laun akan terpikat.

Slank grup band yang digawangi Bim-bim, Kaka, Ridlo, Abdi dan Ivan juga demikian. Jika mau mencermati, imbuhnya dengan seksama lagu-lagu yang dicipta muncul dari ayat-ayat kauniyah. Bisa dikatakan tembang religi. Maka tidak salah apabila Rais am Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Muktabarah An-Nahdliyyah, Habib Luthfi pernah memohon agar Slankers, fans Slank maupun Oi, fans Iwan Fals gemar bershalawat.

Kunjungan Slank mengitari pesantren seluruh Nusantara, tambahnya untuk menjahit keutuhan Nusantara.

“Jangan sampai Indonesia tercabik-cabik oleh pihak-pihak yang akan memporak-porandakan Nusantara. Indonesia yang memiliki dasar Negara Pancasila adalah ijtihad dari para Ulama meski tiada tambahan tujuh kata dalam sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa. NKRI tetap harga mati,” imbuhnya

Tanya Jawab

?

Dalam sesi tanya jawab sejumlah pertanyaan dilontarkan semisal; kapan berdirinya? kapan Slank kian tenar? Bagaimana Slank menghilangkan kecanduan narkoba? Arti Slank? dan Budaya korupsi yang menjamur di Indonesia?

Secara bergantian personil Slank menjawab sejumlah pertanyaan. Utamanya terkait narkoba. Sekitar 1994 mereka resmi berhenti tidak mengonsumsinya. Caranya perlu ada niat khusus. Selain itu, perlu dorongan orangtua maupun kerabat dekat. Bunda Iveth selaku manajer menegaskan agar para santri jangan sekali-kali menenggak narkoba sebab akan menyusahkan orangtua. Di samping itu, uang akan habis pula.

Kegiatan diakhiri. Kedua pihak saling memberikan kenang-kenang berupa bibit pohon, cindera mata dan tenun buatan siswa SMK Walisongo. Jamiyyah Rebana Walisongo (Jawaso) menutup perjumpaan dengan Mars Slank diikuti personil Slank dan pengunjung dengan serentak.



?

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Doa Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 11 Juli 2016

Memahami dan Meneladani Pemikiran Kiai Said

Bernama lengkap Said Aqil Siroj. Sosok kiai yang akrab disapa Kang Said ini lahir dan dibesarkan di lingkungan pesantren. Ayahnya, Kiai Haji Aqil Siroj adalah pengasuh Pesantren Kempek. Salah satu pesantren penting di kawasan Kota Cirebon, Jawa Barat.

Lahir dan besar di lingkungan pesantren, membuat Kang Said tumbuh di lingkungan dengan nuansa cinta ilmu. Spirit keilmuan begitu melekat pada diri Kang Said. Maka bukanlah hal aneh, apabila di berbagai kesempatan Kang Said senantiasa mengajak untuk yatafaqqohu fiddin (sungguh-sungguh dalam mendalami ilmu-ilmu agama).

Kang Said, leluhurnya baik jalur ayah maupun ibu adalah sosok-sosok yang alim. Ayahnya, Kiai Aqil Siroj adalah keturunan Kiai Muhammad Said, sosok kiai yang mengembangkan Pesantren Gedongan dan berperan penting dalam perkembangan Islam di Kota Cirebon.?

Memahami dan Meneladani Pemikiran Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)
Memahami dan Meneladani Pemikiran Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)

Memahami dan Meneladani Pemikiran Kiai Said

Bahkan apabila dirunut ke atas lagi, silsilah Kiai Said akan sampai kepada Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Selanjutnya nasab Syarif Hidayatullah akan sampai pada Sayyidatuna Fatimah binti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Sementara dari jalur ibu merupakan keturunan Kiai Harun, kiai yang mengembangkan pesantren Kempek, Cirebon.

Mewarisi darah ulama, mewarisi semangat dalam menapaki jalan pengetahuan. Diawali dengan mengaji kepada Kiai Aqil Siroj, sembari menempuh pendidikan formal di Sekolah Rakyat (SR), menjadi modal Kang Said dalam pengembaraan keilmuannya. Pesantren Lirboyo menjadi persinggahan pertama Kang Said dalam pengembaraan keilmuan. Dilanjut ke Universitas Tribakti Kediri, hingga Pesantren al-Munawwir Krapyak Yogyakarta di bawah bimbingan langsung Kiai Ali Ma’shum.?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Di pesantren Krapyak ini pulalah, Kang Said bertemu dengan seorang perempuan, Nurhayati, yang kemudian dipersunting menjadi istri pada 13 Juli 1977. Setelah menikah, kota suci Makkah menjadi persinggahan Kang Said selanjutnya. Didampingi sang istri, Kang Said menempuh pendidikan hingga doktoral.?

Strata 1 Jurusan Ushuluddin dan Dakwah Universitas King Abdul Aziz, strata 2 Jurusan Perbandingan Agama Universitas Ummul Qura, dan strata 3 Jurusan Aqidah Filsafat Universitas Ummul Qura. Rangkaian pendidikan ini, berujung dengan dikukuhkannya Kang Said sebagai Guru Besar bidang Tasawuf di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya pada tahun 2014.?

Pengembaraan keilmuan Kang Said, menjadikannya mumpuni dalam pendidikan formal maupun non-formal, dan tetap berakar pada tradisi. Ini terlihat, umpama melalui salahsatu statement Kang Said, “Saya beruntung sejak kecil makan berkat, yang diperoleh ketika ayah saya memimpin kenduri dan tahlilan. Mungkin karena sering makan berkat –makanan yang penuh doa– maka saya banyak mendapat kemudahan.” (hal. 1)

Tak hanya itu, buah pemikiran Kang Said juga menjadi sumbangan keilmuan yang tidak bisa dianggap sebelah mata. Bidang tasawuf menjadi contohnya. Kang Said menuturkan bahwa tasawuf dapat menjadi solusi revolusi mental di negeri ini. Peningkatkan spiritualitas melalui tasawuf, adalah upaya yang logis untuk membasmi, umpama, tindakan korupsi (hal. 133). Peneguhan dan komitmen Kang Said akan Islam Nusantara, juga bisa menjadi contoh lain sumbangan keilmuannya. ?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kini sosok kelahiran 03 Juli 1953 ini mengabdikan diri kepada umat, melalui Nahdlatul Ulama. Pengabdian, kethawadlu’an, dan semangatnya menjadi teladan bagi semua kalangan. Buku dengan tebal 186 halaman ini telah menyajikan dengan apik perjalanan hidup Kang Said.?

Bahkan tidak hanya itu. Penjelasan yang mengalir juga membawa pembaca menikmati uraian lain seperti tentang kezuhudan Kiai Aqil Siroj dan uraian tentang pesantren masyhur di Cirebon, seperti Pesantren Buntet, Pesantren Gedongan, dan Pesantren Babakan Ciwaringin. Buku ini menjadi rekomendasi bagi siapa saja untuk mengenal dan meneladani sosok Kang Said bin Kiai Aqil, santri yang profesor itu. Wallahu A’lam.?

Profil Buku:

Judul : Meneguhkan Islam Nusantara; Biografi Pemikiran dan Kiprah Kebangsaan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA.

Penulis : Ahmad Musthofa Haroen

Penerbit : Khalista?

Halaman : xviii+186

Cetakan : I Agustus 2015

ISBN : 979-1283-xx-x

Peresensi : Robbah Munjiddin A, Koordinator Lambaga Pers PKPT IPNU UIN Sunan Ampel masa khidmah 2013-2014; mahasiswa Filsafat Politik Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Budaya, Anti Hoax Ceramah Felix Siauw Lengkap