Jumat, 30 Desember 2016

Remaja Ngoro Jombang Isi Ramadhan dengan Pelatihan Film

Jombang, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Memasuki hari ke-8 bulan Ramadhan, sekumpulan anak muda di Desa Ngoro Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang mengikuti pelatihan pembuatan film bertajuk Ngoro Kreatif 2017 “Mengenal Ngoro Lewat Film”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (Sabtu-Ahad, 3-4/6) di SMPN 1 Ngoro tersebut diselenggarakan oleh Lingkar Studi Warung Sastra (Liswas), sebuah komunitas sastra dan seni budaya di Ngoro.?

Selama pelatihan, setiap peserta diharuskan membuat sebuah sinopsis film bertema lokalitas Ngoro.?

“Setiap peserta diajak mengenal gambaran sosio-kultural Ngoro. Semoga kegiatan ini bisa menjadi ajang kreatifitas anak muda tentang kampungnya dan mengajak anak-anak untuk berkegiatan positif,” ungkap ketua panitia, Tri Tangguh.?

Remaja Ngoro Jombang Isi Ramadhan dengan Pelatihan Film (Sumber Gambar : Nu Online)
Remaja Ngoro Jombang Isi Ramadhan dengan Pelatihan Film (Sumber Gambar : Nu Online)

Remaja Ngoro Jombang Isi Ramadhan dengan Pelatihan Film

Mengapa mengangkat tema lokalitas? Ketua Liswas Ngoro, Aditya Ardi N menuturkan, agar anak muda Ngoro memiliki pola pikir yang positif, kreatif, dan inovatif, yang pada gilirannya akan mencetak generasi muda yang siap menghadapi ranah multikultur. “Selama ini kadang kita terlalu banyak mengangangkat tema-tema besar, tapi lupa pada hal-hal yang ada di sekitar kita,” katanya.

Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dan dari berbagai kalangan, seperti Dadang Ari Murtono (Cerpenis), Hanafi (Film Maker), Beby (Manager Musik Surabaya), dan Ikhwan (Komunitas Film Sukarmaju Jombang).

“Saya sangat senang pada kegiatan semacam ini. Di samping mendapatkan ilmu-ilmu baru juga bermanfaat mengisi waktu di bulan Ramadhan,” ujar Vabiola, siswi SMAN 1 Ngoro.?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Di hari pertama, Tri Tangguh yang merupakan kreator film menyampaikan materi tentang dunia perfilman, strategi pembuatan film, tema film, termasuk bagaimana memanfaatkan musik.?

Hari kedua diisi oleh Topan dari Kelompok Belajar Seni Jombang. Ia membahas seputar dasar-dasar cinema dan apresiasi dunia perfilman di daerah tersebut. Acara dilanjutkan dengan pemutaran 3 film pendek karya Gradasi Cinema (Liswas), yakni Ngoro, Tanda Tanya, dan Bulat Bundar. (Sulton/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pertandingan, Meme Islam, Bahtsul Masail Ceramah Felix Siauw Lengkap

Malam Pertama Ramadhan

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap
Kedatangan Bulan Ramadhan memang selalu dinantikan setiap muslim. Siapapun orangnya, asal memeluk agama Islam pasti menantikan kehadiran Ramadhan dengan gembira. Suasana itu tampak dalam keramaian di jalan-jalan atau bahkan tempat – tempat perbelanjaan di Jakarta.

Kegembiraan ini bisa jadi merupakan tren, karena berbagai iklan dalam rangka menyambut Ramadhan, khususnya di media elektronik berlangsung jor-joran. Atau bisa pula kegembiraan itu muncul dari kerinduan mendalam  seseorang kepada bulan Ramadhan. Karena dalam bulan ini, pahala ibadah diyakini berlipat-lipat. Dan   Ramadhan menjadi momentum langka.

Kelangkaan itu telah membuat puasanya pun terasa istimewa, termasuk ibadah pada malam hari, salah satunya  sholat tarawih.

Bertemunya kegembiraan yang bersumber dari tren maupun kerinduan mendalam, membuat awal Ramadhan semarak. Pada hari Kamis (14/10) jalan – jalan di Jakarta menjadi macet. Banyak orang menganggap kemacetan jalan menjadi pemandangan sehari-hari. Memang benar Jakakarta menjadi langganan macet. Tapi berbeda dengan hari ini. Meski keputusan awal bulan Ramadhan secara Rukyat Bil Fi’li baru diputuskan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) sekitar pukul 19.30 WIB, juga keputusan pemerintah, dalam hal ini Departemen Agama Republik Indonesia. Kemacetan di jalan-jalan itu bertambah parah setelah sholat ashar hingga maghrib.

Karena kegembiraan terlanjur tidak bisa dibendung. Demi memburu sholat tarawih hari pertama. Mereka yang bekerja di kantor pada hari Kamis, inginnya cepat sampai di rumah. Tak dapat dihindarkan, jalan-jalan pun macet. Saya melihat langsung fenomena itu. Tidak seperti biasanya, pada hari Kamis jalanan dari Simpruk – Manggarai macet. Motor yang biasa saya kendarai nyaris bernasib seperti mobil umum dan pribadi yang merangkak. Motor pun kejebak macet.

Teman saya, Adnan Anwar menyaksikan pula pemandangan  yang sama antara ruas Jalan Jenderal S. Parman hingga Kramat Raya. Sungguh macet. Saya sendiri pun tiba di Ceramah Felix Siauw Lengkap pukul 18.30 WIB. Setelah PBNU mengumumkan keputusannya, bahwa Puasa jatuh pada hari Jumat (15/10). Saya pun menyempatkan diri turut  sholat tarawih di Mushollah An Nahdiah PBNU. Mushollah Annahdiyah pun dipenuhi jamaah tarawih dari karyawan yang berkantor di Graha Nahdiyin, maupun warga sekitar Kramat Raya.

Tidak seperti puasa yang sudah – sudah, sholat tarawih hari pertama pada Ramadhan tahun ini terasa berbeda. Sejak tinggal di Jakarta, Ini adalah sholat tarawih pertama yang saya lakukan di mushollah Annahdiyah . Pengalaman sholat tarawih hari pertama puasa memang menyenangkan.

Biasanya, di Jakarta, sholat tarawih dilakukan setelah terlebih dahulu ceramah agama. Dengan cara ini peserta sholat (jamaah tarawih: Red.) bisa tidak bisa harus mengikuti proses ceramah agama yang disampaikan ustadz. Tetapi bagi yang bekerja pada siang hari di tengah – tengah Jakarta yang hiruk pikuk ini tentu melelahkan untuk mengikuti tarawih terlalu malam. Sehingga tidak jarang kita melihat jamaah tarawih mengantuk.   Pola  penataan seperti ini di Jakarta, berlaku untuk sholat tarawih delapan rakaat maupun dua puluh tiga rakaat. 

Ceritanya menjadi lain  ketika saya mengikuti sholat tarawih di mushollah PBNU. Sholat tarawih dilaksanakan setelah sholat isya. Ceramah dilakukan setelah sholat tarawih.

Menurut  koordinator sholat tarawih dan idul fitri mushollah Annahdiyah PBNU Syamsudin, dilakukannya khotbah atau ceramah agama setelah sholat tarawih, bertujuan   mencegah kantuk dari  jamaah sholat tarawih. “Kita sholatnya panjang sampai 23 rakaat dengan panjang bacaan surat dari rakaat pertama hingga akhir sampai setengah juz,”kata Syamsudin yang pengurus LDNU ini.

“Kalau ceramah agama diletakkan di awal, sebelum sholat tarawih, kasihan jamaahnya,”katanya.

Koordinator panitia sholat tarawih dan idhul fitri mushollah Annahdiyah ini memaparkan, bahwa untuk memenuhi pilihan bacaan sholat yang panjang—setiap hari setengah juz—panitia mengundang para mahasiswa dari Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) untuk menjadi imam sholat.

“Ini dijadwalkan hingga hari ke-30, masalah puasanya akan genap 30 hari atau tidak, tinggadisesuaikan,”ujarnya. Untuk ceramah tadi malam, Kamis (14/10), diberikan oleh Drs H Isron Syamsudin dengan tema “Makna dan Hikmah Ramadhan”. Sedangkan imamnya, Miftahudin dari PTIQ.

Menurut Syamsudin, sholat tarawih hari kedua, Jumat (15/10) akan dipimpin oleh Ustadz Muhammad Mukhlas, sedangkan Drs. KH. AN Nuril Huda akan menjadi penceramah dengan tema Hikmah Ibadah Puasa.

Melihat pola tarawih yang lebih awal dari ceramah, saya tentu lebih memilih tarawih di mushollah Annahdiyah. Biar khusuDari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Makam, Humor Islam Ceramah Felix Siauw Lengkap

Malam Pertama Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Pertama Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Pertama Ramadhan

Kamis, 15 Desember 2016

NU CARE-LAZISNU Salurkan Kaki Palsu untuk Warga Cikarang

Bekasi, Ceramah Felix Siauw Lengkap. NU Care-LAZISNU menyerahkan bantuan kaki palsu kepada Teguh Budiono, warga Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/10).

NU CARE-LAZISNU Salurkan Kaki Palsu untuk Warga Cikarang (Sumber Gambar : Nu Online)
NU CARE-LAZISNU Salurkan Kaki Palsu untuk Warga Cikarang (Sumber Gambar : Nu Online)

NU CARE-LAZISNU Salurkan Kaki Palsu untuk Warga Cikarang

Relawan NU Care-LAZISNU Agus Fuat mengatakan sejak lahir Teguh tidak bisa berjalan layaknya anak-anak pada umumnya. Untuk bisa berjalan, ia harus dibantu dengan kaki palsu. 

“Satu bulan yang lalu ibunda Teguh, Bu Evi, mengunjungi kantor LAZISNU. Sembari membawa dokumen-dokumen tentang Teguh, ibu berumur 54 tahun itu bercerita apabila kaki palsu anaknya sudah tak layak pakai, sementara kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan untuk membeli kaki palsu,” cerita Fuat soal alasan NU Care-LAZISNU menyerahkan bantuan kaki palsu untuk Teguh.

NU Care-LAZSINU lalu berinisiatif melakukan penggalangan diantaranya melalui kitabisa.com untuk pembelian kaki palsu yang baru untuk Teguh. Hasil donasi tersebut digunakan untuk membeli kaki palsu dan juga bantuan untuk pengobatan Bu Evi. 

Sementara itu, Teguh Budiono menceritakan kaki palsu yang lama sudah pecah pada bagian telapak; dan bagian lutut juga sudah tidak muat. Kaki palsu lama itu ia dapatkan dari program santunan 5 tahun lalu. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Siang itu Teguh tampak sangat bahagia melihat kaki palsunya diganti dengan yang baru.

“Terima kasih NU Care-LAZISNU yang telah membantu saya dan ibu saya. Semoga NU Care-LAZISNU ke depan semakin maju,” ucap Teguh.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pihak NU Care-LAZISNU yang diwakili oleh relawan juga turut bahagia bisa membantu Teguh dan keluarga

“Ini merupakan wujud bakti NU Care-LAZISNU untuk menolong orang-orang seperti Mas Teguh. Semoga kaki palsu ini bisa bermanfaat untuk Mas Teguh menjalankan aktifitas sehari-hari. Apalagi Mas Teguh punya cita-cita memberangkat haji ibundanya. Semoga cita-cita mulia itu bisa terkabul,” kata Fuat pada kesempatan itu.

(Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Nahdlatul Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 07 Desember 2016

PBNU Godok Implementasi AHWA dan Konsep Negara

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Sedikitnya 20 kiai NU tengah mematangkan konsep Ahlul Halli Wal Aqdi dan konsep negara dalam perspektif Ahlussunah Wal Jamaah NU. Forum bahtsul masail pra Munas-Konbes NU 2014 yang berlangsung selama tiga hari ini akan lebih bersifat petunjuk pelaksanaan praktis dalam menentukan pemimpin di NU dan fungsi utama sebuah negara.

Pada pembukaan sesi pertama yang membahas Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA), Rais Syuriyah PBNU KH A Ishomuddin mengatakan pertemuan ini penting dalam rangka membuat rincian praktis rekrutmen pemimpin di NU untuk setiap tingkatan mulai dari tingkat ranting hingga pengurus besar.

PBNU Godok Implementasi AHWA dan Konsep Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Godok Implementasi AHWA dan Konsep Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Godok Implementasi AHWA dan Konsep Negara

“Kita akan mengkaji ulang kepemimpinan NU yang berjalan selama ini untuk menyongsong masa depan NU 100 tahun mendatang,” kata Kiai Ishom di Jakarta, Kamis (29/5) sore.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menambahkan sambutan Kiai Ishom, Katib Aam PBNU KH Malik Madani mendorong forum ini lebih merancang pedoman implementasi dalam merekrut pemimpin di NU. Dengan metode AHWA, NU dengan sendirinya menempatkan ulama dalam konteks ini ialah lembaga Syuriyah NU pada posisi tertinggi.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Sistem AHWA ini mesti ditengok  sebagai konsep kepemimpinan permusyawaratan untuk mufakat,” kata Kiai Malik.

Di akhir pembukaan ini, Kiai Malik mengajak peserta bahtsul masail membaca surah Al-Fatihah agar rumusan ini selesai. “Maksudnya agar model kepemimpinan AHWA ini dapat diberlakukan pada Muktamar NU mendatang,” tutup Kiai Malik. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pahlawan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 03 Desember 2016

Pengurus Baru PWNU Aceh Dilantik

Banda Aceh, Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Aceh masa khidmat 2015-2020 akan dilantik oleh PBNU. Pelantikan itu akan berlangsung di Anjong Mon Mata, Meuligo Gubernur Aceh, Jumat (18/3).

Pengurus Baru PWNU Aceh Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru PWNU Aceh Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru PWNU Aceh Dilantik

Iskandar Zulkarnain, Ketua Panitia pelantikan dan Mukerwil NU Aceh menyebutkan persiapan acara sudah mencapai 90 persen. Ia mengharapkan doa dan dukungan warga nahdliyin agar kegiatan itu berlangsung sukses dan tertib. 

“Jika tidak ada halangan, acara pelantikan NU Aceh ini juga akan dihadiri dan dilantik oleh Wakil Ketua PBNU, M Maksum Mahfudz,” ujarnya disela persiapan panitia di Sekretariat PWNU Aceh, Bayu, Lamcot.

Sabtu (19/3) seluruh PCNU se-Aceh beserta pengurus wilayah akan melaksanakan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) NU Aceh yang akan berlangsung di Aula Majelis Permusyawartan Ulama (MPU) Aceh, Lampeuneurut, Banda Aceh. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Adapun susunan PWNU Aceh, diantaranya Ketua Tanfidziyah Tgk H Faisal Ali, Sekretaris Tgk Asnawi M Amin, sedangkan untuk posisi Rais Syuriyah Tgk H Nuruzzahri Yahya dan posisi katib (sekretaris) Tgk H Husaini A Wahab. 

Iskandar berharap, acara pelantikan itu dapat berjalan dengan lancar. Ia juga mengundang seluruh warga kota Banda Aceh dan Aceh Besar untuk dapat hadir pada pelantikan itu. (Muhadzier/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap Syariah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 18 November 2016

IPNU Probolinggo Cari Kader Aktif untuk Jadi Pengurus

Probolinggo, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Probolinggo saat ini tengah sibuk melakukan blusukan ke tiap-tiap Pimpinan Komisariat (PK) IPNU di wilayah kerjanya. Upaya ini dilakukan untuk mencari kader yang benar-benar aktif menjalankan roda organisasi dan mengajaknya bergabung dalam kepengurusan cabang.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua PC IPNU Kota Probolinggo Abdul Jalal, Kamis (19/3). “Sekarang kita sedang melakukan resufle kepengurusan, Kita berhentikan pengurus cabang yang vakum dan tidak aktif. Lalu mengangkat pengurus baru dari PK yang ada di lembaga SMA, MA dan SMK di Kota Probolinggo,” ungkapnya.

IPNU Probolinggo Cari Kader Aktif untuk Jadi Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Probolinggo Cari Kader Aktif untuk Jadi Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Probolinggo Cari Kader Aktif untuk Jadi Pengurus

Menurut Jalal, perekrutan pengurus komisariat ke cabang ini dilakukan dengan tujuan sebagai jenjang pengkaderan yang panjang dalam belajar, berjuang dan bertaqwa di IPNU Kota Probolinggo.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Pengurus yang sudah tidak aktif lagi di organisasi kita berhentikan. Alasannya banyak mulai dari karena bekerja maupun kuliah di luar kota. Tetapi kami tidak ingin membiarkan hal itu berlangsung lama karena nantinya akan berdampak pada keberlangsungan roda organisasi. Kalau pengurusnya tidak aktif, bagaimana organisasi akan berjalan baik,” jelasnya.

Demi mencari kader yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, IPNU Kota Probolinggo sekarang dalam proses blusukan ke seluruh PK di tiap lembaga pendidikan SMA, MA dan SMK se Kota Probolinggo.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Kita blusukan memilih rekan-rekan yang ada di PK sesuai kebutuhan kita di cabang. Kita memang tidak merekrut yang di PAC (Pimpinan Anak Cabang), karena sudah ada sebagian di cabang juga supaya mereka bisa lebih fokus untuk di PAC masing-masing,” terangnya.

Jalal menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau keaktifan seluruh pengurus IPNU di Kota Probolinggo. Jika memang sudah tidak aktif maka akan secepatnya diganti dengan pengurus baru.

“IPNU ini merupakan wadah menambah aspirasi pelajar NU. Kalau pengurusnya tidak aktif, mau disalurkan kepada aspirasi para pelajar nantinya. Semoga dengan kebijakan ini, IPNU di Kota Probolinggo bisa semakin maju dan berkembang,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap AlaSantri Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 20 Oktober 2016

Mendikbud Hapus Tiga Tokoh Penyebar Islam Kalsel sebagai Cagar Budaya

Banjarmasin,Ceramah Felix Siauw Lengkap. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy mencabut status 3 makam tokoh di Kalimantan Selatan sebagai cagar budaya. Ketiga makam tersebut adalah Datu Abulung di Martapura (Kabupaten Banjar), Datu Sanggul di Tapin, dan makam Datu Tumpang Talu di Kandangan.

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan menyesalkan langkah Mendikbud. PWNU menilai mereka mereka adalah tokoh-tokoh terhormat, penyebar Islam, bahkan pejuang republik.

Mendikbud Hapus Tiga Tokoh Penyebar Islam Kalsel sebagai Cagar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendikbud Hapus Tiga Tokoh Penyebar Islam Kalsel sebagai Cagar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendikbud Hapus Tiga Tokoh Penyebar Islam Kalsel sebagai Cagar Budaya

Bagi PWNU, mereka adalah tokoh-tokoh berani yang menolak dan melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda. Jasa-jasa mereka sangat besar untuk republik ini. Karena itu dulu pantas jika makamnya masuk cagar budaya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Aneh sekali, setelah bertahun-tahun sudah masuk sebagai cagar budaya, kok baru sekarang malah dicabut?” ujar Sekretaris PWNU Kalimantan Selatan H. Nasrullah AR melalui siaran pers Ahad (6/8).

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jika alasan pencabutan status cagar budaya itu karena berubah desain dari bentuk asal, kata dia, itu sama sekali tidak relevan. Sebab penghargaan ketiga makam itu sebagai cagar budaya bukan karena desainnya, melainkan karena ketokohannya.

Menurut dia, bukti ketokohan mereka, sampai hari ini ketiga datu itu terus meningkat. Terbukti kunjungan umat selalu ramai setiap harinya. Bagi masyarakat Banjar khususnya, dan Kalimantan pada umumnya, ketiga tokoh itu sangat dihormati.

“Bagi kami, langkah Mendikbud itu, seperti menyepelekan ketokohan ketiganya. Tokoh idola warga Banjar,” lanjutnya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Gubernur dan DPRD Kalimantan Selatan menolak sikap Mendikbud itu. Sebab, bagaimanapun, langkah Menteri itu cenderung menyepelekan khazanah budaya yang selama disanjung dan hormati. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kajian Sunnah, News, Berita Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 12 Oktober 2016

Era Digital Jangan Dihindari, Tapi Disiasati

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Di tengah era digital, perkembangan media begitu pesat. Hampir setiap individu kini bisa menerima sebuah berita, bahkan dalam hitungan detik. Sayangnya, tidak semua berita yang beredar merupakan berita yang positif. Demikian disampaikan Wakil Sekjen PBNU H Ulil A. Hadrawi pada kegiatan Rakernas 2017 yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Lajnah Ta’lif wa an-Nasyr (LTN-NU) di Jakarta, Jumat (24/3).

Era Digital Jangan Dihindari, Tapi Disiasati (Sumber Gambar : Nu Online)
Era Digital Jangan Dihindari, Tapi Disiasati (Sumber Gambar : Nu Online)

Era Digital Jangan Dihindari, Tapi Disiasati

"Maka dari itulah perlu diperbanyak produksi serta penyebaran konten Aswaja An-Nahdiyah,” terang Ulil.

Dipaparkan lebih lanjut oleh Ulil tentang bagaimana NU dalam menghadapi persaingan media global. “Saya ingat salah satu dawuh Gus Dur : Globalisasi tidak bisa dihindarkan, tetapi bisa disiasati. Gadget, android, HP, internet, tidak bisa kita hindari, tapi kita bisa mencari siasat (memanfaatkannya),” tuturnya.

Lebih lanjut diterangkan, di NU memiliki kekuatan yang tidak banyak ada pada organisasi lain, yakni “guyub”. “Guyub, berjamaah, kebersamaan inilah yang perlu dipertahankan dalam diri NU,” kata dia.? (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Humor Islam, Kyai, Khutbah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Minggu, 11 September 2016

Banser Jember Terjun ke Desa-desa Bantu Korban Longsor

Jember, Ceramah Felix Siauw Lengkap

Atas instruksi Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jember, Jawa Timur, tim Banser Tangga Bencana (Bagana) setempat kembali diturunkan ke lapangan dalam rangka membantu warga yang terdampak bencana di beberapa lokasi.

Banser Jember Terjun ke Desa-desa Bantu Korban Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jember Terjun ke Desa-desa Bantu Korban Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jember Terjun ke Desa-desa Bantu Korban Longsor

Di hari ke-2 tim Bagana GP Ansor Jember membantu evakuasi rumah warga yang diterjang longsor akibat hujan deras dan banjir. Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Jember, Senin (23/1) siang menyebabkan tanah longsor di pemukiman warga Dusun Gumitir, Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Akibat hujan deras, tanah yang berada di area ketinggian menerjang rumah warga. Meski tidak memakan korban jiwa, dua rumah mengalami kerusakan. Material longsoran tanah juga membuat seluruh kawasan tersebut penuh dengan batu dan kayu yang terseret banjir.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pasca kejadian itu, tim Bagana GP Ansor Jember bersama warga Selasa (25/1) siang melakukan penyisiran di area yang berdekatan dengan permukiman penduduk untuk membersihkan material yang masih tersisa.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Tidak hanya di dusun Gumitir, tim Bagana yang dikomando langsung oleh Sekretaris PC GP Ansor Jember H Kholidi Zaini itu juga bergerak ke Dusun Tenap, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk yang kondisinya tidak jauh berbeda akibat guyuran hujan lebat kemarin.

"Langkah tersebut dilakukan sebagai rehabilitasi masing-masing wilayah sehingga para penduduk dapat segera melakukan aktivitasnya seperti sedia kala. Tak kalah penting langkah antisipasi berbagai kemungkinan kejadian serupa akan terjadi saat musim hujan ini, karena wilayah tersebut merupakan kawasan dengan potensi bencana longsor,” kata Kholidi.

Sementara itu di tempat berbeda Kepala Biro Bagana Jember Muhammad Lefand, dibantu beberapa personel Banser, juga memimpin jalannya aksi yang sama di Dusun Palombo, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo.

"Bagana Jember harus bergerak, aksi, aksi dan aksi, selesaikan segera," ungkap Muhammad Lefand ketika dihubungi. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Anti Hoax, Daerah, Pondok Pesantren Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 02 September 2016

Ribuan Orang Hadiri Haul KH Makky Syarbini Bangkalan

Bangkalan, Ceramah Felix Siauw Lengkap?



Ribuan warga menghadiri peringatan haul ke-39 pendiri Pondok Pesantren Asshomadiyah, almaghfurllah KH Makky Syarbini di Pondok Pesantren Asshomadiyah, Burneh, Bangkalan, Madura, Selasa (25/7). Mereka datang dari penjuru Jawa Timur.

Ribuan Orang Hadiri Haul KH Makky Syarbini Bangkalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Orang Hadiri Haul KH Makky Syarbini Bangkalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Orang Hadiri Haul KH Makky Syarbini Bangkalan

Wakil Gubernur Jawa Timur H Syaifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul dalam mewakili keluarag besar KH Makky Syarbini mengatakan, antara kiai satu dengan yang lain saling berhubungan, baik hubungan keluarga maupun sanad keilmuan.

Lebih lanjut Gus Ipul mengatakan bahwa tahlilan itu merupakan cerminan pancasila. “Bacaan tahlil wujud sila pertama. peserta tahlil tidak ada batasan, siapa saja boleh ikut, wujud sila kedua. Semua pserta tahlil dan kiainya duduk bersila bersama wujud sila ketiga. Para kiai saling berdiskusidan mempersilahkan yang lain ? untuk memimpin tahlil dan doa wujud sila ke empat. Dan semua peserta tahlil dapat makanan dan berkat adalah perwujudan sila kelima.” Papar Gus Ipul.

Selain Gus Ipul, haul KH Makky Syarbini tahun ini, dihadiri Hery Sudharmanto Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia bersama beberapa pejabat. Mereka semua mengapresiasi acara haul ini.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Seusai acara pengajian, kegiatan di isi Pagelaran Seni Budaya Islam se Jawa Timur dalam tajuk “Bangkalan Bershalawat” oleh Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) NU se-Jawa Timur.?

Puluhan group Ishari hadir dari berbagai daerah di Jawa Timur melantunkan shalawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW diiringi dengan rebana. Pagelaran Ishari semalam suntuk, mulai usai pengajian hingga waktu subuh.?

Semasa Hidup Almaghfurllah KH. Makky Syarbini, beberapa pengurus PBNU sering ? berkunjung ke Asshomadiyah, di antaranya Almaghfurllah KH Idham Chalid, KH, Saifuddin Zuhri dan Subchan ZE. (Badiul Hadi/Abdullah Alawi)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Cerita, Kajian, AlaSantri Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 26 Agustus 2016

Novel Dari Hari Ke Hari Dibahas di Cirebon

Cirebon, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Dari Hari Ke Hari, novel aktivis dan wartawan ternama H Mahbub Djunaidi menjadi perbincangan di Umah Kebon, Metland Hotel jalan Siliwangi kota Cirebon, Ahad (6/4) malam. Mereka yang terdiri dari aktivis mahasiswa, wartawan, komunitas seniman yang menduduki kursi di kafe terbuka, menyampaikan pandangan masing-masing.

Dalam pertemuan itu, mereka menyoroti hubungan sastra dan politik yang merujuk pada novel tersebut. Aktivis Jingga Media Sobih Adnan di awal pertemuan mengatakan, karya kesusastraan era reformasi kini jarang sekali terlibat dalam perjalanan kepempinan bangsa.

Novel Dari Hari Ke Hari Dibahas di Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Novel Dari Hari Ke Hari Dibahas di Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Novel Dari Hari Ke Hari Dibahas di Cirebon

“Penulis kini seperti lebih asyik sendiri menghadapi dunianya,” kata Sobih menyebut penulis belakangan ini yang tengah digandrungi remaja.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Forum santai ini dihadiri aktivis Surah Sastra, Komunitas Seniman Santri (KSS), PMII Cirebon, pelajar NU Cirebon baik IPNU maupun IPPNU , dan mahasiswa umum. Dengan meja terbuat dari kayu mentah, mereka mencicipi suguhan kopi rempah khas kafe setempat.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sementara aktivis KSS Baequni M Haririe melihat Mahbub sebagai penulis yang tidak lahir dari ruang kosong. Ia lahir di tengah pergolakan fisik revolusi. Keadaan seperti ini yang kemudian menghadirkan novelnya dengan potret perjuangan kendati dari sudut tokoh seorang anak kecil.

Di samping muatannya, Mahbub melalui novel ini juga membuat ungkapan-ungkapan tajam. “Ketika menggambarkan musim panas, Mahbub menggambarkannya dengan ‘daun keriput’,” terang Baequni yang menyayangkan bahwa orang Indonesia tengah kehilangan orientasi kebudayaan.

Sementara sejumlah aktivis PMII Cirebon melihat hubungan sastra dan politik seperti lazimnya air dan minyak. Aktivis politik dan sastrawan seperti bukan saudara sebagaimana masa lalu. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Ahlussunnah, Kajian Sunnah, Hikmah Ceramah Felix Siauw Lengkap

PMII Kota Banjar Ikuti Sekolah Aswaja

Banjar, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar mengikuti Sekolah Aswaja yang digelar Komsariat PMII dan Roudlotul Quro Wal Huffadz (RQH) STAIMA Kota Banjar, Sabtu-Ahad, 11-12 November 2017, di Gedung SMA Al Azhar.

PMII Kota Banjar Ikuti Sekolah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kota Banjar Ikuti Sekolah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kota Banjar Ikuti Sekolah Aswaja

Ketua Panitia, Alif Fahelani, mengatakan Sekolah Aswaja dilakukan untuk memperkokoh pemahaman para kader PMII terhadap paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja). Ia menyadari, kondisi masyarakat saat ini terus diguncang dengan pemahaman-pemahaman yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

"Apalagi kita dihadapkan dengan persoalan semakin majunya teknologi dan pesatnya perkembangan dunia maya. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita selaku mahasiswa untuk bergerak dalam proses penguatan Aswaja di masyarakat, khususnya mahasiswa," katanya.

Hal senada diungkapkan Rizal, Ketua Komisariat PMII STAIMA Banjar. Menurutnya keberadaan Aswaja di Indonesia yang kurang lebih sama dengan Nahdlatul Ulama (NU) perlu menjadi pegangan hidup masyarakat di berbagai bidang, baik dalam hal ibadah, muammalat, munakahat maupun dalam hal menyikapi keberagaman bangsa Indonesia.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Hampir semua mengklaim berpaham Aswaja. Namun, bagi kami ada dua hal yang perlu digaris bawahi dalam menghadapi tantangan Aswaja di Indonesia, yakni tantangan menghadapi kekuatan liberal dan kekuatan islam politik garis keras," tegasnya.

Dengan Sekolah Aswaja tersebut, dirinya berharap besar para mahasiswa selaku agen of change mampu menentukan sikap dan mengambil langkah antisipasi gerakan-gerakan yang mengancam keutuhan NKRI.

Sementara itu, Sirojul Mutaha, Ketua PC PMII Kota Banjar, mengungkapkan dirinya miris dengan banyaknya paham transnasional yang semakin berkembang biak di Indonesia. Pasalnya, paham yang tidak cocok dengan kondisi negara Indonesia itu dapat merusak tatanan negara. Baginya, satu-satunya yang cocok adalah Asawaja An-Nahdliyyah dengan konsep Islam Nusantara.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Jadi ini bukan aliran baru dalam Islam, akan tetapi sebuah konsep pengamalan nilai-nilai dalam islam yang tidak menafikan budaya-budaya Nusantara," tegasnya.

Sekolah Aswaja diikuti 26 peserta menghadirkan narasumber Yayan Bunyamin dari Lakpesdam NU Tasikmalaya yang juga penulis buku Menalar NU; Rais Syuriah PC NU Kota Banjar KH. Muin Abdurrohim; Roisun alumnus PMII Malang; Basiturrizal dari RMI NU Banjar; Gun Gun Gunawan Abdul Jawad dari Mabincab PMII yang juga anggota DPRD Kota Banjar. Pembukaan dilakukan langsung oleh Mustasyar PC NU Banjar, KH. Munawwir Abdurrohim. (Muhafid/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Ulama, AlaNu, Makam Ceramah Felix Siauw Lengkap

Yang Tercatat dari Muktamar

Oleh Muhammad Al-Fayyadl

Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Jombang, Jawa Timur, baru saja usai 5 Agustus silam.? Setidaknya ada dua fenomena menarik yang muncul dari? muktamar itu: masih besarnya kesulitan yang dihadapi NU dalam mengonsolidasi kekuatan internal organisasi serta fenomena kebangkitan “NU kultural” dalam mengawal agenda-agenda besar kebangsaan.

Yang Tercatat dari Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Tercatat dari Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Tercatat dari Muktamar

Seperti mengulang drama Muktamar ke-27 NU di Situbondo pada 1984, Muktamar ke-33 juga berada dalam bayang-bayang perpecahan akibat perbedaan pandangan mengenai penerapan sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam pemilihan Rais Aam, jabatan tertinggi dalam kepemimpinan struktural NU. Dalam sistem AHWA, Rais Aam tidak dipilih secara langsung oleh peserta muktamar, melainkan oleh sebuah komite terbatas dari kalangan ulama sepuh yang memiliki integritas moral dan konsisten dalam berkhidmat di NU. Sistem pemilihan sepert itu dipandang mampu menyelamatkan NU dari riswah, oportunisme, dan muslihat pihak-pihak yang berkepentingan, serta menjaga NU tetap dikendalikan para ulama. Sementara itu, bagi para penolaknya, sistem AHWA dianggap tidak benar-benar tulus mengangkat marwah ulama, melainkan untuk agenda politik tertentu menghadang calon Rais Aam lain yang mendapat dukungan selama muktamar. Namun, pendukung ataupun penolak AHWA menuding satu-sama lain disetir oleh agenda politik jangka pendek, baik tingkat regional maupun nasional.

Tidak jelas siapa yang menunggangi dan siapa yang ditunggangi. Relasi kuasa yang terbangun antara umara(baca: politisi) dan ulama telah menjadi sangat rumit, kompleks, dan berlapis-lapis, sehingga tidak mudah dicandra oleh mata publik. Dalam suasana liberalisasi politik yang juga sedang menghantam NU sebagai organisasi Islam dengan massa terbesar di Indonesia, para politisi ikut berkepentingan dengan “kapal besar” NU untuk mengamankan atau memajukan kepentingan masing-masing. Perhelatan akbar, seperti muktamar itu, tak luput menjadi ajang “investasi politik” para sponsor yang memanfaatkan sentimen keulamaan untuk mengamankan posisi politik mereka.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Tentunya tidak tepat menyebut politisi sebagai aktor tunggal dalam Muktamar NU kali ini. Walaupun para ulama dapat digiring ke arah kondisi tertentu yang favorable bagi kepentingan jangka pendek, selalu ada hal yang tak terduga dari figur-figur panutan warga nahdliyin tersebut. Muktamar kali ini, lagi-lagi, mempertontonkan hal itu. Drama tetesan air mata Gus Mus membuka mata nahdliyin betapa muktamar tersebut tak melulu soal ajang berebut pucuk kuasa. Muktamar adalah soal moralitas dan integritas keulamaan.

Walaupun terlambat, dan belum tentu mampu menyelamatkan organisasi, jalan sunyi Gus Mus menyingkap sebuah permasalahan yang masih melilit ormas Islam terbesar itu, yakni sulit mengambil sikap independen lebih tegas terhadap kultur pragmatis dengan mengalihkan kekuatan modal kulturalnya untuk hajat umat yang lebih pokok dan substansial.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dalam perjalanan sejarahnya, NU selalu bermain pada aras suprastruktural dengan mendayagunakan kekuatan-kekuatan yang dimiliki untuk mengintervensi grand design kebangsaan yang dipandang lebih cocok dalam melindungi kemaslahatan umat secara ekonomis, politis, ideologis, kultural, dan keagamaan. Hal tersebut, misalnya, tercermin dari penerimaan NU terhadap Pancasila pada Muktamar 1984. Modal kultural bagi kekuatan ini adalah hubungan organik antara ulama dan umat, serta kepercayaan pada peran ulama dalam membawakan aspirasi-aspirasi keumatan. Pada kenyataannya, secara eksternal, para ulama dapat berfungsi cukup kuat sebagai kekuatan pengimbang terhadap pelbagai kekuatan yang selama ini menentukan hajat hidup orang banyak—negara, partai politik, modal asing, dan lain-lain. Itu tercermin dari peran ulama NU pada masa Orde Baru dan peran NU di zaman kolonial dalam upaya melindungi umat dari persaingan dengan para pemodal Belanda dan China. Kendati secara eksternal cukup disegani, secara internal para ulama tidak selamanya mampu menjadi faktor integratif bagi kepentingan organisasi, terlebih bagi pemenuhan hajat pokok umat. Sering terjadi perbedaan pendapat cukup tajam dan sering kali pula tidak terdamaikan akibat hadirnya beragam orientasi politik dan ekonomi.

Persoalan barangkali sudah semestinya tuntas sejak NU kembali ke Khittah pada 1984 dengan menarik diri dari politik kepartaian dan menegaskan diri sebagai organisasi sosial-keagamaan. Namun, secara “kultural”, NU belum benar-benar ber-Khittah, karena masih memanfaatkan modal kultural keulamaan untuk mendayagunakan kekuatan-kekuatan politik yang ada guna mencapai tujuan-tujuan organisasi. NU tetap berpolitik “dari pintu belakang” dengan melakukan hegemoni atas sumber daya politik yang ada, baik formal maupun informal serta di pemerintahan maupun nonpemerintahan, untuk mewujudkan apa yang menjadi idealisme dan cita-cita besarnya. ?

Di ruang abu-abu itu, pertarungan dan adu-kekuatan antara haybah (wibawa) keulamaan dan kepentingan instrumental-pragmatis sumber daya politik tersebut diuji. Jika para ulama dapat mendikte kepentingan instrumental-pragmatis, maka besar kemungkinan para ulama dapat menjadikan aktor-aktor pragmatis itu kendaraan untuk mewujudkan agenda-agenda besar keumatan. Sebaliknya, jika para aktor pragmatis berhasil mendikte para ulama, maka agenda-agenda keumatan akan tergadaikan dan menjadi bancakan para aktor pragmatis; NU akan terjerat dalam pusaran kepentingan jangka pendek.

Permainan tersebut terbukti sarat risiko. Para ulama bisa saja terbuai bujuk-rayu para aktor pragmatis yang memiliki seribu satu cara untuk meluluhkan hati mereka agar menerima proposal-proposal yang sama sekali tidak bersangkut-paut dengan kepentingan umat, bahkan justru merugikan umat. Dalam suasana neoliberalisasi seperti saat ini, para ulama dapat dengan mudah terkooptasi skema-skema yang didesain oleh para pemodal besar (dan bukan sekadar aktor pragmatis “biasa”), yang bermain dari balik layar dengan memanfaatkan ulama sebagai “bumper” bagi kepentingan bisnis mereka. Para pemodal tersebut dapat bekerja sama dengan politisi yang memiliki kedekatan atau hubungan? kekerabatan dengan para ulama. Dengan kata lain, para aktor pragmatis dapat dengan mudah memuluskan sekaligus menjalankan agenda yang dimiliki berkat dukungan kultural yang diperolehnya.

Pelajaran terpenting dari Muktamar kali ini barangkali adalah perlunya dirumuskan sebuah konsepsi “khittah” yang lebih aktual dengan konteks kekinian, yaitu konteks dunia neoliberal tempat kepentingan politik niscaya bersenyawa dengan kepentingan ekonomi. Konsekuensinya, berpolitik hari ini menjadi identik dengan memiliki dan menguasai sumber daya ekonomi. “Khittah 1984” mampu melepaskan NU dari jeratan politik formal kepartaian dan memungkinkan NU memiliki ruang bebas memerankan sepak terjang tanpa baju partai politik, sedangkankhittah di masa kini juga seharusnya mampu melepaskan NU dari jeratan “politik” dagang yang diakui maupun tidaktelah memfasilitasi proses politik dalam bentuk formal serta? informal.

Perlu dibuka diskursus di kalangan ulama mengenai dampak bila ulama merestui atau menyetujui, misalnya, seorang calon anggota parlemen maju sebagai kepala daerah. Konsesi-konsesi apa yang akan diberikan si calon kepada para pengusaha besar dan kebijakan-kebijakan apa yang potensial dilahirkan si calon terhadap perubahan tata ruang, alih fungsi sumber daya, alokasi anggaran publik, dan lain-lain. Perlu dibuka wacana di tengah-tengah ulama mengenai sumber-sumber dana yang diperoleh para politisi, pertanggungjawaban dana tersebut, serta sanksi moral yang keras terhadap perilaku korupsi. Dengan demikian, “politik kebangsaan” NU mendapatkan wujud konkret dalam bentuk pengawasan publik terhadap segala aspek yang perlahan tapi pasti membawa dampak merugikan (mafsadah) bagi umat dan bangsa secara keseluruhan.

Merasuknya politik pragmatis di jaringan struktural NU merupakan akibat dari “politik akomodasi” yang dijalankan NU terhadap aktor-aktor negara dan pasar. NU pernah menjalani orientasi politik seperti itu sejak 1957 sampai 1961 dengan mengakomodasi? “Demokrasi Terpimpin”, yang kemudian melahirkan lapisan elite NU yang memiliki akses dan kedekatan dengan pengusaha, militer, serta pejabat tinggi negara. Meski kedekatan dengan rezim itu menguntungkan NU dengan kemampuannya mempertahankan dukungan kuat massa, di tengah konstelasi ideologi-ideologi besar saat itu (Nasakom), secara internal kedekatan itu juga menyeruakkan dan mempertajam friksi di kalangan NU, dari progresif hingga konservatif, yang menghendaki lebih kuatnya independensi NU terhadap rezim dan persatuan internal yang lebih kondusif bagi perwujudan cita-cita luhur organisasi (Greg Fealy, Ijtihad Politik Ulama, LKiS, 2003, hal. 307).

Perlunya evaluasi serta otokritik terhadap strategi politik suprastruktural yang diperankan NU saat ini, dengan akomodasi lunaknya terhadap rezim serta akomodasi organisasi massa Islam ini atas pelbagai fasilitas yang dimungkinkan oleh iklim politik yang mengalami liberalisasi sedemikian cair, barangkali mendorong perlunya memikirkan sebuah kemungkinan pendekatan politik yang lebih dekat dengan cita-cita pemberdayaan NU untuk warga nahdliyin; pendekatan politik partisipatif-kewargaan,lintas-golongan, berjejaring, dan memiliki akar keprihatinan pada kondisi riil di tingkat basis. Pendekatan politik tersebut? berorientasi pembebasan dan pemberdayaan warga nahdliyin di tingkat akar rumput yang sekian puluh tahun nyaris tidak mengalami perubahan hidup yang berarti dan cenderung semakin rentan terjatuh pada pemelaratan, pemiskinan, dan deprivasi sosio-ekonomi.

Fenomena menarik lain di sekitar arena Muktamar NU kemarin adalah banyaknya “muktamar” sampingan (side-events) yang melibatkan kaum muda NU dari berbagai latar belakang. Mereka mendiskusikan persoalan-persoalan bangsa tidak lagi dari perspektif perebutan kuasa, melainkan dari perspektif pemberdayaan—melalui isu-isu perburuhan, sumber daya alam dan agraria, bonus demografi, anti-korupsi, demokrasi versus neoliberalisme, HAM, resolusi konflik, new media, seni tradisi, dan masyarakat adat. Berbagai pemetaan yang dilakukan atas persoalan riil keumatan, yang jauh dari jargon-jargon besar, seperti menandai suatu gelombang kesadaran baru di kalangan generasi muda nahdliyin akan perlunya sebuah pendekatan politik baru yang belum tertampung dalam strategi “tradisional” politik suprastruktural yang diperankan tokoh-tokoh NU. Bagaimana kaum muda NU mampu mengambil peran lebih hegemonik terhadap isu-isu kebangsaan di tubuh NU, dan mendorong lahirnya perubahan yang signifikan terhadap orientasi politik NU, merupakan sebuah pertanyaan yang menarik untuk dilihat jawabannya pada tahun-tahun mendatang.***



Muhammad Al-Fayyadl, Peninjau pada Muktamar NU ke-33, Peserta Musyawarah Besar (Mubes) Kaum Muda NU Jombang. Ia Alumnus Master "Philosophie et critiques contemporaines de la culture", Université Paris VIII, Prancis.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap PonPes Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ratusan Santri di Probolinggo Baca Surat Yasin, Tahlil dan Sholawat Nariyah

Probolinggo, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-III tahun 2017, ratusan santri di Kabupaten Probolinggo melaksanakan pembacaan Surat Yasin, Tahlil dan Shalawat Nariyah bersama-sama di halaman depan Eks Kantor Bupati Probolinggo di Kecamatan Dringu, Sabtu (21/10) malam.

Peringatan HSN ke-III tahun 2017 ini digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bekerja sama dengan PCNU Kota Kraksaan dan PCNU Kabupaten Probolinggo. Selain santri, kegiatan ini juga diikuti oleh segenap warga NU mulai dari Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU dan IPPNU serta badan otonom NU yang lain.

Ratusan Santri di Probolinggo Baca Surat Yasin, Tahlil dan Sholawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Santri di Probolinggo Baca Surat Yasin, Tahlil dan Sholawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Santri di Probolinggo Baca Surat Yasin, Tahlil dan Sholawat Nariyah

Kegiatan ini dihadiri oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono, Rais PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili,  Ketua PCNU Kota Kraksaan KH Nasrullah Ahmad Suja’i, Rais PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaludin Al-Hariri dan Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

H Hasan Aminuddin meminta para orang tua untuk mencetak anaknya selaku generasi muda dengan memberikan pendidikan yang baik dan berakhlakul karimah. “Para orang tua hendaklah harus bisa memaksa anak dan memberikan batasan waktu untuk memegang HP. Berikan kesempatan memegang HP di hari yang tepat,” katanya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Lebih lanjut Hasan mengajak seluruh warga NU agar bersama-sama menyelamatkan generasi muda penerus bangsa supaya menjadi anak yang berguna dan menjadi generasi pemimpin yang baik kedepannnya.

“Kemajuan di zaman era digital ini sudah semakin menurunkan perilaku dan akhlak anak-anak kita. Solusinya adalah anak tidak boleh membawa HP saat bersekolah. Dengan demikian anak bisa berkonsentrasi kepada apa yang diajarkan oleh gurunya,” jelasnya.

Oleh karena itu Hasan meminta kepada para orang tua agar selalu memberikan kesibukan kepada anak-anaknya agar menjadi generasi penerus bangsa Indonesia yang berkualitas dan profesional.

“Setiap harinya orang tua harus mengarahkan dan memberikan pengetahuan umum baik di lembaga pendidikan atau sekolah serta pengetahuan agama atau mengaji di musholla atau di masjid,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Sejarah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 25 Agustus 2016

RMI NU Libatkan Santri di Jawa Barat Cegah Dini Terorisme

Cirebon, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama melibatkan sedikitnya 50 santri dari pelbagai pesantren di Jawa Barat untuk bersama mencegah penyebaran terorisme. Mereka selama tiga hari Senin-Rabu (29/9-1/10) di pesantren Kempek Cirebon mempelajari terorisme, sebab, penyebaran pahamnya via online, hingga pencegahannya.

RMI NU Libatkan Santri di Jawa Barat Cegah Dini Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI NU Libatkan Santri di Jawa Barat Cegah Dini Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI NU Libatkan Santri di Jawa Barat Cegah Dini Terorisme

Pengasuh pesantren Kempek KH Mustofa Aqil Siroj mengatakan, pembahasan terorisme di pesantren bukan upaya penyadaran akan bahaya terorisme bagi kalangan santri. Penolakan pesantren dan santri tidak perlu diragukan terhadap paham teror.

“Kehadiran kita di pesantren ini mesti dipahami bahwa santri dan pesantren diajak untuk menanggulangi penyebaran paham teror yang kini dilakukan pihak tidak bertanggung jawab melalui pelbagai cara dan media,” kata Kiai Mustofa yang kini diamanahkan sebagai Katib Syuriyah PBNU, Selasa (30/9).

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Saefudin dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mendukung pernyataan Kiai Mustofa. Menurutnya, kalangan santri penting terlibat dalam penyebaran paham terorisme.

“Di Jabar ini keamanan dari teroris raportnya merah, terbukti dengan pemboman di Mapolresta Cirebon. Kita bekerja keras bersama RMI untuk mengajak santri memutuskan penyebaran paham ini. Terorisme harus dicegah dengan cara bukan kekerasan,” kata Saefudin.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pada satu sesi di pelatihan ini Sekretaris RMI NU KH Miftah Faqih memandu peserta untuk siap terjun di masyarakat. Ia membagi peserta ke dalam lima kelompok. Mereka diajak secara kritis menganalisa dan memahami perintah pembunuhan terhadap non muslim yang ada pada potongan Al-Quran dan hadits Rasulullah.

Menurut Kiai Miftah, analisa terhadap potongan Al-Quran dan hadits ini akan melatih peserta menghadapi mereka secara teologis. Ia mengajak peserta melihat potongan ayat dan hadits itu dilihat dari aspek asbabun nuzul, korelasinya dengan lain ayat, dan pesan moralnya.

“Ingat teks yang terlepas dari konteksnya akan melahirkan tasyisun nushusil muqaddasah (politisasi ayat dan hadits oleh kelompok tertentu demi kepentingannya),” kata Kiai Miftah.

Pelatihan ini terselenggara atas kerja sama RMI NU, BNPT, dan Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikalisasi (Pakar). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kajian, Jadwal Kajian, Pahlawan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 18 Agustus 2016

Peringati Hari Antikorupsi, Warga Lomba Memanah Koruptor

Brebes, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, warga di Kota Brebes merayakannya dengan cara unik. Mereka menggelar lomba ketangkasan memanah gambar koruptor di Alun-alun Kota Brebes sebagai bentuk dukungan terhadap pemberantasan korupsi, Rabu (9/12).

Aksi di gelar oleh Forum Swadaya Warga Brebes (FSWB). Seluruh elemen masyarakat terlibat dalam aksi itu, mulai dari wartawan, tukang becak, sopir angkutan, hingga pelajar. Bak Arjuna membidik sasarannya, para peserta beraksi memanah gambar koruptor kelas wahid di Indonesia. Di antaranya, Urip Tri Gunawan, Artalyta, Syamsul Nursalim dan gambar koruptor Brebes dengan wajah hitam.

Peringati Hari Antikorupsi, Warga Lomba Memanah Koruptor (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Antikorupsi, Warga Lomba Memanah Koruptor (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Antikorupsi, Warga Lomba Memanah Koruptor

Panitia Lomba, Duryani mengatakan, kegiatan dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi di indonesia.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Di Brebes sendiri kasus karupsi banyak yang belum tertutaskan. Di antaranya, dugaan mark up pengadaan tanah Rp 11 miliar dan pengadaan bukup paket Rp 20 miliar. "Kami ingin Brebes, bersih dari korupsi," tandasnya.

Sementara itu di tempat terpisah puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Brebes mengajak masyarakat memberantas korupsi. Ajakan tersebut dalam bentuk unjuk rasa.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ajakan tersebut terkait masih mandulnya hukum di Indonesia. Kabinet Indonesia Bersatu jilid II pemerintahan SBY yang belum genap berusia 100 hari ternyata dipenuhi berbagai persoalan.  ”Hukum seperti halnya barang dagangan yang diperjualbelikan,”  ujar Ketua PMII Kabupaten Brebes, Afifudin Jumfri di sela-sela demo.

Aksi damai yang diikuti sekitar  puluhan orang itu digelar di dua tempat berbeda. Yakni, di depan Pendapa Kabupaten Brebes dan depan Gedung Islamic Center Brebes, tempat dilaksanakannya sidang paripurna DPRD.

Di depan Pendapa Kabupaten, mereka mengelar orasi sambil membawa keranda dan puluhan poster bertuliskan tuntutan. Usai dari pendapa, pendemo bergerak menuju Gedung Islamic Center Brebes dengan berjalan kaki menyusuri jalur pantura. Aksi mahasiswa itu mendapat pengawalan ketat dari Polres Brebes. Sedikinya satu truk Dalmas diterjunkan untuk mengamankan aksi mahasiswa tersebut.

PMII mengajak masyarakat untuk bersama-sama: pertama, mengusut tuntas kasus perampokan uang negara atau skandal bank century yang telah menyakiti hati rakyat. Kedua, tangkap dan adili para pejabat dan orang-orang yang terlibat dalam skandal Bank Century.

Ketiga, seret dan musnahkan para Mafia Hukum dan Makelar Kasus yang telah mengotori hukum dan keadilan di Indonesia. Keempat, mengajak seluruh masyarakat brebes untuk bangkit dan terus melakukan perlawanan-perlawanan terhadap perilaku korupsi di setiap lini kehidupan.  "Kami mengajak masyarakat Brebes untuk bangkit melawan korupsi," tandasnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pondok Pesantren, Kyai,Attijani Ceramah Felix Siauw Lengkap

PBNU Jalin Kerjasama dengan Rabobank Foundation

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Dalam rangka meningkatkan sektor ekonomi mikro yang selama ini kurang tersentuh oleh perbankan, PBNU menjalin kerjasama dengan Rabobank Foundation.

MoU kerjasama tersebut sebelumnya sudah ditandatangani oleh Executive Director Rabobank Foundation Mart Jan Krouwel di Belanda dan kemudian baru ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dengan disaksikan perwakilan Rabobank Foundation Frank Bakx pada hari Rabu, 18 Juli di Gd. PBNU.

PBNU Jalin Kerjasama dengan Rabobank Foundation (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Jalin Kerjasama dengan Rabobank Foundation (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Jalin Kerjasama dengan Rabobank Foundation

Rabobank Foundation merupakan sebuah yayasan yang independen di dalam kalangan Rabobank Group yang sudah ada di 25 negera dengan pendekatan memperkuat lembaga koperatif dan organisasi berbasis anggota. Beberapa program yang telah dijalankan di Indonesia adalah pinjaman kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Jatim, Lombok, Toraja, Nias dan Jateng sebagai penasehat sampai dengan memperkenalkan Electronic Data Capture (EDC) untuk transaksi tunai kecil.

Dalam kerjasama ini, terdapat tiga aspek yang akan digarap bersama untuk jangka waktu dua tahun yang meliputi institusional building bagi BPR, membuat pilot proyek Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan membuka akses terhadap informasi pasar.

Ketua PBNU Ir. Mustofa Zuhad Mughni yang juga direktur utama PT Nusumma Utama menjelaskan bahwa program ini selanjutnya akan diserahkan penyelenggaraannya oleh PBNU kepada PT Nusumma Utama yang kini mengelola 12 BPR Nusumma.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dalam upaya pengembangan institusional building, Rabobank Foundation yang telah berpengalaman dalam pengembangan koperasi di Belanda akan berbagi pengetahuan, teknologi, pendidikan dan fasilitas training untuk meningkatkan kualitas bisnis BPR.

Cak Mus, panggilan akrab Mustofa Zuhad juga menjelaskan bahwa untuk itu, akan dibentuk sebuah kelompok kerja diantara kedua belah fihak ini untuk menangani institusional building.

Berkaitan dengan pembuatan pilot project KSP, akan didesain, didirikan dan dikelola berdasarkan prinsip koperasi dengan kualitas yang baik yang nantinya diharapkan dapat dijadikan model untuk replikasi. Dalam hal ini, dimungkinkan adanya fihak ketiga yang ditunjuk untuk mengimplementasikannya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Untuk akses terhadap informasi pasar, Cak Mus menjelaskan ini merupakan upaya untuk mengembangkan UKM, baik yang merupakan klien dari BPR maupun para anggota KSP agar usaha ini semakin berkembang.

Selain penandatanganan MoU ini, juga diselenggarakan Lokakarya Nusumma-Rabobank Foundation dengan tema Meningkatakn Kesejahtaraan Warga NU Lewat LEmbaga Kegiatan Keuangan Mikro dan Koperasi yang diikuti oleh para direktur BPR Nusumma dan para pimpinan koperasi baik KSP atau KSU dari berbagai daerah yang diselenggarakan pada 18-21 Juli. Mereka juga akan mengadakan studi banding ke Koperasi Ponpes At Ittihad di Ciwidey Bandung yang telah berhasil menjadi pemasok sayuran untuk Hero Group. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Hadits, AlaNu Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 11 Agustus 2016

Majalah Bangkit "Diserbu" dalam Integrity EXPO KPK

Yogyakarta,Ceramah Felix Siauw Lengkap. Majalah Bangkit sebagai wahana jurnalistik Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menarik perhatian pengunjung Integrity EXPO KPK yang digelar di Universitas Gajah Mada (UGM), Kamis (11/12). Para pengunjung penasaran dengan cover majalah Bangkit yang bertemakan "Koruptor Mati tak Perlu Disholati". Cover majalah yang dibuat menjadi standing banner ini bahkan menjadi tempat para pengunjung untuk foto selfie.

Awan PWNU DIY Demikian Fathorrahman yang juga ikut serta menjaga stand PWNU DIY, dalam acara penutupan EXO KPK di UGM mengatakan tema Koruptor Mati Tak Perlu Disholati memang sudah menjadi keputusan Munas Alim Ulama NU 2002 di Jakarta, tema ini juga menarik untuk didiskusikan.

Majalah Bangkit Diserbu dalam Integrity EXPO KPK (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Bangkit Diserbu dalam Integrity EXPO KPK (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Bangkit "Diserbu" dalam Integrity EXPO KPK

.

"Keberanian Majalah Bangkit mengangkat tema ini sangat tepat. Momentumnya sangat strategis. Banyak sekali yang tertarik dengan isi majalah ini," tegas Fathorrahman yang juga Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Fathorrahman juga menegaskan bahwa Majalah Bangkit menjadi salah satu hadiah yang diberikan kepada pengunjung kuis acara Mata Najwa. Peserta Mata Najwa sangat antusias, apalagi melihat cover dan tema Bangkit yang mengesankan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sementara Joko Wahyono, Redaktur Majalah Bangkit, yang ikut menjaga stand menjelaskan bahwa Bangkit menjadi majalah Islam satu-satunya yang bersuara tentang korupsi dalam arena EXPO KPK.

"Suara dari Bangkit menjadikan keputusan Munas Alim Ulama NU 2002 di Jakarta menjadi arena perdebatan menarik dari para pengunjung, khususnya kaum mahasiswa," tegasnya. (Madun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kajian Islam, Amalan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 27 Juli 2016

Berita Nahdlatoel Oelama

Majalah Berita Nahdlatoel Oelama (BNO) diterbitkan Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (PBNU), dengan alamat kantor NU, Sasak No 66, Surabaya. Menurut sebuah sumber, majalah tersebut terbit pertama kali pada tahun 1931.?

Pada terbitan Nomor pertama Tahun kelima, Muharam ? terbit pada 1 Januari 1936, terdapat keterangan yang mengungkapkan kebahagiaan bahwa majalah ini bisa terbit ? half maandblad atau terbit sebulan dua kali. Di edisi itu pula tertulis keterangan bahwa majalah tersebut diupayakan oleh para ulama NU.?

Berita Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)
Berita Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)

Berita Nahdlatoel Oelama

Para ulama berharap, majalah tersebut dapat berperan sebagai obor kaum Muslimin pada umumnya dan Nahdliyin khususnya.?

Di dalam kota redaksi tercatat K. Machfoed Siddik Djember sebagai Hoofd Redacteur, dan K. Abdullah Oebaid Surabaya, KH Eljas Tubuireng dan KH A Wahid sebagai Redacteur. Sementara itu, KH Hasyim Asy’ari Tebuireng, KH Abdul Wahab Chasbullah Surabaya, dan KH Bisri Kauman duduk sebagai Mede Redacteur.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Majalah BNO berbeda dengan majalah yang diterbitkan NU pada masanya. Jika majalah lain hanya berisi artikel-artikel keagamaan dan keorganisasian NU, maka BNO memuat banyak jenis tulisan, dari agama, organisasi, ekonomi, hingga permasalahan tanah dan pertanian. Dimuat juga tulisan-tulisan bertema politik dari dalam negeri ataupun luar negeri yang sedang berkembang pada masanya.?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Berita-berita NU di berbagai daerah juga termuat, bahkan hingga NU Teluk Lubuk, di Sumatra Selatan.?

Sebagai majalah berbasis aliran keagamaan, BNO tak lupa merespon dan membela keyakinannya. Nomor 9 Tahun 9 misalnya, majalah ini merespon tulisan yang ada di majalah Adil terbitan Muhammadiyah tentang hukum Azimat.?

BNO Nomor Pertama Tahun kesepuluh, Nopember 1940, juga merespon perselisihan Persatuan At-Tarbiyatul Islamiyah dengan Hamka tengang tarikat an-Naqsabandiyah yang diungkapkan dalam majalah Al-Mizan (majalah milik Persatuan At-Tarbiyatul Islamiyah yang terbit di Bukit Tinggi).?

BNO menolak keras padangan Hamka yang mengatakan tarikat itu sesat menyesatkan. dan mendukung terbitan majalah Al-Mizan.

Tak ketinggalan pula, seperti umumnya terbitan di NU, majalah ini, tiap terbitannya memuat nama-nama kyai, ulama, atau aktivis organisasi yang sudah meninggal. Maksdunya, meminta para pembaca untuk sholat ghoib atau berkirim doa.

Majalah BNO beredar di banyak kota, dari Madura, hampir semua kota di Jawa Timur, Yogyakarta, kota-kota di jawa Tengah hingga Cirebon, Tasikmalaya, Bandung dan Jakarta. Pertanyaan-pertanyaan seputar keagamaan juga dikirimkan dari Lampung.?

Keragaman iklan yang dimuat juga menggambarkan keragaman pembaca. Dari iklan toko kain hingga tiket kapal laut, dari tukang jahit hingga toko buku yang menjual buku-buku Kristen, dari toko emas imitasi hingga iklan hotel, hingga iklan toko dasi bergambar lambang Muhammadiyah, semua ada. Dari sisi tampilan, majalah ini juga lebih rapi, baik sampul dan tata letak halamannya yang menggunakan tiga kolom di tiap halaman.

Ditemukan edisi No. 6/Tahun XII/Juni - Juli 1952 kolektor majalah Kemala Atmojo. Ada perubahan besar di edisi nomor tersebut, terbitan tidak sebulan dua kali lagi, tapi terbit dua bulan sekali. Perubahan lain adalah perpindahan alamat ke Jalan Maluku II/1, Semarang dan untuk alamat administrasi di Jalan Pekodjan 157, Kudus.?

Penerbitan majalah dikelola oleh PBNU bagian Da’wah. Susunan redaksi pada edisi yang sampul berwarna merah memasang foto Kyai Wahab Chasbullah sedang berpidato tersebut terdiri dari Pemimpin Redaksi: Saifuddin Zuhri. Anggota Redaksi: K.H.A. Wahid Hasjim; K.H. M. Dahlan; K.H. M. Iljas; A.A. Achsien; Idham Chalid; A. Fattah Jasin; Ahmad Shiddieq; Umar Burhan; A. Ch. Widjaja; K. R. Amin Tjokrowidagdo; Nurjaman. Administrasi: M. Zainury Noor. Belum ditemukan waktu perubahan majalah ini. Dan belum ada informasi yang pasti kapan berakhirnya majalah ini. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Tegal Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 22 Juli 2016

Kesenjangan Ekonomi jadi Perhatian Serius dalam Rapat Pleno PBNU

Cirebon, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Ketua Panitia Pelaksana Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Eman Suryaman mengatakan, PBNU memilih tema pokok ekonomi karena problem kesenjangan ekonomi bangsa seolah menjadi permasalahan yang tidak pernah selesai. ?

Rapat Pleno PBNU yang akan berlangsung 23-25 Juli 2016 di Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon, Jawa Barat ini secara serius akan mendorong pemerintah agar terus memaksimalkan peranannya mewujudkan keadilan ekonomi dan juga mendorong pengurus NU wilayah dan cabang untuk terus memberdayakan potensi-potensi ekonomi.

Kesenjangan Ekonomi jadi Perhatian Serius dalam Rapat Pleno PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesenjangan Ekonomi jadi Perhatian Serius dalam Rapat Pleno PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesenjangan Ekonomi jadi Perhatian Serius dalam Rapat Pleno PBNU

"Kalau pertumbuhan ekonomi saja belum tentu menjamin pemerataan, maka bagaimana jika stagnan? Maka NU sebagai organisasi kemasyarakatan harus melihat masalah ekonomi ini sebagai prioritas," terangnya kepada Ceramah Felix Siauw Lengkap menjelang acara gladi resik, Sabtu (23/7) di lokasi Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon.

Menurut Ketua PBNU bidang perekonomian ini, Rapat Pleno PBNU merupakan sebuah langkah konkret menjalankan amanat Muktamar. Tema besar PBNU tetap Islam Nusantara, sedangkan khusus dalam Rapat Pleno kali ini Islam Nusantara diarahkan pada prioritas masalah ekonomi.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Sebagaimana spirit Islam Nusantara bahwa kita lebih mengedepankan model gerakan partisipasi dan meninggalkan model gerakan aspirasi, maka nyata bahwa tujuan kita adalah memberikan kontribusi bagi umat, bagi rakyat Indonesia," paparnya.

Eman juga menambahkan, persoalan ekonomi sebenarnya bukan saja urusan bangsa Indonesia. Berbagai Negara lain yang selama ini makmur seperti di Eropa dan Negara-negara bagian Amerika Serikat juga mengalami problem. Tetapi dalam pengertian Harakah PBNU, tentu yang dimaksudkan memberikan kontribusi kepada Negara adalah ikhtiar kita mendorong dan mengontrol Negara agar menjalankan kewajibannya.

"Niatan kita, jangan sampai di tengah-tengah persoalan ekonomi yang belum adil seperti kesenjangan, kemiskinan, dan ketertinggalan indeks perkembangan manusia (IPM), PBNU tidak memberikan sumbangsih kepada Negara," tutur Eman yang menjelaskan bahwa Rapat Pleno ini ? akan menghadirkan sekitar 200 pengurus PBNU. (Arini/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap Cerita, Fragmen Ceramah Felix Siauw Lengkap

Iman STAN Terbitkan 5.000 Eksemplar Buku USM 2016

Tangerang Selatan, Ceramah Felix Siauw Lengkap

Desember 2015 merupakan akhir tahun yang menantang bagi Ikatan Mahasiswa Nahdliyin (Iman) Politeknik Keuangan Negara STAN Tangerang Selatan, Banten. Pada bulan ini bidang Dana Usaha Iman tengah mengerjakan finalisasi buku Ujian Saringan Masuk (USM) Politeknik Keuangan Negara STAN.

Iman STAN Terbitkan 5.000 Eksemplar Buku USM 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Iman STAN Terbitkan 5.000 Eksemplar Buku USM 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Iman STAN Terbitkan 5.000 Eksemplar Buku USM 2016

Buku yang diberi nama “Siap USM PKN-STAN 2016” ini merupakan buku edisi yang ke 15, lebih unggul dari 14 edisi sebelumnya. Dalam buku yang terbit sejak 18 Januari ini, telah ditambahkan 1 konten baru yakni Tabel Pengembangan Pembelajaran. Dengan adanya tabel tersebut pengguna akan lebih mudah dalam memantau hasil belajarnya.

“Berdasarkan pengalaman tahun lalu, serta dengan mempertimbangkan beberapa hal, manajemen akhirnya memutuskan mencetak dengan jumlah yang lebih banyak daripada tahun sebelumnya, yakni yang biasanya sebanyak 3.000 buku, sekarang kami mencetak sebanyak 5.000 buku,” ujar Achmad Nofrizal selaku manajer buku beberapa waktu lalu.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pihaknya berharap penerbitan buku tersebut mampu memenuhi permintaan pasar untuk menyongsong USM PKN STAN tahun ini. Buku USM Siap STAN terbitan Iman, kata Achmad, memang selalu habis dan bahkan seringkali kewalahan dalam memenuhi permintaan pelanggan. Hal inilah yang akhirnya membuat manajemen optimis menerbitkan 5.000 eksemplar buku.

Wujud Kemandirian

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Achmad juga mengatakan, penerbitan buku ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kemandirian finansial Iman PKN STAN. Hampir 70 persen kegiatan operasional Iman bersumber dari profit buku ini. Di sisi lain, penerbitan buku juga menjadi sarana belajar bagi anggota IMAN. Mulai dari pembuatan konten, pembahasan soal, sampai editing dilakukan langsung jamaah ngaji Iman yang juga merupakan masiswa aktif PKN STAN.

Iman Education, subidang Dana Usaha Iman yang menginisiasi penerbitan buku ini, juga memiliki program unggulan lain, yakni Bimbingan Belajar Jarak Jauh dan Bimbingan Belajar Reguler. Achmad menyayangkan bahwa dalam beberapa tahun belakangan Iman Education hanya melaksanakan Bimbel Jarak Jauh saja dan belum mampu melaksanakan Bimbel Reguler. Ia berharap dan terus mengupayakan, agar tahun depan Bimbel Reguler dapat berjalan lagi sesuai dengan yang telah direncanakan. (Arum R Ristanti/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kajian Islam Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 14 Juli 2016

Dakwah Pesantren Gunakan Jalur Kebudayaan

Jepara, Ceramah Felix Siauw Lengkap? . Pimpinan Ki Ageng Ganjur, Zastrow Al-Ngatawi mengungkapkan, pesantren dalam berdakwah menggunakan thariqah tsaqafiyah (jalur kebudayaan). Demikian diungkapkannya dalam Perjalanan Religi Slank di Pesantren Walisongo Pecangaan, Ahad (17/6) kemarin.

Dakwah Pesantren Gunakan Jalur Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Pesantren Gunakan Jalur Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Pesantren Gunakan Jalur Kebudayaan

Bukti pesantren mengedepankan jalur budaya ialah ditemukannya nadzam, syiir dan shalawat di sejumlah kitab salaf.

“Saya 20 tahun yang lalu seperti kalian. Mondok di pesantren. Kitab-kitab kuning semacam Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah dan masih banyak lagi senantiasa dikaji dan dipelajari tiada henti,” tuturnya seraya mengucapkan kutipan-kutipan kitab-kitab salaf tersebut dengan masih fasih.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Karenanya, Ketua Pengurus Pusat Lesbumi itu tidak sepakat apabila pesantren dikatakan sebagai sarang teroris. Mendiang Sunan Kalijaga dalam berdakwah pun lewat jalur yang sama. Kanjeng sunan dalam berdakwah menggunakan tembang Lir-ilir dipadu alunan gamelan.

“…Lir-ilir/ tandure wes sumilir/ tak ijo royo-royo/ tak senggoh kemanten anyar….” Tembang kanjeng Sunan dialunkan serentak oleh ribuan santri dan pengunjung hingga usai.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menurutnya, lagu Lir-ilir berisi ajaran untuk patuh kepada rukun Islam. Siapa merengkuhnya dengan beribadah kelak saat menghadap yang kuasa akan menuai surga.

Ia tak gentar. Meski saat ini banyak aliran yang mengatakan shalawat, maulid adalah bid’ah, baginya tidak masalah. Sebab hal tersebut dikedepankan Kanjeng Sunan. Untuk memeluk agama perlu diawali dengan pengenalan budaya, lambat laun akan terpikat.

Slank grup band yang digawangi Bim-bim, Kaka, Ridlo, Abdi dan Ivan juga demikian. Jika mau mencermati, imbuhnya dengan seksama lagu-lagu yang dicipta muncul dari ayat-ayat kauniyah. Bisa dikatakan tembang religi. Maka tidak salah apabila Rais am Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Muktabarah An-Nahdliyyah, Habib Luthfi pernah memohon agar Slankers, fans Slank maupun Oi, fans Iwan Fals gemar bershalawat.

Kunjungan Slank mengitari pesantren seluruh Nusantara, tambahnya untuk menjahit keutuhan Nusantara.

“Jangan sampai Indonesia tercabik-cabik oleh pihak-pihak yang akan memporak-porandakan Nusantara. Indonesia yang memiliki dasar Negara Pancasila adalah ijtihad dari para Ulama meski tiada tambahan tujuh kata dalam sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa. NKRI tetap harga mati,” imbuhnya

Tanya Jawab

?

Dalam sesi tanya jawab sejumlah pertanyaan dilontarkan semisal; kapan berdirinya? kapan Slank kian tenar? Bagaimana Slank menghilangkan kecanduan narkoba? Arti Slank? dan Budaya korupsi yang menjamur di Indonesia?

Secara bergantian personil Slank menjawab sejumlah pertanyaan. Utamanya terkait narkoba. Sekitar 1994 mereka resmi berhenti tidak mengonsumsinya. Caranya perlu ada niat khusus. Selain itu, perlu dorongan orangtua maupun kerabat dekat. Bunda Iveth selaku manajer menegaskan agar para santri jangan sekali-kali menenggak narkoba sebab akan menyusahkan orangtua. Di samping itu, uang akan habis pula.

Kegiatan diakhiri. Kedua pihak saling memberikan kenang-kenang berupa bibit pohon, cindera mata dan tenun buatan siswa SMK Walisongo. Jamiyyah Rebana Walisongo (Jawaso) menutup perjumpaan dengan Mars Slank diikuti personil Slank dan pengunjung dengan serentak.



?

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Doa Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 11 Juli 2016

Memahami dan Meneladani Pemikiran Kiai Said

Bernama lengkap Said Aqil Siroj. Sosok kiai yang akrab disapa Kang Said ini lahir dan dibesarkan di lingkungan pesantren. Ayahnya, Kiai Haji Aqil Siroj adalah pengasuh Pesantren Kempek. Salah satu pesantren penting di kawasan Kota Cirebon, Jawa Barat.

Lahir dan besar di lingkungan pesantren, membuat Kang Said tumbuh di lingkungan dengan nuansa cinta ilmu. Spirit keilmuan begitu melekat pada diri Kang Said. Maka bukanlah hal aneh, apabila di berbagai kesempatan Kang Said senantiasa mengajak untuk yatafaqqohu fiddin (sungguh-sungguh dalam mendalami ilmu-ilmu agama).

Kang Said, leluhurnya baik jalur ayah maupun ibu adalah sosok-sosok yang alim. Ayahnya, Kiai Aqil Siroj adalah keturunan Kiai Muhammad Said, sosok kiai yang mengembangkan Pesantren Gedongan dan berperan penting dalam perkembangan Islam di Kota Cirebon.?

Memahami dan Meneladani Pemikiran Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)
Memahami dan Meneladani Pemikiran Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)

Memahami dan Meneladani Pemikiran Kiai Said

Bahkan apabila dirunut ke atas lagi, silsilah Kiai Said akan sampai kepada Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Selanjutnya nasab Syarif Hidayatullah akan sampai pada Sayyidatuna Fatimah binti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Sementara dari jalur ibu merupakan keturunan Kiai Harun, kiai yang mengembangkan pesantren Kempek, Cirebon.

Mewarisi darah ulama, mewarisi semangat dalam menapaki jalan pengetahuan. Diawali dengan mengaji kepada Kiai Aqil Siroj, sembari menempuh pendidikan formal di Sekolah Rakyat (SR), menjadi modal Kang Said dalam pengembaraan keilmuannya. Pesantren Lirboyo menjadi persinggahan pertama Kang Said dalam pengembaraan keilmuan. Dilanjut ke Universitas Tribakti Kediri, hingga Pesantren al-Munawwir Krapyak Yogyakarta di bawah bimbingan langsung Kiai Ali Ma’shum.?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Di pesantren Krapyak ini pulalah, Kang Said bertemu dengan seorang perempuan, Nurhayati, yang kemudian dipersunting menjadi istri pada 13 Juli 1977. Setelah menikah, kota suci Makkah menjadi persinggahan Kang Said selanjutnya. Didampingi sang istri, Kang Said menempuh pendidikan hingga doktoral.?

Strata 1 Jurusan Ushuluddin dan Dakwah Universitas King Abdul Aziz, strata 2 Jurusan Perbandingan Agama Universitas Ummul Qura, dan strata 3 Jurusan Aqidah Filsafat Universitas Ummul Qura. Rangkaian pendidikan ini, berujung dengan dikukuhkannya Kang Said sebagai Guru Besar bidang Tasawuf di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya pada tahun 2014.?

Pengembaraan keilmuan Kang Said, menjadikannya mumpuni dalam pendidikan formal maupun non-formal, dan tetap berakar pada tradisi. Ini terlihat, umpama melalui salahsatu statement Kang Said, “Saya beruntung sejak kecil makan berkat, yang diperoleh ketika ayah saya memimpin kenduri dan tahlilan. Mungkin karena sering makan berkat –makanan yang penuh doa– maka saya banyak mendapat kemudahan.” (hal. 1)

Tak hanya itu, buah pemikiran Kang Said juga menjadi sumbangan keilmuan yang tidak bisa dianggap sebelah mata. Bidang tasawuf menjadi contohnya. Kang Said menuturkan bahwa tasawuf dapat menjadi solusi revolusi mental di negeri ini. Peningkatkan spiritualitas melalui tasawuf, adalah upaya yang logis untuk membasmi, umpama, tindakan korupsi (hal. 133). Peneguhan dan komitmen Kang Said akan Islam Nusantara, juga bisa menjadi contoh lain sumbangan keilmuannya. ?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kini sosok kelahiran 03 Juli 1953 ini mengabdikan diri kepada umat, melalui Nahdlatul Ulama. Pengabdian, kethawadlu’an, dan semangatnya menjadi teladan bagi semua kalangan. Buku dengan tebal 186 halaman ini telah menyajikan dengan apik perjalanan hidup Kang Said.?

Bahkan tidak hanya itu. Penjelasan yang mengalir juga membawa pembaca menikmati uraian lain seperti tentang kezuhudan Kiai Aqil Siroj dan uraian tentang pesantren masyhur di Cirebon, seperti Pesantren Buntet, Pesantren Gedongan, dan Pesantren Babakan Ciwaringin. Buku ini menjadi rekomendasi bagi siapa saja untuk mengenal dan meneladani sosok Kang Said bin Kiai Aqil, santri yang profesor itu. Wallahu A’lam.?

Profil Buku:

Judul : Meneguhkan Islam Nusantara; Biografi Pemikiran dan Kiprah Kebangsaan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA.

Penulis : Ahmad Musthofa Haroen

Penerbit : Khalista?

Halaman : xviii+186

Cetakan : I Agustus 2015

ISBN : 979-1283-xx-x

Peresensi : Robbah Munjiddin A, Koordinator Lambaga Pers PKPT IPNU UIN Sunan Ampel masa khidmah 2013-2014; mahasiswa Filsafat Politik Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Budaya, Anti Hoax Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 28 Juni 2016

Buka Posko, Banser Subang Beri Pelayanan Gratis Para Pemudik

Subang, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Subang membuka posko mudik di jalur Pantai Utara (Pantura) Subang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, satuan khusus di bawah Gerakan Pemuda Ansor itu membuka posko mudik untuk melayani para pemudik yang pulang kampung ke halamannya.

"Ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan jauh untuk beristirahat di posko yang kami buat ini," ujar Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata, Ahad (12/7).

Buka Posko, Banser Subang Beri Pelayanan Gratis Para Pemudik (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Posko, Banser Subang Beri Pelayanan Gratis Para Pemudik (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Posko, Banser Subang Beri Pelayanan Gratis Para Pemudik

Menurut Asep, jalur Pantura Subang merupakan kawasan yang tepat untuk dijadikan tempat peristirahatan bagi para pemudik yang memakan waktu kurang lebih dua jam dari Jakarta menuju Subang.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Menurut para ahli kesehatan, pengendara yang sudah memakan waktu dua jam perjalanan, maka harus beristirahat dulu untuk memulihkan kembali otot-otot tubuhnya agar segar bugar lagi saat melanjutkan perjalanannya sehingga selamat sampai tujuan," katanya.

Asep mengatakan, posko mudik yang dipusatkan di Halaman Masjid Al-Furqon, Desa Kebondanas, Kecamatan Pusakajaya itu akan dibuka semenjak H-8 lebaran hingga H+2 lebaran. "Untuk posko arus mudiknya nanti kita akan pusatkan di halaman Masjid Al-Mukhlisin, Pamanukan," jelasnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ketua Satuan Koordinasi Cabang Banser Kabupaten Subang, Nashihul Umam mengatakan, pihaknya akan mengerahkan puluhan banser yang sudah dibina untuk melayani para pemudik tersebut.

"Anggota Banser nanti akan disiapkan untuk melayani para pemudik dengan diberikan pijat gratis, obat-obatan, serta mengatur ketertiban lalu lintas di jalan raya. Mereka sudah dipersiapkan dengan pelatihan-pelatihan khusus yang rutin kita laksanakan setiap tahunnya," kata Umam. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pondok Pesantren, Kajian, IMNU Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 14 Juni 2016

Teken Kontrak, LKNU dan Dinkes Pamekasan Tingkatkan Layanan Kesehatan Nahdliyin

Pamekasan, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Dinas Kesehatan Pamekasan menandatangani nota kerja sama di Aula Balai Redjo setempat, Kamis (9/2). Pertemuan kedua pihak ini dihadiri oleh pengurus harian PCNU dan kalangan dokter ternama serta nahdliyin.

Wujud kerja sama keduanya mencakup jaminan kesehatan nasional kartu sehat Indonesia (JKN-KIS). Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) juga diikutsertakan.

Teken Kontrak, LKNU dan Dinkes Pamekasan Tingkatkan Layanan Kesehatan Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Teken Kontrak, LKNU dan Dinkes Pamekasan Tingkatkan Layanan Kesehatan Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Teken Kontrak, LKNU dan Dinkes Pamekasan Tingkatkan Layanan Kesehatan Nahdliyin

Ketua PCNU Pamekasan KH Taufiq Hasyim menegaskan, pihaknya selalu terbuka untuk menjalin kerja sama dengan pihak mana pun. Apalagi, itu berkenaan dengan kesehatan.

"Program kesehatan ini tidak kalah pentingnya dibanding program lainnya. Sebab, ia bersentuhan dengan hajat hidup orang banyak," tegas Kiai Taufiq.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pengasuh Pesantren Miftahul Ulum Sumber Anom Pamekasan itu menambahkan, kesehatan merupakan salah satu objek sasaran program PCNU Pamekasan. Guna kenyukseskannya, perlu menggandeng instansi terkait.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Teken kontrak dilakukan supaya kerja samanya nanti berlangsung secara berkesinambungan dan sama-sama memberi banyak manfaat," pungkasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Nasional, Anti Hoax, Bahtsul Masail Ceramah Felix Siauw Lengkap

Minggu, 12 Juni 2016

Ini Strategi Melawan Radikalisme

Yogyakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Upaya pencegahan faham radikalisme harus sejak dini ditanamkan kepada anak-anak, para pemuda dan keluarga. Pertama-tama kenali dulu seperti apa kelompok radikal itu beroperasi.

Ini Strategi Melawan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Strategi Melawan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Strategi Melawan Radikalisme

“Organisasi mereka itu rapi dan punya jaringan yang kuat. Karena itu harus dilawan dengan jaringan yang rapi juga,” kata Wakil Sekretaris PWNU DIY Joko Santosa dalam acara pelatihan remaja masjid dan karang taruna menanggulangi gerakan terorisme Jum’at (18/04).

Joko Santosa yang juga ketua panitia kegiatan membeberkan strategi untuk melawan faham radikalisme.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Strategi pertama adalah memperkuat semangat kebangsaan dan Pancasila.

Kedua, memoderasi pemahaman keagamaan dengan toleran terhadap sesama.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ketiga, memperkaya wawasan dengan kearifan lokal.

Keempat, mewaspadai gerak-gerik mereka yang dipandu dengan database individu, kelompok dan jaringan radikalisme yang akurat.

“Kalau yang terakhir ini, tugas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme,” tandasnya.

Pelatihan remaja masjid mengulangi gerakan terorisme tersebut dilaksanakan di Wislam Bapenndan Jejeran Bantul DIY. Acara tersebut diikuti oleh 150 remaja masjid dan karang taruna yang memiliki background organisasi seperti Ansor, Banser, IPNU dan IPPNU.

Kegiatan tersebut akan diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut, Kamis-Sabtu (17-19/4). (Nur Rokhim/Anam)

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Nusantara, Cerita Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 01 Juni 2016

Rapatkan Barisan, Pengurus Ranting NU se-Cipayung Dilantik

Depok, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Depok melantik Pengurus Ranting (setingkat Kelurahan-red) NU se-Kecamatan Cipayung di Aula Yayasan Al-Muhtadin, Jembatan Serong, Cipayung, Ahad (29/10).

Ketua PC NU Kota Depok KH. R. Salamun Adiningrat mengungkapkan, dengan terbentuknya Pengurus Ranting di setiap Kelurahan di Kecamatan Cipayung diharapkan memperkuat jamaah sehingga program-program NU bisa direalisasikan di tingkat bawah.

Rapatkan Barisan, Pengurus Ranting NU se-Cipayung Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapatkan Barisan, Pengurus Ranting NU se-Cipayung Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapatkan Barisan, Pengurus Ranting NU se-Cipayung Dilantik

Ada lima kepengurusan ranting yang dilantik yaitu Pondok Terong, Cipayung, Cipayung Jaya, Pondok Jaya, dan Ratu Jaya. Nantinya, terbentuknya Pengurus Ranting di tiap wilayah kelurahan Kecamatan Cipayung, konsolidasi organisasi diharapkan akan lebih mudah dijalankan. 

“Intinya, menjadi mudah mensosialisasikan putusan organisasi ataupun kebijakan lainnya," ujarnya.

Dijelaskannya, pelantikan sengaja dilakukan secara serentak untuk menimbulkan efek menjadi pengurus NU. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Lebih jauh dari itu, dengan pelantikan serentak gairah berorganisasi dapat tumbuh lebih cepat," paparnya.

Salamun, sapaan akrabnya, berpesan kepada semua asatidz yang sudah dilantik sebagai pengurus ranting agar segera buktikan khidmatnya dengan membuat program-program yang menyangkut kebutuhan warga NU di tingkat bawah.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Kepada pengurus ranting baru agar dapat membuktikan dengan program-program menyangkut kebutuhan warga NU," harapnya.

Sementara itu, Ketua MWC NU Cipayung KH. M Rais sangat antusias dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Apalagi, lanjutnya, ratusan massa ikut hadir dalam pelantikan tersebut.

"Dalam waktu dekat pengurus yang baru dilantik segera menyelenggarakan rapat kerja. Semoga khidmat kepada NU dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir ratusan warga Nahdliyyin dari badan otonom NU seperti Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU dan IPPNU. Turut hadir KH. Burhanuddin Marzuki, H.Yuyun Wirasaputra, Babai Suhaimi. (Aan Humaidi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kajian Islam, RMI NU, Pesantren Ceramah Felix Siauw Lengkap