Kamis, 30 Oktober 2008

Tidur Seharian, Adakah Pahala Puasanya?

Orang bilang, puasa itu menahan diri dari segala yang membatalkan puasa. Menahan diri ini sepertinya lebih terasa di saat yang bersangkutan tengah berjaga dibandingkan sambil tidur. Apa betul demikian? Apakah menahan diri sambil tidur itu masih bisa disebut menahan diri?

Kalau dihitung-hitung seperti itu, maka Allah memiliki perhitungan yang lebih luas dengan penuh rahmatnya. Allah tetap memberikan pahala bagi orang puasa sambil tidur. Syekh Romli dalam Nihayatul Muhtaj mengatakan,

Tidur Seharian, Adakah Pahala Puasanya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Tidur Seharian, Adakah Pahala Puasanya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Tidur Seharian, Adakah Pahala Puasanya?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menurut pendapat yang shahih, tidur yang mengabiskan waktu sehari penuh itu tidak masalah secara syara’ karena ia tetap dinilai pihak yang kena khithab syara’. Lagi pula orang tidur itu akan terjaga bila dibangunkan. Karenanya, ia wajib mengqadha’ sembahyang yang luput sebab tidur, bukan luput sebab pingsan.

Menerangkan komentar gurunya, Syekh Ali Syibromalisi mengatakan dalam Hasyiyahnya alan Nihayah,

Ceramah Felix Siauw Lengkap

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Redaksi “tetap dinilai pihak yang kena khithab syara’”, maksudnya yang bersangkutan tetap diberikan pahala karena puasanya berdasarkan illat hukum yang sudah tersebut itu.

Namun tetap saja kita tidak boleh menyalahgunakan rahmat Allah yang luas itu, lalu memilih tidur seharian. Masih lebih baik kalau kita menghidupkan siang hari itu dengan baca Al-Quran, mengaji, dzikiran, sedekah, atau aktivitas yang disunahkan lainnya.

Di samping itu, kita juga masih memiliki kewajiban lain selama puasa, yakni menjalani aktivitas keseharian kita sebagaimana biasa. Petani berangkat ke sawah. Pegawai menuju kantor. Pelajar menuju sekolah. Pedagang menuju pasar. Puasa bukan alasan untuk tidur atau menurunkan tensi aktivitas harian. Pasalnya kita hidup bukan sekadar untuk pahala. Itu sudah urusan Allah. Tetapi kita juga memiliki kewajiban-kewajiban di luar puasa.

Namun demikian tidur masih lebih baik daripada terjaga lalu melakukan aktivitas yang benar-benar dapat membatalkan pahala puasa seperti dusta, ghibah, menghasut, menyudutkan orang atau kelompok lain. Atau pilihannya kita mengunci mulut saat berpuasa sambil melakukan kewajiban harian daripada tidur atau menjelek-jelekkan pihak lain. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Olahraga Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 06 September 2008

Gus Sholah: Umat Islam Masih Gemar Umrah Dibandingkan Sedekah

Jombang, Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dengan jumlah umat Islam yang demikian besar, serta kian bertambahnya pertumbuhan kelas menengah ekonomi umat, harusnya potensi dana yang bisa dihimpun sangatlah tinggi. Akan tetapi lantaran masih rendahnya kemauan dalam bersedekah, dana yang berhasil dikumpulkan masih belum menggembirakan.

Gus Sholah: Umat Islam Masih Gemar Umrah Dibandingkan Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Umat Islam Masih Gemar Umrah Dibandingkan Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Umat Islam Masih Gemar Umrah Dibandingkan Sedekah

Peringatan ini disampaikan KH Salahuddin Wahid pada kegiatan santunan dan buka bersama dalam rangka Tebar Hikmah Ramadhan 1438 H yang diselenggarakan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng atau LSPT, Sabtu (17/6) petang. Kegiatan diselenggarakan di Masjid Ulul Albab, serta dihadiri lebih dari lima ratus fakir miskin dan yatim piatu yang ada di sekitar pesantren setempat.

Gus Sholah, sapaan akrabnya, menyoroti masih kecilnya dana yang dapat dihimpun dari umat Islam. "Penyebabnya lantaran kita masih asyik beribadah mahdhah, namun kurang gemar berderma," katanya. Padahal bersedekah adalah anjuran agama, apalagi di bulan Ramadhan. Sehingga kala bulan puasa seperti ini, yang harus ditingkatkan tidak semata ibadah ritual semisal shalat, membaca al-Quran, puasa dan sejenisnya. "Yang juga tidak kalah penting adalah berderma atau bersedekah," lanjutnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Di hadapan ratusan penerima santunan sekaligus para donatur yang hadir, Gus Sholah mengingatkan bahwa pada surat kesepuluh dari surat al-Munafiqun digambarkan orang yang berharap dikembalikan ke dunia setelah meninggal. "Yang akan dilakukan saat ada di dunia adalah bukan memperbanyak ibadah ritual seperti umrah, tapi bersedekah," tandasnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dalam pandangan adik kandung KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini, ayat tersebut memberikan penegasan bahwa berderma ternyata lebih utama dari ibadah personal. Ia tidak menampik bahwa berumrah memiliki kenikmatan tersediri. "Tapi alangkah lebih afdhal kalau antara ibadah umrah dan berderma dapat dilaksanakan secara seimbang," terangnya.

Kegiatan yang dilaksanakan jelang magrib tersebut,? tidak kurang lima ratus warga sekitar Pesantren Tebuireng menerima paket lebaran dari LSPT. Di samping menu takjil dan berbuka, mereka juga mendapatkan santunan berupa uang tunai, paket sembako yang dapat dimanfaatkan menjelang hari raya Idul Fitri. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Khutbah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Minggu, 10 Agustus 2008

Pesantren dan Nahdliyin Punya Tugas Besar Majukan NU di Jawa Barat

Bandung, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Seorang Kolumnis asal Jawa Barat, Asep Salahuddin menyatakan, Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Barat dewasa ini mengalami disorientasi kultural, baik dari sisi jam’iyah atau struktural maupun garis kebijakan.

Selain itu menurut Asep, beberapa literatur keislaman Sunda justru banyak ditulis oleh orang di luar Sunda. Pesantren dan warga NU di Jawa Barat tidak ada yang berupaya menuliskannya secara mendalam dalam perspektif Sunda sendiri.

Pesantren dan Nahdliyin Punya Tugas Besar Majukan NU di Jawa Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren dan Nahdliyin Punya Tugas Besar Majukan NU di Jawa Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren dan Nahdliyin Punya Tugas Besar Majukan NU di Jawa Barat

“Selanjutnya, ini tugas warga NU dan pesantren agar NU di Jawa Barat mewarnai dunia keislaman dan wacana keagamaan moderat sehingga Islam dengan karakteristik Sunda mampu diwujudkan,” ujar Ketua Lakpesdam PWNU Jawa Barat ini, Sabtu (13/1) dalam pertemuan penulis NU se-Jawa Barat yang digagas Ceramah Felix Siauw Lengkap dan Rumah Kebangsaan.

Menurutnya pria yang aktif menulis di sejumlah media massa ini menilai, saat NU menggagas wacana Islam Nusantara, maka dalam perspektif Sunda, Islam Nusantara tidak lain adalah islam Sunda itu sendiri.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sebab itu menurut Asep, semakin banyak tulisan-tulisan Islam Sunda, semakin dikenal juga Islam berbasis Sunda tersebut. Karena, sambungnya, wacana keagamaan saat ini jauh dari nilai-nilai tradisi dan budaya yang banyak diwariskan oleh para pendahulu.

“Bahkan kalau mau jujur, saat ini tidak sedikit orang Sunda yang memahami Islam secara hitam dan putih,” ucap pria kelahiran Garut ini.

Padahal menurut Asep, karakter orang Sunda dikenal sangat luwes seperti karakter orang NU pada umunya. Namun belakangan ini, tegasnya, orang Sunda mengalami disorientasi kultural. (Fathoni)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Khutbah, Doa, Amalan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 04 Agustus 2008

Melacak Islam Moderat Lewat "Kitab Digital"

Surabaya, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Percaya atau tidak, manuskrip (naskah kuno) keislaman di Indonesia justru lebih mudah ditemukan di Eropa, karena manuskrip itu memang didokumentasikan peneliti Eropa.

"Kultur kita memang menganggap dokumentasi itu tidak penting, karena itu manuskrip Islam klasik justru banyak ditemukan di Eropa," ujar peneliti IAIN Surabaya, Dr Thoha Hamim.

Melacak Islam Moderat Lewat Kitab Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Melacak Islam Moderat Lewat Kitab Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Melacak Islam Moderat Lewat "Kitab Digital"

Pembantu Rektor I IAIN Sunan Ampel Surabaya itu mengatakan manuskrip pemikiran Islam justru banyak tersebar di berbagai lembaga di Berlin, Paris, London, dan lainnya.

"Pemikiran Islam klasik itu agak lengkap mulai dari abad permulaan pada abad 7-13 masehi hingga abad pertengahan mulai dari abad 13-19 masehi," tegasnya.

Oleh karena itu, pihaknya tertarik saat diajak Depag untuk bekerjasama dalam mendokumentasikan manuskrip keislaman di Indonesia secara digital. "Itu bukan berarti kita tertinggal, tapi kami justru ingin menampilkan nilai lebih dari apa yang sudah dilakukan orang-orang Eropa tersebut," ucapnya.

Senada dengan itu, ketua panitia pelatihan digitalisasi manuskrip dan situs peradaban Islam kuno IAIN Surabaya, M Khodafi, menyatakan pihaknya sudah menemukan 13 manuskrip berusia 100 tahun lebih.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Manuskrip digital itu nantinya dapat diakses secara online melalui laman IAIN Surabaya," ungkapnya, didampingi dosen IAIN Walisongo Semarang Drs H Anasom M.Hum.

Menurut dia, 13 manuskrip keislaman yang ditemukan itu berasal dari museum, pesantren, dan rumah masyarakat umum yang tersebar di Jatim dan Jateng, kemudian rencananya juga ke NTB.

"Tapi, kami tidak mendigitalisasikan kitab kuning, karena usianya relatif belum tua, melainkan manuskrip tentang sejarah, tauhid, fiqih, syair, dan ilmu tata bahasa," ucapnya.

Dengan cara itu, tegas dosen Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya itu, pihaknya dapat menyelamatkan manuskrip dan mendorong manuskrip sebagai bahan kajian ilmiah dan penelitian.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Langkah yang mirip adalah Maktabah Syamilah (Pustaka Lengkap) yang merupakan Kitab Kuning (KK) versi Software (perangkat lunak). Software KK yang diterbitkan jaringan Dakwah Islamiyah Al-Misykat itu terdiri atas 1.800 kitab yang dikelompokkan dalam 29 bidang.

Islam moderat

Menurut Khodafi, tujuan yang lebih penting dari digitalisasi manuskrip keislaman, termasuk KK, adalah merekonstruksi pola keberagamaan di Indonesia.

"Islam moderat yang dibilang orang selama ini hanya klaim politis, tapi manuskrip keislaman yang ada akan menjadi bukti tak terbantahkan bahwa hal itu benar-benar ada dalam realitas," ungkapnya.

Ia mencontohkan manuskrip yang ditemukan antara lain "Serat Kandhaning Ringgit Purwo" (tulisan tentang wayang purwo) yang menceritakan sejarah wayang purwo dalam bahasa Jawi (bahasa Jawa tapi tulisannya Arab atau pegon).

"Itu manuskrip yang ditulis dengan tulisan tangan pada tahun 1315 hijriyah atau sekitar tahun 1870-an masehi, sehingga usianya mencapai 100 tahun lebih, tapi kami belum tahu penulisnya," ungkapnya.

Manuskrip tentang wayang dalam bahasa Jawi, katanya, membuktikan bahwa Islam di Indonesia itu berbeda dengan negara lain, karena Islam berkembang dengan menyadap tradisi lokal.

"Kami sudah menyelesaikan digitalisasi sebanyak 1.000 halaman manuskrip keislaman, tapi kami juga berharap 25 dosen peserta pelatihan akan melakukan pelacakan serupa," katanya.

Hingga kini, katanya, Departemen Agama (Depag) RI sudah mengucurkan anggaran sebesar Rp400 juta untuk melacak manuskrip keislaman.

Tak jauh berbeda dengan langkah itu, Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama (NU) Jepang telah bekerjasama dengan Pimpinan Wilayah (PW) Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah (RMI, asosiasi pesantren di lingkungan NU) Jawa Timur untuk mendistribusikan software KK. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Hikmah, Pahlawan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 21 Juli 2008

IPNU-IPPNU Kudus Bertekad Cetak Kader Jurnalis

Kudus, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Untuk menjawab tantangaan zaman, IPNU-IPPNU Kudus terus bertekad mencetak kader-kader jurnalis dari kalangan pelajar NU. Harapan ke depan, pelajar NU memiliki kemampuan menulis ide maupun gagasannya untuk kepentingan dakwah.?

Wakil Ketua bidang pengembangan santri, pelajar dan mahasiswa (PSPM) IPNU Kudus Ubaidillah Dwi Lazuardi menyampaikan hal itu kepada Ceramah Felix Siauw Lengkap disela-sela acara Latihan Dasar Jurnalistik (LDJ) Forkapik IPNU-IPPNU di di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Prambatan, Kamis (9/5).

IPNU-IPPNU Kudus Bertekad Cetak Kader Jurnalis (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kudus Bertekad Cetak Kader Jurnalis (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kudus Bertekad Cetak Kader Jurnalis

Ubadillah menekankan IPNU-IPPNU mempunyai tanggung jawab memberdayakan pelajar (NU) dalam berbagai bidang kemampuan dan ketrampilan. Jurnalistik, katanya, merupakan salah satu ketrampilan yang saat ini menjadi kebutuhan pelajar.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Meski di sekolah-sekolah sudah diajarkan ilmu jurnalistik, namun LDJ ini sebagai upaya memperdalam ilmu menjadi lebih matang sampai mampu mempraktekkan,” katanya.

Upaya pengembangan keterampilan menulis, IPNU-IPPNU Kudus menerbitkan majalah Pilar yang terbit 3 bulan sekali dan bulletin Adz-Dzaka’ terbit sebulan sekali. Kedua media pelajar itu, imbuh ubaidillah, diharapkan menjadi ajang latihan menulis dalam menuangkan gagasan dan ide-ide bernas.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Terkait keberadaan Forkapik, ia menjelaskan ? organisasi forum pimpinan komisariat IPNU-IPPNU di lingkungan sekolah dan Madrasah di Kudus.?

“Forkapik dibawah pembinaan dan pendampingan IPNU-IPPNU, secara khusus keberadaannya berjalan eksis mengembangkan IPNU-IPPNU di sekolah dan madrasah,” imbuhnya.

Latihan dasar Jurnalistik ini berlangsung selama dua hari mulai Rabu–Kamis (8-9/5). Sedikitnya 80 pelajar ? yang berasal dari MA/SMA/SMK se Kudus mengikuti dengan seksama. Berbagai materi dasar jurnalistik mulai pengenalan jurnalistik, teknik menulis berita, artikel dan manajemen redaksi disampaikan pemateri yang berasal dari wartawan media lokal di Kudus.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul ? Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Berita, Pendidikan, Nasional,Attijani Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 12 Juni 2008

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Tak Cukup Dilakukan MPR dan DPD

Demak, Ceramah Felix Siauw Lengkap

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia Akhmad Muqowam berharap para pelajar dan santri harus hafal lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan harus hapal serta paham isi dari bunyi putusan Sumpah Pemuda.

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Tak Cukup Dilakukan MPR dan DPD (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Tak Cukup Dilakukan MPR dan DPD (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Tak Cukup Dilakukan MPR dan DPD

Hal itu diungkapkannya saat sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhineka Tunggal Ika) di kalangan santri dan pelajar, di Pondok Pesantren Kyai Gading, Candisari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah Sabtu (15/4).

Saat sosialisasi, Muqowam berinteraksi langsung dengan para santri. Misalnya, ia meminta sejumlah santri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengajarkan cara bersikap ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan, mengucapkan Sumpah Pemuda, dan lainnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menurutnya, empat pilar kebangsaan ini penting. Terlebih dalam beberapa waktu terakhir ini, mulai luntur karena kurang berkembangnya pemahaman dan penghargaan tentang kemajemukan. Dampaknya, radikalisme terus berkembang.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Hari ini, Pancasila memiliki tantangan yang luar biasa,” tegasnya.

Sedangkan manfaat lain dari pemahaman dan pemantapan empat pilar kebangsaan ini bagi para pelajar, adalah ketika para generasi muda ini nantinya tak berjuang di daerah kelahirannya, maka selalu siap berjuang demi bangsa di manapun selama ada di Indonesia.

“Ini salah satu pentingnya empat pilar kebangsaan,” ungkapnya.

Saat ditemui usai acara, anggota MPR dari Jawa Tengah itu menginginkan adanya evaluasi terhadap sistem sosialisasi empat pilar kebangsaan yang selama ini dilakukan oleh DPD/MPR RI.

Menurutnya, sosialisasi empat pilar hanya dilakukan oleh kalangan MPR/DPD, tak cukup jika melihat luasnya wilayah Indonesia dan banyaknya jumlah penduduk di negeri ini. Terlebih, di negara ini terdapat banyak kelompok yang tak mungkin semuanya bisa disentuh oleh para anggota MPR/DPD.

“Maka sebaiknya sosialisasi terhadap empat pilar itu tidak semata-mata menjadi dominasi dari MPR, karena ruangnya terbatas. Kadang ruang politik lebih utama, masyarakat yang di luar politik tidak tersentuh,” kata Muqowam.

Sebab, kata Muqowam, sosialisasi empat pilar yang dilakukan oleh anggota MPR/DPD selama ini hanya dilakukan di kalangan masyarakat yang aktif sebagai kader maupun simpatisan partai politik. Sementara masyarakat yang tak berafiliasi di partai politik, sama sekali tak tersentuh.

“Misalnya ada anggota DPR/MPR/DPD, sosialisasinya ya ke simpatisan partainya, sehingga masyarakat yang nonpolitik tidak tercover sosialisasi empat pilar ini,” ungkapnya.

Maka, evaluasi sistem sosialisasi yang dilakukan MPR perlu dievaluasi. Menurutnya, perlu ada instrument lembaga lain yang diberikan kewenangan khusus untuk dapat sosialisasi empat pilar kebangsaan.

Hal itu, kata Muqowam, sangat penting. Mengingat kondisi bangsa dalam beberapa waktu terakhir, rasa nasionalisme dan kebinekaan di kalangan warga negara, utamanya para remaja mulai berkurang.

“Sebab kalau hanya mata pelajaran formal (pemantapan empat pilar kebangsaan di sekolah,red) pun tidak cukup, karena parameternya berbeda, meski substansi sama,” ungkapnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Kyai Gading, Fahsin M Fa’al, menegaskan bahwa paham radikalisme saat ini sudah mulai masuk ke kalangan pelajar. Kurangnya pembelajaran dan pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan di lembaga pendidikan, membuat remaja mudah terhasut.

“Ini tugas semua pihak, mulai dari pemerintah di semua tingkatan instansi, pengelola lembaga pendidikan, orang tua, sampai masyarakat yang harus peduli dengan lingkungannya,” kata Fahsin. (A.Shiddiq S/ Huda/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Nahdlatul Ulama, Olahraga, Doa Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 26 April 2008

Presiden Harapkan GP Ansor Garda Depan Deradikalisasi

Surabaya, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menjadi garda depan dalam menghadapi dan mengatasi gerakan radikal dan ekstrem (deradikalisasi) di Indonesia guna menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan.

Presiden Harapkan GP Ansor Garda Depan Deradikalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Harapkan GP Ansor Garda Depan Deradikalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Harapkan GP Ansor Garda Depan Deradikalisasi

"Saya ingin GP Ansor berada di depan untuk menghadapi gerakan ekstrem radikal termasuk terorisme, cegahlah bumi nusantara ini dari gerakan ekstrem yang tidak bertanggung jawab. Jadikan Indonesia yang teduh," kata Presiden dalam peringatan hari lahir GP Ansor ke 80 di Surabaya, Sabtu malam.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri hari lahir ke - 80 GP Ansor di Surabaya, Sabtu malam, bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono. Dalam kesempatan itu, sejumlah anggota Kabinet Indonesia Bersatu II juga turut hadir. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Diantaranya Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Begitu pula Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Kapolri Sutarman. Tampak pula hadir Direktur Utama BNI Gatot Suwondo.

Presiden mengatakan Indonesia harus mampu menjadi bangsa besar yang menjunjung tinggi toleransi dan persaudaraan sehingga tidak bercerai berai.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Presiden dalam kesempatan itu juga berharap agar GP Ansor juga turut berkontribusi dalam memajukan pendidikan, mendorong dan menjadi pelopor ekonomi rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan.

Dalam kesempatan tersebut Presiden juga mengungkapkan kecintaannya pada GP Ansor. "Saya mencintai GP Ansor. Meskipun nanti saya tidak lagi menjadi Presiden saya tetap mencintai GP Ansor, saya adalah sahabat NU dan GP Ansor," kata Presiden.

Sementara itu Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid dalam sambutannya mengapresiasi kecintaan Presiden Yudhoyono terhadap GP Ansor. Hal itu ditunjukkan kehadiran Presiden dalam setiap hari lahir GP Ansor.

"Dalam catatan kami, sejak Bapak Presiden menjabat pada 2004, telah sembilan kali Bapak Presiden menghadiri hari lahir GP Ansor," katanya disambut tepuk tangan para pemuda GP Ansor. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Syariah, Nasional, News Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 12 Maret 2008

KH Hasyim Muzadi: Syiah Bagian dari Islam

Malang, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzdi menyatakan paham Sunni maupun Syiah yang dianut oleh masyarakat di Madura itu masih menjadi bagian dari Islam. 

KH Hasyim Muzadi: Syiah Bagian dari Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi: Syiah Bagian dari Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi: Syiah Bagian dari Islam

Kiai Hasyim menyatakan hal itu di Malang, Sabtu, 1 September. Untuk meredam sekaligus mengupayakan penyelesaian konflik antara Sunni dengan Syiah di Sampang, katanya, akhir pekan depan (8/9) dirinya bersama PWNU Jatim akan ke Sampang. 

"Sebaiknya para ulama ini melakukan dakwah yang isinya bimbingan dan penyuluhan serta argumen-argumen yang benar, jangan pakai kekerasan. Kelompok minoritas itu kalau dikerasi justru akan tambah militan," tandasnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dan, tegasnya, yang lebih penting lagi, ulama yang tidak cocok dengan ulama lain jangan menggaet umat lainnya agar perbedaan paham ini tetap bisa hidup dan berkembang secara berdampingan tanpa harus melakukan kekerasan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Kita berharap masalah ini secara perlahan bisa dituntaskan dengan baik," tegasnya. 

Kiai Hasyim juga mengakui, masyarakat di Madura cenderung lebih taat kepada ulama ketimbang ajaran yang termaktub dalam kitab suci (syariat). Oleh karena itu, peran ulama untuk mendamaikan dua paham yang berselisih ini sangat penting dan sentral.

"Oleh karena itu, para ulama di Sampang ini harus didukung dengan berbagai informasi yang lebih luas agar penyelesaian konflik tersebut lebih obyektif dan proporsional, apalagi ulama di Madura memiliki peran penting sebagai panutan umat," tegasnya.

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber   : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap AlaSantri, Sunnah, RMI NU Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 14 Januari 2008

Kelompok Ekstrem Masih Ada, NU Jangan Habiskan Energi Hanya untuk HTI

Jember, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Nahdlatul Ulama (NU) diimbau untuk tetap mewaspadai gerakan kelompok yang terus menyudutkan NU dan amaliahnya. Bukan tidak mungkin masyarakat termakan oleh propaganda kelompok yang tidak bertanggung jawab tersebut seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Energi NU semestinya disisakan untuk mengatasi masalah lainnya.

Demikian disampaikan tokoh NU Jember KH Hamid Hasbullah saat memberikan ceramah dalam pengajian di Masjid At-Taubah, Perumahan Kramat 2, Kranjingan, Jember, Senin (16/5) malam.

Kelompok Ekstrem Masih Ada, NU Jangan Habiskan Energi Hanya untuk HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Ekstrem Masih Ada, NU Jangan Habiskan Energi Hanya untuk HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Ekstrem Masih Ada, NU Jangan Habiskan Energi Hanya untuk HTI

Menurutnya, kelompok-kelompok seperti Salafi dan sebagainya dengan kekuatan finansial sekaligus militansinya terus berusaha menancapkan doktrinnya di tengah-tengah masyarakat Jember yang mayoritas nahdliyyin.

"Jangan sampai lengah dengan isu-isu yang lain. Kita wajib waspada selalu.”

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Penegasan tersebut mengingatkan agar energi NU tidak terfokus pada penyikapan terhadap isu-isu pemecah belah NKRI yang diusung HTI. Sebab, apa yang dilakukan kelompok-kelompok radikal lain tidak jauh berbeda dengan HTI.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menurut Pengasuh Pesantren Al-Azhar ini, NU sejatinya sangat toleran dan ingin hidup damai dengan siapapun. Namun ketika NU terus dihujat dan disudutkan, tidak ada cara lain kecuali menghadapi mereka dengan sungguh-sungguh.

"NU tidak mencari musuh, tapi kalau ketemu musuh jangan lari. Apalagi ini menyangkut keyakinan, aqidah yang kita pegang," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Ikatan Takmir Masjid dan Musholla Kabupaten Jember Edi Prasetyo menegaskan, pihaknya dalam sebulan ini sudah mengagendakan pengajian di beberapa titik yang rawan terhadap arus pergerakan Salafi.

"Kita berusaha memberikan pencerahan kepada masyarakat, bagaimana dakwah NU dan bagaimana pula kelompok-kelompok yang selalu menjelek-jelekkan NU," ucapnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pondok Pesantren Ceramah Felix Siauw Lengkap