Jumat, 29 Mei 2015

Ahlul Halli wal Aqdi Dibahas di Komisi Organisasi

Surabaya, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) atau pemilihan rais syuriyah dan ketua tanfidziyah oleh semacam dewan yang dibentuk, akan menjadi salah satu materi penting sidang komisi organisasi dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Timur, Mei 2013 mendatang.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua PWNU Jatim H Abdul Wahid Asa saat dikonfirmasi Ceramah Felix Siauw Lengkap di ruangan kerjanya, lantai dua PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar Surabaya, Selasa (23/4).

Ahlul Halli wal Aqdi Dibahas di Komisi Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahlul Halli wal Aqdi Dibahas di Komisi Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahlul Halli wal Aqdi Dibahas di Komisi Organisasi

“Kita yakin, para utusan dari PCNU masih memiliki kejernihan cara berfikir dalam melihat persoalan di internal organisasi,” katanya. Pimpinan Umum Majalah Aula ini sangat optimis, dari sekian banyak peserta yang mengikuti konferensi, juga akan ikut serta sejumlah organisatoris ulung yang memiliki kesamaan visi dalam upaya memperbaiki internal NU. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Mekanisme Ahwa akan didiskusikan dengan para kontingen dari PCNU se Jawa Timur. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Kita berharap draf Ahwa yang sudah disiapkan akan bisa diterima para peserta sehingga pembahasan saat Konferwil dapat berjalan lebih serius dan mendalam,” katanya. 

Konferwil PWNU Jatim sendiri akan berlangsung di Pondok Pesantren Bhumi Sholawat, Tulangan Sidoarjo. Pelaksanaan acara tertinggi level Jatim ini dilaksanakan 24-26/5 2013 atau 14-16 Rajab 1434 H.

Redaktur   : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap RMI NU, Nahdlatul Ulama, Pahlawan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 20 Mei 2015

Minim Pahami al-Qur’an, STAI Sunan Drajat Gelar Lomba

Lamongan, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Minimnya para pelajar dalam memahami isi kandungan a-Qur’an membuat Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Drajat (Staidra) Kranji Paciran Lamongan Jawa Timur terpanggil untuk turut serta memacu para pelajar dalam meningkatkan kemampuan memahami al-Qur’an. 

Perguruan tinggi yang didirikan KH Moh Baqir Adelan ini mengadakan Musyabaqoh Fahmil Qur’an (MFQ).

Minim Pahami al-Qur’an, STAI Sunan Drajat Gelar Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Minim Pahami al-Qur’an, STAI Sunan Drajat Gelar Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Minim Pahami al-Qur’an, STAI Sunan Drajat Gelar Lomba

“Acara ini kami laksanakan untuk memacu siswa dalam meningkatkan pemahaman al-Qur’an secara komprehensif, agar para siswa memahami al-Qur’an tidak secara parsial. Karena sampai saat ini masih banyak siswa yang belum memahami isi kandungan al-Qur’an,” terang Zainul Fuad selaku panitia acara MFQ saat dihubungi Ceramah Felix Siauw Lengkap 12/01.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Disamping untuk pemahaman al-Quran acara yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Nahdhatul Ulama (APTINU) ini juga untuk menjaring bibit unggul berkualitas yang selanjutnya untuk diikutsertakan dalam perlombaan di tingkat provinsi Jawa Timur.

“MFQ ini juga bertujuan untuk menyeleksi bibit unggul yang selanjutnya bisa mengikuti perlombaan di tingkat Provinsi Jawa Timur,” Lanjut Zainul Fuad.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Perlombaan untuk tingkat Madrasah Aliyah sederajat tersebut merupakan suatu lomba untuk menggali pemahaman peserta dalam mengetahui arti kandungan al-Qur’an , Asbab Nuzul Ayat, Ilmu Tajwid dan ilmu-ilmu al-Qur’an lainnya.

 “Perlombaan kita laksanakan ini untuk menggali pemahaman peserta pada arti ayat-ayat al-Qur’an, Ilmu Tajwid, Asbab an-Nuzul Ayat, dan ilmu-ilmu al-Qur’an lainnya,” pungkasnya.

Perlombaan untuk Madrasah Aliyah sederajat ini diikuti MA/SMA se-kabupaten Lamongan. Dalam acara ini panitia menyediakan hadiah Rp. 6000.000 berbentuk uang pembinaan juga tropi untuk juara Satu, dua dan tiga.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Anang Romli

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Nusantara, Daerah, Hikmah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 18 Mei 2015

Menjadi Modern dengan Kitab Kuning

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Para pemimpin pesantren semakin menjauh dari kitab-kitab keagamaan berbahasa Arab gundul, tanpa harakat, atau biasa disebut kitab kuning. Terutama di pesantren-pesantren besar para kiai semakin banyak urusan, sementara putra-putri penerus mereka lebih senang dengan referensi lain yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan formal.

Demikian Ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj saat membuka pengajian rutin yang diadakan oleh Ceramah Felix Siauw Lengkap bersama Lajnah Ta’lief wan Nasyr di gedung PBNU, Kamis (28/9). Kitab yang dikaji adalah Manahijul Imdad, karya ulama besar Indonesia Kiai Ihsan Jampes (alm.) yang baru diterbitkan.

Para kiai yang mempunyai ribuan santri, kata Kang Said, panggilan akrab KH. Said Aqil Siradj, terlalu banyak rutinitas dan tugas sehingga kurang begitu punya waktu untuk mendalami keilmuan pesantren.

Menjadi Modern dengan Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Modern dengan Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjadi Modern dengan Kitab Kuning

“Para kiai besar banyak terlalu sering menerima tamu mana mungkin punya waktu untuk mendalami kitab kuning. Kiai kiai yang bunyi (berpendapat: red) dalam Munas Alim Ulama di Surabaya kemarin umumnya yang santrinya tidak banyak,” seloroh Kang Said.

Belakangan kalangan muda pesantren lebih senang memilih referensi keilmuan atau menafsiri dan merespon perubahan zaman dengan referensi kitab kuning. Tidak jarang para ‘intelektual’ pesantren yang tidak tahu menahu mengenai kitab kuning.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Jadi yang yang masih punya kemampuan mengkaji kitab kuning harus bangga. Perlu dicatat, kita yang dikatakan tradisional karena masih berpedoman kitab kuning bisa untuk menjadi modern dengan mudah, tapi yang modern sulit menjadi tradisional seperti kita,” kata Kang Said di hadapan sekitar 50-peserta kajian dari beberapa badan otonom NU dan organisasi kultural NU seperti PMII serta kelompok kajian muda NU.

Ulama Jawi

Dikatakan Kang Said, para ulama Nusantara atau dulu disebut Jawi mempunyai kontribusi besar dalam dunia keilmuan Islam. Kiai Nawawi Banten menulis lebih dari dua ratus kitab yang dibaca oleh umat Islam seluruh dunia.

Ada juga Kiai Mahfudz termas yang mengarang kitab Manhaj Dawinnadzar di bidang ilmu hadits yang menjadi buku wajib di beberapa universitas di Mesir. Sementara Kiai Ihsan Jampes sendiri yang tidak pernah keluar belajar di Timur Tengah kitab-kitabnya menjadi bacaan umat islam di Asia, Afrika, dan Eropa. “Saya pernah ke Mali, Afrika Barat, Sirajutthalibin dibaca di sana,” kata Kang Said.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ada yang samanya Khotib Sambas Kalimantan Barat yang berjasa besar mensinergikan dua Tarekat yakni Qodiriyah dan Naqsabandiyah. “Ternyata tarekat ini pengikutnya seluruh dunia. Jadi sumbangsih para ulama Jawi juga sangat besar,” kata Kag Said. (nam/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Olahraga, Ahlussunnah Ceramah Felix Siauw Lengkap