Kamis, 20 Oktober 2016

Mendikbud Hapus Tiga Tokoh Penyebar Islam Kalsel sebagai Cagar Budaya

Banjarmasin,Ceramah Felix Siauw Lengkap. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy mencabut status 3 makam tokoh di Kalimantan Selatan sebagai cagar budaya. Ketiga makam tersebut adalah Datu Abulung di Martapura (Kabupaten Banjar), Datu Sanggul di Tapin, dan makam Datu Tumpang Talu di Kandangan.

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan menyesalkan langkah Mendikbud. PWNU menilai mereka mereka adalah tokoh-tokoh terhormat, penyebar Islam, bahkan pejuang republik.

Mendikbud Hapus Tiga Tokoh Penyebar Islam Kalsel sebagai Cagar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendikbud Hapus Tiga Tokoh Penyebar Islam Kalsel sebagai Cagar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendikbud Hapus Tiga Tokoh Penyebar Islam Kalsel sebagai Cagar Budaya

Bagi PWNU, mereka adalah tokoh-tokoh berani yang menolak dan melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda. Jasa-jasa mereka sangat besar untuk republik ini. Karena itu dulu pantas jika makamnya masuk cagar budaya.

Ceramah Felix Siauw Lengkap

“Aneh sekali, setelah bertahun-tahun sudah masuk sebagai cagar budaya, kok baru sekarang malah dicabut?” ujar Sekretaris PWNU Kalimantan Selatan H. Nasrullah AR melalui siaran pers Ahad (6/8).

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Jika alasan pencabutan status cagar budaya itu karena berubah desain dari bentuk asal, kata dia, itu sama sekali tidak relevan. Sebab penghargaan ketiga makam itu sebagai cagar budaya bukan karena desainnya, melainkan karena ketokohannya.

Menurut dia, bukti ketokohan mereka, sampai hari ini ketiga datu itu terus meningkat. Terbukti kunjungan umat selalu ramai setiap harinya. Bagi masyarakat Banjar khususnya, dan Kalimantan pada umumnya, ketiga tokoh itu sangat dihormati.

“Bagi kami, langkah Mendikbud itu, seperti menyepelekan ketokohan ketiganya. Tokoh idola warga Banjar,” lanjutnya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Gubernur dan DPRD Kalimantan Selatan menolak sikap Mendikbud itu. Sebab, bagaimanapun, langkah Menteri itu cenderung menyepelekan khazanah budaya yang selama disanjung dan hormati. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Kajian Sunnah, News, Berita Ceramah Felix Siauw Lengkap

Rabu, 12 Oktober 2016

Era Digital Jangan Dihindari, Tapi Disiasati

Jakarta, Ceramah Felix Siauw Lengkap. Di tengah era digital, perkembangan media begitu pesat. Hampir setiap individu kini bisa menerima sebuah berita, bahkan dalam hitungan detik. Sayangnya, tidak semua berita yang beredar merupakan berita yang positif. Demikian disampaikan Wakil Sekjen PBNU H Ulil A. Hadrawi pada kegiatan Rakernas 2017 yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Lajnah Ta’lif wa an-Nasyr (LTN-NU) di Jakarta, Jumat (24/3).

Era Digital Jangan Dihindari, Tapi Disiasati (Sumber Gambar : Nu Online)
Era Digital Jangan Dihindari, Tapi Disiasati (Sumber Gambar : Nu Online)

Era Digital Jangan Dihindari, Tapi Disiasati

"Maka dari itulah perlu diperbanyak produksi serta penyebaran konten Aswaja An-Nahdiyah,” terang Ulil.

Dipaparkan lebih lanjut oleh Ulil tentang bagaimana NU dalam menghadapi persaingan media global. “Saya ingat salah satu dawuh Gus Dur : Globalisasi tidak bisa dihindarkan, tetapi bisa disiasati. Gadget, android, HP, internet, tidak bisa kita hindari, tapi kita bisa mencari siasat (memanfaatkannya),” tuturnya.

Lebih lanjut diterangkan, di NU memiliki kekuatan yang tidak banyak ada pada organisasi lain, yakni “guyub”. “Guyub, berjamaah, kebersamaan inilah yang perlu dipertahankan dalam diri NU,” kata dia.? (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Ceramah Felix Siauw Lengkap

Dari Nu Online: nu.or.id

Ceramah Felix Siauw Lengkap Humor Islam, Kyai, Khutbah Ceramah Felix Siauw Lengkap

Ceramah Felix Siauw Lengkap