Jumat, 30 Juni 2017

Kiai Mutawakkil: Ciptakan Ramadhan yang Kondusif

Surabaya, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Datangnya bulan suci Ramadhan hendaknya  dapat menjadi momentum bagi kaum Muslimin dan Muslimat  untuk menciptakan suasana yang lebih mendukung bagi tatanan yang lebih baik. 

Penegasan ini disampaikan oleh Ketua PWNU Jawa Timur, KH M Mutawakkil Alallah kepada sejumlah insan media di kantornya tadi petang (8/7).  Kondusifitas yang dimaksud adalah bahwa semua elemen masyarakat dan aparat penegak hukum harus bisa menciptakan suasana yang mendukung bagi terciptanya kondisi bagi keadaan yang lebih baik.

Kiai Mutawakkil: Ciptakan Ramadhan yang Kondusif (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Mutawakkil: Ciptakan Ramadhan yang Kondusif (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Mutawakkil: Ciptakan Ramadhan yang Kondusif

"Kita berharap Ramadhan bisa menjadi media bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah, memenej emosi serta meningkatkan kesabaran sehingga termasuk hamba Allah yang mendapatkan rahmat dan ampunan dosa dari Allah SWT," kata pengasuh PP Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Bagi Kiai Mutawakkil, sapaan akrabnya, selama Ramadhan diharapkan "Semua  amal ibadah  akan diterima dan doa-doa kita dapat dikabulkan oleh Allah SWT," tandasnya. "Sehingga pada akhirnya kita akan sampai kepada harapan seluruh umat Muslimim dan Muslimat dengan mendapatkan predikat husnul khatimah," lanjutnya.  

Soal kemungkinan sweeping atau tindakan main hakim sendiri terhadap sejumlah tempat maksiat  yang dilakukan sebagian kalangan, Kiai Mutawakkil menandaskan bahwa "Perda yang mengatur hal ini telah jelas," tegasnya. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Karena itu Ketua PWNU Jatim yang baru saja terpilih pada Konferensi Wilayah beberapa waktu berselang ini mengharapkan agar mempercayakan penutupan tempat maksiat itu kepada petugas keamanan yakni Satpol PP dan aparat kepolisian.  

"Namun pada sisi yang lain, aparat keamanan harus bertindak tegas sesuai dengan aturan yang ada," tandasnya.

Hal ini harus dilakukan "Supaya tidak memberikan kesempatan kepada mereka yang akan melakukan sweeping secara kasar karena itu juga akan mengganggu umat Islam yang melakukan ibadah puasa," katanya.

Kepada para pemilik bisnis hiburan, Kiai Mutawakkil juga berharap untuk tahu diri agar kegiatannya tidak mengganggu umat Islam yang sedang melakukan ibadah puasa. 

"Demikian juga kita berharap para pemilik bisnis hiburan dapat mendukung pelaksanaan ibadah dan aktifitas umat Islam di malam hari seperti tadarus atau tarawih serta ibadah lainnya," pungkasnya.  

PWNU Jatim sendiri telah mendapatkan kepastian bahwa pada hari ini, dari laporan 12 titik ternyata dari hasil rukyat tidak bisa melihat hilal. Ke dua belas titik tersebut adalah Bukit Condro Gresik, Pantai Serang, Blitar, Pantai Gebang Bangkalan, Pantai Nambangan Kenjeran Surabaya, Tanjung Kodok Lamongan, Pantai Ngliep Malang, Gili Ketapang Probolinggo, Pantai Nyamplong Jember, Pantai Ambet, Pamekasan, Pantai Pasir Putih Situbondo, Pantai Srau Pacitan serta Awar-awar Tuban.

Laporan tersebut ditandatangani oleh KH Miftachul Akhyar (Rais), Drs KH Syafruddin Syarif (Katib), KH Hasan Mutawakkil Alalah (Ketua) serta Akh Muzakki (Sekretaris) untuk disampaikan kepada PBNU di Jakarta.  

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Fragmen Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 29 Juni 2017

PMII Airlangga Bedah Buku Peci Miring Gus Dur

Surabaya, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Airlangga menghadirkan dua pembicara dari dunia sastra pada forum bedah buku “Peci Miring Gus Dur” di ruang diskusi umum masjid Nuruz Zaman Unair, Surabaya, Rabu (18/11). Dosen FIB Universitas Airlangga Kukuh Yudha Pranata dan penulis novel Aguk Irawan mengulas novel biografi yang mengangkat sosok Gus Dur dari pelbagai sisi.

Perbincangan pertama dibuka oleh Kukuh yang membahas mengenai konten dan cetakan fisik buku. Menurutnya, maraknya penulisan biografi para tokoh Indonesia ditengarai oleh krisis sosok teladan bagi masyarakat. 

PMII Airlangga Bedah Buku Peci Miring Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Airlangga Bedah Buku Peci Miring Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Airlangga Bedah Buku Peci Miring Gus Dur

“Novel ini hadir sebagai tampilan baru penulisan biografi tokoh-tokoh Indonesia, khususnya tokoh NU KH Abdurrahman Wahid,” kata Kukuh.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sementara penulis “Peci Miring Gus Dur” Aguk menjelaskan motivasi penulisan novel Gus Dur itu. “Tak lain adalah sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh dan pahlawan NU.”

Di akhir diskusi, Aguk memotivasi para peserta dengan memberikan tips-tips jitu untuk terjun dalam dunia sastra. Menurutnya, setiap penulis perlu membudayakan baca, memainkan imajinasi, dan belajar dari apa yang telah dialami.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Inspirasi bisa datang kapan saja dan di mana saja. Semua tergantung cara kita menyikapinya,” kata Aguk.

Pengurus PMII Airlangga berharap munculnya generasi muda yang cinta pada para pahlawannya melalui forum ini. Dengan  gemar baca dan meneladani tokoh-tokoh Islam, generasi muda diharapkan dapat berkembang dengan nafas Ahlussunnah wal jama`ah.

Pengurus PMII setempat berencana ke depan untuk mengadakan bedah buku dan kajian rutin. (Alfi Rohmatul Hidayah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Anti Hoax, Kiai, Pahlawan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 27 Juni 2017

Menunda Shalat saat Kantuk Berat

Rasa kantuk merupakan naluri alamiah yang dialami oleh hampir seluruh manusia. Naluri tersebut bisa datang kapanpun, baik di siang maupun malam hari. Tidak jarang juga rasa kantuk datang saat seseorang tengah asyik menjalankan aktivitas kesehariannya seperti bersekolah, bekerja, mengajar dan lain sebagainya.

Penyebabnya pun juga beragam, ada yang karena kecapekan sehabis bekerja, usai berolahraga, ataupun di saat sedang membaca buku. Persoalannya agak sedikit njelimet ketika rasa kantuk tersebut mendera saat seseorang akan melaksanakan ibadah shalat. Lantas apa yang seharusnya ia lakukan?

Menunda Shalat saat Kantuk Berat (Sumber Gambar : Nu Online)
Menunda Shalat saat Kantuk Berat (Sumber Gambar : Nu Online)

Menunda Shalat saat Kantuk Berat

Imam Al-Bukhari meriwatkan sebuah hadits yang bersumber dari Sayyidah Aisyah RA di mana beliau mendengar Rasulullah SAW menyebutkan, Seandainya salah seorang di antara kalian didera oleh rasa kantuk, sementara ia hendak melaksanakan shalat, maka sebaiknya ia tidur terlebih dahulu hingga rasa kantuknya hilang, karena ketika seseorang shalat dalam kondisi mengantuk, bisa jadi ia tidak sadar ketika berdoa, (sehingga dikhawatirkan) malahan mencela dirinya sendiri.”

Sementara itu Imam Muslim meriwatkan hadits senada, akan tetapi bersumber dari Sayidina Abu Hurairah RA di mana Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian shalat malam, lalu bacaan Al-Qur’annya menjadi tidak karu-karuan (lantaran mengantuk), maka hendaklah ia tidur terlebih dahulu!”

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Konteks hadits ini sebenarnya berbicara tentang larangan untuk berlebih-lebihan dalam beribadah (shalat malam), dalam artian setelah shalat beberapa rakaat di tengah malam, berzikir, membaca Al-Qur’an, lalu rasa kantuk datang menyerang, maka seseorang dianjurkan untuk tidur terlebih dahulu sekadar menghilangkan rasa kantuknya. Namun Imam Nawawi dalam Syarah Muslim-nya menggarisbawahi sebagai berikut.

? ? ? ? ?: "? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Sabda Rasul SAW di atas mengandung anjuran untuk melakukan shalat dengan khusyuk, sepenuh hati dan perhatian. Selain itu, hadits tersebut juga mengandung anjuran bagi orang yang mengantuk untuk tidur terlebih dahulu atau melakukan hal-hal yang bisa menghilangkan rasa kantuknya. Anjuran ini berlaku umum, baik untuk shalat fardu maupun sunat, baik shalat di malam atau di siang hari. Ini pendapat mazhab kami (Mazhab Syafi’i) dan mayoritas ulama dengan catatan shalat tetap dilakukan di dalam waktunya.”

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa menunda pelaksanaan shalat dimaksudkan hanya untuk menjaga kualitas shalat agar tidak rusak oleh hal-hal yang membuatnya menjadi kurang khidmat dan khusyuk, karena substansi shalat pada dasarnya adalah munculnya rasa tenang, fokus, dan khusuk di dalam hati.

Poin ini akan sulit diperoleh oleh seseorang manakala ia shalat dalam kondisi mengantuk. Hal senada juga diingatkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya yang lain sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa ketika azan sudah berkumandang, sementara makanan sudah terlanjur dihidangkan, maka seseorang dianjurkan untuk makan terlebih dahulu agar hasrat untuk makan tidak menganggu konsentrasinya dalam melaksanakan shalat.

Hal inilah yang kemudian mendorong sikap Sayidina Ibnu Umar RA, sebagaimana dikutip oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari yang bersumber dari Nafi’, “Tetap meneruskan makannya tatkala iqamat shalat sudah dikumandangkan serta imam sudah memulai bacaan shalat.” Begitu juga sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban bahwa Imam Nafi’ pernah suatu kali menemui Sayidina Ibnu Umar ketika beliau hendak menjalankan shalat Maghrib. Kebetulan pada saat itu Imam Nafi’ membawakan hidangan berbuka puasa untuk beliau. Namun tiba-tiba iqamat shalat pun berkumandang, akan tetapi Sayidina Umar tetap melanjutkan makannya sampai selesai dan setelah itu baru melaksanakan shalat.

Perlu digarisbawahi juga terkait kebolehan mendahulukan tidur di saat sangat mengantuk atau makan di saat sedang sangat lapar daripada ibadah shalat hanya diperbolehkan manakala pelaksanaan shalat tersebut tidak keluar dari waktunya. Dengan demikian, ketika waktu shalat sudah sempit (hampir habis), sementara rasa kantuk mendera serta rasa lapar menghadang misalnya, maka tetap saja seseorang dianjurkan untuk shalat terlebih dahulu untuk menghormati waktu shalat, meskipun dengan kondisi yang sangat berat dan dilematis.

Simpulan tulisan ini adalah memang agama Islam merupakan agama yang sangat toleran, namun ia tidak untuk dipermudah-mudah ataupun bahkan disepelekan sama sekali. Allahu a’lam. (Yunal Isra)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pondok Pesantren Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rais ‘Aam: Cegah Kemunkaran Tak Harus dengan Kekerasan

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap 



Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menegaskan, organisasi NU sejak didirikan hingga kini, tema pergerakan dan perjuangannya tidak lepas dari amar ma’ruf nahi munkar. Namun, amar ma’ruf nahi munkarnya NU dengan cara santun, lemah lembut atau layyinan.

Rais ‘Aam: Cegah Kemunkaran Tak Harus dengan Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam: Cegah Kemunkaran Tak Harus dengan Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam: Cegah Kemunkaran Tak Harus dengan Kekerasan

“Saya sering bicara dengan Presiden dengan Kapolri, amar ma’ruf itu dilakukan dengan cara santun,” katanya di gedung PBNU, Jakarta, Senin (2/10) ketika ditanya bagaimana NU melakukakan amar maruf nahi munkar. 

Menurut Kiai Ma’ruf, amar ma’ruf nahi munkar adalah bagian agama sehingga menjadi tugas umat Islam, termasuk warga NU. 

Cuma, kata dia, dalam menjalankannya bisa jadi dengan cara beda. Ada kelompok di luar NU yang melakukannya dengan cara berteriak-teriak atau demontrasi. Cara semacam itu tidak mutlak berhasil. 

“Tatapi dengan pendekatan yang santun, pendekatan kesadaran, dengan penuh toleran, itu justru banyak perubahan, dan memberikan manfaat, pengaruh yang besar. Itu yang dilakukan NU selama ini,” lanjutnya. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sewaktu-waktu warga NU mungkin juga melakukan cara-cara yang tegas dengan terkontrol, tapi tidak harus selalu begitu. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Jadi, amar ma’ruf itu bagaimana memerintahkan kebaikan dan mencegah kemunkaran. Mencegah kemunkaran tidak harus dengan cara keras, dengan cara demonstrasi, tapi dengan santun, konstitusional, demokratis, tapi arahnya kita mencegah dan terjadi perubahan-perubahan,” jelasnya.  

NU melakukan cara-cara seperti itu, sambungnya, sebagai upaya mencegah benturan-benturan antarkelompok, misalnya antara kelompok nasionalis dengan Islam dan kelompok-kelompok lain. 

“Ternyata yang bisa mengharamonisasikan kan NU,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pendidikan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 24 Juni 2017

LKNU Bentuk Duta Rokok Pelajar Depok

Depok, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) membentuk Duta Rokok Pelajar Depok. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pencegahan tingginya perokok di kalangan pelajar. Kalangan ini diambil sebagai sasaran mengingat masa pubertas sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan maupun budaya.

LKNU Bentuk Duta Rokok Pelajar Depok (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Bentuk Duta Rokok Pelajar Depok (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Bentuk Duta Rokok Pelajar Depok

"Kita berupaya agar mereka yang berusia 13-15 tahun tidak kenal rokok. Di sini kita deklarasikan duta antirokok tingkat pelajar Depok. Setelah kembali ke tempat masing-masing, mereka akan menyosialisasikan bahaya rokok," ujar Wakil Bendahara LKNU Makky dalam Workshop Duta Antirokok di Islamic Boarding School ? Al-Mannar Azhari, Meruyung, Limo, Ahad (18/5).

Makky menuturkan, peserta pelatihan ini merupakan perwakilan pelajar tingkat SMP dan SMA. Selain itu, dalam kegiatan itu juga diadakan lomba penulisan artikel bertema "Jangan Pernah Mengenal Rokok".

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Kita berharap dengan ini pelajar kita mengetahui bahaya sebelum memulai atau diajak merokok," paparnya.

Wakil Ketua Bidang Organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok Fery mengatakan, upaya mencegah lonjakan perokok mesti diawali dari tingkat hulu atau pelajar. Pasalnya, pembekalan bahaya rokok sejak dini merupakan hal penting.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"Bahaya merokok itu tidak masuk dalam program formal di sekolah. Di sini kita ambil peran. Apalagi, mereka sangat rentan pada ajakan teman dan bisa menjadi perokok aktif," tandas Fery. (Aan Humaidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Nusantara, Pemurnian Aqidah, Anti Hoax Ceramah Felix Siauw Lengkap

Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat

Cirebon, Ceramah Felix Siauw Lengkap

Belasan regu dari sejumlah sekolah dan pesantren se-Kabupaten Cirebon mengikuti lomba cerdas cermat memperingati Harlah Ke-82 Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Lembaga Kajian dan Pengembagan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Cirebon bekerjasama dengan PC PMII setempat di Pesantren Darul Ulum Klangenan, Jum’at (25/1) kemarin.

Selain lomba cerdas-cermat, juga digelar lomba karya tulis santri. Kegiatan ini, menurut Ketua Lakpesdam Cirebon Ali Mursyid, dimaksudkan juga untuk menanamkan ideologi ke-NU-an di kalangan remaja usia sekolah, agar dapat membentengi mereka dari virus ajaran Islam garis keras.

Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat

Lomba cerdas cermat dan karya tulis santri merupakan salah satu dalam rangkaian peringatan Harlah NU ke-82 yang dilaksanakan oleh Lakpesdam bekerja sama dengan PC PMII dan beberapa lembaga dan badan otonom NU.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“PC Lakpesdam Cirebon menyelenggarakan Dwi Pekan Muharram dan Harlah NU ke-82 dengan tema meneguhkan tradisi untuk pemberdayaan masyarakat. Yang paling penting dari seluruh kegiatan yang ada adalah Pengkaderan NU Cirebon yang berlangsung 28-30 Januari 2008 dan halqah kamu muda NU se-Indonesia 3-7 Februari 2008”, kata Ali.

Ketua Panitia dari PMII Cirebon Ibnu Hamdun menyatakan, PMII dengan suka hati bekerjasama dengan Lakpesdam Cirebon, demi meramaikan Harlah NU ke-82. "NU-lah yang melahirkan PMII, meski PMII tetap independen," katanya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dwi pekan Muharram 1429 H dan peringatan Harlah NU ke-82 juga diisi dengan rangkaian kegiatan lainnya, seperti Safari Khittah, dan juga pagelaran seni tradisi NU sebagai puncak acara Harlah.

Menurut Ali Mursyid, Safari Khittah yang dimaksud bukan lagi bermakna Safari Khittah NU yang dilakukan ketika kiai-kiai dianjurkan bukan hanya berkecimpung di PPP seperti dulu, tetapi lebih sebagai usaha memurnikan misi sosial NU dengan mempertemukan kiai-kiai sepuh dengan warga NU di tingkat MWC-MWC. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Budaya, Makam Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 22 Juni 2017

Dengan Sentuhan Teknologi, Perkembangan Pesantren Kian Terarah

Pasuruan, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Dekan Fakultas Teknologi Informasi ITS Surabaya Agus Zainal Arifin mendukung pesantren memanfaatkan teknologi agar capaian pembelajaran (learning outcome) para santri dapat terpantau. Teknologi juga sebagai sarana mendekatkan para santri dengan orang tuanya.

Demikian disampaikan Agus Zainal saat memberikan materi di hadapan peserta Silatnas Ayo Mondok di Pandaan Pasuruan.

Dengan Sentuhan Teknologi, Perkembangan Pesantren Kian Terarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dengan Sentuhan Teknologi, Perkembangan Pesantren Kian Terarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dengan Sentuhan Teknologi, Perkembangan Pesantren Kian Terarah

Pada kesempatan ini Agus menguraikan sejumlah manfaat dari teknologi. "Kiai akan dapat memantau perkembangan materi yang diajarkan di pesantren, sekaligus capaian yang diraih," katanya, Sabtu (14/5).

Agus juga menawarkan aplikasi secara gratis yang dapat diterapkan di setiap madrasah dan pesantren. "Biayanya tidak ada, hanya masalah kemauan dari pimpinan madrasah dan pesantren untuk menjalankan," ungkapnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Karena, dalam pandangan mantan Rais Syuriyah PCINU Jepang ini masing-masing pesantren dan madrasah telah memiliki perangkat komputer. "Praktis tidak diperlukan biaya apa-apa," sergahnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Di hadapan pimpinan pesantren se-Indonesia Agus menunjukkan aplikasi yang dapat dimanfaatkan.

"Dengan mengisi kolom sesuai yang dibutuhkan, seluruh dinamika lembaga pendidikan dan perkembangan santri beserta capaian yang diraih bisa diperhatikan dengan cermat dan efisien," ungkapnya.

Agus berharap pimpinan pesantren segera berbenah dengan menggunakan teknologi. Ia tidak sependapat dengan berbagai alasan terkait minimnya jaringan internet. "Apa yang tidak bisa direngkuh semuanya, jangan ditinggal seluruhnya," katanya.

Justru dengan memanfaatkan yang dimiliki, bukan tidak mungkin banyak kemajuan yang diraih pesantren. "Yang dibutuhkan bukan alasan dan keluhan, namun kemauan dari pemangku pesantren dan madrasah," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pondok Pesantren Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 20 Juni 2017

NU Pasar Kliwon Gelar Jalan Sehat dan Santunan Anak Yatim

Solo, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Setidaknya tiga ribuan orang mengikuti kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pasar Kliwon di Lapangan Losari Semanggi, Kecamatab Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Ahad (22/3).

Rombongan dilepas secara simbolik oleh Ketua PCNU Surakarta A. Helmy Sakdillah dan Walikota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo. Sebelum melepas rombongan, Walikota memberikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.

NU Pasar Kliwon Gelar Jalan Sehat dan Santunan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pasar Kliwon Gelar Jalan Sehat dan Santunan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pasar Kliwon Gelar Jalan Sehat dan Santunan Anak Yatim

“NU menjadi salah satu bagian dari bangsa, yang sangat peduli kepada masyarakat (yang tidak mampu,-red),” ucap Rudy.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sementara itu, menurut salah satu Pengurus MWCNU Pasar Kliwon, Fajri, kegiatan jalan sehat dan santunan anak yatim ini sudah menjadi agenda rutin tahunan yang diselenggarakan MWCNU Pasar Kliwon.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Tahun kemarin ada Sembako murah dan santunan anak yatim juga. Kali ini, ada 60 anak tidak mampu yang mendapat santunan,” terang Fajri.

Acara diakhiri dengan pembacaan dzikir dan sholawat, dilanjutkan pengajian akbar yang disampaikan oleh Pengasuh Pesantren Alqur’aniyy, KH Abdul Karim Ahmad. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pertandingan, Lomba, Fragmen Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 19 Juni 2017

Kisah Peletakan Hajar Aswad

Semasa Rasulullah Muhammad SAW belum diangkat sebagai Rasul bagi seluruh alam, Beliau telah terkenal sebagai seorang yang sangat jujur, berlatarbelakang keluarga terhormat dan memiliki kelebihan mampu meredam pertikaian antar suku (kampung). Sehingga beberapa kali Muhammad muda dipercayai memberikan keputusan-keputusan krusial menyangkut kepentingan bersama.

Salah satu contoh paling populer tentang keberhasilan Nabi SAW menyelesaikan sengketa di antara kaumnya sebelum Beliau dimusuhi karena menyebarkan ajaran Islam adalah ketika terjadi peristiwa renovasi Ka’bah.?

Kisah Peletakan Hajar Aswad (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Peletakan Hajar Aswad (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Peletakan Hajar Aswad

Kala itu, masyarakat Makkah merenovasi Ka’bah setelah musibah banjir yang menenggelamkan kota, termasuk bangunan Ka’bah. Kondisi ini memanggil mengundang orang-orang Quraisy harus membangun Ka’bah kembali demi menjaga kehormatan dan kesucian situs peninggalan leluhur mereka, Ibrahim AS yang tetap dijaga kelestariannya.

Menurut riwayat yang paling shahih, ketika itu Nabi berusia 35 tahun. Aktif terlibat dalam pembangunan dari awal hingga akhir. Pada awalnya, mereka bersatu padu, saling bahu membahu di antara mereka. Namun ketika pembangunan memasuki tahap-tahap akhir, yakni prosesi peletakan Hajar Aswad.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Mereka mulai berselisih pendapat, Siapakah tokoh di antara mereka yang layak mendapatkan kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad sebagai tanda peresmian penyelesaian renovasi dan mulai dapat digunakan kembali. Banyak pendapat bermunculan dan saling simpang siur. Masing-masing saling ingin mengedepankan pemimpin kelompoknya sendiri.?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Hingga akhirnya Muhammad, Suami Khadijah ini mengajukan usul, ”Siapa pun yang besok pagi datang paling awal ke tempat pembangunan (renovasi) maka dialah yang berhak atas kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad.” Masyarakat pun menyetujuinya, mereka yakin ini adalah jalan terbaik bagi mereka.

Keesokan harinya, ternyata yang datang paling pagi, paling awal adalah Muhammad sendiri, maka Beliaulah yang berhak meletakkan hajar aswad sebagai tanda peresmian Ka’bah kembali. Namun Rupanya Muhammad bukanlah seorang yang egois. Ia kemudian membentangkan sorbannya menaruh hajar aswad di atasnya dan mengajak beberapa tokoh lain untuk turut serta meletakkan hajar aswad bersama-sama. Maka puaslah mereka atas keputusan Muhammad tersebut. Demikian tersebut dalam kitab Nurul Yaqin fi Siroti Sayyidil Mursalin. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pemurnian Aqidah, Makam Ceramah Felix Siauw Lengkap

Minggu, 18 Juni 2017

Pelajar NU Cirebon Didik Fasilitator Kaderisasi

Cirebon, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Cirebon memperkuat kaderisasi di tingkat basis. Mereka karenanya menggelar Latihan Fasilitator (Latfas) bagi kader-kadernya di kepemimpinan anak cabang dan komisariat se-Kabupaten Cirebon, Rabu-Kamis (22-23/6).

Pendidikan ini berlangsung di Kantor Sekretaris ]IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon, Jalan Pengayoman nomor 9 Kecamatan Weru-Cirebon.

Pelajar NU Cirebon Didik Fasilitator Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Cirebon Didik Fasilitator Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Cirebon Didik Fasilitator Kaderisasi

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua PCNU Kabupaten Cirebon Habib Abu Tolkhah Nawawi, Ketua Umum IPPNU Puti Hasni, Wahyono Annajih dari PP IPNU, Ketua IPPNU Jawa Barat Nunung Nurjannah, dan Sekretaris IPNU Jawa Barat Abdul Sidik.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Puti Hasni menyampaikan pentingnya fasilitator di setiap kegiatan kaderisasi di tingkat basis baik PK, PR, dan PAC. Ia juga mengatakan fasilitator ini merupakan kebutuhan utama bagi IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon dalam melakukan dan mengawal kaderisasi.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Meski di IPPNU tidak ada istilah Latfas (Latihan Fasilitator-red), tapi melihat kebutuhan di basis penting sekali adanya fasilitator. Maka Latfas ini menjadi sangat penting, nanti akan menjadi pertimbangan pola kaderisasi,” jelas Puti.

Sementara itu Ketua IPNU Kabupaten Cirebon Ayub Al-Ansori mengatakan, dengan adanya Latfas ini kader-kader IPNU-IPPNU harus siap ditugaskan di manapun dalam melakukan pengawalan proses kaderisasi.

“Hidup matinya IPNU-IPPNU ada pada pengawalan dan perawatan kader. Tentu dengan Latfas ini diharapkan kader-kader IPNU-IPPNU yang menjadi fasilitator ini menjadi lebih cakap, kreatif, dan profesional,” kata Ayub.

Di tempat yang sama Ketua IPPNU Kabupaten Cirebon Nur Aida Fajriyanti menegaskan, Latfas ini merupakan bentuk keseriusan IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon dalam hal kaderisasi.

“Kaderisasi di IPNU dan IPPNU tidak bisa main-main. Harus diciptakan fasilitator-fasilitator yang betul-betul andal dan kreatif dalam melakukan kerja-kerja kaderisasi seperti Makesta dan Lakmud sehingga menghasilkan anggota dan kader yang militant dan progresif,” tandas Aida. (Nurjannah Al-Kendali/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Sejarah, Ubudiyah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 12 Juni 2017

NU Surabaya Sebar Ribuan Hewan Kurban, Lazisnu Bantu Penyaluran

Surabaya,Ceramah Felix Siauw Lengkap. Warga Nahdlatul Ulama Kota Surabaya diperkirakan? menyalurkan 11 ribu? hewan kurban pada peringatan hari raya Idul Adha tahun ini. Hewan tersebut terdiri dari 3000 ekor sapi dan 8000 ekor kambing. Hewan-hewan tersebut disebarkan di 720 masjid dan musholla NU se-Kota Surabaya.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri menyatakan rasa syukur pada tahun ini warga NU Kota Surabaya dengan khidmat dan khusyuk bisa melaksanakan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban.

NU Surabaya Sebar Ribuan Hewan Kurban, Lazisnu Bantu Penyaluran (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Sebar Ribuan Hewan Kurban, Lazisnu Bantu Penyaluran (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Sebar Ribuan Hewan Kurban, Lazisnu Bantu Penyaluran

"Pada hari ini diperkirakan ada sekitar 2000 ekor lebih sapi dan 8000 ekor kambing yang disembelih di masjid-masjid dibawah naungan pengurus NU baik tingkat ranting hingga tingkat MWC," ujarnya melalui siaran pers yang diterima Ceramah Felix Siauw Lengkap (12/9).

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sebelumnya, kata dia, NU Kota Surabaya mengimbau kepada masjid-masjid NU di Kota Surabaya yang menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban agar pembagian daging lebih diutamakan warga Surabaya. Karena masih banyak warga Surabaya yang kurang mampu.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ia berharap? perayaan? Idul Adha atau Idul Qurban 1437 Hijriyah menjadi momen penting dalam penanaman karakter religius dan kepedulian terhadap sesama? untuk mencapai masyarakat kota Surabaya yang "rahmatan lil alamin".

"Salah satu ciri dari masyarakat rahmatan lil alamin adalah terciptanya karakter religius dan kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu Idul Adha harus dijadikan semangat untuk membentuk karakter tersebut. NU akan berusaha mewujudkan hal tersebut di tengah-tengah masyarakat urban Kota Surabaya," ujarnya

Sementara itu,? Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Pabean Cantian didukung Lembaga Amil Zakat dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Surabaya menyalurkan daging hewan kurban di sekitar wilayah Surabaya Utara.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Pabean Cantian Kota Surabaya Rouyanul Amin menjelaskan pihakya melakukan penyembelihan 3 ekor sapi dan 9 ekor kambing yang di pusatkan di Masjid Darussalam Keluraha Perak Timur Surabaya.

"MWCNU Pabean Cantian, bersama Muslimat, jamaah Masjid Darussalam serta didukung oleh Lazisnu Kota Surabaya, Alhamdulillah bisa melakukan penyembelihan 3 ekor sapi dan 9 kambing. Semoga tahun ke depannya tetap istiqamah dan jumlah hewan yang dikurbankan pun semakin banyak" ujarnya, usai melakukan penyembelihan hewan kurban, di Masjid Darussalam Senin (12/9).

Ia berharap dengan semangat berkurban bisa meningkatkan taqwa dan memberi? terhadap sesama. "Karena sesungguhnya esensi dari berkurban yaitu semangat untuk memberi terhadap sesama, " tambahnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Hikmah, Pemurnian Aqidah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ketum PBNU dan Pangkolinlamil TNI Pimpin Apel Jelang Pelayaran Santri

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) memberikan sambutan di hadapan peserta apel pagi menjelang pemberangkatan Pelayaran Santri Bela Negara. Kang Said berdiri tegak di sebelah kiri Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia yang tampil mewakili Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Ketum PBNU dan Pangkolinlamil TNI Pimpin Apel Jelang Pelayaran Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU dan Pangkolinlamil TNI Pimpin Apel Jelang Pelayaran Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU dan Pangkolinlamil TNI Pimpin Apel Jelang Pelayaran Santri

Kedua pemimpin ini hendak melepas Pelayaran Santri Bela Negara pada suatu upacara militer di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (21/11). Kang Said mengatakan bahwa santri dan TNI adalah satu kesatuan tak terpisahkan. Sejak zaman perjuangan hingga kini keduanya terus bahu-membahu mempertahankan kedaulatan NKRI.

“Kini dengan era perang modern yang melalui semua bidang kehidupan, santri dan TNI tetap bersama untuk berjuang mempertahankan kedaulatan republik ini,” ujarnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sementara itu, Pangkolinlamil didampingi Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto melibatkan sekitar 700 orang santri ini.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sambutan tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dibacakan Pangkolinlamil Laksda TNI Aan Kurnia, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan serangkaian Pelatihan Bela Negara dan Penanaman Rasa Cinta Tanah Air (Hubbul Wathan). Sasarannya adalah para pemuda, pelajar, khususnya santri untuk mengantisipasi merebaknya ideologi, paham radikalisme, dan terorisme yang dapat membahayakan generasi mendatang.

Panglima berharap acara ini dapat memacu para santri lebih menghayati keberadaan bahwa Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah.

Pada kegiatan yang akan berlangsung hingga 26 November mendatang, peserta berlayar menggunakan KRI Banda Aceh-593, sebuah kapal perang jenis Landing Personel Dock (LPD). Peserta terdiri atas pelbagai unsur masyarakat seperti santri pondok pesantren, pelajar SMA-SMK, tokoh-tokoh pemuda, mahasiswa, dan komunitas Islam Nusantara.

Penyelenggaraan “Pelayaran Santri Bela Negara” didedikasikan untuk meningkatkan Kemampuan Bela Negara secara psikis, inteligensia, fisik dan spiritual.

Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai salah satu upaya pembinaan kesadaran bela negara secara terpadu. Khususnya dari aspek wawasan kemaritiman nasional sesuai dengan visi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Sejarah, Warta Ceramah Felix Siauw Lengkap

Minggu, 11 Juni 2017

IPNU-BNN Genjot Kader Anti-Narkoba

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggenjot 50 kader anti-Narkoba. Mereka dipersiapkan untuk pencegahan penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar. Kegiatan berlangsung di lantai 8 gedung PBNU, Jakarta, Rabu, (20-/2).

Kader anti-Narkoba tersebut diberi materi sosialisasi pencegahan dan penyalahgunaan Narkoba oleh Dr. Victor Pudjiadi SpB, FICS, DFM, (Brigadir Jenderal Polisi). Juga diberi materi tes urine, dan strategi penyuluhan, pencegahan penyalahgunaan Narkoba.

IPNU-BNN Genjot Kader Anti-Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-BNN Genjot Kader Anti-Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-BNN Genjot Kader Anti-Narkoba

Pelatihan akan berlanjut esok pagi di tempat yang sama dengan materi “Peran teman sebaya dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba”.  

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menurut Komandan Nasional Corps Brigade Pembangunan IPNU, Djunaidi, 50 kader tersebut bernama relawan Satria Muda Anti-Narkoba tingkat madya. Meraka disiapakan untuk sosialisasi pencegahan Narkoba di lingkungan sekolah atau tempat tinggal.

“Juga mengadvokasi teman-teman yang sudah terlanjur jadi pecandu Narkoba,” katanya di gedung PBNU, Jakarta, Rabu, (20/2).  

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kader anti-Narkoba tersebut berasal dari Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Sebelumnya, mereka telah diberi pembekalan anti-Narkoba di Gumiarti Camp, Bogor, pada tanggal 20 Mei 2012 lalu.

 

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Syariah, Ahlussunnah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 06 Juni 2017

Awas! Penipuan Atas Nama Pesantren Tebuireng

Jombang, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Sejak Jum’at (13/3) lalu, Pondok Pesantren Tebuireng dikejutkan dengan telpon dengan modus santri sakit dan memeras wali santri dengan dana yang tidak sedikit.

Awas! Penipuan Atas Nama Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)
Awas! Penipuan Atas Nama Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)

Awas! Penipuan Atas Nama Pesantren Tebuireng

Pelaku menelepon walisantri mengabarkan bahwa putra/putri-nya sedang dalam keadaan darurat di rumah sakit, baik penyakit dalam maupun penyakit sebab kecelakaan. Seperti yang disampaikan Ustadz Amin Muthohar, Pembina Kamar KH. Saifudin Zuhri 203.

Dia mendapatkan sms dari walisantri yang mengaku telah mentransfer uang sebesar 1 juta rupiah kepada seseorang yang mengaku dari pihak pesantren, Senin (16/3) kemarin. Orang itu mengabarkan bahwa anak walisantri tersebut yang bernama Muhammad Aan, Santri SMP A. Wahid Hasyim, telah jatuh dari lantai 3 wisma dan membutuhkan dana untuk pengobatan darurat.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Dia itu pakek nomor telepon tiga kali denga satu jenis operator tapi beda nomornya,” ungkap Ustadz Amin. Hal yang sama juga terjadi pada beberapa santri lain. Menurut penuturan dari Ustadzah Vevi Alfi, beberapa hari ini khususnya hari Jum’at lalu terjadi lima kali kejadian penipuan. Namun pihak pengurus Pesantren Tebuireng Putri tanggap untuk langsung memberikan informasi penipuan.

“Untung saja sejak kejadian pertama walisantri yang menjadi korban dan pihak pesantren terus saling memberi informasi, sehingga nggak ada yang kena,” ungkap Mahasiswi Ma’had Aly Tebuireng tersebut.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selain itu penipuan yang sama juga melanda SMA Trensains Tebuireng 2 di Jombok Ngoro Jombang. Ustadz Rendika, Waka Bidang Kesiswaan SMA Trensains mengatakan bahwa santriwati berinisial H.N.A.K. juga menjadi korban dengan modus santri terpeleset di kamar mandi Hingga gagar otak lalu pelaku meminta uang biaya oprasi kepada walisantri sebesar 17 juta rupiah.

Selain santri SMP dan santriwati Pesantren Putri Tebuireng, dan SMA Trensains hal serupa juga melanda Robith al-Hannan, santri kelas 3 Mts Salafiyah Syafi’iyyah kamar Haji Kalla 201. Kerugian yang ia dan keluarga alami mencapai 20 juta. Modus yang digunakan pelaku adalah dengan mengabarkan bahwa Hannan kritis di rumah sakit sebab kecelakaan parah.

Ustadz Syamsul, Sekretaris Pondok Pesantren Tebuireng ketika dikonfirmasi via WhatsApp menerangkan bahwa kejadian ini memang sangat menggemparkan Tebuireng. Pasalnya kejadian ini tidak pernah terjadi sebelumnya.

“Kita masih menyelidiki belum ada kepastian. Karena ada beberapa kemungkinan.”, ungkap Ustadz Syamsul. Dia juga menegaskan bahwa pelaku tidak sendirian melainkan berkelompok, laki-laki dan perempuan. “Masyarakat khususnya walisantri harus berhati-hati, karena modus mereka akan membuat korban panik dan tanpa sadar mentransfer uang”, tambahnya. (Abror/Anam)

Ilustrasi: tebuireng.org

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Amalan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dua Menteri PKB Sosialisasi Program di Cirebon

Cirebon, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Ribuan Muslim terutama nahdliyin dari berbagai daerah menghadiri puncak acara haul ke-79 KH Said di Pesantren Gedongan, Cirebon pada Ahad (9/5) dini hari. Kegiatan yang dipusatkan di halaman depan masjid Pesantren Gedingan peninggalan KH Said itu dihadiri pula oleh sejumlah tokoh ulama dan pejabat daerah maupun pusat.

Hadir dalam kesempatan itu, Dua menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yakni Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini.

Dua Menteri PKB Sosialisasi Program di Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Menteri PKB Sosialisasi Program di Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Menteri PKB Sosialisasi Program di Cirebon

Selain keduanya, hadir pula Ketua Dewan Syura DPP PKB KH Aziz Mansyur, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Ketua PWNU Jawa Barat Dedi Wahidi, Presiden Majelis Shalawat Nusantara KH Mujib Khudori dan para kiai di lingkungan Pesantren Gedongan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kehadiran ribuan masyarakat Cirebon ini pun tidak disia-siakan oleh dua menteri dari PKB itu untuk mensosialisasikan program di kementerian masing-masing. Menakertrans, Muhaimin Iskandar menyatakan, tugas kemenakertrans saat ini tidak hanya terfokus pada urusan mengenai masalah TKI, namun juga mencakup bagaimana mencerdaskan dan meningkatkan pendidikan tunas-tunas muda bangsa.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Kita tak melulu mengurusi TKI. Kita juga berusaha meningkatkan pendidikan anak-anak di daerah transmigrasi,” katanya.

Karena itu, pada kesempatan itu dia meminta doa dan dukungan dari para ulama agar tugas ini bisa dilaksanakan dengan baik. Terutama untuk kemajuan daerah transmigrasi yang dihuni oleh masyarakat Nahdlatul Ulama (NU).

“Dukungan dari para kiai dan santri dalam mencerdaskan masyarakat di daerah transmigran sangat dibutuhkan. Apalagi jika para santri bisa dikirim ke daerah transmigrasi untuk memberikan pengalaman mereka di pesantren tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat transmigran,” tukasnya.

Muhaimin menambahkan, tentunya santri-santri yang akan dikirim ke daerah transmigrasi itu harus pula dibekali dengan beragama ilmu selama di pesantren agar mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan daerah transmigran.

Sementara itu, Menteri PDT Helmy Faishal Zaini mengungkapkan, penyebaran penduduk antara kota dan desa saat ini sudah tidak seimbang lagi. Hal ini disebabkan adanya stigma bahwa mencari pekerjaan di kota itu mudah dan mampu menghasilkan penghasilan yang lebih besar.

“Saat ini perbandingan sebaram penduduk kota dengan desa sudah 40 persen berbanding 60 persen. Tentu ini sangat mengkhawatirkan untuk pembangunan di Indonesia,” ujar menteri termuda di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II itu.

Padahal, lanjutnya, banyak potensi daerah-daerah di desa itu jika mampu dimanfaatkan dan dimaksimalkan dengan baik akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Menurutnya, justru pembangunan di desa yang seharusnya digalakkan karena desa merupakan pondasi dasar dalam pembangunan di Indonesia.

“Masyarakat tidak perlu lagi berbondong-bondong mencari penghasilan di kota. Belum tentu kehidupan di kota akan lebih baik, lebih baik kita bangun desa untuk meratakan pembangunan nasional,” tambahnya.

Karena itu, ujarnya, KPDT bersama Kemenakertrans akan bekerja keras untuk membangun dan menghidupkan daerah-daerah yang selama ini penduduknya banyak melakukan migrasi ke kota.

“Pembangunan yang berbasis keadilan menjadi acuan kami dalam melakukan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia, terutama daerah-daerah tertinggal dan daerah transmigran,” tukasnya. (kml)Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Hadits Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jelang Ramadhan, Anak-anak Yatim Demak Terima Santunan

Demak, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Salah seorang anggota DPR RI Fathan Subchi menyambut bulan Ramadan dengan menyantuni seratus anak yatim-piatu di Desa Poncol Kecamatan Bonang, Demak, Kamis (25/5). Acara bertajuk Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim ini dimaksudkan untuk menjalin kebersamaan dan silaturahmi pemerintah dan rakyat.

Menurut Fathan, kebaikan dan kesejahteraan terjadi manakala pemerintah, baik itu legislatif, eksekutif, maupun yang lainnya mampu dan mau untuk duduk bersama memecahkan setiap masalah yang ada.

Jelang Ramadhan, Anak-anak Yatim Demak Terima Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Ramadhan, Anak-anak Yatim Demak Terima Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Ramadhan, Anak-anak Yatim Demak Terima Santunan

Alhamdulillah, hari ini kita bisa sedikit mewujudkan itu, silaturrahim dengan warga Bonang. Semoga berkah,” tutur politisi asal Demak itu.

Selanjutnya, Fathan yang juga menjadi pengurus harian Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) itu mengatakan supaya warga menggali potensi ekonomi di desanya. Kesejahteraan adalah capaian yang hanya bisa diraih dengan persatuan dan kesatuan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Dengan bersatu kita akan lebih mudah sejahtera dan orang NU harus bisa untuk itu,” katanya.

Bulan Ramadan, lanjut Fathan, merupakan bulan mulia yang harus dimanfaatkan untuk menjalin kebersamaan itu. Dengan prinsip berlomba-lomba untuk kebaikan warga NU dimanapun harus bisa sejahtera.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, mari jadikan perbedaan sebagai kekuatan, kebersamaan menuju indonesia yang lebih sejahtera,” lanjutnya.

Ia berharap masyarakat akan terus menjalin kebersamaan yang sama di seluruh pelosok tanah air di Indonesia hingga akhirnya sejahtera bersama. Tampak hadir ratusan warga dengan antusiasme yang tinggi. (M Farid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kajian Islam Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 05 Juni 2017

Haflah di Pesantren Tremas

Pacitan, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Keluarga Besar Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan malam tadi (10/07) menyelenggarakan gawe tahunan, yakni acara Haflah Akhiruddirosah dan Wisuda Purna Belajar santri Madrasah Aliyah Mu’adalah tahun pelajaran 1433 H/2012 M.

Acara yang digelar di halaman Masjid Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan berlangsung sangat meriah. Turut hadir dalam acara sakral tersebut, KH Fuad Habib Dimyathi, KH Lukman Harist Dimyathi, KH Umar Tumbu dan puluhan alim ulama, pejabat, para santri dan para wali serta para alumni yang datang dari pelbagai daerah.

Haflah di Pesantren Tremas (Sumber Gambar : Nu Online)
Haflah di Pesantren Tremas (Sumber Gambar : Nu Online)

Haflah di Pesantren Tremas

Pada acara wisuda tahun ini, Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan mewisuda 200 santrinya yang terdiri dari santri putra dan putri.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

KH Fuad Habib dalam sambutanya dihadapan wali santri menyampaikan bahwa Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada santri dalam memberikan wawasan keilmuanya.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengarahkan putra-putri bapak untuk menjadi anak yang soleh. Masa sekarang banyak orang yang pintar akan tetapi sedikit sekali orang yang benar, makanya do’a kami kepada para santri adalah menjadi anak yang benar, soleh yang berwawasan dan berkeilmuan”

Sambutan selanjutnya disampikan oleh KH Lukman Harist Dimyathi atau yang biasa disapa Gus Lukman, dalam sambutanya yang berapi-api tersebut beliau berpesan bahwa dunia sekarang ini adalah dunia tholabul ilmi tanpa batas, perlu terus belajar dengan diimbangi dengan ahlakul karimah.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Alumni pondok tremas harus selalu menjaga ahlak dan aqidahnya, ketika berada dipondok ahlak para santri masih bisa kita atur akan tetapi di hadapan kalian yang akan lulus ini, ? virus-virus mengancam kalian, terutama santri Putri,” harapan Gus Lukman.

Selain berbesan tentang pentingnya terus belajar, Gus Lukman juga tahaddus binni’mah terkait telah diakuinya ijazah pesantren salafiah yang tergabung dalam pesantren Mu’adalah.

“Sampaikan kepada dunia, Pondok Tremas adalah milik dunia. Pendidikan di Pondok Tremas mulai dari TK sampai Ma’had Aly tetap al-muchafadlotu alal qodiimis sholih wal akhdzu bil jadil ashlah. Sampaikan kepada dunia bahwa ijazah kami telah diakui oleh negara republik indonesia, kami berjuang tidak lain untuk anak-anak kami”.

Haflah Akhiruddirosah & Wisuda Purna Belajar tahun pelajaran 1433 H tersebut juga diisi dengan mauidzoh hasanah yang disampikan oleh KH Miftahul Akhyar, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur.

Kontributor: Zainal Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren, Berita Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 02 Juni 2017

Ulama Ikut Peduli Promosi Kesehatan

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Allah tidak akan menciptakan sebuah penyakit, kecuali ada obatnya.” Demikianlah kutipan hadist yang seringkali disampaikan oleh para dai ketika menyampaikan materi soal kesehatan. 

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan, persoalan kesehatan mendapat perhatian besar dalam Islam, banyak ayat Qur’an dan Hadist yang berbicara soal kesehatan dan menjadi bagian dari tugas para ulama untuk mendorong masyarakat agar berperilaku hidup sehat.

Ulama Ikut Peduli Promosi Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Ikut Peduli Promosi Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Ikut Peduli Promosi Kesehatan

Pernyataan ini disampaikan dalam acara pertemuan nasional Peran Tokoh Agama dalam Promosi Kesehatan yang digagas oleh Lembaga Kesehatan NU, Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dan Statistical, Economic and Social Research and Training Centre for Islamic Countries (SESRIC)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ia menegaskan, dalam kemampuan agama, orang NU sudah cukup mumpuni, tetapi dalam bidang lainnya, masih perlu ditingkatkan seperti dalam bidang pendidikan, kebudayaan, ekonomi, termasuk kesehatan. Hal tersebut penting untuk mencapai kesejahteraan dalam hidup.

Dalam membina kesehatan ini, tidak dibatasi oleh ajaran agama. Ia mengisahkan sejumlah khalifah yang memiliki dokter pribadi non Muslim, karena terbukti mereka memiliki kemampuan yang dapat diandalkan. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sementara itu, Kepala Pusat Promosi Kesehatan Kemenkes Bambang menuturkan, baru sekitar 50 persen penduduk Indonesia berperilaku hidup bersih dan sehat, dengan menggunakan 10 indikator. 

“Jika indikator jumlah indikator tersebut ditingkatkan menjadi 20, maka persentasenya akan semakin kecil,” katanya.

Para ulama dan tokoh masyarakat, katanya, memiliki peran penting dalam membantu mendorong masyarakat berperilaku hidup sehat.

Sementara itu, Prof. Savas Alpay, direktur jenderal  Statistical, Economic and Social Research and Training Centre for Islamic Countries (SESRIC) menekankan pentingnya melindungi generasi muda dari bahaya merokok, selain menghabiskan uang, juga memiliki potensi terkena sejumlah penyakit. Sejumlah industri rokok skala global melakukan ekspansi ke negara-negara berkembang karena di negara mereka, regulasinya sudah sangat ketat.

Terdapat sejumlah kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tersebut, diantaranya meminta tokoh agama mengajak orang tua dan remaja berperilaku hidup sehat, di sekolah dan di lingkungan keluarga, edukasi publik akan potensi bahaya kebiasaan merokok dengan metode yang tepat sasaran serta pentingnya mengaturkan area merokok dalam upaya menghargai kesehatan, baik diri sendiri maupun orang lain.

Tokoh agama diminta mendorong para remaja agar mampu bertanggung jawab atas dirinya sendiri, pilihannya, serta mampu bernegosiasi dengan dinamika hidup di lingkungan sekitarnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pemurnian Aqidah, Sejarah Ceramah Felix Siauw Lengkap

JQHNU-LP Ma’arif Sumedang Latih Ratusan Guru Makharijul Huruf

Sumedang, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Pengurus Cabang Jamiyyatul Qurra wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) dan Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Sumedang? melaksanakan pelatihan makharijul huruf atau pengucapan huruf yang benar dalam Al-Qur’an dengan metode Maisura.

Kegiatan dengan jumlah peserta 101 orang ini berlangsung Sabtu (18/3), di Aula PCNU Sumedang. Para peserta merupakan pengajar yang mewakili sekolah atau lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan LP Maarif NU Sumedang.

JQHNU-LP Ma’arif Sumedang Latih Ratusan Guru Makharijul Huruf (Sumber Gambar : Nu Online)
JQHNU-LP Ma’arif Sumedang Latih Ratusan Guru Makharijul Huruf (Sumber Gambar : Nu Online)

JQHNU-LP Ma’arif Sumedang Latih Ratusan Guru Makharijul Huruf

Ketua Pimpinan Cabang JQHNU Kabupaten Sumedang Ahmad Jauharudin mengatakan, sering kali kami menemukan guru-guru di daerah yang mengajarkan Al-Quran tapi tidak sesuai dengan ilmu tajwid yang benar. “Temuan itu menjadikan kami sebagai pengurus JQH khawatir. Kalau gurunya sudah salah baca Al-Qur’annya maka bisa menular kepada muridnya. Kalau dibiarkan saja nanti akan muncul kesalahan membaca Al-Qur’an secara berjamaah.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rantai kesalahan ini harus segera diputus atau setidaknya harus diminimalisasi, kata Ahmad. Sebagai langkah awal untuk memutus rantai kesalahan tersebut, pengurus JQHNU Sumedang bekerja sama dengan LP Maarif NU Sumedang mengadakan pelatihan makharijul huruf khusus untuk guru-guru yang mengajar Al-Qur’an.

Pemateri yang didatangkan pada pelatihan ini yaitu Muthmainnah. Beliau ahli quran, seorang hafidzoh, dewan hakim MTQ, serta salah satu dosen Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta. Pada kesempatan tersebut Muthmainnah menyampaikan materi makhorijul huruf dengan menggunakan metode maisura.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ahmad jauharudin di akhir acara juga menyampaikan bahwa kegiatan ini baru langkah awal, ke depan akan ada kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk terus menjaga kebenaran dalam membaca Al-Qur’an. “Semoga guru-guru yang hari ini mengikuti pelatihan dapat mengamalkan ilmu-ilmu yang didapat kepada murid-muridnya. Dan kebenaran membaca Al-Qur’an bisa terus terjaga,” tuturnya. (Ayi Abdul Kahar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Khutbah Ceramah Felix Siauw Lengkap