Senin, 31 Desember 2012

Ini Pasar Ramadhan ala Ranting NU Tambekberas

Jombang, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Perekonomian NU Tambakrejo Jombang menggelar pasar Ramadhan. Rencanya pasar yang menyiapkan menu berbuka puasa akan dibuka selama 21 hari sejak awal puasa kemarin.

”Ada sekitar 30 warga yang ikut berpartisipasi menggelar dagangan mereka disini. Alhamdulillah antusias warga NU sangat besar dalam pasar Ramadhan yang pertama kali digelar ranting NU melalui Lembaga Perekonomian NU ini,” ujar Suhaeb salah satu panitia menuturkan.

Ini Pasar Ramadhan ala Ranting NU Tambekberas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pasar Ramadhan ala Ranting NU Tambekberas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pasar Ramadhan ala Ranting NU Tambekberas

Puluhan pedagang yang terdiri dari ibu ibu Muslimat dan warga NU yang berada di sekitar lingkungan pondok pesantren Bahrul Ulum Tambakberas nampak antusias menggelar dagangan mereka disepanjang jalan sekitr 300 meter menuju Makam KH Wahab Hasbullah. Berbagai panganan, untuk berbuka puasa baik sayuran, dan lauk pauk serta jajanan di perdagangkan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Tidak hanya jajanan pembuka puasa, minuman, kue lebaran dan juga alat alat dapur juga nampak diperdagangkan. Bahkan pasar juga terlihat ramai dengan adanya permainan bola anak anak serta permainan mincing.

Dari pantauan Ceramah Felix Siauw Lengkap, para pembeli mulai berdatangan menjelang berbuka, mereka terdiri dari santri pesantren Bahrul ulum dan juga masyarakat sekitar.” Banyak yang minat membeli, mungkin mereka tidak sempat masak karena kerja atau kesibukan lain,” ujar Subhan yang menjual sayur dan es menu berbuka puasa mengatakan. (Muslim Abdurrahman/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap Nahdlatul Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 20 Desember 2012

Lulusan LP Maarif Harus Miliki Kesalehan Pribadi dan Sosial

Magelang, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU,  HZ Arifin Junaidi menyatakan lembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama harus mampu mencetak lulusan yang memiliki kesalehan pribadi dan sosial. Pasalnya, banyak sekolah diluar LP Maarif NU yang mampu mencetak lulusan yang cakap secara intelektual tapi tidak shalih. 

 “Hari ini, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU sudah genap berusia 88 tahun. Tema yang diambil pada ulang tahun kali ini adalah Membentuk Generasi Bangsa yang Berkarakter Mandiri dan Berinovasi,” ungkap Arifin Junaidi saat memimpin upacara peringatan hari lahir LP Ma’arif NU di lapangan Tembak Akademi Militer, Magelang, Selasa (19/9). 

Pada kesempatan itu, Arifin Junaidi mengingatkan bahwa LP Ma’arif NU lahir karena diharapkan mampu melakukan inovasi pada pendidikan di lingkungan NU. 

Lulusan LP Maarif Harus Miliki Kesalehan Pribadi dan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Lulusan LP Maarif Harus Miliki Kesalehan Pribadi dan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Lulusan LP Maarif Harus Miliki Kesalehan Pribadi dan Sosial

“Seperti yang dilakukan oleh salah satu pendiri LP Ma’arif, yakni KH. Wahid Hasyim. Beliau melakukan inovasi dengan mendirikan sekolah formal yang di situ diajarkan bahasa asing,” ujarnya. 

Model lembaga pendidikan formal yang didirikan oleh Kiai Wahid Hasyim itu lalu diikuti oleh pengurus NU di berbagai daerah. Dan sejak didirikan, LP Ma’arif sudah merintis sebagai lembaga pendidikan di bidang hukum, perdagangan, pertukangan, pertanian dan sekolah untuk fakir miskin.

“Pada Muktamar di Purworejo, Jawa Tengah, Rais Akbar PBNU KH. Hasyim As’yari pernah berpidato agar memusatkan perhatian untuk mendidik dan menjaga generasi NU. Itu semua harus dijalankan dengan tenang dan tidak gaduh,” tandasnya. 

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Lebih lanjut, Arifin Junaidi menambahkan, sebagai Lembaga Pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama, LP Maarif harus selalu menanamkan Islam ramah dan Islam jalan tengah kepada para peserta didik. 

“Presiden telah mengeluarkan peraturan pendidikan karakter yang salah satu pointnya, memperkuat peserta didik dengan harmonisasi olah pikir, olah rasa dan olah hati. Itu sudah sesuai dengan yang dilakukan oleh LP Ma’arif bertahun-tahun,” pungkas Arifin Junaidi. (Nur Rokhim/Muslim Abdurrahman)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Meme Islam, Amalan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Senin, 17 Desember 2012

Pelajar NU Jombang Ajak Pemuda Perbanyak Ngaji dan Sedekah

Jombang, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jombang Qurotul Aini mengajak para pemuda setempat untuk meningkatkan amal baik di bulan Ramadhan. Menurut Aini, kesempatan Ramadhan dapat diisi dengan kegiatan bermanfaat seperti tadarus Al-Quran, bersedekah, dan perbuatan manfaat lainnya.

Ia menjelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya kitab umat Islam, Al-Quran. Sebagai umat Muslim, para pemuda di Jombang sudah seharusnya memelihara kitab suci tersebut dengan meningkatkan bacaannya di bulan Ramadhan ini.

Pelajar NU Jombang Ajak Pemuda Perbanyak Ngaji dan Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jombang Ajak Pemuda Perbanyak Ngaji dan Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jombang Ajak Pemuda Perbanyak Ngaji dan Sedekah

"Sering munajat diri, perbanyak sedekah, qiyamul lail, terlebih tadarus. Karena syahru Ramadhan adalah syahrul Quran. Ramadhan itu bulannya Al-Quran," katanya kepada Ceramah Felix Siauw Lengkap, Kamis (9/6) kemarin.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Aini menambahkan, pada bulan tersebut umat Islam memiliki kesempatan besar untuk memperbanyak zikir kepada Allah SWT dan beramal baik kepada sesama. "Bulan Ramadhan, semua setan mulai dari tipe A hingga Z dipenjara. Kalau sampai masih ada yang berbuat negatif berarti itu nafsu dari masing-masing individu yang masih berkeliaran," ucapnya sambil tersenyum.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Untuk itu, ia mengajak para pemuda mulai memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-sebaiknya. "Harus diisi dengan kegiatan postif, yang negatif dikurangi bahkan kalau perlu dihapus. Minimal menahan hawa nafsu," ujarnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Olahraga, Internasional, Amalan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 09 November 2012

Citra Pendidikan Agama di Madrasah Dinilai Berhasil

Madrasah sebagai salah satu institusi pendidikan Islam semakin menunjukkan peran pentingnya dalam dinamika pendidikan nasional. Di saat banyak pelajar di sekolah umum terseret dalam citra negatif kemerosotan moral seperti seks bebas dan tawuran, madrasah mampu tampil gemilang dengan berbagai prestasi.

Beberapa waktu lalu siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Pamulang, Tangerang Selatan, menggondol sejumlah medali dan penghargaan pada International Islamic School Robot Olympiade (IISRO) yang digelar di Johor Malaysia. Tim robotik MTsN Pamulang itu berhasil mengalahkan tim dari beberapa sekolah unggulan negara-negara Islam di mancanegara.

Citra Pendidikan Agama di Madrasah Dinilai Berhasil (Sumber Gambar : Nu Online)
Citra Pendidikan Agama di Madrasah Dinilai Berhasil (Sumber Gambar : Nu Online)

Citra Pendidikan Agama di Madrasah Dinilai Berhasil

Di tingkat nasional, tim robotik MTsN Pamulang ini juga meraih juara 1 untuk tingkat sekolah menengah pertama atau madrasah tsanawiyah (SMP/MTs). Belum lagi kita memasukkan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia dalam dereten madrasah berprestasi. Madrasah yang digagas Presiden ke-3 RI, BJ Habibie itu selalu tampil membanggakan dalam ajang kompetisi sains, baik nasional maupun internasional.

Karena berbagai prestasi yang diraihnya itulah, Kementerian Agama berencana memperbanyak MAN Insan Cendekia. Saat ini, sekolah tersebut baru beroperasi sebanyak tiga sekolah, yaitu di Serpong, Gorontalo, dan Jambi. Kemenag RI ingin agar setiap provinsi di Indonesia mempunyai MAN Insan Cendekia.

Prestasi ini tentu membanggakan. Pasalnya, madrasah yang selama ini dicitrakan terbelakang, bahkan dinilai tidak mampu bersaing dengan sekolah-sekolah umum dalam kompetisi sains, ternyata tampil sebagai juara pertama dalam kejuaraan bergengsi di pentas nasional dan internasional. Prestasi madrasah tidak hanya dalam sains, di bidang pelestarian lingkungan hidup juga tak kalah gemilangnya.

Tak tanggung-tanggung, empat madrasah dianugerahi penghargaan Adiwiyata Nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan yang didasarkan atas Kepmen LHK No 183 Tahun 2014 itu diberikan kepada MAN 1 Pekanbaru, Riau; MAS Mareku, Tokep Maluku Utara; ? MTsN Dowora, Tokep Maluku Utara; ? MIN Dowora, Tokep Maluku Utara.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Anugerah tersebut, kata Direktur Pendidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam M Nur Kholis Setiawan, sekali lagi menjadi bukti bahwa madrasah mampu bersaing dengan sekolah umum. Kesan madrasah hanya mampu menguasai ilmu agama tapi ketinggalan dalam ilmu umum merupakan pandangan lama yang musti direvisi. Buktinya, madrasah mampu mengalahkan sekolah umum dalam berbagai kompetisi. Dalam beberapa kasus, madrasah justru lebih unggul. Keunggulan siswa madarasah ini bahkan diakui profesor Jepang. Guru besar Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), Profesor Kondo Yuichi, mengaku kagum dengan alumni madrasah yang kuliah di APU. Menurutnya, prestasi alumni madrasah di APU sangat memuaskan. Bahkan menduduki peringkat dua besar di Universitas unggulan Jepang itu.

Karena berbagai prestasi itulah, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, mengimbau kepada semua siswa madrasah untuk tidak minder berhadapan dengan siswa sekolah umum. Madrasah sudah terbukti mampu menyaingi sekolah umum, bahkan dalam bidang sains yang seharusnya menjadi andalan sekolah umum. Menurut Lukman, hal itu luar biasa lantaran madrasah punya beban yang lebih tinggi ketimbang sekolah umum. Madrasah, selain mengejar prestasi ilmu umum atau sains, juga dituntut ? menguasai ilmu agama. Madrasah lahir dari rahim pesantren, karenanya ia harus diwarnai oleh ilmu agama.

Dalam perkembangannya, Lukman menilai, madrasah mampu mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum dalam penguasaan yang seimbang. Tak salah bila dikatakan, justru kemampuan mengintegrasikan ilmu agama yang implementasinya adalah iman dan takwa (Imtak) dengan ilmu pengetahuan teknologi (Iptek) inilah, madrasah saat ini menjadi primadona. Madrasah dipercaya masyarakat mampu membentuk generasi muslim yang berkarakter unggul dengan kemampuan ilmu yang kombinatif antara ilmu agama dan umum atau sains.

Benteng Pertahanan Remaja

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin selalu menekankan peran madrasah sebagai pusat pendidikan karakter generasi muda. Menag berharap, madrasah menjadi benteng pertahanan para remaja dari penyebaran virus dekadensi moral. Madrasah tak boleh terjerumus pada maraknya problem moral remaja seperti narkoba, miras, seks bebas, dan tawuran.

Karenanya, madrasah harus menguatkan penanaman nilai-nilai keislaman kepada siswa. Penanaman itu, tentu saja melalui pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). PAI harus mampu internalisasi sedemikian rupa nilai-nilai Islam dalam fikiran, jiwa, dan sikap siswa sehingga mampu mengkonter virus dekadensi moral dan mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam.

Hasilnya, mereka diharapkan dapat menghayati dan mengamalkan ajarannya, dan menghormati hak-hak pemeluk agama lain, serta dapat hidup damai, harmonis berdampingan dengan sesama warga Indonesia dalam perbedaan dan kebersamaan. Tuntutan praktis ini adalah implikasi dari realitas yang tak terelakkan dari dimensi kehidupan keagamaan di ranah keragaman dan kerukunan antarumat beragama.

Karena itu, penelitian yang dilakukan Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puslitbang Penda) Badan Litbang dan Diklat Kemenag menjadikan tiga aspek sebagai tolok ukur keberhasilan pengajaran PAI di madrasah. Tiga aspek ini hendak memotret bahwa Islam tak hanya ditanamkan di pikiran (kognitif), tapi juga dalam penghayatan jiwa (afektif), dan pengamalan tindakan (psikomotorik).

Secara lebih khusus, penelitian PAI itu berusaha menjawab pertanyaan “Bagaimana hasil capaian pembelajaran PAI pada peserta didik di madrasah aliyah (MA)”. Pertanyaan itu sering disuarakan oleh banyak kritikus pendidikan Islam, dan jawabannya sangat ditunggu. Seberapa mampu proses formal pembelajaran PAI membentuk karakter-sikap sosial-keagamaan siswa yang positif, terutama dalam konteks relasi antarumat beragama.

Menjawab pertanyaan itu dengan memasukkan tiga aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan bentuk penelitian survei, Puslitbang Penda melakukan terobosan besar. Sebab, sebelumnya belum ada studi khusus dengan sampel yang representatif yang berusaha mengevaluasi keberhasilan pembelajaran PAI di MA, terutama dalam kerangka pembentukan sikap-karakter sosial-keagamaan (outcome) peserta didik.

Dengan memasukkan tiga aspek itu pula, penelitian tersebut juga menjadi jawaban atas kritik para pakar pendidikan tentang pengajaran PAI yang dinilai hanya mementingkan aspek ilmu dan terlalu lebih berorientasi pada model pengajaran, bukan pada pendidikan dan pembentukan sikap dan karakter. Akhirnya, hasil pendidikan agama Islam hanya menghasilkan output, peserta didik yang sebatas ahli-ahli agama, dengan sejumlah titel dan atribut formal lainnya, tetapi mereka tidak berhati dan berjiwa agama.

Capaian kognitif

Dangan gambaran capaian kognitif itu, Puslitbang Penda menemukan bahwa capaian kognitif bervariasi menurut status madrasah, bidang pelajaran, dan semester. Pertama, capaian nilai siswa untuk semua pelajaran PAI semester ganjil baru mencapai standar cukup baik, di level antara 78-80.

Sementara itu, hasil capaian semester genap relatif lebih baik untuk semua pelajaran. Nilai kognitif siswa MAN sudah mencapai taraf baik (81-90), kecuali untuk pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Kedua, hasil capaian kognitif pelajaran Quran-Hadis dan Fikih di atas rata-rata hasil capaian pada dua pelajaran lainnya, yaitu Akidah Akhlak dan SKI. Ketiga, hasil capaian kognitif siswa madrasah aliyah berstatus negeri (MAN) selalu lebih tinggi dibanding dengan hasil capaian kognitif siswa madrasah aliyah berstatus swasta (MAS). Keempat, hasil capaian nilai semester genap selalu lebih tinggi dibanding dengan hasil capaian siswa pada nilai semester ganjil untuk seluruh bidang pelajaran PAI.

Jika hasil capaian kognitif di atas dicermati lebih detail, maka tampak beberapa ciri berikut: Pertama, pelajaran al-Quran-Hadis dan Fikih nampak lebih mudah dibanding pelajaran lainnya, karena nilai capaian siswa untuk kedua pelajaran pertama lebih tinggi dibanding dengan nilai dua pelajaran PAI lainnya (Akidah-Akhlak dan Sejarah Kebudayaan Islam).

Kedua, guru kedua pelajaran tersebut pertama di atas lebih mudah-murah memberi nilai kepada siswa. Ketiga, skor nilai siswa MAN selalu lebih tinggi dibanding dengan nilai siswa MAS. Keempat, perbedaan nilai per pelajaran dan semester PAI adalah signifikan pada level 5 % menurut status MA, kecuali untuk pelajaran SKI. Dengan kata lain, latar belakang status MA siswa dapat dijadikan variabel prediktor yang akurat untuk menganalisis keragaman nilai pelajaran PAI siswa kelas 2 dan 3 MA.

Capaian afektif

Capaian afektif adalah tingkat keberhasilan siswa dalam menginternalisasi pelajaran PAI ke dalam watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Afektif berhubungan dengan nilai (value), karenanya ia sulit diukur. Karena itu, penelitian Puslitbang Penda berusaha memberi batasan ketat dalam menilai tingkat keberhasilan afektif siswa dalam pembelajaran PAI.

Ada lima dimensi yang diteliti dalam bidang afektif dan hal itu merupakan turunan dari penilaian dalam capaian kognitif pelajaran PAI seperti telah dijelaskan sebelumnya. Lima isu itu adalah, pertama, sikap terhadap etika teologis relasi lintas agama. Kedua, sikap terhadap etika sosial relasi lintas agama. Ketiga, sikap terhadap wacana formalisasi hukum Islam dalam tata kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Keempat, dukungan terhadap doktrin jihad berbasis kekerasan. Kelima, dukungan terhadap prinsip demokrasi.

Hasilnya, tingkat hasil capaian afektif pembelajaran PAI bervariasi menurut bidang ajarnya. Hasil capaian afektif sudah sangat baik pada bidang ajar yang tidak terlalu menyentuh aspek keyakinan keagamaan, seperti pada kasus materi ajar tentang wacana demokrasi dan penerapan hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat capaian afektif pada materi ajar yang bersentuhan dengan prinsip dan keyakinan keagamaan relatif masih sangat rendah. Sikap responden cenderung kurang toleran dalam konteks relasi lintas agama, baik pada aspek relasi sosial, maupun pada relasi yang berkaitan dengan faktor teologi.

Capaian psikomotorik

Hasil belajar psikomotorik ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk kecenderungan berperilaku). Hasi belajar kognitif dan afektif akan menjadi hasil belajar psikomotorik apabila peserta didik telah menunjukkan perilaku atau perbuatan tertentu sesuai dengan makna yang terkandung dalam ranah kognitif dan afektif. Aspek capaian psikomotorik dipilah ke dalam tiga aspek: perilaku ritual (pelaksanaan ibadat konvensional, cenderung ibadah ghairu mahdlah), perilaku taat, dan penyimpangan prinsip moral-susila.

Tingkat hasil capaian psikomotorik dalam hal pelaksanaan ibadat konvensional sangat baik. Lebih dari sepertiga responden rutin melaksanakan secara maksimal menurut standar normatif Islam, seperti pelaksanaan ibadah harian, atau mingguan. Namun demikian, masih ada minimal sekitar 9 % responden mengaku tidak pernah mengerjakan kegiatan ibadat dimaksud minimal sekali sebulan.

Indikator perilaku moral-susila mencakup pengalaman berpacaran dan tindakan buruk yang pernah dilakukan saat pacaran, mulai dari bergandengan tangan sampai menyentuh bagian tubuh yang sensitif dari lawan jenis, atau identik dengan bagian reproduktif.

Meski perilaku pacaran juga dilakoni siswa madrasah aliyah (MA), namun gaya pacaran mereka masih relatif normal jika dibanding dengan gaya pacaran dan seks bebas di kalangan siswa SLTA yang pernah dipetakan dalam sejumlah penelitian lain, seperti survei BKKBN yang mencatat bahwa separo siswa SLTA di Jakarta mengaku sudah pernah mempraktikkan seks bebas.

Tingkat capaian psikomotorik bidang ini sangat positif. Lebih dari 95 % responden mengaku tidak pernah, atau hanya sekali melakukan perilaku buruk seperti yang ditanyakan dalam penelitian ini, kecuali pada aspek mengunduh gambar porno atau menonton film porno. Bahkan kecenderungan perilaku positif ini sangat merata di kalangan responden.

Hasil penelitian Puslitbang Penda membuktikan bahwa pengajaran PAI di madrasah sudah cukup berhasil dalam ranah kognitif dan psikomotorik. Akan tetapi kurang berhasil dalam ranah afektif, terutama pada materi yang bersentuhan langsung dengan prinsip dan keyakinan keagamaan.

Meski cukup memuaskan dalam ranah kognitif dan psikomotorik, tapi potensi masuknya virus dekadensi moral tetap perlu diwaspadai. Hal ini setidaknya mengacu pada angka 3% pada survei yang menyatakan dan mengaku pernah melakukan tindakan tidak terpuji saat pacaran, dan angka 95% yang walau tidak pernah melakukan tindakan amoral tapi mengaku setidaknya sekali mengunduh atau menonton film porno.

Potensi itu perlu mendapat perhatian serius karena madrasah, seperti dikatakan pemerintah, adalah simbol pendidikan moral dan sekaligus benteng dari virus dekadensi moral remaja. Moralitas yang menjadi turunan nilai-nilai keislaman adalah visi utama PAI di madrasah.

Jika visi moralitas ini dicapai, harapan pemerintah dan masyarakat terhadap madrasah sebagai pencetak generasi bangsa yang mampu mengintegrasikan iptek dan imtak akan tercapai. Tak hanya itu, sukses dalam integrasi Iptek dan Imtak bakal menjadikan madrasah sebagai primadona yang lulusannya mampu menghadapi era global. (Musthofa Asrori/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Hadits Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 04 Oktober 2012

Ceramah Pada Pengumpulan Dana Pembangunan IIC di Melbourne

Kunjungan Safari Ramadan Wakil Rois ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Tolchah Hasan ke Australia berikutnya adalah kota Melbourne. Kira-kira satu jam perjalanan dengan menggunakan pesawat dari Canberra.

Kunjungan mantan Menteri Agama di era pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu ke kota tempat digelarnya balap mobil Formula 1 dan Tenis Australia Open itu disponsori Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Australia-New Zealand ANZ, berkerja sama dengan KJRI Melbourne, IMCV dan seluruh kelompok pengajian di Melbourne seperti MIIS Monash Uni, Pengajian HANIF Brunswick, Pengajian Al-Ikhlash, Pengajian Laverton, YIMSA, dan Pengajian KITA.

Agenda pertama Kiai Tolchah—demikian panggilan akrabnya—di ibukota negara bagian Victoria ini adalah ceramah agama dalam sebuah forum shalat tarawih. Acara dilanjutkan dengan fund raising (penggalangan dana) untuk pembangunan Indonesian Islamic Center (IIC) Victoria.

Dalam kesempatan yang dihadiri sekitar 250-an jama’ah itu, panitia berhasil menghimpun dana sebesar A$1800 dan U$100. Pada saat itu juga Kiai Tolchah dititipi proposal panitia pembangunan untuk disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Agama.

Ceramah Pada Pengumpulan Dana Pembangunan IIC di Melbourne (Sumber Gambar : Nu Online)
Ceramah Pada Pengumpulan Dana Pembangunan IIC di Melbourne (Sumber Gambar : Nu Online)

Ceramah Pada Pengumpulan Dana Pembangunan IIC di Melbourne

“Mudah-mudahan siapapun yang menyambung kepengurusan NU di Melbourne ini bisa memonitor proses proposal ini,” Kata Su’aidi Asy’ari, salah seorang Ketua PCINU ANZ perwakilan Victoria.

Keterlibatan PCINU ANZ Victoria secara intensif dalam proses pembangunan IIC bukannya tanpa alasan. Sebab, dengan berdirinya IIC di Victoria, diharapkan dapat menjadi representasi wajah Islam alternatif, selain wajah Islam Timur Tengah.

“Di lembaga ini NU bisa memberi warna Islam yang moderat ala Islam Indonesia,” ujar Su’aidi yang juga mahasiswa S3 University of Melbourne ini.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Pagi harinya acara Kiai Tolchah di Melbourne dilanjutkan dengan kuliah subuh dan diskusi seputar Islam, toleransi dan perbedaan paham aliran keagamaan di Masjid Westol, Clyton dekat Monash University. Dalam ceramahnya, Kiai Tolchah menyinggung luasnya konsep sedekah dalam Islam. Menurutnya, sedekah tidak hanya bersifat kebendaan. Sedekah antara lain bisa berarti mendamaikan dua pihak yang bertikai, juga bisa berarti mendekatkan hubungan antara dua golongan.

Mantan Rektor Universitas Islam Malang itu juga menyayangkan hilangnya dimensi etis dan humanis dalam keberagamaan umat Islam Indonesia akibat semangat yang berlebihan dari beberapa kelompok umat Islam. Mereka tidak tahu bahwa sikap yang demikian justru melanggar ajaran Islam itu sendiri. Contohnya sungguh ironis, mereka bermaksud menegakkan ajaran Islam, namun mereka lakukan dengan menggunakan cara kekerasan. 

“Oleh karena itu, di tengah situasi yang demikian, saat ini perlu adanya komunitas Islam yang ramah, damai dan bisa hidup dengan siapa saja tanpa kehilangan jati diri sebagai muslim, tandas Kiai Tolchah.

Dalam forum diskusi, salah seorang peserta bertanya mengenai respon umat Islam setelah jatuhnya mantan Presiden Irak Saddam Husein yang tidak berdampak pada perbaikan ekonomi rakyat Irak sendiri.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Saya tiga kali ke Irak, sebelum dan sesudah Perang Teluk. Dalam sebuah Konferensi negara-negara Islam, saya berdialog dengan seorang akademisi Irak—yang sebenarnya tidak sepaham dengan Saddam—tetapi  mereka berkata, setidaknya Saddam tidak pernah menjual Islam dan Arab, tidak seperti Raja Fahd,” jawab Kiai Tolchah diplomatis.

Irak adalah negara yang sangat kaya minyak dan memiliki rasa nasionalisme yang sangat tinggi, maka Amerika Serikat bependapat, negara tersebut harus segara dihancurkan sebelum jadi ancaman nyata baginya. Invasi Amerika bukan hanya menginjak-injak harga diri sebagai bangsa, tetapi juga telah menginjak-injak harga diri sebagai manusia, Oleh karena itu tidak heran invansi tersebut menimbulkan banyak sikap radikal untuk menentangnya. (Arif Zamhari/Bersambung)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kajian, Sejarah, Daerah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jumat, 03 Agustus 2012

Jaga Tradisi Nahdliyyin, Kader Ansor Tasik Peringati Isra Miraj

Tasikmalaya, Ceramah Felix Siauw Lengkap?

Pondok Pesantren Al-Istiqomah Cibunigeulis, Bungursari pimpinan KH Didi Ruyani, dipadati jamaah pengajian. Santri dan ratusan warga masyarakat berbaur memadati tempat yang dipersiapkan panitia untuk memperingati Isra’ dan Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW.?

Mengawali pengajian pada Rabu siang (5/5) itu, jamaah disuguhkan dengan penampilan qosidah rebana dan kreasi seni dari para santri.?

Jaga Tradisi Nahdliyyin, Kader Ansor Tasik Peringati Isra Miraj (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Tradisi Nahdliyyin, Kader Ansor Tasik Peringati Isra Miraj (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Tradisi Nahdliyyin, Kader Ansor Tasik Peringati Isra Miraj

Ketua panitia Ajat Sudrajat mengatakan, peringatan Isra dan Mi’raj ini dilaksanakan untuk menjaga tradisi keagamaan yang ada di NU.

“Saat ini telah terjadi fenomena dimana banyak kelompok yang terus gencar membidah-bidahkan tradisi dan amalan-amalan yang biasa dilaksanakan oleh kalangan NU. Makanya kita jadikan acara ini sebagai bentuk penguatan pemahaman terhadap Nahdliyyin,” terang pengurus Ansor Tasikmalaya bidang IPTEK ini.?

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Lebih lanjut, Ajat mengingatkan akan peran dari pondok pesantren dalam upaya menjaga nilai-nilai luhur yang ditanamkan para ulama terhadap umat.?

"Pesantren Al-Istiqomah ini sudah cukup lama berdiri di Bungursari, dan akan terus berkomitmen menjaga tradisi yang ? telah diwariskan oleh para ulama Ahlisunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah," terang keponakan dari KH Didi Ruyani ini.?

Ketua PMII Kota Tasik 2014-2015 ini mengatakan, "Tujuan kegiatan ini disamping untuk merawat tradisi, juga untuk menjaga ukhuwah Islamiah, serta mengambil Hikmah dari peristiwa Isra wal Miraj Nabi Muhammad SAW," pungkasnya

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Mubaligh yang mengisi pengajian pada kegiatan itu adalah Pimpinan Pondok Hidayatul Ulum Awipari ? KH Asep Nur Ilyas. Dalam taushiyahnya, ia mengingatkan perihal perlunya menjaga tradisi Rajaban sebagai upaya memperkuat ukhuwah islamiyyah, wathoniyah dan basyariyah. (A. Arif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Habib, Daerah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 07 Juli 2012

PMII Kota Banda Aceh Serahkan Bantuan kepada Korban Gempa Pidie Jaya

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap - Pengurus Cabang Pergerakan Mahsiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banda Aceh berkunjung ke lokasi gempa, Senin (12/12). Mereka bermaksud melihat kondisi terkini warga Pidie yang menjadi korban bencana alam gempa bumi beberapa hari lalu.

Pada kesempatan kunjungan itu PMII Kota Banda Aceh turut menyerahkan bantuan logistik untuk korban gempa di Desa Perdalaman di Kecamatan Trieng Kabupaten Pidie Jaya.

Ketua PMII Kota Banda aceh Akamaluddin mengatakan, "Dalam kesempatan ini? pengurus bertekad memberikan bantuan ke tempat yang belum ada bantuan lebih dari pada tempat lain," ujarnya.

PMII Kota Banda Aceh Serahkan Bantuan kepada Korban Gempa Pidie Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kota Banda Aceh Serahkan Bantuan kepada Korban Gempa Pidie Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kota Banda Aceh Serahkan Bantuan kepada Korban Gempa Pidie Jaya

Sementara itu Koordinator Lapangan Fauzan berharap bantuan tersebut bermanfaat bagi semua korban gempa. Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Banda Aceh atas bantuan yang telah diberikan untuk korban gempa di Pidie.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Terima kasih juga kepada sahabat-sahabat PMII. Semoga tetap diberi ketabahan kepada saudara-saudara kami di Pidie Jaya.” (Red Alhafiz K)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Tegal Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 07 Juni 2012

Kang Said: Saatnya Indonesia Jadi Kiblat Islam

Kediri, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, dunia Arab yang akhir-akhir ini dirundung konflik antarwarga negara, menjadikan umat Islam tidak bisa berharap banyak pada kemajuan peradaban Islam dari negara-negara Islam di Timur Tengah.

Kang Said: Saatnya Indonesia Jadi Kiblat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Saatnya Indonesia Jadi Kiblat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Saatnya Indonesia Jadi Kiblat Islam

“Mesir masih gonjang-ganjing. Yaman perang saudara, Arab semua, Islam semua, sudah 6 bulan, yang mati sudah 2000 lebih. Apa yang bisa diharapkan dari negara seperti itu. Peradaban, kemajuan kebudayaan apa yang bisa kita harapkan, kemajuan apa untuk Islam, dari Irak, Yaman, Syiria, yang bisa kita harapkan. Tidak ada,” paparnya dalam acara ‘Reuni Akbar Ke V Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal)’ di Aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri Jawa Timur, Selasa (26/5).

Karenanya, menurut pria kelahiran Cirebon 3 Juli 1953 ini, sudah saatnya umat Islam Indonesia memberikan contoh kepada dunia bahwa Islam di Indonesia yang tidak mempertentangkan antara agama dan nasionalisme, patut dijadikan sebagai kiblat beragama atau teladan dalam kehidupan beragama dan bernegara.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Sudah saatnya yang menjadi qiblatul islam, bukan qiblatus sholah, awas jangan salah paham. Qiblat budaya Islam, kiblat akhlak Islam, Indonesia. Indonesianya, Nahdlatul Ulama,” katanya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dalam pandangan kiai yang akrab disapa Kang Said ini, salah satu sebab konflik di Timur Tengah adalah karena tidak adanya rasa nasionalisme terhadap tanah airnya. Mencintai tanah air dengan cara menjaga, merawat, dan mempertahankannya dengan baik, harus diutamakan daripada berdakwah, karena dakwah tidak mungkin dilakukan apabila konflik terus berlangsung.

“Oleh karena itu Mbah Yai Hasyim Asy’ari selalu mengatakan, Islam dan nasionalisme harus saling memperkuat. Man laisa lahu ardl, laisa lahu tarikh. Wa man laisa lahu tarikh, laisa lahu dzakiroh. Barang siapa tidak punya tanah air, tidak akan punya sejarah. Sejarah ditulis di tanah air ini. Ada orang pidato, Islam, Islam, Islam. Ini mau berjuang Islamnya di atas angin apa? Di atas tanah air. Oleh karena itu, tanah air dulu kita amankan, kita kuatkan, baru bicara Islam. Bangun masjid, madrasah, pesantren, di atas tanah air. Kalau tanah airnya konflik, perang saudara, kober mboten (sempat tidak)? Nggak sempat,” tegasnya.

Karena kehendak menjadikan Indonesia sebagai kiblat Islam, menjadi harapan bagi kemajuan peradaban, kemajuan akhlak, dan karakter bagi umat Islam di dunia, Muktamar NU yang akan digelar pada 1-5 Agustus mendatang di Jombang Jawa Timur mengambil tema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”.

“Ada yang tanya, kenapa Islam Nusantara, tidak Islam Ahlussunah wal Jama’ah saja? Maksudnya Islam Nusantara itu ya Ahlussunah wal Jama’ah, Islam yang membawa hidayah  dan rohmah, Islam yang menyatu dengan budaya. Langit, wahyu, menyatu dengan kecerdasan manusia, budaya manusia, kreativitas manusia. Tidak bertentangan dengan budaya, tidak menghapus budaya,” jelasnya. (Khoirul Anwar/Mahbib)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Berita, Hadits, Anti Hoax Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 06 Juni 2012

Jam’iyyah NU, Pergerakan Para Guru

Lombok Tengah, Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ketua PWNU Nusa Tenggara Barat Tuan Guru H. Taqiuddin Mansur mengatakan, setiap warga NU, apa pun profesinya, jangan pernah melupakan jasa guru-guru yang telah mendidik di masa kecil, remaja hingga dewasa.

Jam’iyyah NU, Pergerakan Para Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Jam’iyyah NU, Pergerakan Para Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Jam’iyyah NU, Pergerakan Para Guru

“Jadi apa saja, bupati, menteri, jangan melupakan gurumu. Guru derajatnya lebih tinggi dari apa pun,” kata pengasuh Pondok Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limushibyan Bonder, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat tersebut di Seminar Nasional Perlindungan Profesi Guru di hotel D’Praya Kamis (23/2).

Ia menambahkan, guru jangan diartikan sebagai orang yang memunyai Surat Keputusan dari negara, tapi orang yang telah mendidik kita. Setelah kita dididik, dianjurkan kita juga menjadi guru bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Kalau tidak bisa jadi guru, maka jadilah pembelajar. Jika tidak bisa, jadi pendengar yang baik,” tambah tuan guru kelahiran Lombok Tengah 1953 tersebut.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menurut tokoh agama yang pernah aktif di IPNU, PMII, dan GP Andor tersebut, gerakan Nahdlatul Ulama sebenarnya adalah pergerakan guru. Karena, menurutnya, NU adalah gerakan pendidikan, melalui kiai dan tokoh NU mengajari jamaahnya dan santri.

Ia berharap, Pergunu mampu meningkatkan peran dan fungsi guru-guru NU agar mampu mendidik anak-anak menjadi kader yang berkualitas.

Rapat Kerja Nasional Pergunu bertema Menggerakkan Pendidikan Nilai Ahlussunah wal-Jama’ah An-Nahdliyah untuk Kedaulatan NKRI tersebut berlangsung sampai Ahad (26/2). Rencananya, kegiatan tersebut dihadiri Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Meme Islam Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 01 Mei 2012

NU Harus Bertindak Sebagai Jamiyyah, Bukan Jamaah

Badung, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Nahdlatul Ulama (NU) awalnya adalah jamaah, perkumpulan. Isinya adalah orang-orang yang memiliki kesamaan tradisi keagamaan. Lalu oleh para kiai, jamaah itu dihimpun dalam wadah organisasi (jamiyyah) dengan nama yang berarti kebangkitan ulama.

NU Harus Bertindak Sebagai Jamiyyah, Bukan Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Harus Bertindak Sebagai Jamiyyah, Bukan Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Harus Bertindak Sebagai Jamiyyah, Bukan Jamaah

Jika sudah menjadi jamiyyah, maka mestinya tindakan NU bukan lagi seperti model jamaah. Tapi sudah dengan manajemen organisasi. Jadi ada standar dan sistem yang dibuat dan keputusan dibuat  melalui musyawarah yang hasilnya efektif.

Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri menyampaikan hal itu dalam diskusi pertama Halaqoh Nasional Fiqih Organisasi yang digelar Majma Buhuts an-Nahdliyah (MBN) di Hotel Lor In kawasan Pecatu Indah Resort, Kuta, Badung, Bali, Jumat (11/12) malam.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Halaqoh diikuti oleh lima puluhan ulama se-Jawa Madura dan Bali yang tergabung dalam forum diskusi ke-NU-an (MBN) tersebut. Pengasuh Ponpes Raudlatut Tholibin Leteh Rembang ini menjelaskan, walaupun NU berwarna tradisional, manajemennya harusnya modern. Manajemen modern bukan berarti meninggalkan basis tradisi dan ciri khasnya, tetapi menggunakan cara yang benar dan dalam menjalankan jamiyyah. Penekanannya pada musyawarah.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

"NU adalah jamiyah. Maka tindakannya harus sebagai organisasi. Bukan lagi model jamaah," ujarnya dalam forum yang dipandu pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad Solo KH Dian Nafi, hingga larut malam itu.

Kiai yang biasa dipanggil Gus Mus ini menguraikan, musyawarah harus dilakukan dan menjadi standar kewajiban setiap pengambilan keputusan. Terlebih untuk urusan yang terkait langsung dengan umat.

Ia membeberkan, banyak terjadi konflik di internal NU karena faktor politik. Ada kiai A mendukung calon kepala daerah X, lalu kiai B mendukung calon Y. Lalu santrinya Kiai A tukaran dengan santrinya Kiai B. Bahkan kiainya sendiri kadang ikut jothakan. Hal itu menurutnya, menunjukkan pola yang tidak terorganisir.

Semestinya, kata budayawan ini, para kiai yang berada dalam lembaga Syuriyah NU memerintahkan pengurus Tanfidziyah untuk meneliti rekam jejak para calon. Laporannya dibahas oleh syuriyah dalam musyawarah. Lalu para kiai melakukan istikhoroh. Hasil dari musyawarah dan istikhoroh itu menjadi bahan mengambil keputusan.

"Semestinya ulama bermusyawarah untuk memutuskan siapa calon yang layak didukung. Itupun melalui istikhoroh dulu," tegasnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, dalam musyawarah itu para calon atau calon yang dianggap layak, dipanggil untuk presentasi di depan para ulama. Dia harus menjelaskan apa komitmennya kepada rakyat, bagaimana pengelolaan pemerintahannya jika terpilih. Dia juga harus menjawab pertanyaan para kiai  tentang perlindungan alam lingkungan, pelayanan kepada fakir miskin dan anak terlantar, perlindungan budaya, dan seterusnya.

"Jadi keputusan ulama bulat. Jelas untuk kemaslahatan umat. Pemimpin ulama, yakni Rais Syuriyah, lantas menyampaikan hasil musyawarah tersebut kepada umat. Keputusman itu berjalan efektif sampai ke bawah dengan jalur komando  yang kuat. Pengurus Tanfidziyah menyebaruaskan keputusan ulama tersebut. Jadi kontrol kekuasaan itu di tangan jamiyyah NU. Tidak sikap pribadi kiai A, B, atau C.

"Ketika keputusan sudah dibuat, seluruh kiai dan warga NU sampai tingkat paing bawah satu suara, satu pilihan.  Manut  pada dhawuh rais syuriyah," .

Untuk mewujudkan hal itu, kata Gus Mus, dengan menyuwun Fiqih Organisasi. Sebagai pedoman pelaksanaan organisasi, baik oleh NU maupun organisasi lain.  Ia mengaku sudah memikirkan hal dan telah mengusulkannya agar dibahas dalam setiap Muktamar yang ia hadiri. (ichwan/abdullah alawi)

 

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Pendidikan, IMNU Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 26 April 2012

Angkat Tarekat Syattariyah di Cirebon, Disertasi Mahrus Raih Summa Cumlaude

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Wakil Sekretaris PP LP Maarif NU Mahrus mengajukan disertasinya di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB)Program Studi Ilmu Susastra Universitas Indonesia (UI). Ia berhasil mempertahankan disertasinya di depan lima penguji ? dengan predikat summa cumlaude. Dalam karya tulis doktoralnya, Mahrus mengangkat karakteristik taerkat Syattariyah dan Muhammadiyah di Keraton Keprabonan Cirebon.

Angkat Tarekat Syattariyah di Cirebon, Disertasi Mahrus Raih Summa Cumlaude (Sumber Gambar : Nu Online)
Angkat Tarekat Syattariyah di Cirebon, Disertasi Mahrus Raih Summa Cumlaude (Sumber Gambar : Nu Online)

Angkat Tarekat Syattariyah di Cirebon, Disertasi Mahrus Raih Summa Cumlaude

Mahrus meneliti enam naskah yang berkaitan dengan tarekat Syattariyah di Cirebon khususnya di lingkungan keraton. Menurutnya, silsilah tarekat Syattariyyahdi Cirebon memiliki jalur yang berbeda dari tarekat Syattariyah lainnya di Indonesia.

Dari salah satu naskah yang diteliti, ia tidak menemukan nama Syekh Abdurrauf Singkel dan Abdul Muhyi Pamijahan. Tarekat Syattariyah di Cirebon tersambung melalui Abdullah bin Abdul Qahhar yang mengajarkan tarekat tersebut kepada H Muhammad bin Mu’tashim pada abad 18-19 M.

Syattariyah di Cirebon juga berjejaring dengan Syattariyah lainnya di Indonesia terutama melalui Syekh Abdullah bin Abdul Qahhar dan Ahmad Qusyasyi atau Syekh Alam Rabbani.

Berdasarkan naskah yang ditelitinya, Mahrus tidak hanya melihat silsilah Syattariyah, tetapi juga ilustrasi atau diagram iwak telu sirah sanunggal (tiga ikan satu kepala) yang dianggap sebagai suluk Syattariyah di Cirebon.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Suluk inilah yang barangkali bisa dikaitkan dengan tradisi walimahan yang selalu menyertakan ikan dalam ‘berkat’-nya”. begitu juga dengan ikan yang digunakan dalam bendera Kacirebonan dan di beberapa tempat lain seperti di pintu gerabng Kepatihan , dan beberapa tembok sekitar keratin,” kata Mahrus.

Namun, ilustrasi tiga ikan satu kepala ini tidak hanya hadir di Cirebon. Simbol tiga ikan satu kepala (trimina) ini juga ditemukan di dalam naskah milik KH M Bakrin di Desa Drajat, Paciran, Lamongan, sebuah naskah yang ditulis sekitar abad ke-17.

Mahrus juga menemukan aksara pegon yang digunakan dalam naskah-naskah yang ia teliti. Ia menyimpulkan tradisi pegon ini sebagai pengaruh dari tradisi pesantren khususnya dialek lokal Cirebon. Keberadaan bahasa Arab, aksara Arab, dan aksara pegon di keraton Cirebon tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan pondok pesantren yang ada sejak abad ke-18-19 terutama Pesantren Buntet, Babakan Ciwaringin, dan Balerante.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Mahrus mengajukan disertasinya di FIB UI dengan Program Studi Susatra pada Kamis (14/1) siang. Ia adalah pengajar tetap di Jurusan Filsafat Agama di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ia pernah mondok di Pesantren As-Salafiyah Kauman, Pemalang, dan Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap AlaSantri Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kamis, 19 April 2012

Ansor Krejengan Libatkan Anak RA Lomba Mewarnai

Probolinggo, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Siswa dan siswi TK dan RA perwakilan seluruh yayasan sekecamatan Krejengan kabupaten Probolinggo mengikuti lomba mewarnai yang diadakan GP Ansor Krejengan, Ahad (15/11) pagi. Dalam rangka memeriahkan Hari Pahlawan, para siswa yang terbagi menjadi dua kategori berdasarkan usia ini mencoba menuangkan imajinasi mereka melalui warna.

Ansor Krejengan Libatkan Anak RA Lomba Mewarnai (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Krejengan Libatkan Anak RA Lomba Mewarnai (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Krejengan Libatkan Anak RA Lomba Mewarnai

Kelompok kategori A untuk anak usia 4-5 tahun. Sementara kategori B untuk anak usia 6 tahun. Ketua GP Ansor Krejengan Ahmad Anshori mengatakan lomba mewarnai ini bertujuan untuk mengenalkan semangat tokoh-tokoh pahlawan sejak usia dini.

“Inilah usaha yang dilakukan oleh pemuda Ansor Krejengan dalam membantu suksesnya pendidikan kepada penerus bangsa. Karena banyak sekali orang saat ini tidak tahu bahkan tidak kenal dengan pahlawannya,” ujarnya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menurut Anshori, lomba ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemuda Ansor Krejengan dalam rangka meningkatkan kreativitas anak yang akan berdampak pada peningkatan rasa percaya diri dalam menghadapi masa depannya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Kegiatan lomba ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan anak didik baik secara mental maupun IQ serta jiwa keseniannya. Sehingga anak-anak mampu menyalurkan bakat dan kemampuan yang dimilikinya,” jelasnya.

Anshori mengharapkan lomba mewarnai ini nantinya akan memunculkan para bibit-bibit muda yang mampu mengharumkan nama bangsa terutama di bidang kesenian. Lomba mewarnai ini sangat berguna bagi kreativitas anak.

“Mewarnai merupakan salah satu bagian dari dunia pendidikan anak sehingga butuh suatu perhatian, bukan saja dari orang tua tetapi juga dari semua pihak,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Ulama Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 18 April 2012

Upacara HUT RI, Pesantren Salafiyah Parappe Baca Yasin untuk Pejuang

Polewali Mandar, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, Campalagian, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, turut merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar upacara bendera, Senin (17/8). Dengan mengenakan sarung, kopiah dan baju koko, sekitar 600 an santri dan pengurus pesantren setempat pagi itu antusias mengikuti jalannya upacara.

Ketua Dewan Pengurus Harian Pondok Pesantren Salafiyah Parappe Muhammad Yasin saat menjadi inspektur upacara mengatakan, Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 atau 9 Ramadhan 1364 pukul 10.00 WIB merupakan puncak keberhasilan perjuangan kaum santri dan para ulama dalam upaya membebaskan bangsa dari penjajahan.

Upacara HUT RI, Pesantren Salafiyah Parappe Baca Yasin untuk Pejuang (Sumber Gambar : Nu Online)
Upacara HUT RI, Pesantren Salafiyah Parappe Baca Yasin untuk Pejuang (Sumber Gambar : Nu Online)

Upacara HUT RI, Pesantren Salafiyah Parappe Baca Yasin untuk Pejuang

Menurutnya, atas dorongan para ulama, sang proklamator berani membacakan teks proklamasi bersejarah itu. "Oleh karena itu salah besar bila bangsa ini melupakan pondok pesantren, melupakan santri dan kiai, karena mereka memiliki hubungan yang dekat dengan sejarah kemerdekaan bangsa ini," ujarnya yang disaksikan langsung Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Parappe AG Abdul Latif Busyra.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Kegiatan yang digelar sebagai ekspresi kecintaan santri terhadap NKRI ini diakhiri dengan pembacaan surat Yasin oleh peserta upacara untuk para pejuang yang jihad demi kemerdekaan Indonesia. (Red: Mahbib)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Nusantara Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 07 Maret 2012

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III

Tasikmalaya, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Final Liga Santri Nusantara Region Jawa Barat III dimenangkan oleh Pondok Pesantren Nurul Fauzi berasal dari Kabupaten Tasikmalaya. Pesantren Nurul Fauzi menang setelah mengandaskan PP Dar El Rahmah berasal dari Ciamis lewat adu penalti dengan skor 5-4.?

Setelah pertandingan di babak pertama dan kedua berjalan seri. Pertadingan yang bertempat di Stadion Wiradadaha Tasikmalaya, Kamis (25/8) berlangsung seru.

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III

Atas kemenangan ini Pelatih PP Nurul Fauzi Asep H bersyukur bisa juara region dan berhak untuk melaju di babak 32 Besar Liga Santri Nusantara seri nasional.

"Kami akan terus berlatih untuk menghadapi tim-tim yang dari 32 regional. Karena dengan terus berlatih akan menambah kekompakan dan kerjasama tim," katanya.

Sedangkan pelatih Dar El Rahmah Lili Herli meski kalah timnya mampu melaju ke babak final regional Jabar III. "Tahun depan kami akan mempersiapkan lagi."

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Menurut Koordinator Regional Jabar III Usep Saeful Kamal secara keseluruhan pertandingan berjalan lancar.?

"Kami menerapkan sprotiftas dan fair play kepada seluruh tim. Sesuai dengan pesan Menpora haram hukumnya ada pengaturan skor," tegasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap Olahraga, Humor Islam Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sabtu, 04 Februari 2012

Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh

Judul: Dialog Problematika Umat

Penulis: KH. MA Sahal Mahfudz

Penerbit: Khalista Surabaya dan LTN PBNU

Cetakan: I, Januari 2011

Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh

Tebal: xii+464 hal.

Peresensi: Ahmad Shiddiq *


Ceramah Felix Siauw Lengkap

Orang mengenal Kiai Sahal sebagai sosok kiai yang bersahaja. Namun, di balik kesederhanaannya, pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati, Jawa Tengah ini memiliki keluasan ilmu yang jarang dimiliki oleh kiai kebanyakan. Tidak salah kalau kemudian dalam penelitian yang dilakukan Dr Muzammil Qomar, beliau disejajarkan dengan nama-nama besar semisal (alm) KH Achmad Shiddiq sebagai tokoh yang mempunyai pemikiran liberal. Bahkan? beberapa waktu yang lalu kiai bernama lengkap Muhammad Ahmad Sahal Mahfudz ini di anugerahi Doctor Honoris Causa (Dr HC) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta karena keteguhannya dalam fikih Indonesia.

Kiai Sahal adalah figur, pemimpin, ekonom, pendobrak kebekuan, kemunduran, kemiskinan, dan latar belakang. Sosok multidisipliner dan dinamisator kalangan pesantren serta Nahdlatul Ulama, dua lembaga yang membesarkan juga dibesarkannya. Sebagai ulama, Kiai Sahal tidak diragukan lagi kapasitas keilmuan agamanya, khususnya penguasaan terhadap kitab kuning atau al-turast al-islami. Kapasitas keulamaan ini terlihat dari karya yang sangat banyak meliputi berbagai aspek keilmuan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dunia pesantren maupun akademisi begitu memberikan apresiasi sekaligus kepercayaan kepadanya untuk bisa mentransformasikan keilmuan di berbagai tempat, termasuk lewat berbagai media yang telah memberikan kesempatan kepada beliau untuk mengisi rubrik khusus sebagai kolumnis maupun forum dialog atau bathsul masail, yang diantaranya menjadi buku ini.

Dengan pemikiran yang tajam, ia mampu memberikan solusi secara kronologis, jelas, transparan dan sistematis dari setiap problema umat yang disodorkan kepadanya. Disini dibahas tuntas problematika mengenai bersuci, shalat, puasa Ramadhan, zakat dan pemberdayaan ekonomi umat, haji, rumah tangga, antara tuntutan ibadah dan rekayasa teknologi, akidah-akhlak, mengagungkan kitab suci, makanan, dan etika sosial.

Bagi Kiai Sahal, fiqh bukanlah konsep dogmatif-normatif, tapi konsep aktif-progresif. Fiqh harus bersenyewa langsung dengan ‘af al al-mutakallifin sikap perilaku, kondisi, dan sepak terjang orang-orang muslim dalam semua aspek kehidupan, baik ibadah maupun mu’amalah (interaksi sosial ekonomi). Kiai Sahal tidak menerima kalau fiqh dihina sebagai ilmu yang stagnan, sumber kejumudan dan kemunduran umat, fiqh justru ilmu yang langsung bersentuhan dengan kehidupan riil umat, oleh karena itu fiqh harus didinamisir dan revitalisir agar konsepnya mampu mendorong dan menggerakkan umat Islam meningkatkan aspek ekonominya demi mencapai kebahagian dunia-akhirat.

Kontekstualisasi dan aktualisasi fiqh adalah dua term yang selalu dikampanyekan Kiai Sahal baik secara ‘qauli (teks) melalui acara seminar, simposium, dan sejenisnya. ‘kitabi (tulisan) dikoran, majalah, makalah, serta fi’li (tindakan) dalam bentuk aksi langsung di tengah masyarakat dengan program-program riil dan konkret yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam buku ini, jelas bahwa umat Islam sekarang dalam sebuah kebingungan menghadapi dunia modern. Dunia modern yang selama ini dibanggakan oleh masyarakat, ternyata malah menyisakan problem yang memprihatinkan. Dunia modern diagung-agungkan dengan berbagai kecanggihan informasi, transportasi, dan alat-alat teknologi lainnya ternyata gagal membentuk pribadi muslim yang luhur dan mampu mengorbankan serta pengabdian dirinya untuk masyarakat. Semua orang dengan bangga berkata sebagai orang modern, tetapi ternyata hatinya berpenyakit dan begitu menyedihkan bila ditinjau dalam segi agama.

Bagi Kiai Sahal, kebenaran sesuatu selain dari dalil-dalil naqliyah juga bisa berasal dari dalil aqliyah. Memang al-Qur’an dan al-Hadits merupakan sumber hidayah yang paling utama dan esensial bagi umat Islam. Namun peran akal juga tidaklah kalah penting. Dalam beberapa ayat, peran akal sangat istimewa bahkan orang-orang yang diberi ilmu derajatnya tinggi dihadapannya. Hasil pemikiran sains yang berkembang sekarang dapat kita jadikan sebagai petunjuk untuk mempertebal keimanan asalkan tidak bertentangan dengan ketetapan syariah. Dengan demikian, sains dan ilmu pengetahuan yang bersumber dari akal pikiran bukan bid’ah, atau kemusyrikan dan kekufuran. Bahkan sains dan ilmu pengetahuan diperintahkan Allah untuk dipelajari dan dikembangkan. Ini penting karena berguna meningkatkan kualitas hidup manusia dan bahkan bisa mempertebal iman.

Pergulatan panjang Kiai Sahal dalam lapangan fiqh sosial ini ternyata membawa perubahan besar dan dahsyat dalam lapangan pemikiran pesantren dan akademis? (perguruan tinggi), ekonomi kerakyatan, kebudayaan, kelembagaan (pesantren dan NU), dan politik kebangsaan. Dari kalangan peasntren, pemikiran progresif fiqh sosial Kiai Sahal mendorong santri dan Gus-Gus muda pesantren belajar secara mendalam ilmu usul fiqh dan mengembangkan untuk merespons tantangan modernisasi sekarang ini. Lalu muncullah pemikir-pemikir muda pesantren dan NU progresif, transformatif, dan inovatif, dan mereka jauh lebih berani keluar mainstream pemikiran NU, tetapi tetap dalam koridor ahlusunnah wal jamaah.



Dengan demikian, dilihat dari kacamata akademik pesantren Kiai Sahal mampu menyediakan informasi yang komprehensif dan cermat dalam menganalisis serta akurat dalam menyajikan jawaban-jawaban umat. Rais Aam PBNU ini, telah lebih maju dengan memberikan tawaran gagasan-gagasan segar terkait problematika umat dengan pengembangan qawaid ushuliyah untuk menjadikan fiqh sebagai bagian dari peradaban modern.

Wal-hasil buku setebal 464 ini dapat menjadi inspirasi kaum muda dalam mengembangkan lebih jauh gagasan-gagasan ulama sekaliber KH MA Sahal Mahfudz dan tentunya patut menjadikan buku ini, rujukan menemukan jawaban hukum Islam yang berkaitan problematika umat. Selain mudah dibaca oleh siapa saja, buku ini memberikan jawaban nuansa berbeda yang disesuaikan dengan zaman kontemporer. Waallahu a’lamu bi al-shawab.

*) Penulis Santri Pesantren Luhur Al-Husna dan Redaktur Pena Pesantren Surabaya Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Aswaja, Doa, Amalan Ceramah Felix Siauw Lengkap

Selasa, 03 Januari 2012

PBNU Tandatangani MoU dengan UNOCHA

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Antisipasi warga NU dalam menghadapi bencana yang kini semakin sering melanda wilayah Indonesia terus diupayakan. Salah satu yang dilakukan adalah kerjasama dengan PBNU dengan United Nation Office for the Coordination of Humanitarian Affairs UNOCHA.

Penandatanganan naskah Memorandum of Understanding (MoU) ini dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dengan Kepada UNOCHA Indonesia Ignacio Leon-Garcia di Gd. PBNU, Kamis (22/5).

PBNU Tandatangani MoU dengan UNOCHA (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tandatangani MoU dengan UNOCHA (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tandatangani MoU dengan UNOCHA

PBNU dalam hal ini mendelegasikan pelaksanaan hasil kerjasama tersebut dengan Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama (CBDRMNU), lembaga dibawah NU yang menangani risiko bencana.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Avianto Muhtadi, program manager CBDRMNU menjelaskan, program yang digarap kali ini adalah peningkatan pemahaman terhadap risiko bencana dengan sasaran para dai dan ustadz di tiga kabupaten. Yaitu Cilacap, Pandeglang dan Pacitan.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Sebanyak 90 orang dai dan khatib akan mendapatkan pelatihan dan selanjutnya mereka diharapkan mampu menyebarluaskan pengetahuan tentang kebencanaan pada 450 orang atau masing-masing orang diharapkan bisa mengajari minimal 5 orang lainnya.

Avianto menjelaskan, Tiga kabupaten tersebut menjadi sasaran program karena dianggap sebagai daerah rawan bencana. Kabupaten Pacitan merupakan daerah dengan ancaman banjir bandang dan bencana longsor. Bencana longsor akhir Desember 2007 lalu telah merusak 292 rumah.

Kabupaten Cilacap selama ini sangat rawan akan gempa bumi dan tsunami. Gelombang tsunami tahun 2006 lalu telah banyak menewaskan masyarakat di Cilacap. Sementara itu kab. Pandeglang juga rawan terjadinya gempa bumi, longsor dan banjir akibat luapan sungai Ciliman dan Cilemer.

Kunjungan Leon-Garcia ke PBNU ini sekaligus merupakan perkenalan sebagai kepala UNOCHA Indonesia yang baru setelah pimpinan sebelumnya pindah ke Kuwait.

Garcia menjelaskan, penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menghadapi risiko bencana ini sangat penting karena memberi bekal kepada masyarakat dalam menghadapi bencana sehingga bisa mengurangi jumlah korban. Kerjasama dilakukan dengan NU karena dianggap memiliki jaringan yang sangat luas di seluruh Indonesia.

Avianto yang juga Ketua Banser DKI Jakarta ini menjelaskan dalam kesempatan tersebut KH Hasyim Muzadi berharap kerjasama dapat ditingkatkan dalam mengatasi bencana yang diakibatkan oleh konflik sosial, bukan hanya bencana alam.

“Bencana seperti ini kalau tidak ditangani juga akan menimbulkan persoalan yang lebih besar,” katanya mengutip pernyataan KH Hasyim Muzadi.

Menanggapi hal ini, Garcia sepakat untuk membuat program baru terkait dengan upaya pengurangan bencana akibat konflik yang diharapkan sudah bisa dilakukan pada Juli mendatang.

Sebelumnya yang sudah dilakukan antara PBNU dengan UNOCHA adalah penanganan banjir di Jakarta tahun 2007 lalu dengan memberikan pengobatan gratis, pemberian makanan bagi balita dan perbaikan lingkungan. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Sejarah, Nahdlatul Ulama Ceramah Felix Siauw Lengkap